Search
- Details
- Category: Mimbar Kristen
- By ZA Sitindaon
- Hits: 8
Hepeng ( Part 4 )
Hepeng (Part 4)
Prinsip kedua dalam keuangan gereja adalah kepercayaan. Saya bukan ahli keuangan. Namun pengalaman beberapa kali sebagai pimpinan jemaat menyadarkan saya dalam mengelola keuangan gereja, setelah transparansi atau keterbukaan maka hal terpenting lainnya adalah: kepercayaan. Yaitu jemaat sangat percaya kepada saya sebagai Pimpinan Huria, selanjutnya kepada Bendahara, Parartaon, Parhalado dan Panitia Pembangunan dalam hal uang. Dan kepercayaan itulah yang membuat mereka tidak ragu dan tidak kikir memberi persembahannya. Dan bukan menyombongkan diri (tapi bangga sikit bolehlah ya) pengalaman saya beberapa kali sebagai pendeta resort/ pimpinan jemaat gereja yang saya layani dan pimpin tidak pernah kekurangan uang dan mampu melakukan banyak pekerjaan besar. Dan meninggalkannya dalam keadaan clean and clear.
Kuncinya adalah kepercayaan (trust). Namun kepercayaan jemaat dalam hal uang terhadap pendeta sebagai pimpinan dan terhadap institusi gereja tidak jatuh dari langit atau bisa disulap sekejap. Kepercayaan itu dibangun bertahap dan diperkuat melalui bukti demi bukti, ujian demi ujian. Jemaat tidak bisa diperintah atau dipaksa untuk mempercayai pimpinan, bendahara atau kepanitiaan. Jemaat juga tidak bisa diyakinkan hanya dengan kata2 belaka. Ada dua hal yang membuat jemaat percaya tentang uang. Pertama: integritas pimpinan dan tim keuangan yang teruji. Karakter kejujuran, kesesuaian kata dan perbuatan, ketaatan kepada azas, dan kesederhanaan hidup. (Hati2 dengan praktek pembelokan atau permainan persembahan, bila terjadi bertahun-tahun itu sangat potensial merusak iman Jemaat). Kedua: sistem yang rapih dan bersih, transparan dan akuntabel/ auditabel. Sebab itu mari kita serius (tidak hanya omon2) membangun sistem keuangan (terutama di Pusat, Distrik dan Resort) yang benar2 bagus dan auditabel. Pengalaman saya dimana kedua hal itu (integritas dan sistem yang baik) berpadu maka disana uang mengalir ke dengan limpahnya ke gereja. Dan kita tak perlu lagi mengeluh tentang kekurangan uang.
Namun satu hal yang saya sedihkan kepercayaan itulah yang tergerus atau hilang dalam narasi keuangan gereja akhir2 ini. Banyaknya komentar negatif tentang pendeta dan pejabat gereja terkait dengan uang adalah salah satu bukti betapa parahnya kepercayaan jemaat kepada pendeta dan gereja (baik di level Huria maupun Pusat) tentang uang. Dan anehnya banyak pendeta dan Pimpinan tidak menganggap hal tergerus atau hilangnya kepercayaan Jemaat tentang uang itu sebagai masalah besar. Dalam pembahasan keuangan gereja akhir2 ini saya jarang sekali mendengar narasi membangun kepercayaan dalam hal uang. Apakah mereka beranggapan jemaat wajib mutlak percaya kepada pimpinan di Huria apalagi di Pusat dan Distrik dalam hal uang? Ya mustahil. Mimpi siang bolong.
Pertanyaan untuk pembahasan : memangnya apa yang sanggup kita lakukan sebagai pimpinan (di level manapun) dan sebagai institusi gereja tanpa kepercayaan Jemaat, kecuali kegaduhan dan kekacauan?
(Masih bersambung ya)
Daniel Taruliasih Harahap https://www.facebook.com/share/1caVmCFDFv/
