SITINDAON NEWS SITINDAON NEWS

Categories

  • Tarombo Marga Sitindaon (47)
    • Tugu Namangolu Sitindaon (4)
    • Sukacita & Dukacita (16)
  • Politik & Opini (346)
  • Ekonomi & Bisnis (422)
    • Trading Saham untuk Pemula oleh R Noto Wodjojo (82)
  • Lifestyle & Health (418)
  • Tekno & Sains (71)
  • Entertaintment (66)
  • Nasional (20)
  • Food & Travel (100)
  • Budaya (58)
  • Inspirasi dan Inspiratif (147)
    • Jansen Sitindaon (32)
  • Sport (16)
  • Lowongan Kerja (29)
  • International (46)
  • Mimbar Kristen (12)
    • HKBP Pasar Minggu (3)
  • Pilpres 2019 (69)
  • Hukum & Kriminal (40)

Berdiri sejak 2018

  • Login
SITINDAON NEWS SITINDAON NEWS
  • Homepage
  • Tarombo Marga Sitindaon
    • Jansen Sitindaon
  • Siapa kita?
  • MORE

    HOT CATEGORIES

    • Pilpres 2019
    • Our Social Media

    USER

    • Login Form
    Show
    • Forgot your username?
    • Forgot your password?
  • WTNG
Berlangganan buletin kami Newsletter
  1. You are here:  
  2. Home
  3. Politik & Opini
  4. Kolonialisme dalam Pesta Babi

Search

Details
Category: Politik & Opini
ZA Sitindaon By ZA Sitindaon
ZA Sitindaon
24.May
Hits: 40

Kolonialisme dalam Pesta Babi

Kolonialisme dalam Pesta Babi

Kolonialisme adalah soal sejumlah pemilik modal (kapitalis) yang ingin menguasai perdagangan sejumlah komoditas, seperti rempah-rempah, gula, kopi, karet, teh, dan tembakau. Di masa yang lebih modern komoditasnya bertambah, ditambahi dengan batu bara, minyak, dan gas.

Polanya relatif seragam. Para pemilik modal itu ingin menguasai perdagangan. Pertama mereka kuasai dulu jalur perdagangan. Sumbernya masih membeli dari penduduk. Tentu saja dengan harga yang mereka kendalikan.

Lalu mereka mulai bergerak ke hulu, menguasai sumber asal komoditas. Mereka membuka kebun-kebun, dan pertambangan. 

Untuk melakukan semua itu mereka memakai dua pendukung utama, yaitu aparat pemerintah, tentara, dan penguasa lokal.

Di zaman Belanda dulu yang hadir di Indonesia pada awalnya bukanlah kerajaan Belanda, tapi VOC, sebuah perusahaan dagang. Perusahaan dagang ini diberi dukungan besar, sehingga berbentuk seperti negara kecil. Para - -pengelolanya diberi wewenang antara lain:

- membuat perjanjian dengan raja-raja lokal,

- membangun benteng,

- memiliki tentara dan armada perang,

- menyatakan perang dan damai,

- mencetak uang,

- memerintah wilayah jajahan.

Tentara Belanda yang dulu dikenal sebagai "kompeni" sebenarnya adalah tentara VOC. Tentara menjadi instrumen penting dalam kolonialisme, yaitu untuk mematahkan semua halangan terhadap kepentingan kapitalis dengan kekerasan. 

Pendukung ketiga adalah penguasa lokal. Bangsa kita dulu dijajah tidak hanya oleh VOC, tapi juga oleh penguasa-penguasa lokal, berupa raja-raja dan bangsawan. Mereka adalah operator kegiatan penjajah. Mereka mendapat imbalan uang dan perlindungan untuk mengawetkan kekuasan.

Kolonial datang mengambil lahan, menganggap lahan yang ada sebagai lahan tak bertuan. Kalau pun membeli, mereka membelinya dengan harga murah. Tentu saja dengan pemaksaan melalui kekerasan tentara. 

Mereka tak hanya merampas tanah, tapi juga memperbudak masyarakat, menjadikan mereka pekerja yang harus menjalankan agenda para kapitalis. Dulu kita mengenalnya dengan sebutan tanam paksa.

Pemaksaan, perbudakan, pengiriman paksa, bahkan pembunuhan mereka lakukan. Mereka sampai tega membantai habis, sampai sebuah peradaban hilang dari muka bumi.

Kolonialisme bukan masa lalu. Praktik yang sama masih terjadi di berbagai tempat. 

Itu pesan penting dari film Pesta Babi.

Sumber: FB Hasanudin Abdurakhman https://www.facebook.com/share/14ctSoWCYB5/

ZA Sitindaon
ZA Sitindaon

No comments

Leave your comment

In reply to Some User
Next article: IHSG Jebol Hingga Level 6000, Semua Saham Sisa 40%, DPR dan Pejabat Cuma Foto-foto Tanpa Solusi Next

Popular Posts

  • Cara Mengatasi Internet Telkomsel 'Lemot', Ikuti Langkah-langkahnya Agar Akses Internetmu Lancar
    27.Nov
  • Semrawutnya Parkir di Kawasan Pusat Pasar Medan
    04.Jan
  • Emak Emak Yang Terlibat Menjual Senjata Untuk Aksi Rusuh 22 Mei 2019
    28.May
  • Bokom, Makanan Pengantar Sejarah Aceh Singkil yang tak Lekang Digerus Zaman
    07.Sep

Categories News

  • Lowongan Kerja
  • National
  • Food & Travel
  • Lifestyle & Health
  • Sport
  • Tekno & Sains
  • Entertainment
  • Ekonomi & Bisnis
  • Kisah Insipirasi
  • Budaya
  • Politik & Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Mimbar Kristen
  • International

Follow Us

Facebook Sitindaon News Instagram Sitindaon News YouTube Sitindaon News Twitter Sitindaon News Email Berlangganan Buletin Kami

SITINDAON NEWS 1

Sitindaon News menuju Situs Web Portal Berita Online berkelas dunia melalui penyediaan jasa informasi dan berbagai produk multimedia lainnya sehingga terbangun Tugu Namangolu didalam maupun diluar negeri khususnya marga Sitindaon yang nantinya dapat menjalankan fungsi² sosial lainnya bagi masyarakat luas. Berdiri sejak 2018.

Bagikan Share
FacebookFacebook MessengerMessenger TwitterTwitter WhatsAppWhatsApp TelegramTelegram Copy LinkCopy Link