Search
- Details
- Category: Politik & Opini
- By ZA Sitindaon
- Hits: 40
Kolonialisme dalam Pesta Babi
Kolonialisme dalam Pesta Babi
Kolonialisme adalah soal sejumlah pemilik modal (kapitalis) yang ingin menguasai perdagangan sejumlah komoditas, seperti rempah-rempah, gula, kopi, karet, teh, dan tembakau. Di masa yang lebih modern komoditasnya bertambah, ditambahi dengan batu bara, minyak, dan gas.
Polanya relatif seragam. Para pemilik modal itu ingin menguasai perdagangan. Pertama mereka kuasai dulu jalur perdagangan. Sumbernya masih membeli dari penduduk. Tentu saja dengan harga yang mereka kendalikan.
Lalu mereka mulai bergerak ke hulu, menguasai sumber asal komoditas. Mereka membuka kebun-kebun, dan pertambangan.
Untuk melakukan semua itu mereka memakai dua pendukung utama, yaitu aparat pemerintah, tentara, dan penguasa lokal.
Di zaman Belanda dulu yang hadir di Indonesia pada awalnya bukanlah kerajaan Belanda, tapi VOC, sebuah perusahaan dagang. Perusahaan dagang ini diberi dukungan besar, sehingga berbentuk seperti negara kecil. Para - -pengelolanya diberi wewenang antara lain:
- membuat perjanjian dengan raja-raja lokal,
- membangun benteng,
- memiliki tentara dan armada perang,
- menyatakan perang dan damai,
- mencetak uang,
- memerintah wilayah jajahan.
Tentara Belanda yang dulu dikenal sebagai "kompeni" sebenarnya adalah tentara VOC. Tentara menjadi instrumen penting dalam kolonialisme, yaitu untuk mematahkan semua halangan terhadap kepentingan kapitalis dengan kekerasan.
Pendukung ketiga adalah penguasa lokal. Bangsa kita dulu dijajah tidak hanya oleh VOC, tapi juga oleh penguasa-penguasa lokal, berupa raja-raja dan bangsawan. Mereka adalah operator kegiatan penjajah. Mereka mendapat imbalan uang dan perlindungan untuk mengawetkan kekuasan.
Kolonial datang mengambil lahan, menganggap lahan yang ada sebagai lahan tak bertuan. Kalau pun membeli, mereka membelinya dengan harga murah. Tentu saja dengan pemaksaan melalui kekerasan tentara.
Mereka tak hanya merampas tanah, tapi juga memperbudak masyarakat, menjadikan mereka pekerja yang harus menjalankan agenda para kapitalis. Dulu kita mengenalnya dengan sebutan tanam paksa.
Pemaksaan, perbudakan, pengiriman paksa, bahkan pembunuhan mereka lakukan. Mereka sampai tega membantai habis, sampai sebuah peradaban hilang dari muka bumi.
Kolonialisme bukan masa lalu. Praktik yang sama masih terjadi di berbagai tempat.
Itu pesan penting dari film Pesta Babi.
Sumber: FB Hasanudin Abdurakhman https://www.facebook.com/share/14ctSoWCYB5/