Contoh Fomo:

Saham bagus di harga 2000, tiba-tiba naik ke 2200. Ritel FOMO rame-rame membeli berharap menurut feelingnya akan naik 2400. Sedangkan Trader Sejati diem. Dia menunggu, dan benar, tiba-tiba IHSG merah. Saham turun koreksi menjadi ke harga 1910.

Ritel Fomo pada panik cut loss di 1910. Trader Sejati tersenyum siap dengan T+2 menolong para Ritel yang pada panic jualan.

Harga Koreksi itu hadiah untuk Para Trader Sejati,

Mental Tenang: Beli saat merah , tinggal menunggu harga rebound, jika harga pun masih turun sedikit tetap saja Santai. Dalam hati berkata, oh Itu cuma menambah diskon lagi.

Potensi Besar: Saham yang dia serok 1950 berpotensi naik hingga 2400.

Ø Anda tidak rugi karena salah jual, Anda rugi karena salah beli, Salah Entry

Ø Anda profit bukan karena jago TP, tetapi Anda profit karena jago Entry di harga yang tepat.

Ø Mulai hari ini hapus kata "telat entry" dari kamus Anda. Ketinggalan Kereta lewat, Tunggu kereta berikutnya.

Harga lari? Biarkan saja. Pasti besok-besok akan ada koreksinya. 

Ki Noto Widjojo https://www.facebook.com/share/p/1EeHP38U11/