Search
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 503
Ilustrasi Ojol
SitindaonNews.Com, || Penumpang wanita sepeda motor ojek online (ojol) terkadang canggung duduk di jok belakang, bahkan ada yang tidak bisa menentukan mana yang pas, duduk searah ke depan atau malah hadap samping. Menurut pakar, sikap duduk terbaik bagi penumpang wanita yaitu yang menjunjung keselamatan berkendara.
Sikap duduk bonceng yang benar yaitu menghadap depan dan menempel ke pengendara, ini fungsinya menyatukan titik keseimbangan agar kendaraan lebih stabil dikemudikan. Namun bagi wanita, hal ini bisa jadi masalah lantaran risih, apalagi sampai harus menempel atau memeluk pengendara, yang kemudian membuat mereka memilih duduk menjauhi pengendara
Praktisi keselamatan dari Jakarta Devensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Palubuhu, pernah menjelaskan bila penumpang wanita enggan memegang pinggang pengendara, solusinya dapat menempelkan kedua lutut bagian dalam ke pinggul pengendara motor.
"Kalau orang [penumpang] yang tidak melekat [dengan pengendara motor] benar [motor] akan goyang. Itu goyangnya penumpang malah bisa [menimbulkan] pengemudi hilang kendali," kata Jusri.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah jarak dengan pengemudi. Wanita penumpang motor disarankan duduk tidak terlalu ke belakang karena bisa memengaruhi kestabilan motor. Bila posisi itu dirasa paling nyaman, coba dengan memegang pegangan tangan yang tersedia di samping atau belakang motor dan jangan lupa menempelkan lutut ke pinggul pengendara motor.
Dalam posisi itu coba kurangi gerakan berlebihan yang berpotensi mengacaukan keseimbangan pengemudi ojol.
Dijelaskan Jusri posisi penumpang motor menghadap ke depan adalah paling ideal, sebab bisa mengikuti gerak pengendara. Posisi duduk yang kurang ideal menghadap ke samping.
"Kalau orang [penumpang] yang tidak melekat [dengan pengendara motor] benar [motor] akan goyang. Itu goyangnya penumpang malah bisa [menimbulkan] pengemudi hilang kendali," kata Jusri.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah jarak dengan pengemudi. Wanita penumpang motor disarankan duduk tidak terlalu ke belakang karena bisa memengaruhi kestabilan motor. Bila posisi itu dirasa paling nyaman, coba dengan memegang pegangan tangan yang tersedia di samping atau belakang motor dan jangan lupa menempelkan lutut ke pinggul pengendara motor.
Dalam posisi itu coba kurangi gerakan berlebihan yang berpotensi mengacaukan keseimbangan pengemudi ojol.
Dijelaskan Jusri posisi penumpang motor menghadap ke depan adalah paling ideal, sebab bisa mengikuti gerak pengendara. Posisi duduk yang kurang ideal menghadap ke samping.
Menurut Jusri penumpang yang duduk menyamping membuat pengendalian motor jadi lebih sulit dan lebih berisiko kecelakaan.
"Duduk menghadap searah dengan pengemudi juga membuat kita [penumpang] meletakkan kedua kaki di footsteps motor. Ini lebih nyaman," ucap Jusri.
Wanita penumpang ojol juga disarankan memperhatikan pakaian. Hindari pakaian menjuntai ke bawah seperti selendang atau rok panjang, dikhawatirkan bisa terlilit gir sepeda motor
Menurut Jusri penumpang yang duduk menyamping membuat pengendalian motor jadi lebih sulit dan lebih berisiko kecelakaan.
"Duduk menghadap searah dengan pengemudi juga membuat kita [penumpang] meletakkan kedua kaki di footsteps motor. Ini lebih nyaman," ucap Jusri.
Wanita penumpang ojol juga disarankan memperhatikan pakaian. Hindari pakaian menjuntai ke bawah seperti selendang atau rok panjang, dikhawatirkan bisa terlilit gir sepeda motor
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 602
Penderita diabetes dianjurkan selektif memilih makanan untuk mengontrol kadar gula darah.
SitindaonNews.Com, || Penderita diabetes dianjurkan selektif memilih makanan untuk mengontrol kadar gula darah dalam tubuh, termasuk dengan menghindari pola atau jenis sarapan tertentu. Berikut kesalahan sarapan yang patut dihindari penderita diabetes.
Pilihan menu sarapan yang tepat menjadi hal penting untuk membantu mengatasi mengendalikan diabetes.
"Ingat hal pertama di pagi hari, Anda sudah berjam-jam tanpa makan dan tubuh Anda membutuhkan bahan bakar," kata Kelly O'Connor, ahli diet dan direktur pendidikan diabetes di pusat endokrinologi di Mercy Medical Center di Baltimore, seperti dikutip Everyday Health.
"Jika Anda tidak sarapan, tubuh akan membuat sendiri dalam bentuk gula darah yang disimpan dan dilepaskan ke aliran darah Anda - yang seringkali menghasilkan gula darah yang terlalu tinggi."
Selain pola makan sehat dan memastikan metabolisme berjalan sepanjang hari secara stabil, penderita diabetes juga perlu memperhatikan kesalahan-kesalahan yang harus dihindari saat sarapan. Apa saja?
1. Lupa serat
Sarapan merupakan kesempatan dan waktu yang bagus untuk mendapatkan serat. Pasalnya, serat baik untuk diabetes karena membuat kenyang tanpa menaikkan gula darah.
Itu artinya bisa mengontrol gula darah yang lebih baik dan lebih sedikit kalori.
Cobalah untuk mendapatkan 7 sampai 10 gram serat setiap pagi sebagai bagian dari sarapan sehat untuk diabetes.
2. Konsumsi daging olahan
Bacon, sosis, dan ham tidak menambahkan karbohidrat ke dalam pola makan Anda, itu juga bukan pilihan protein yang sehat.
"Pilihan sarapan yang buruk memberikan kalori berlebihan dengan sedikit atau tanpa nutrisi," kata O'Connor.
"Jauhi sarapan berupa minuman kopi besar dengan krim kocok dan karamel, sereal manis, dan kue-kue manis."
3. Hindari konsumsi smoothie
Makan buah lebih baik daripada meminumnya. Minum jus atau smoothie saja di pagi hari hanya akan memberikan setengah dari manfaatnya.
"Nutrisi yang lebih baik berasal dari makanan utuh," kata O'Connor. "Perlu diingat bahwa satu porsi besar buah yang dijus mengandung karbohidrat dan kalori yang signifikan."
Menurut O'Connor, itu berarti penderita diabetes bisa mengalami kenaikan gula darah dan penambahan berat badan karena terlalu sering mengonsumsinya.
Selain itu, seperti dikutip Times of India, minum jus atau smoothie akan membuat Anda merasa lapar lebih awal.
4. Melewatkan sarapan
Kesalahan terbesar yang harus dihindari adalah melewatkan sarapan sama sekali.
Ketika Anda pergi terlalu lama tanpa makan, tubuh Anda masuk ke mode kelaparan. Dan ketika akhirnya menyerah pada rasa lapar di siang hari, Anda mungkin makan berlebihan, tubuh pun akan mengambil semua lemak dari makanan Anda dan menyimpannya.
5. Kurang protein
"Sarapan harus menggabungkan sumber karbohidrat yang sehat, sekitar 15 hingga 30 gram, dengan sedikit protein tanpa lemak," kata O'Connor.
"Pikirkan karbohidrat sebagai energi yang dibutuhkan tubuh Anda dan protein sebagai apa yang membuatnya bertahan. "
Menurutnya, protein juga membantu Anda merasa lebih kenyang.
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 671
Janda terkaya di Indonesia diidentikkan dengan sosok wanita kuat yang mampu berdikari meski tanpa disokong secara materi oleh siapa pun, salah satunya Yuni Shara. Foto/Instagram Yuni Shara
SitindaonNews.Com, || Janda terkaya di Indonesia diidentikkan dengan sosok wanita kuat yang mampu berdikari meski tanpa disokong secara materi oleh siapa pun.Tercatat beberapa wanita yang menyandang status janda tetap moncer kekayaannya.
Ada banyak wanita yang ketika menyandang status janda, entah faktor perceraian ataupun ditinggal suami yang wafat, tidak membuat mereka menjadi lemah. Hal tersebut jelas tercermin dari para janda berikut.
Menjalani hidup sendiri tanpa adanya pasangan yang membersamai secara langsung, para wanita ini punya penghasilan melimpah sehingga bisa dibilang sebagai sosok janda terkaya di Indonesia .
Siapa saja mereka? Berikut ini daftarnya, dirangkum dari berbagai sumber pada Sabtu (22/1/2022).
1. Ayu Ting Ting
Sejak bercerai dengan Henry Baskoro Hendarso pada 2014, selebriti bernama asli Ayu Rosmalina ini masih menjanda sampai sekarang.
Ayu Ting Ting harus membesarkan sendiri anak semata wayangnya, buah cinta dengan sang mantan suami, yakni Bilqis Khumairah Razak. Meski menjadi single parent, kekayaan Ayu Ting Ting tetap melimpah ruah.
Sebagai salah satu selebriti wanita dengan follower Instagram terbanyak di Indonesia, jasa endorsement Ayu untuk sekali posting ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Itu belum termasuk job di dunia hiburan sebagai musisi atau menjadi pengisi acara. Sudah begitu, Ayu Ting Ting juga diketahui memiliki sejumlah lini bisnis seperti karaoke hingga kontrakan.
Dengan demikian, rasanya pantas apabila nama Ayu Ting Ting dimasukkan dalam daftar janda terkaya di Indonesia!
2. Yuni Shara
Jauh sebelum Ayu Ting Ting, Yuni Shara telah lebih dulu menjanda sejak bercerai dengan suami keduanya, yakni Henry Siahaan, di tahun 2008.
Namun, kakak kandung Krisdayanti ini juga bisa dibilang sebagai salah seorang selebriti bahkan wanita yang menyandang status janda terkaya di Indonesia.
Sumber cuannya begitu banyak. Meskipun belakangan tak terlalu aktif di dunia hiburan, Yuni Shara diketahui memiliki sejumlah bisnis di berbagai bidang mulai kuliner, fashion, hingga menjadi produsen panci antilengket.
Tak puas, Yuni Shara juga merambah lini usaha yang mungkin lebih banyak digeluti oleh kaum pria, yakni bisnis konstruksi dan batu bara.
Terbayang dong betapa tajirnya dia?
3. Arini Saraswati Subianto
Gelar sebagai janda terkaya di Indonesia sudah pasti digenggam oleh wanita karier satu ini.
Bagaimana tidak, Arini Saraswati Subianto bahkan termasuk dalam jajaran wanita paling tajir di Tanah Air.
Di balik kesuksesannya, Arini merupakan janda dengan dua anak sejak ditinggal wafat sang suami pada 2012.
Di tahun 2019, ia ditaksir oleh majalah Forbes memiliki kekayaan sebesar USD600 juta atau sekitar Rp8,5 triliun.
Sumber cuan melimpah itu ia dapatkan dari statusnya sebagai presiden direktur dari tiga perusahaan sekaligus, yakni PT Persada Capital Investama, PT Tri Nur Cakrawala, dan PT Pandu Alam Persada.
Lewat perusahaan yang bergerak di bidang jasa investasi dan konstruksi itu, Arini menggenggam saham salah satu perusahaan batu bara besar di Indonesia, yakni PT Adaro Energy Tbk. Maka tak heran apabila ia begitu tajir melintir.
Sumber: sindonews.com
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 603
President Joe Biden melepas masker masker saat berbicara di depan media tentang upaya menangani pandemi Covid-19 usai bertemu dengan Dewan Penasihat Transisi COVID-19 di Wilmington, Delaware, 9 November 2020. Pada kesempatan kali ini Joe Biden memohon kepada orang Amerika untuk memakai masker di tengah pandemi. REUTERS/Jonathan Ernst
SitindaonNews.Com | Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) Amerika Serikat pada Kamis, 13 Mei 2021, menyatakan orang-orang yang telah mendapatkan dosis vaksin lengkap tidak perlu menggunakan masker di luar ruangan, juga di ruang tertutup di banyak tempat.
Saran itu menjadi pedoman terbaru, yang menurut CDC bakal memungkinkan kehidupan normal sudah bisa kembali berjalan.
CDC juga mengatakan penerima vaksin penuh tidak perlu menjaga jarak fisik di banyak tempat.
CDC berharap pedoman itu dapat mendorong lebih banyak warga Amerika untuk divaksin.
Panduan yang direvisi itu merupakan langkah besar menuju kehidupan sebelum pandemi.
Namun, CDC masih merekomendasikan orang-orang yang sudah divaksin untuk tetap memakai masker di dalam pesawat dan kereta api, di bandara, di pusat transit, transportasi umum, dan berbagai tempat lainnya seperti rumah sakit dan kantor dokter.
CDC mengatakan orang-orang penerima dosis vaksin lengkap harus tetap menggunakan masker di lokasi-lokasi yang diwajibkan oleh undang-undang federal, negara, daerah, kesukuan dan teritorial.
Mereka juga diharuskan mematuhi aturan-aturan yang dikeluarkan, misalnya dari bisnis setempat dan pedoman di tempat kerja.
Pada akhir April, CDC mengatakan bahwa mereka yang telah divaksin lengkap dapat mengikuti kegiatan di luar ruangan secara aman, seperti berjalan-jalan dan mendaki gunung tanpa penggunaan masker. Tetapi, mereka disarankan agar terus memakai masker di tempat-tempat umum yang mewajibkan penggunaannya.
Sumber: tempo.co
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 622
Warga India mandi dengan kotoran sapi
SitindaonNews.Com | India saat ini tengah dihadapkan pada ledakan kasus COVID-19. Kasus COVID-19 di India diketahui tercatat sebanyak 23,7 juta kasus.
Sebaran kasus COVID-19 tertinggi terdapat di Maharashtra sebesar 5,23 juta kasus. Disusul Karnataka sebesar 2,05 juta kasus, Kerala mencatat 2,01 juta kasus, Uttar Pradesh tercatat ada 1,56 juta kasus.
Di tengah kasus COVID-19 yang meningkat di India, orang-orang di sana berinisiatif melumurkan kotoran sapi ke tubuh mereka untuk mencegah COVID-19.
Dilansir dari laman Dailystar, dilaporkan bahwa beberapa di negara bagian Gujurat barat telah berbondong-bondong ke tempat penampungan sapi untuk melumuri tubuh mereka dengan kotoran sapi.
Mereka percaya itu akan membantu meningkatkan kekebalan mereka dan menghentikan mereka tertular virus. Jika mereka sudah terjangkit virus corona, mereka percaya bahwa praktik tersebut akan membantu pemulihan mereka.
Tetapi tindakan warga India itu dibantah oleh presiden nasional Asosiasi Medis India, Dr JA Jayala. Dia menyebut tidak ada bukti ilmiah yang konkret bahwa kotoran sapi berfungsi untuk meningkatkan kekebalan terhadap COVID-19.
"Ada juga risiko kesehatan yang terlibat dalam mengolesi atau mengonsumsi produk ini, penyakit lain dapat menyebar dari hewan ke manusia," kata dia.
Meskipun sapi tidak dianggap sebagai dewa dalam agama Hindu, sapi dianggap sebagai simbol suci kehidupan dan bumi yang harus dilindungi dan dihormati. Mereka mengeringkan kotoran tersebut sebelum dicuci bersih dengan susu atau buttermilk.
Untuk diketahui, orang-orang telah menggunakan kotoran sapi selama berabad-abad untuk membersihkan rumah mereka. Karena menurut mereka kotoran tersebut memiliki manfaat terapeutik dan antiseptik. Tetapi dokter mengatakan tidak ada bukti apa pun bahwa kotoran hewan akan bermanfaat dalam memerangi virus pembunuh
Sumber: viva.co.id
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 593
Ilustrasi kamar pasien Covid-19
SitindaonNews.Com | Jumlah warga yang terkonfirmasi positif COVID-19 di Aceh sejak awal Mei 2021 terus bertambah, sehingga ruang perawatan di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh nyaris penuh.
Rata-rata pasien yang dirujuk di RSUZA merupakan pasien COVID-19 yang memiliki gejala berat disertai penyakit komorbid.
“Tingginya kasus positif yang dirujuk ke rumah sakit menunjukkan meningkatnya kasus COVID-19 dengan gejala berat dan disertai penyakit komorbid,” kata Juru Bicara Satgas COVID-19 Aceh, Saifullah Abdulgani, Senin 10 Mei 2021.
Saat ini kapasitas perawatan penderita COVID-19 di Aceh sebanyak 747 tempat tidur, termasuk rumah sakit lapangan RSUZA Banda Aceh, yang diresmikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) Letjend TNI Doni Monardo pada 20 April 2021 lalu.
Kapasitas rumah sakit rujukan COVID-19 yang mencapai 747 tempat tidur itu, meliputi 82 tempat tidur Ruang Intensive Care Unit (RICU), dan 665 tempat tidur isolasi rumah sakit, yang menyebar di seluruh Aceh. Paling banyak di RSUZA Banda Aceh, yakni 15 tempat tidur RICU, dan 70 tempat tidur isolasi.
Untuk kapasitas RICU RSUZA yang saat ini terpakai sudah mencapai 11 tempat tidur, atau 73,3 persen dari 15 kapasitas yang ada. Sedangkan kapasitas ruang isolasi yang sedang terisi sebanyak 53 tempat tidur, atau 75,7 persen dari kapasitas tempat tidur yang tersedia.
Menurut Saifullah, tingkat pengisian tempat tidur rumah sakit rujukan utama, RSUZA Banda Aceh, perlu mendapat perhatian Satgas Penanganan COVID-19 kabupaten/kota, khususnya dalam manajemen rujukan pasien COVID-19.
Sebelum merujuk pasien, ia meminta harus memastikan ketersediaan tempat tidur di rumah sakit rujukan utama tersebut, agar pasien dapat ditangani dengan baik.
“Pasien COVID-19 yang kondisi medisnya dapat ditangani di RSUD kabupaten/kota sebaiknya tidak dirujuk ke RSUZA. Rujukan pasien Covid-19 harus dilakukan secara selektif,” katanya.
Ia memprediksi kasus baru positif COVID-19 diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa pekan ke depan, dan perlu diantisipasi dengan ketersediaan tempat perawatan atau ruang isolasi di RSUD kabupaten/kota. Kata dia optimalisasi fungsi ruang perawatan yang ada merupakan solusi jangka pendek yang perlu dipertimbangkan.
“Jangan menantang virus corona, dan segera disiplinkan diri dan keluarga dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin,” katanya.
Jumlah kasus COVID-19 secara akumulatif di Aceh telah mencapai 11.830 kasus. Para penyintas, yang sembuh dari COVID-19 sebanyak 10.061 orang. Pasien masih dirawat 1.295 orang, dan penderita yang meninggal dunia sudah mencapai 474 orang
Sumber: viva.co