“Kami Sudah Capek Miskin”: Bupati Nias Utara Bersujud di Forum Kemendes, Seruan dari Daerah Tertinggal
JAKARTA — Bupati Nias Utara, Amizaro Waruwu, bersujud saat menyampaikan sambutan dalam rapat koordinasi percepatan pembangunan daerah tertinggal menjadi viral di media sosial dalam beberapa hari terakhir.
Peristiwa tersebut terjadi dalam forum yang diselenggarakan oleh Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal pada akhir Februari 2026. Dalam forum tersebut, Amizaro menyampaikan kondisi daerahnya yang masih menghadapi berbagai keterbatasan pembangunan.
Dalam pidatonya, ia mengungkapkan keprihatinan terhadap kondisi masyarakat di wilayah tertinggal yang masih bergulat dengan persoalan dasar seperti kemiskinan, keterbatasan infrastruktur, serta akses layanan publik.
“Pak Menteri, Pak Gubernur, dan Bapak-Ibu semuanya, kami ini sudah capek miskin. Capek miskin kami,” ujar Amizaro dalam forum tersebut.
Soroti Ketimpangan Pembangunan
Amizaro menilai masih terdapat kesenjangan pembangunan antara wilayah maju dan daerah tertinggal di Indonesia. Ia membandingkan kondisi daerahnya dengan sejumlah wilayah yang telah berkembang pesat.
Menurutnya, ketika sebagian daerah mulai berbicara mengenai kecerdasan buatan, pusat perbelanjaan modern, dan pembangunan jalan tol, daerah lain masih berjuang untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
“Kalau kepala daerah di Jawa berbicara tentang Artificial Intelligence, mal, jalan tol dan lain-lain, kami masih berbicara mengenai rumah tidak layak huni, listrik, dan internet,” katanya.
Ia juga menyinggung bahwa setelah puluhan tahun kemerdekaan Indonesia, sebagian wilayah masih berjuang untuk memperoleh akses listrik yang stabil.
Di tengah penyampaiannya, Amizaro terlihat bersujud di dekat podium sebagai bentuk permohonan agar pemerintah pusat memberi perhatian lebih besar kepada daerah-daerah tertinggal.
Gestur tersebut memicu berbagai reaksi publik setelah videonya beredar luas di media sosial. Sebagian masyarakat menilai tindakan tersebut sebagai simbol kuat dari perjuangan daerah untuk mendapatkan perhatian pembangunan, sementara yang lain memandangnya sebagai ekspresi keprihatinan mendalam terhadap kondisi masyarakat di wilayah tertinggal.
Kabupaten Nias Utara di Provinsi Sumatera Utara merupakan salah satu wilayah yang masih menghadapi sejumlah tantangan pembangunan, mulai dari keterbatasan infrastruktur hingga tingkat kemiskinan yang relatif tinggi dibandingkan rata-rata nasional.
Forum yang digelar pemerintah pusat tersebut bertujuan memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam upaya mempercepat pembangunan di wilayah tertinggal.
Pidato Amizaro Waruwu dalam forum tersebut kembali membuka diskusi publik mengenai pemerataan pembangunan di Indonesia—bahwa di tengah kemajuan teknologi dan infrastruktur di sejumlah wilayah, masih ada daerah yang berjuang memenuhi kebutuhan dasar masyarakatnya.
Sumber: FB Lhynaa Marlinaa https://www.facebook.com/share/1AhN795krq/
