SITINDAON NEWS SITINDAON NEWS

Categories

  • Tarombo Marga Sitindaon (47)
    • Tugu Namangolu Sitindaon (4)
    • Sukacita & Dukacita (15)
  • Politik & Opini (341)
  • Ekonomi & Bisnis (417)
    • Trading Saham untuk Pemula oleh R Noto Wodjojo (13)
  • Lifestyle & Health (412)
  • Tekno & Sains (71)
  • Entertaintment (66)
  • Nasional (20)
  • Food & Travel (100)
  • Budaya (58)
  • Inspirasi dan Inspiratif (137)
    • Jansen Sitindaon (32)
  • Sport (16)
  • Lowongan Kerja (29)
  • International (46)
  • Mimbar Kristen (3)
    • HKBP Pasar Minggu (3)
  • Pilpres 2019 (69)
  • Hukum & Kriminal (38)

Berdiri sejak 2018

  • Login
SITINDAON NEWS SITINDAON NEWS
  • Homepage
  • Tarombo Marga Sitindaon
    • Jansen Sitindaon
  • Siapa kita?
  • MORE

    HOT CATEGORIES

    • Pilpres 2019
    • Our Social Media

    USER

    • Login Form
    Show
    • Forgot your username?
    • Forgot your password?
  • WTNG
Berlangganan buletin kami Newsletter
  1. You are here:  
  2. Home
  3. Mimbar Kristen
  4. Yang Membahayakan Gereja Bukan Kritik yang Keras, Tetapi Pendeta yang Tidak Lagi Bisa Dikoreksi.

Search

Details
Category: Mimbar Kristen
ZA Sitindaon By ZA Sitindaon
ZA Sitindaon
25.Apr
Hits: 17

Yang Membahayakan Gereja Bukan Kritik yang Keras, Tetapi Pendeta yang Tidak Lagi Bisa Dikoreksi.

PENDETA TIDAK BOLEH DIKRITIK? ATAU TIDAK MAU DIKOREKSI?

Ada sesuatu yang mulai terasa ganjil di banyak mimbar hari ini. Kritik perlahan menghilang, bukan karena semuanya sudah benar, tetapi karena tidak lagi diberi ruang. Jemaat belajar diam. Bukan karena tidak melihat, tetapi karena takut. Takut dicap memberontak, takut dianggap melawan Tuhan, takut dikucilkan hanya karena berani bertanya.

Di sisi lain, tidak sedikit pendeta yang tanpa sadar mulai membangun tembok tak terlihat di sekeliling dirinya. Setiap kritik dianggap serangan. Setiap koreksi dibaca sebagai ancaman. Setiap suara yang berbeda langsung dipatahkan dengan label “tidak tunduk.” Dalam suasana seperti ini, wibawa rohani sering disamarkan sebagai kekebalan terhadap kritik, padahal yang sedang dipertahankan bukanlah kebenaran, melainkan ego.

Padahal, sejak awal, kekristenan tidak pernah mengajarkan pemimpin yang kebal koreksi. Seorang pemimpin rohani atau pendeta dipanggil untuk hidup di bawah kebenaran yang ia beritakan, bukan di atasnya. Itu sebabnya, kemampuan menerima teguran bukanlah kelemahan, melainkan tanda kedewasaan. Dalam Amsal 27:5-6, ditegaskan bahwa teguran yang nyata lebih baik daripada kasih yang tersembunyi. Artinya, kebenaran tidak selalu datang dalam bentuk yang nyaman, tetapi tetap harus dihadapi dengan hati yang terbuka. 

Namun realitasnya tidak sesederhana itu. Kritik memang tidak selalu benar. Ada yang lahir dari emosi, kepahitan, bahkan kesalahpahaman. Tetapi justru di situlah integritas atau kualitas seorang pendeta diuji. Bukan pada saat semua orang memuji, tetapi pada saat ia berhadapan dengan suara yang tidak menyenangkan. Apakah ia langsung menutup diri, atau berani menguji dirinya di hadapan Tuhan?

Kemarahan bukan selalu bukti kesalahan, tetapi kemarahan yang menutup telinga adalah tanda bahaya. Ketika seorang pendeta lebih cepat membela diri daripada mengoreksi diri, lebih sibuk menjaga citra daripada menjaga hati, maka pelayanan perlahan bergeser dari panggilan menjadi panggung dan di titik itu, yang hilang bukan hanya kepekaan, tetapi juga kerendahan hati.

Gereja yang sehat bukan gereja yang sunyi dari kritik, melainkan gereja yang tahu bagaimana menghadapi kritik dengan benar. Ada keberanian untuk berbicara, tetapi juga ada kerendahan hati untuk mendengar. Ada ketegasan terhadap kebenaran, tetapi juga kebijaksanaan dalam menyikapi setiap suara.

Yang membahayakan gereja bukan kritik yang keras, tetapi pendeta yang tidak lagi bisa dikoreksi. Benarkah demikian? 

[Pdt. Samuel Pasaribu https://www.facebook.com/share/p/18HLWsCGgj/

ZA Sitindaon
ZA Sitindaon

No comments

Leave your comment

In reply to Some User
Previous article: Tak Perlu Marah Saat Pendeta dan Gereja Dibahas di Media Sosial Prev Next article: Melompatlah Dari Gereja Yang Pendetanya Sibuk Mengintai Uangmu. Next

Popular Posts

  • Cara Mengatasi Internet Telkomsel 'Lemot', Ikuti Langkah-langkahnya Agar Akses Internetmu Lancar
    27.Nov
  • Semrawutnya Parkir di Kawasan Pusat Pasar Medan
    04.Jan
  • Emak Emak Yang Terlibat Menjual Senjata Untuk Aksi Rusuh 22 Mei 2019
    28.May
  • Bokom, Makanan Pengantar Sejarah Aceh Singkil yang tak Lekang Digerus Zaman
    07.Sep

Categories News

  • Lowongan Kerja
  • National
  • Food & Travel
  • Lifestyle & Health
  • Sport
  • Tekno & Sains
  • Entertainment
  • Ekonomi & Bisnis
  • Kisah Insipirasi
  • Budaya
  • Politik & Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Mimbar Kristen
  • International

Follow Us

Facebook Sitindaon News Instagram Sitindaon News YouTube Sitindaon News Twitter Sitindaon News Email Berlangganan Buletin Kami

SITINDAON NEWS 1

Sitindaon News menuju Situs Web Portal Berita Online berkelas dunia melalui penyediaan jasa informasi dan berbagai produk multimedia lainnya sehingga terbangun Tugu Namangolu didalam maupun diluar negeri khususnya marga Sitindaon yang nantinya dapat menjalankan fungsi² sosial lainnya bagi masyarakat luas. Berdiri sejak 2018.

Bagikan Share
FacebookFacebook MessengerMessenger TwitterTwitter WhatsAppWhatsApp TelegramTelegram Copy LinkCopy Link