SITINDAON NEWS SITINDAON NEWS

Categories

  • Tarombo Marga Sitindaon (47)
    • Tugu Namangolu Sitindaon (4)
    • Sukacita & Dukacita (15)
  • Politik & Opini (341)
  • Ekonomi & Bisnis (419)
    • Trading Saham untuk Pemula oleh R Noto Wodjojo (38)
  • Lifestyle & Health (412)
  • Tekno & Sains (71)
  • Entertaintment (66)
  • Nasional (20)
  • Food & Travel (100)
  • Budaya (58)
  • Inspirasi dan Inspiratif (140)
    • Jansen Sitindaon (32)
  • Sport (16)
  • Lowongan Kerja (29)
  • International (46)
  • Mimbar Kristen (4)
    • HKBP Pasar Minggu (3)
  • Pilpres 2019 (69)
  • Hukum & Kriminal (39)

Berdiri sejak 2018

  • Login
SITINDAON NEWS SITINDAON NEWS
  • Homepage
  • Tarombo Marga Sitindaon
    • Jansen Sitindaon
  • Siapa kita?
  • MORE

    HOT CATEGORIES

    • Pilpres 2019
    • Our Social Media

    USER

    • Login Form
    Show
    • Forgot your username?
    • Forgot your password?
  • WTNG
Berlangganan buletin kami Newsletter
  1. You are here:  
  2. Home
  3. Mimbar Kristen
  4. Jemaat Kaya Haus Pujian? Pendetapun Ikut Menikmati?

Search

Details
Category: Mimbar Kristen
ZA Sitindaon By ZA Sitindaon
ZA Sitindaon
03.May
Hits: 41

Jemaat Kaya Haus Pujian? Pendetapun Ikut Menikmati?

JEMAAT KAYA HAUS PUJIAN? 

PENDETA PUN IKUT MENIKMATI?

Ketika memberi tidak lagi murni sebagai penyembahan, tetapi perlahan berubah menjadi sarana untuk dilihat, di situlah pergeseran mulai terjadi. Semakin besar persembahan, semakin besar pula godaan untuk diakui. Nama ingin disebut, kebaikan ingin disorot, dan pemberian yang seharusnya tersembunyi mulai diarahkan menjadi sesuatu yang terlihat. Hati tidak lagi sepenuhnya tertuju kepada Tuhan, melainkan mulai mencari perhatian manusia.

Ketika motivasi bergeser, tindakan yang terlihat rohani bisa kehilangan maknanya. Memberi tetap dilakukan, tetapi esensinya (maknanya) berubah, dari penyembahan menjadi pertunjukan diri. Inilah bahaya yang halus namun serius. Ibadah bisa tetap berjalan, persembahan tetap diberikan, tetapi hati sudah bengkok. 

Lebih tragis lagi ketika mimbar tidak lagi mengoreksi arah ini. Pendeta yang dipanggil untuk menggembalakan, perlahan tergoda untuk menikmati posisi. Ia tidak lagi berdiri sebagai suara yang menegur, tetapi menjadi bagian dari sistem yang sama, membiarkan, bahkan merawat budaya pujian kepada manusia. Tidak ada konfrontasi, tidak ada pembongkaran, hanya kenyamanan yang dipertahankan bersama.

Hubungan yang seharusnya murni di hadapan Tuhan—antara jemaat dan pendeta, bergeser menjadi relasi timbal balik yang tidak sehat. Ketika seseorang memberi persembahan dalam jumlah besar, secara halus muncul harapan untuk diperlakukan lebih: lebih diperhatikan, lebih dihormati, lebih diistimewakan. 

Fenomena ini nyata dan banyak terjadi di sekitar kita dan ketika melihat hal seperti ini, teguran tidak boleh hilang, tetapi harus disampaikan dengan kasih. Memberi, melayani, dan beribadah bukan untuk dilihat manusia, tetapi sebagai bentuk penyembahan yang murni. Ketika ada keinginan untuk diakui mulai muncul, itu tanda bahwa hati perlu diperiksa, bukan dibenarkan.

[Pdt. Samuel Pasaribu https://www.facebook.com/share/p/1CkeAydP4G/

ZA Sitindaon
ZA Sitindaon

No comments

Leave your comment

In reply to Some User
Next article: Tak Perlu Marah Saat Pendeta dan Gereja Dibahas di Media Sosial Next

Popular Posts

  • Cara Mengatasi Internet Telkomsel 'Lemot', Ikuti Langkah-langkahnya Agar Akses Internetmu Lancar
    27.Nov
  • Semrawutnya Parkir di Kawasan Pusat Pasar Medan
    04.Jan
  • Emak Emak Yang Terlibat Menjual Senjata Untuk Aksi Rusuh 22 Mei 2019
    28.May
  • Bokom, Makanan Pengantar Sejarah Aceh Singkil yang tak Lekang Digerus Zaman
    07.Sep

Categories News

  • Lowongan Kerja
  • National
  • Food & Travel
  • Lifestyle & Health
  • Sport
  • Tekno & Sains
  • Entertainment
  • Ekonomi & Bisnis
  • Kisah Insipirasi
  • Budaya
  • Politik & Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Mimbar Kristen
  • International

Follow Us

Facebook Sitindaon News Instagram Sitindaon News YouTube Sitindaon News Twitter Sitindaon News Email Berlangganan Buletin Kami

SITINDAON NEWS 1

Sitindaon News menuju Situs Web Portal Berita Online berkelas dunia melalui penyediaan jasa informasi dan berbagai produk multimedia lainnya sehingga terbangun Tugu Namangolu didalam maupun diluar negeri khususnya marga Sitindaon yang nantinya dapat menjalankan fungsi² sosial lainnya bagi masyarakat luas. Berdiri sejak 2018.

Bagikan Share
FacebookFacebook MessengerMessenger TwitterTwitter WhatsAppWhatsApp TelegramTelegram Copy LinkCopy Link