Search
- Details
- Category: Mimbar Kristen
- By ZA Sitindaon
- Hits: 41
Jemaat Kaya Haus Pujian? Pendetapun Ikut Menikmati?
JEMAAT KAYA HAUS PUJIAN?
PENDETA PUN IKUT MENIKMATI?
Ketika memberi tidak lagi murni sebagai penyembahan, tetapi perlahan berubah menjadi sarana untuk dilihat, di situlah pergeseran mulai terjadi. Semakin besar persembahan, semakin besar pula godaan untuk diakui. Nama ingin disebut, kebaikan ingin disorot, dan pemberian yang seharusnya tersembunyi mulai diarahkan menjadi sesuatu yang terlihat. Hati tidak lagi sepenuhnya tertuju kepada Tuhan, melainkan mulai mencari perhatian manusia.
Ketika motivasi bergeser, tindakan yang terlihat rohani bisa kehilangan maknanya. Memberi tetap dilakukan, tetapi esensinya (maknanya) berubah, dari penyembahan menjadi pertunjukan diri. Inilah bahaya yang halus namun serius. Ibadah bisa tetap berjalan, persembahan tetap diberikan, tetapi hati sudah bengkok.
Lebih tragis lagi ketika mimbar tidak lagi mengoreksi arah ini. Pendeta yang dipanggil untuk menggembalakan, perlahan tergoda untuk menikmati posisi. Ia tidak lagi berdiri sebagai suara yang menegur, tetapi menjadi bagian dari sistem yang sama, membiarkan, bahkan merawat budaya pujian kepada manusia. Tidak ada konfrontasi, tidak ada pembongkaran, hanya kenyamanan yang dipertahankan bersama.
Hubungan yang seharusnya murni di hadapan Tuhan—antara jemaat dan pendeta, bergeser menjadi relasi timbal balik yang tidak sehat. Ketika seseorang memberi persembahan dalam jumlah besar, secara halus muncul harapan untuk diperlakukan lebih: lebih diperhatikan, lebih dihormati, lebih diistimewakan.
Fenomena ini nyata dan banyak terjadi di sekitar kita dan ketika melihat hal seperti ini, teguran tidak boleh hilang, tetapi harus disampaikan dengan kasih. Memberi, melayani, dan beribadah bukan untuk dilihat manusia, tetapi sebagai bentuk penyembahan yang murni. Ketika ada keinginan untuk diakui mulai muncul, itu tanda bahwa hati perlu diperiksa, bukan dibenarkan.
[Pdt. Samuel Pasaribu https://www.facebook.com/share/p/1CkeAydP4G/
