Search
Marga "SITINDAON" atau Marga "TINDAON" ?
Foto Tugu Raja Tunggar Nageduk Sitindaon di Sibual-bual, Onanrunggu, Pulau Samosir.
Oleh: Zul Abrum Sitindaon
Sitindaon News.com - Medan - Marga² suku Batak Toba pada umumnya memakai awalan "Si" seperti Simanjuntak, Simanihuruk, Sitanggang, Sinaga, Siburian, Simatupang dll. termasuk Sitindaon.
Sitindaon sendiri awalnya berasal dari kata "Tandaon" yang artinya kenal atau dikenal atau diketahui orang lain.
Seiring dengan perkembangan jaman Tandaon menjadi Tindaon dan akhirnya menjadi Sitindaon.
Sekarang ini pemakaian marga keturunan Raja Tunggar Nageduk ada yang memakai "Sitindaon" dan ada juga yang memakai "Tindaon".
Bagi orang Batak sendiri pasti sudah mengetahui kalau Tindaon itu adalah Sitindaon, tetapi bagi suku lain ada anggapan bahwa Tindaon itu tidak sama dengan Sitindaon, bahkan ada yang menganggap bahwa Tindaon itu adalah Tandean yang berasal dari Manado, Sulawesi.
Untuk menghindari kesalah pengertian secara Nasional maupun International, ada baiknya kita seluruh keturunan Raja Tunggar Nageduk sepakat terutama untuk generasi berikutnya yang yang belum mempunyai identitas diri seperti anak yang baru lahir untuk menyebut dan menulis identitas marga kita di akte lahir, Kartu Keluarga, KTP, Ijazah, dll dengan SITINDAON.
Bagi yang sudah terlanjur menulis Tindaon di KTP, Ijazahnya dll tidak perlu diganti atau dirubah, yang penting adalah untuk generasi atau anak berikutnya yang belum memiliki identitas seperti akte lahir, KTP dll. supaya ditulis marganya "Sitindaon".
Demikian juga ada kemungkinan keturunan Raja Tunggar Nageduk masih ada yang memakai marga lain seperti Sihombing atau Naibaho, jika memang adalah keturunan Raja Tunggar Nageduk sebaiknya anak-anaknya nanti yang baru lahir yang belum ada identitas, sebaiknya diberi atau ditulis marganya Sitindaon di akte lahir.
Dengan demikian diharapkan ada keseragaman dalam pemakaian atau penulisan Marga Sitindaon pada generasi berikutnya dikemudian hari, dan hal ini tidak lepas dari peran serta kita sebagai orangtua untuk mengingatkan anak-anak kita tentang hal ini.
Supaya penyebutan atau pemanggilan SITINDAON ini lebih familiar ditengah-tengah masyarakat, sangat diharapkan terutama generasi muda agar penyebutan atau penulisan SITINDAON jangan dipelesetkan dalam bentuk apapun seperti dalam bahasa lain ( Sit In Down, City n Down dan lain sebagainya), yang bisa mengakibatkan suatu saat kelak kata SITINDAON bisa hilang dalam catatan ensiklopedia maupun wikipedia nomenklatur Indonesia dimasa ,mendatang.
Marga itu sangat sakral, tidak boleh sembarangan dipelesetkan atau supaya keren kata orang, biarlah kapan saja, dimana saja. SITINDAON tetap SITINDAON., karena memang itulah adanya.
#SITINDAONHEBAT
#SITINDAONJAYA
#SITINDAONKOMPAK