Search
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 937
SitindaonNews.Com | Minum vitamin boleh-boleh aja tapi jangan berlebihan, kebutuhan vitamin C kita sehari itu "cuma" 60mg, meningkat sedikit saat infeksi terjadi di tubuh kita, tapi paling banyak ya 250mg. Jadi kalau kita makan atau minum vitamin C 1000mg sehari itu ya sia-sia.
Efek yang terjadi terhadap tubuh kita apabila dalam sehari mengonsumsi vitamin C melebihi kebutuhan tubuh kita adalah ginjalnya kebanyakan kerja mengeluarkan vitamin C yang kebanyakan itu, juga jadinya air seni kita harganya "mahal" karena vitamin C yang berlebihan itu terbuang bersama air seni.
Yang lebih parah lagi, kelebihan vitamin C ( asam ascorbat) didalam tubuh ( kebutuhan 75-90 mg) selain akan dibuang melalui ginjal lewat urin, dampaknya juga akan menurunkan pH urin ( asam), ini menjadi resiko terbentuknya batu saluran kencing.
Dalam kondisi wabah seperti ini sebagai upaya meningkatkan imunitas tubuh boleh aja mengkonsumsi vitamin setiap hari, ambil sediaan yang paling kecil dan jangan lupa cukup minum.
Asam urat juga bisa jadi batu ginjal, jika kadar asam urat darah >7 mg/dl dan pH urin dibawah atau sama dengan 5,5 maka akan terjadi kristalisasi asam urat di urin sebagai permulaan pembentukan batu saluran kencing.
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 687
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sudah memperingatkan mengenai bahaya penyemprotan cairan disinfektan ke manusia.
Terkait hal tersebut, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta masyarakat untuk berhenti melakukan penyemprotan disinfektan ke orang.
Ia menjelaskan apabila cairan tersebut masuk ke hidung lalu masuk ke paru-paru maka akan menimbulkan penyakit di masa depan.
"Saya melihat di desa-desa, banyak sekali penyemprotan. Saya minta, hentikan penyemprotan pada orang, apalagi penyemprotan dilakukan tanpa ada pelindung diri. Itu bisa membahayakan," kata Ganjar.
Ganjar meminta cairan disinfektan hanya disemprotkan ke benda mati saja.
Itupun tidak boleh dilakukan sembarangan.
Bahan-bahan yang digunakan untuk menyemprot harus sesuai dengan standart yang ada.
"Komposisinya harus dikonsultasikan dengan ahli, jangan sampai asal-asalan dan jangan sampai terhirup," tambahnya.
Apabila dilakukan penyemprotan ruangan, maka ruangan tersebut harus didiamkan selama kurang lebih empat jam.
Selama itu, ruangan tidak boleh dimasuki.
"Tunggu sampai empat jam, baru bisa masuk kembali. Itu cukup untuk menetralisir dan menghindari sesuatu yang tidak diinginkan," terangnya.
Sumber: tribunnews.com
*Ijonk Aries*
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 651
Lizzo berpose dengan tiga trofinya di belakang panggung Grammy Awards ke-62 di Los Angeles, California, AS, 26 Januari 2020. Wanita kelahiran Michigan itu meraih penghargaan Penampilan Solo Pop Terbaik untuk lagu Truth Hurts, Album Urban Kontemporer Terbaik untuk Cuz I Love You (Deluxe), dan Penampilan Vokal R&B Tradisonal Terbaik untuk lagu Jerome. REUTERS/Monica Almeida
SiitindaonNews.Com | Ketika rumah sakit di seluruh Amerika Serikay terus berjuang untuk merawat secara efektif jumlah pasien virus corona baru atau Covid-19 yang mengkhawatirkan, Lizzo menunjukkan penghargaannya kepada mereka yang bekerja tanpa lelah dengan memastikan setidaknya mereka memiliki sesuatu untuk dimakan.
Penyanyi berusia 31 tahun itu mengirim makanan ke 26 rumah sakit, termasuk tetapi tidak terbatas pada University of Washington Medical Center, Rumah Sakit Henry Ford di Detroit dan afiliasi University of Minnesota di Minneapolis, tempat ia memulai karir menyanyi.
"Dia mengirim beberapa makanan untuk rumah sakit yang banyak staf yang bekerja sepanjang waktu," kata juru bicara musisi dalam pernyataan email ke The Seattle Times. "Dia berencana mengirim makanan ke lebih banyak rumah sakit juga."
Lizzo mendokumentasikan aktivitasnya tersebut dalam sebuah unggahan Instagram pada hari Senin, 30 Maret 2020 di mana ia berbagi foto staf rumah sakit yang menikmati makan siang gratis mereka. "S / O untuk para pahlawan kita " Lizzo menulis pos, di samping tautan ke dana respons COVID-19 untuk disumbangkan pengikutnya.
Banyak rumah sakit juga memposting ke akun Twitter resmi mereka sendiri untuk berterima kasih kepada penyanyi atas upaya baiknya. "Terima kasih @ Liszo karena mengirim makan siang ke Pusat Medis UW - Departemen Darurat Montlake hari ini!" rumah sakit men-tweet bersama serangkaian foto dari staf apresiatif mereka. "Dukungan Anda terhadap para petugas kesehatan garis depan kami sangat berarti."
Lizzo juga mengirim makan siang ke staf di M Health Fairview University di Pusat Medis Minnesota. "Momen ketika kamu bekerja di UGD dan @ Liszo mengejutkanmu dengan mengirimkan makan siang!" tweet staf rumah sakit bersama foto stafnya berpose dengan makanan mereka yang disumbangkan.
Staf di Rumah Sakit Henry Ford di Detroit juga menikmati makan siang berkat penyanyi "Cuz I Love You", yang juga mengirimi mereka video pribadi untuk menyatakan terima kasihnya. "Saya hanya ingin mengucapkan terima kasih banyak atas semua yang Anda lakukan selama pandemi ini dan itu jelas tidak mudah dan kalian menempatkan diri Anda di garis depan," kata Lizzo dalam video itu "Karena itu, aku ingin mentraktir kalian makan."
Saat tampil di Konser Ruang Tamu iHeart pada Minggu malam untuk Amerika, Lizzomendesak pemirsa untuk menyebarkan cinta selama krisis. "Anda tidak dapat membiarkan ini memisahkan kami. Jarak sosial adalah sesuatu yang kita lakukan untuk kesehatan kita, tetapi kita harus lebih dekat sebagai manusia,” ujarnya.
Dia menambahkan agar menghubungi teman yang belum diajak bicara, anggota keluarga karena pandemi sangat nyata. "Saya tahu kami menonton TV dan kami melihat banyak ketakutan di televisi, tetapi Anda tidak bisa membiarkan ketakutan itu menyebar lebih cepat daripada virus. Kita harus membiarkan cinta menyebar. Jadi itulah yang saya latih setiap hari," ujarnya seperti dilansir dari laman People.
Sumber: tempo.co
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1058
Untuk menjadi orang kaya dan sukses, dibutuhkan bakat, kerja keras, tekad, kesabaran, keberuntungan dan banyak yang lainnya. Sementara orang lain harus berjuang keras untuk mendapatkannya, para pemilik zodiak ini justru cenderung lebih mudah meraihnya, karena sifat-sifat tersebut sudah melekat pada mereka.
Ya, enam zodiak yang akan dibahas berikut ini diprediksi akan jadi orang kaya dan sukses. Zodiak siapa saja yang dimaksud? Dilansir dari Times of India, Senin , 0 Maret 2020, berikut enam zodiak yang beruntung tersebut.
Virgo
Virgo perfeksionis dan mampu tenang saat dalam keadaan stres. Mereka logis, pekerja keras dan tekad mereka tidak mengenal batas. Yang paling penting, mereka pragmatis dan sangat tegas. Kaya dan sukses akan mudah didapatkan para pemilik zodiak ini.
Scorpio
Scorpio selalu bersemangat untuk tugas apa pun yang mereka kerjakan. Mereka fokus pada tujuan dan memberikan 100 persen untuk pekerjaan mereka. Bukankah itu yang paling penting untuk mendapatkan karier yang sukses?
Lebih dari itu, mereka karismatik, ambisius dan cerdas. Scorpio tidak mudah percaya pada siapa pun dan lebih memilih memercayai intuisi mereka.
Leo
Leo pada dasarnya kreatif dan eksperimental. Mereka memiliki cara sendiri untuk melakukan hal-hal yang memberi mereka keunggulan di atas yang lain. Selain itu, mereka adalah komunikator yang sangat baik dan memiliki keterampilan yang meyakinkan.
Leo percaya diri dan begitu mereka sudah melihat tujuan mereka, tidak ada jalan untuk kembali. Menurut hasil penelitian, orang kaya di dunia juga berzodiak Leo.
Taurus
Taurus percaya pada kerja keras. Mereka memang kadang-kadang keras kepala, tetapi itu membantu mereka unggul dalam apa pun yang mereka lakukan. Mereka rasional, intelektual dan umumnya memiliki kepribadian yang magnetis.
Kombinasi dari semua sifat itu adalah kunci karier yang sukses. Ketika Kamu unggul atas semua yang Kamu lakukan, uang akan selalu mengikuti.
Capricorn
Capricorn adalah pecandu kerja. Mereka mungkin tidak keberatan mengunci diri di kamar berjam-jam untuk berkonsentrasi dan menyelesaikan pekerjaan mereka. Para pemilik zodiak ini selalu berusaha mencari solusi dan tidak membiarkan emosi menghalangi mereka.
Aries
Aries ekstrovert dan sangat ambisius. Mereka tahu bagaimana cara membuat diri mereka termotivasi. Mereka selalu penasaran dan ingin belajar hal-hal baru. Kadang mereka malas, tetapi mereka pintar dan mampu menyelesaikan pekerjaan. Apakah Kamu tahu, salah satu pendiri Google, Larry Page, juga seorang Aries?
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 822

MENGUNCI HIDUP DALAM RUMAH | Bukan hanya kepala daerah yang memakai istilah varian dari lockdown (entah local-lockdown, pembatasan wilayah, isolasi, dan sebagainya). Tingkat desa pun, bahkan hingga RT, ada beberapa melakukan “semacam lockdown”. Misal, membatasi lalu-lintas keluar masuk wilayah. Beberapa pemukiman perumahan, melakukan isolasi menolak kedatangan orang luar.
Mulailah situasi chaos ini terasa secara akumulatif. Bangsa ini sejak Soeharto berkuasa, tidak dididik untuk melakukan gerakan sosial secara mandiri. Apa yang dilakukan, baik oleh pemimpin nasional maupun pemimpin lokal, lebih banyak himbauan mengantisipasi, atau tepatnya bereaksi terhadap kasus virus Corona (Covid-19). Himbauan lebih banyak ke mekanisme “penghindaran” daripada “penghadapan.” Jalan termudah sebagaimana himbauan WHO, adalah social distancing (organisasi kesehatan dunia itu kemudian mengubah menjadi physical distancing).
Istilah terakhir, physical distancing saya kira lebih tepat. Lebih teknis dan tidak multi-interpretable. Saya lebih mengartikan pada pen-jarak-an fisik, bukan pen-jarak-an sosial. Pen-jarak-an sosial, saya kira lebih mirip penjara-kan fisik (antara lain di rumah saja, jangan ke mana-mana).
Lho, katanya kita makhluk sosial, seperti kata para sosiolog dan budayawan? Lho, katanya kita harus menjaga silaturahmi, kata para kyai dan ustadz dan ustadzah? Meski pun ada yang nyolot, silaturahmi pada yang seiman saja. Celetukan semacam itu biasanya muncul dari penjahat agama. Agama apa saja, nggak usah baper.
Dari hal itu, yang acap banyak dilupakan, sebenarnya hampir semua ahli kesehatan dunia (setidaknya saya bacai dari medsos, media online kredibel, beberapa jurnal kesehatan, hingga buku manual Covid-19 dari Henan Provincial Center for Disease Prevention and Control --untuk ini terimakasih Heru Marwata atas informasinya), intinya bukan lockdown. Lebih tepatnya karantina, sebagaimana ketika Pemerintah Indonesia menangani korban Covid-19 pada awalnya. Yakni melakukannya isolasi atau karantina di wilayah Natuna. Masih ingat bukan Februari lalu, waktu terjadi penolakan masyarakat dan pemda setempat?
China sebelumnya juga melakukan, dengan cara mengunci (lockdown) Wuhan, untuk karantina khusus terwabah Corona. Indonesia, sebagai negara kepulauan, pasti akan kepingkel-pingkel, pusing delapan keliling, gimana cara lockdown? Tolong para penjahat agama dan penjahat politik, yang suka teriak-teriak lokdan-lokdon menjelaskan pemahaman dan konsep mereka. Kalau lojon, temen saya ngerti. Saya mah nggak ngerti, karena alim.
Beberapa negara yang melakukan lockdown, sama sekali tak bisa menahan laju virus Corona. Intinya, karena memang belum ketemu vaksinnya. Yang bisa menjawab hal itu, tentu dunia ilmu pengetahuan dan teknologi. Kita masih menunggu kerja keras mereka. Dunia politik, apalagi dunia agama, tak bisa berbuat apa-apa, selain menghimba-himbau. Himbauannya khas, menghindari bukannya menghadapi.
Padal negeri ini adaptif. Tidak hancur karena disrupsi teknologi digital. Walau pun adaptif yang tidak akseleratif, karena bukan bangsa produktif melainkan konsumtif. Dan tif-tif lainnya lagi, banyak. Tapi gara-gara virus Corona, Covid-19, hancur semua tatanan kehidupan kita. Bukan hanya mereka yang berbekal lembaga akademik, lembaga politik dan lembaga agama pun semuanya abyar. Mana yang bisa melawan kedigdayaan virus Corona? Italia, yang meniru strategi sepakbola mereka dulu, cattenacio, kebobolan juga dan membuat frustrasi sosial warganya.
Hidup kita di alam raya ini, dipenuhi berbagai virus yang tak kita ketahui. Hanya para ahli yang mengetahui. Virus Corona juga bukan barang baru. Hidup kita sendiri penuh virus. Bukan hanya disekitar kita, tapi bahkan dalam tubuh kita. Belum ada teori baru yang membantah, di dalam tubuh kita juga tersedia berbagai antibodi. Ada virus jahat ada virus budiman. Nyatanya, ada orang sehat ada orang sakit dalam situasi, waktu dan ruang yang sama. Kenapa? Karena antibodinya beda-beda. Imunitas individu ditentukan kondisi jiwa-raga masing-masing orang.
Bagi individu yang sudah terserang, atau terindikasi, itu bagian para ahli kesehatan. Masyarakat awam tak banyak bisa membantu, mestinya mempercayai otoritas mereka. Bagi yang tak percaya, sudah ada bukti. Mayat yang terkena Covid-19 dibongkar dan dimandikan sendiri oleh keluarganya yang awam. Hasilnya, mereka yang memandikan jenazah tertulari virus. Itu takdir? Tentu saja, karena takdir kesehatan dan kematian juga bisa dipercepat dengan kebodohan.
Persoalannya, terjadi penurunan kualitas anti-body manusia secara umum. Karena apa? Karena tumbuhnya gaya hidup dan berkembangnya pola konsumsi, yang mengakibatkan situasi makin tak sederhana. Banyak ditemu berbagai jenis penyakit baru, karena tumbuh varian baru dalam gejala ketubuhan manusia.
Orang miskin yang pola konsumsinya sederhana (sudah miskin, bodoh, tinggal di desa --untuk menyangatkan perbandingan), ternyata lebih kuat imunitasnya, daya tahan tubuhnya, antibodinya, dibanding orang kota yang berpendidikan, kaya, tetapi pola konsumsinya amburadul. Kalau mengenai orang gila, gelandangan gila terutama, kok sehat-sehat saja? Sok tahu. Jika ada dokter yang jadi relawan memeriksanya, bisa dipastikan lain lagi soalnya.
Dari berbagai himbauan pemerintah, juga para ahli medis, masyarakat perlu cara hidup sehat. Apa saja yang mesti dikonsumsi. Bagaimana gaya hidupnya. Namun mengapa soal penguatan kesadaran mengenai hal ini tak banyak disuarakan? Mengapa para pemimpin dan tokoh masyarakat seolah tak mau mengedukasi masyarakat, dalam melakukan perlawanan terhadap virus Corona dengan ajakan ola hidup dan makan sehat itu? Apakah nyuruh tinggal di rumah saja juga sehat? Gimana kalau makin stress?
Padal, jika yang dimunculkan penguatan daya tahan tubuh, imunitas, atau penguatan produksi anti-body di tubuh kita, hal ini lebih “mudah dilakukan”. Yang sudah terkena virus tentu hanya ahli yang bisa menangani. Jika tenaga mereka terbatas, karena masyarakat mengalami pandemi. Penderita muncul banyak dan serentak. Covid-19 hanya butuh berapa jam untuk menghentikan paru-paru manusia jika tanpa perlawanan.
Himbauan kegiatan di rumah saja, atau local lockdown, membatasi wilayah kemudian menjadi berlebihan. Sementara bagaimana antisipasi dari seruan yang “anti sosial” itu? Pemerintah bertanggungjawab? Sudah dihitung?
Jika gerakan melawan virus Corona juga mengedukasi masyarakat untuk peningkatan anti-body, masyarakat tidak perlu panik atau paranoid. Ketakutan berlebihan, juga bisa menimbulkan stress, dan itu artinya penurunan anti bodi yang makin menyukseskan virus Corona beraksi. Lagi pula, mengunci kehidupan sosial adalah juga pengkhianatan pada kemanusiaan kita. Achmad Yurianto sendiri, yang kayak malaikat Izrafil di TV itu, selalu ngomong mengkonsumsi buah dan sayuran adalah penangkal virus yang efektif, gitu kan?
Jangan sampai pemimpin hanya bisa ngajak gerakan cuci tangan mulu. Hanya karena mereka memang hobi cuci tangan, | @sunardianwirodono
Copas: https://www.facebook.com/803774136380640/posts/3075019992589365/
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1036

SitindaonNews.Com | Jumlah orang terinfeksi virus corona terus meningkat per harinya. Hingga Kamis (26/3/2020), jumlah kasus Covid-19terkonfirmasi di Indonesia sebanyak 893.
Umumnya, orang yang terinfeksi virus corona menunjukkan ciri-ciri demam tinggi lebih dari 38 derajat Celsius, batuk kering, sakit kepala, sakit tenggorokan, dan sesak atau kesulitan bernapas.
Gejala tersebut kemungkinan muncul pada hari kedua hingga 14 sejak pertama kali terpapar virus.
Tidak hanya itu, melansir Live Science, baru-baru ini dokter menambahkan pasien yang terinfeksi bisa jadi mengalami kehilangan kemampuan indera penciuman tanpa menunjukkan gejala lainnya.
Meskipun sebagian besar pasien menunjukkan gejala ringan, namun sedikit di antaranya merasakan sakit yang parah. Bahkan ada juga yang sampai mengalami kondisi kritis.
Perkembangan gejala virus coronapada pasien
Sebuah studi yang dilakukan terhadap 140 pasien di Rumah Sakit Zhongnan Universitas Wuhan mengungkapkan proses berkembangnya gejala virus corona yang umumnya dialami pasien dari hari ke hari.
Perlu dicatat, bahwa penghitungan hari di sini dimulai sejak kemunculan gejala, bukan sejak terinfeksi. Sebab, penyakit Covid-19 memiliki masa inkubasi di mana pasien yang sudah terinfeksi belum menunjukkan gejala.
Hari ke-1: kemunculan gejala, biasanya pasien mengalami demam tinggi, kelelahan, nyeri otot, dan batuk kering. Sebagian orang juga mengalami diare atau mual pada sehari atau dua hari sebelumnya.
Hari ke-5: muncul kesulitan bernapas, khususnya bagi pasien yang berusia tua atau memiliki penyakit penyerta.
Hari ke-7: pasien mulai dirawat di rumah sakit.
Hari ke-8: untuk pasien yang mengalami kasus parah, mereka akan merasakan sindrom gangguan pernapasan akut (ARDS). ARDS merupakan sebuah penyakit yang terjadi ketika cairan menutupi paru-paru dan bisa berujung fatal.
Hari ke-10: Jika gejala semakin memburuk, kemungkinan besar pasien akan dipindahkan ke ruang ICU. Mereka mungkin akan kehilangan nafsu makan dan mengalami sakit perut yang lebih parah daripada pasien dengan gejala ringan. Sebagian kecilnya meninggal dunia.
Hari ke-17: Rata-rata pasien yang sembuh diizinkan pulang dari rumah sakit pada hari ke-17 atau sekitar 2.5 minggu sejak gejala pertama kali muncul.
Virus corona berkembang lebih cepat dari pneumonia biasa
Ciri-ciri virus corona hampir mirip dengan pneumonia. Namun, Paras Lakhani, seorang ahli radiologi di Thomas Jefferson University, berkata bahwa Covid-19 bisa dibedakan dengan pneumonia bila dilihat dari bagaimana gejalanya semakin memburuk dari waktu ke waktu.
"Pneumonia biasanya tidak berkembang dengan cepat. Kebanyakan rumah sakit akan merawat pasien (pneumonia) dengan memberikan antibiotik, kemudian pasien (pasien) akan menjadi lebih stabil," jelas Lakhani.
Akan tetapi, pasien virus corona bisa menjadi lebih parah bila mereka diobati dengan cairan atau steroid.
Bahkan dalam sebuah kasus, seorang wanita berusia 33 tahun justru mengalami kondisi yang lebih parah sejak tiga hari dirawat di rumah sakit Lanzhou.
Sumber: kompas.com
More Articles …
- Ayuk kita Gotongroyong, bersama bantu Negara Indonesia keluar dari Pandemic ini, Jangan malah ikut menjelekkan dan menyalahkan Pemerintah
- Makan Buah-buahan ini Dapat Mengalahkan Virus Korona
- Rutinkan Konsumsi Alpukat, dan Dapatkan Banyak Manfaat
- Selain Batuk Gejala Covid-19 Bisa Diawali dari Saluran Pencernaan