Mereka² inilah sebenarnya yang kelaparan, bukan anak² sekolah.

Anak² libur sekolah, tapi dapur² SPPG ngotot sampai-sampai mereka demo menuntut MBG hatis terus jalan, harus tetap memasak dan harus dibayar, siapa yang makan? 

Selama liburan, mereka anak² ada yang mancing ke sungai, ada yang main bola di lapangan kampung, ada yang ke ladang, ada yang liburan ke tempat lain.

Yang lapar itu bukan anak², tapi mereka pengusaha dapur SPPG yang belum balik modal gedung dan peralatan, fee pejabat BGN, biaya pengurusan titik² dapur, totalnya miliaran..

Mereka ingin cepat balik modal dan selanjutnya tinggal meraup keuntungan.

Stop MBG, biar mereka semua teriak² dan buka suara kepada siapa saja selama ini memberi upeti atau setoran ke pejabat BGN...