Di Pringsewu, Lampung, terdapat banyak pusat industri kecil pembuatan keset atau alas pembersih kaki, terutama dari kain perca. Usaha kecil dan menengah itu mempekerjakan karyawan dan memproduksi puluhan ribu keset setiap bulan dan dikirim ke berbagai daerah di tanah air.
Search
- Details
- Category: Ekonomi & Bisnis
- By ZA Sitindaon
- Hits: 714
Foto: Konferensi pers hasil RDG Bank Indonesia (CNBC Indonesia/Lidya Julita S)
Salah satunya pertumbuhan kredit perbankan yang mengalami perlambatan. Di mana pada Agustus tercatat sebesar 8,59% menjadi 7,89% pada September 2019.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, kredit perbankan dipengaruhi oleh dua faktor yakni dari sisi penawaran dan permintaan. Nah dari sisi penawaran semua faktor kondusif atau positif.
- Details
- Category: Ekonomi & Bisnis
- By ZA Sitindaon
- Hits: 831
Foto: BUMN (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)
Tak lama setelah mengumumkan pemberhentian langsung 7 deputi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan sekretaris menteri dalam sehari, Kementerian langsung mengumumkan beberapa pos baru bagi para mantan eselon I tersebut.
- Details
- Category: Ekonomi & Bisnis
- By ZA Sitindaon
- Hits: 764
Ibu-ibu mitra Sumringah, produsen keset di Pringsewu, Lampung. (Foto: Ani Lailia/Sumringah)
Dulu, orang hanya menghitung berapa laba diperoleh ketika mendirikan sebuah usaha. Kini, hitungan itu ditambah dengan seberapa besar kelompok masyarakat tertentu akan menerima dampak positifnya.
- Details
- Category: Ekonomi & Bisnis
- By ZA Sitindaon
- Hits: 702
Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Perusahaan investasi raksasa asal Jepang Softbank baru saja menghadapi mimpi buruk setelah terbitnya catatan kerugian dalam laporan keuangan kuartal beberapa waktu lalu. Kerugian ini menjadi kali pertama dalam kurun 14 tahun terakhir.
Catatan kerugian Softbank tak terlepas dari investasi besar pada perusahaan rintisan (startup) yang belum menghasilkan cuan dan justru mengalami penurunan valuasi secara drastis, seperti Wework dan Uber. Softbank terpaksa harus menyelamatkan valuasi Wework hingga mengorbankan 'kantong pribadi' perusahaan.
- Details
- Category: Ekonomi & Bisnis
- By ZA Sitindaon
- Hits: 999
Besi tua diremehkan banyak orang. Padahal, jika ditelateni, melakoni bisnis barang rongsok itu sangat menggiurkan. Apalagi barang rongsok segeda kapal barang. Ratusan miliar rupiah bisa diraup setiap tahunnya.
Jika tak percaya, tanya saja pebisnis besi tua perseorangan, kebanyakan orang Madura, atau perusahaan profesional seperti PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk (OPMS).
- Details
- Category: Ekonomi & Bisnis
- By ZA Sitindaon
- Hits: 682
Ilustrasi Yen Jepang (REUTERS/Kim Kyung-Hoon/Files)
Kabar kurang enak beredar di Asia hari ini. Data-data ekonomi terbaru menunjukkan perlambatan ekonomi menjangkiti Benua Kuning dan bukan tidak mungkin bakal terjadi resesi.
Pagi tadi, Jepang mengumumkan angka pertumbuhan ekonomi kuartal III-2019 sebesar 0,2% secara kuartalan yang disetahunkan (annualized). Jauh melambat dibandingkan kuartal sebelumnya yang mampu tumbuh 1,8% dan menjadi laju pertumbuhan terlemah sejak kuartal III-2018.
Pelaku pasar merespons rilis data ini dengan negatif. Maklum, konsensus pasar yang dihimpun Reuters memperkirakan angka pertumbuhan ekonomi Jepang kuartal III-2019 di 0,8%.
"Permintaan domestik bisa menutup perlambatan di sisi eksternal. Namun ini tidak bisa terus diharapkan. Oleh karena itu, sepertinya ekonomi kuartal IV-2019 akan mengalami kontraksi," tegas Taro Saito, Executive Research Fellow di NLI Research Institute, seperti dikutip dari Reuters.