Search
- Details
- Category: Politik & Opini
- By ZA Sitindaon
- Hits: 10
Pesta Babi, Soros dan MAMA Yasinta
PESTA BABI, SOROS dan MAMA YASINTA
Film Pesta Babi akhirnya tayang di YouTube. Baru 3 hari tayang sudah ditonton 6.6 juta kali. Makin dilarang makin viral. Makin ditekan, makin mendunia. Dari Al Jazeera sampai BBC ramai-ramai memberitakan represi aparat Konoha terhadap event-event nobar film Pesta Babi di berbagai lokasi.
Para buzzer rezim sedang dikerahkan habis-habisan untuk mendelegitimasi pesan film ini. Jurus yang mereka pakai lagi-lagi jurus usang: film ini ceunah dibiayai George Soros.
Mari kita ngakak keras-keras. Buzzer-buzzer itu bahkan nggak tau siapa George Soros.
Wwkwkwkwkwkwkwk......
George Soros adalah seorang miliarder keturunan Yahudi-Hungaria, investor global, dan filantropis sayap kiri-liberal yang kerap menjadi pusat teori konspirasi global karena sering mendanai gerakan pro-demokrasi, hak asasi manusia, dan reformasi sosial di seluruh dunia melalui yayasannya, Open Society Foundations.
Di panggung politik internasional, Soros dikenal sebagai penentang keras Donald Trump, yang ia sebut sebagai ancaman nyata bagi demokrasi karena rekam jejak kepemimpinannya yang narsistik dan otoriter. Soros juga bersikap sangat kritis terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang ia kecam karena kebijakan sayap kanan ekstremnya yang dinilai merusak nilai-nilai demokratis, melanggar hak warga Palestina, dan memperkeruh konflik di Timur Tengah.
Pandangan George Soros terhadap perjuangan rakyat Palestina didasarkan pada prinsip hak asasi manusia, penegakan hukum internasional, dan solusi dua negara (two-state solution). Sebagai seorang Yahudi penyintas Holocaust, Soros tidak mengidentifikasi dirinya sebagai Zionis. Ia sangat vokal mengkritik kebijakan militeristik Israel yang dinilainya justru merusak masa depan Israel sendiri dan menindas warga Palestina.
Oleh para buzzer rezim korup, Soros dinarasikan sebagai zionis pendukung Israel. Padahal, Soros secara konsisten mengucurkan jutaan dolar untuk mendanai organisasi non-pemerintah (NGO) lokal maupun internasional yang berfokus pada perlindungan hak-hak warga Palestina, baik di Jalur Gaza, Tepi Barat, maupun di dalam wilayah Israel sendiri. Dana tersebut disalurkan untuk:
1) Mendokumentasikan pelanggaran hukum humaniter internasional oleh militer Israel.
2) Memberikan bantuan hukum bagi warga Palestina yang tanahnya digusur secara ilegal.
3) Menyediakan program kesejahteraan sosial, layanan kesehatan, dan beasiswa pendidikan.
Oleh rezim negara-negara korup, George Soros dinarasikan sebagai spekulan kakap penyebab hancurnya nilai tukar mata uang negara-negara berflower di Asia, termasuk Indonesia, saat krisis moneter 1997-1998.
Secara konsensus ekonomi, George Soros bukanlah penyebab utama jatuhnya mata uang Asia pada krisis moneter 1997-1998, melainkan salah satu spekulan besar yang memanfaatkan dan memperparah kerapuhan struktur ekonomi negara-negara Asia saat itu.
Para ekonom sepakat bahwa Soros tidak akan bisa meruntuhkan mata uang Asia jika fondasi ekonomi negara-negara tersebut sudah kuat sejak awal. Krisis pecah karena adanya penyakit struktural internal, yaitu:
1) Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN): Tata kelola pemerintahan yang buruk membuat pasar kehilangan kepercayaan begitu gejolak pertama kali muncul.
2) Kerapuhan Sistem Perbankan: Banyak bank menyalurkan kredit secara ugal-ugalan ke sektor properti yang tidak produktif.
3) Utang Luar Negeri Swasta yang Masif: Perusahaan swasta di Asia banyak meminjam dalam Dolar AS tanpa lindung nilai (hedging).
Last but not least, selamat untuk Dandhy Dwi Laksono dan team. Setelah 60 tahun Papua tertutup tirai besi dari rezim ke rezim, akhirnya film dokumenter Pesta Babi inilah yang berhasil membuka mata dan menggugah kesadaran publik se-Konoha Raya.
Akhirnya rakyat Papua tak lagi sendiri. Akhirnya saudara-saudara se-tanah air memahami penderitaan rakyat Papua yang seperti dikepung penindas dari berbagai penjuru:
- pemerintah pus4t
- parjo-parcok
- para elite lokal dan pejabat-pejabat berdarah asli Papua yang justru menindas rakyatnya sendiri
- para elite Gereja yang justru bertindak sebagai centeng pemerintah pus4t
Apa yang terjadi di Papua saat ini PERSIS seperti apa yang terjadi di Jawa, Sumatra dst sebelum tahun 1945.
Yup.
KOLONIALISME.
Walau Mama Yasinta sudah berbalik arah mendukung kolonial, percayalah, kolonial takkan mampu mengintimidasi jutaan Mama-mama Papua lainnya.
Trimakasih Dandhy and the gank. Terus semangat berjihad melawan penindasan lewat karya-karya film dokumenter seperti ini.
Dan, lawanlah jurus dibayarin Soros dengan celetukan gokil kek gini:
"Ah well, iya-iya iya, kami memang dibayari tokoh dunia penentang Trump, Netanyahu, Zionis sekaligus salah satu donor global perjuangan rakyat Palestina. Bukankah itu keren? Terus dimana letak masalahnya, kampret?"
Sumber: Meilanie Buitenzorgy https://www.facebook.com/share/p/1JD9xTh56o/

