fbpx

0
0
0
s2sdefault

Screenshot 20200828 082412Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane. Foto: YouTube JPNN.com

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menyebut, ada satu nama  paling menonjol dari sejumlah jenderal polisi yang disebut-sebut berpeluang menjadi Kapolri, menggantikan Jenderal (Pol) Idham Azis.

"Informasi yang kami dapat, calon kapolri itu dari bintang dua, bukan bintang tiga," ujar Neta pada program 'Ngomongin Politik' yang tayang di Channel You Tube JPNN.com.

Neta mengakui, pemilihan kapolri sepenuhnya hak prerogatif presiden.

Meski demikian, ada kecenderungan muncul tanda-tanda khusus jelang pergantian nantinya.

"Untuk sekarang memang yang disebut-sebut itu ada delapan jenderal dan masing-masing ada mataharinya. Nah, yang terkuat sekarang ini dari kelompok  Solo, karena dekat dengan presiden," katanya.

Siapa nama yang dimaksud, Neta kemudian menyebut nama Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana.

"Dari informasi yang kami dapat, nama Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana. Karena informasinya (calon kapolri) dari bintang dua. Cuma memang injury time bisa saja tiba-tiba muncul nama lain," ucapnya.

Menurut Neta, nama petinggi Polri yang berpeluang menjadi kuda hitam, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar.

"Ini mengkristal nanti, ketika Jokowi memberi sinyal, IPW akan mendapat informasi A1. Informasi terakhir yang kami dapat dari lingkungan istana, Presiden Jokowi menginginkan dari bintang dua," katanya.

Jika informasi tersebut benar, Neta memprediksi Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana bakal dilantik menempati jabatan jenderal bintang tiga.

"Dalam waktu dekat ada dua posisi bintang tiga yang akan pensiun. Yaitu, Kepala BNN dan sekretaris utama Lemhanas. Kalau misalnya yang dijagokan kapolda Metro Jaya, pasti dia akan menduduki salah satu posisi ini dalam waktu dekat," pungkas Neta.(gir/jpnn)

Sumber:jpnn.com


0
0
0
s2sdefault

Add comment


Security code
Refresh

Login Form