SITINDAON NEWS SITINDAON NEWS

Categories

  • Tarombo Marga Sitindaon (47)
    • Tugu Namangolu Sitindaon (4)
    • Sukacita & Dukacita (16)
  • Politik & Opini (358)
  • Ekonomi & Bisnis (426)
    • Trading Saham untuk Pemula oleh R Noto Wodjojo (134)
  • Lifestyle & Health (424)
  • Tekno & Sains (71)
  • Entertaintment (66)
  • Nasional (20)
  • Food & Travel (100)
  • Budaya (58)
  • Inspirasi dan Inspiratif (153)
    • Jansen Sitindaon (32)
  • Sport (16)
  • Lowongan Kerja (29)
  • International (46)
  • Mimbar Kristen (14)
    • HKBP Pasar Minggu (3)
  • Pilpres 2019 (69)
  • Hukum & Kriminal (41)

Berdiri sejak 2018

  • Login
SITINDAON NEWS SITINDAON NEWS
  • Homepage
  • Tarombo Marga Sitindaon
    • Jansen Sitindaon
  • Siapa kita?
  • MORE

    HOT CATEGORIES

    • Pilpres 2019
    • Our Social Media

    USER

    • Login Form
    Show
    • Forgot your username?
    • Forgot your password?
  • WTNG
Berlangganan buletin kami Newsletter
  1. You are here:  
  2. Home
  3. Politik & Opini
  4. Hoax Sulit Diberantas, Tenang, Patah Satu Tumbuh Seribu

Search

Details
Category: Politik & Opini
ZA Sitindaon By ZA Sitindaon
ZA Sitindaon
26.Jun
Hits: 3

Hoax Sulit Diberantas, Tenang, Patah Satu Tumbuh Seribu

HOAX SULIT DIBERANTAS! TENANG, PATAH SATU TUMBUH SERIBU! 

HOAX dibuat oleh orang-orang JAHAT, disebarkan oleh orang-orang BODOH, dipercaya oleh orang-orang Tolol dan didukung oleh Mafia. Para Oligarki ingin rakyat tetap bodhoh dan miskin agar mudah dikuasai, mudah dikendalikan dan patuh untuk melanggengkan kekuasaannya. Rakyat yang pintar sulit dikuasai dan dikendalikan.

Pada Jaman Perbudakan, Penguasa memiliki Laskar Bersenjata yang ditakuti oleh rakyat. Maka Penguasa bisa mencambuk Rakyatnya dengan Rotan (Pecut) agar bekerja untuk mereka tanpa dibayar! Pada saatnya para Budak memberontak, dan tumbanglah Perbudakan. 

Jaman berganti, rakyat bekerja tidak dicambuk dengan Pecut tetapi dicambuk dengan Uang untuk memperkaya para Oligarki. Oligarki terus menumpuk uang bertrilyun, agar dengan kekuatan uangnya bisa menguasai rakyat! Rakyat dikuasai oleh Oligarki dan bisa diarahkan untuk memilih siapa pemimpinnya. Seorang Badhut tolol pun bisa didandani menjadi seakan-akan Tokoh hebat dengan segala macam pencintraan hoax yang terus disebarkan oleh orang-orang bodoh yang haus uang! 

Pada saat pemilihan pemimpin tiba, oligarki membagi amplop kepada rakyat miskin yang bodoh, seakan-akan Rakyatkah yang berkuasa bisa menentukan siapa penguasanya melalui Sistem Demokrasi yang di tuhankan! Sedikit-sedikit para Tolol mengatakan itu bertentangan demokrasi. Padahal Demokrasi bukan Tuhan, tetapi demokrasi hanyalah salah satu Alat untuk memakmurkan rakyatnya. Semua Sistem bernegara apakah itu Demokrasi, Monarchy, Sosialis, Komunis, dll semuanya hanyalah alat untuk memakmurkan rakyatnya, mana-mana saja yang cocok supaya rakyat bisa makmur hidupnya.   

Rakyat yang masih miskin dan bodoh, dengan Sistem Demokrasi liberal, maka, Oligarki bisa membeli suara rakyatnya dengan biaya sangat murah. Semakin negara itu rakyat pinter dan makmur seperti negara-negara maju itu, suara rakyat tidak bisa dibeli lagi, maka. mereka bisa memilih pemimpinnya yang berkwalitas. Di negeri yang 60% rakyatnya masih bodhoh dan miskin suaranya tentu bisa dibeli. Maka bagi para bandhit, oligarki lokal, kemiskinan harus benar-benar bisa dijaga agar kekuasaannya bisa langgeng turun-temurun ke anak cucu sampai kiyamat.  

Tenang, Sistem Keuangan Global, bisa menjaga kebodohan dan kemiskinan. Diatantaranya, UMR yang ditentukan oleh Penguasa bukan oleh Buruh, Biaya pendidikan yang tinggi pada semua Perguruan Tinggi favorite, anak pinter pun jika miskin, wis dijamin tidak akan bisa registrasi ulang, dan diarahkan menjadi Buruh, dengan beban pajak yang berat, kebutuhan hidup yang mahal agar tetap miskin. Tetapi masih ada bagusnya, Anda tidak dilarang untuk Kaya kok, asalkan mau berusaha serius!

Maka, jangan heran jika korupsi sekarang diluar nalar, jumlahnya trilyunan. Janganlah mimpi menjadi seorang Bupati atau Gubernur walau Anda tokoh ternama, jika Anda tidak punya uang minimal Rp. 100 Miyar. Jika Anda merasa tokoh hebat ingin nyalon tapi tidak punya uang, maka harus jalan ngesot menyembah Oligarki agar di calonkan oleh Partai. Tentu ada imbalannya setelah menjadi penguasa. 

Sudahlah tak usah mikirin politik, ini hanya sedikit edukasi politik saja, kembali ke saham, Kumpulkan uang, capailah Financial independent agar menjadi orang bebas merdeka yang waktumu tidak Anda serahkan kepada para Oligarki.

R M. Noto Widjojo https://www.facebook.com/share/p/18vRQFSpK4/

ZA Sitindaon
ZA Sitindaon

No comments

Leave your comment

In reply to Some User
Next article: Mas Didit ke Solo ada apa?  Next

Popular Posts

  • Cara Mengatasi Internet Telkomsel 'Lemot', Ikuti Langkah-langkahnya Agar Akses Internetmu Lancar
    27.Nov
  • Semrawutnya Parkir di Kawasan Pusat Pasar Medan
    04.Jan
  • Emak Emak Yang Terlibat Menjual Senjata Untuk Aksi Rusuh 22 Mei 2019
    28.May
  • Bokom, Makanan Pengantar Sejarah Aceh Singkil yang tak Lekang Digerus Zaman
    07.Sep

Categories News

  • Lowongan Kerja
  • National
  • Food & Travel
  • Lifestyle & Health
  • Sport
  • Tekno & Sains
  • Entertainment
  • Ekonomi & Bisnis
  • Kisah Insipirasi
  • Budaya
  • Politik & Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Mimbar Kristen
  • International

Follow Us

Facebook Sitindaon News Instagram Sitindaon News YouTube Sitindaon News Twitter Sitindaon News Email Berlangganan Buletin Kami

SITINDAON NEWS 1

Sitindaon News menuju Situs Web Portal Berita Online berkelas dunia melalui penyediaan jasa informasi dan berbagai produk multimedia lainnya sehingga terbangun Tugu Namangolu didalam maupun diluar negeri khususnya marga Sitindaon yang nantinya dapat menjalankan fungsi² sosial lainnya bagi masyarakat luas. Berdiri sejak 2018.

Bagikan Share
FacebookFacebook MessengerMessenger TwitterTwitter WhatsAppWhatsApp TelegramTelegram Copy LinkCopy Link