Search
- Details
- Category: Trading Saham untuk Pemula oleh R Noto Wodjojo
- By ZA Sitindaon
- Hits: 7
Mengapa Romo Tahu Saham Akan Turun dan Akan Naik?
Mengapa Romo Tahu Saham Akan Turun dan Akan Naik?
Banyak yang bertanya, mengapa Romo mengetahui Saham akan Turun, Akan Naik dan Sideways?
Mungkin Anda telah banyak belajar Chart di Kelas-kelas mahal, dan telah menjadi Jago analisa Chart, tetapi hasilnya tetap pada boncos! Ingat ya, Anda itu Scalping hitungan Detik dan Menit, jadi, ketika Anda tinggalkan membuang waktu untuk melihat chart, lalu menebak-nebak harga akan kemana, yang terjadi harga sudah meluncur jauh atau sudah terbang Naik! Anda either ketinggalan pesawat atau terlambat Cut loss. Fahami, Chart itu menggambar hal yang sudah terjadi di market saham, bukan meramal! Yang meramal Anda sendiri! Setelah melihat MA, RSI, hammer, lalu Anda menebak-nebak apa yang akan terjadi selanjutnya? Apakah itu Mudah itu? Tentu Tidak! Apalagi masih kelas Pemula! Tetapi ini Produk yang bagus untuk mencari Uang mengajar di Kelas! Saya juga bisa kalau mau, tetapi Saya ini orang Bisnis yang berlandaskan Spiritual.
Nih ya sebenarnya akan saya bagi nanti ketika pertemuan, tapi Anda perlu cuan buat Sangu nanti pertemuan, hahhaha.
Saya beritahu exclusive. Satu Rahasia sederhana untuk menjawab pertanyaan Anda mengapa Saya selalu Entry pada moment yang tepat dan taking profit? Sangat Sederhana untuk Pemula sekalipun, tetapi jangan di share, nanti Buto Ijo tidak suka sama Saya, lalu para Buzzer menyerang lagi. Perhatikan Saya beri contoh dua Situasi.
1. BUMI
BUMI. Volume BID dan OFFER mirip hampir sama dan Frekwensi Sama besar. (Frekwensi adalah jumlah kejadian transaksi 10X, 20X, 50X, 100X, dst). Anda perhatikan Freq. yang saya beri tanda panah ya! Dengan melihat kondisi ini bahwa frekwensi berjumlah besar itu artinya para Ritel melawan sesama Ritel, tidak ada catalist atau penyebab harga bisa naik, artinya, sesama Pion bertempur. Hasilnya Sideways, sama kuat. Tindakan Anda harus meninggalkan arena tempur semacam ini. Tidak menguntungkan untuk Scalping. Buto Ijo frekwensi pasti rendah karena walau masuk sedikit, pelan-pelan nilainya tetap milyaran.
2. BRMS
Screen BRMS: Volume Bid Besar, Frekwenai Besar itu jelas 90% punya Ritel mengeroyok ingin membeli ( NgeBid) harga itu, bagai anak ayam mengerubungi makanan. Sebelah kanan Offer, volume sedikit seakan harga akan naik, ingin menipu Ayam supaya semangat makan karena berharap akan naik, dengan melihat offernya kecil! Dari mana Romo tahu itu tipuan saja? Lihat itu Frekwensi kecil pasti punya Bandar kan? Gak ada kan ritel pasang limit order milyaran, bukan? Itu sudah pasti di isi terus menerus (refill), berkurang isi, berkurang isi lagi, anak ayam makan sampai kenyang. Itu artinya Buto Ijo Jualan, bahasa elitnya "distribusi".
Tindakan Anda apa? Anda harus Ikut Jualan Pak Buto, dan segera keluar. Jangan malah bergabung sama Ritel Unyu makanin distribusi Bandar!
Jelas nggih? Jika Anda faham ini, tidak akan perbah boncos lagi trading kecuali Anda sembrono dan greedy. Masih banyak hal-hal rahasia trading yang akan saya bagikan ketika pertemuan nanti. Jangan dishare buat keluarga sendiri saja ya.
R Noto Widjojo. https://www.facebook.com/share/p/1AuEv8fZYz/


