Search
- Details
- Category: Food & Travel
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1376
Foto: youtube awirach
SitindaonNews.Com | Penjual es dawet ireng yang satu ini punya daya tarik unik. Parasnya yang cantik dan semok bikin dagangannya laris manis. Awas gagal fokus!
Kalau berkunjung ke Purworejo, kurang lengkap rasanya kalau tak menikmati es dawet ireng. Ya, minuman dingin ini cukup populer dan banyak diburu masyarakat.
Sesuai dengan namanya, es dawet ireng ini berbeda dengan dawet biasa yang warnanya hijau. Dawet ireng punya warna hitam eksotis karena diberi campuran tepung oman alias tepung dari batang padi yang dibakar dan diambil sarinya
Nah, kalau mencari es dawet ireng yang enak sekaligus fenomenal, kamu bisa datang ke Jalan Nasional, Purworejo. Di sini ada penjual es dawet ireng yang cantik dan semok. Eits, racikan es dawetnya juga enak.
penjual es dawet ireng cantik Foto: youtube awirachma |
Lewat channel youtube Awwirachma, youtuber ini sengaja datang untuk jajan es dawet ireng dari penjual cantik dan seksi. Penjual dawet ireng bernama Melani ini ternyata memang punya paras ayu.
Saat ditanya, ternyata Melani berjualan es dawet ireng karena melanjutkan usaha orang tuanya. Setiap hari Melani siap meracik es dawet ireng pesanan pembeli. Kedainya sederhana, tapi pembelinya tak henti silih berganti.
Melani yang kini berusia 19 tahun mengaku sudah lama berjualan es dawet ireng racikan orang tuanya. Ia berjualan mulai pukul 09.00-17.00 WIB. Penampilan yang cantik dan seksi bikin Melani kerap menyita perhatian para pembelinya.
Semangkuk es dawet ireng terdiri dari campuran dawet ireng, santan, gula merah cair dan es batu. "Perpaduan antara santan dan gula aren ini enak guys, manis gurih tapi nggak berlebihan. Manisnya sudah dari Mba Melani," ujar Awirahma.
penjual es dawet ireng cantik Foto: youtube awirachma |
Dalam sehari, Melani mengaku bisa menghabiskan hingga 3 stoples dawet ireng yang bisa diracik jadi 150 porsi. Tak tanggung-tanggung omzet perhari es dawet ireng ini bisa mencapai Rp 2 juta.
Di sepanjang jalan Nasional ini ada sekitar 7 penjual es dawet ireng, semuanya memasang nama Es Dawet Ireng Melani karena memang merupakan milik orangtua Melani. Tapi kalau kamu ingin dilayani langsung dengan Melani maka cobalah datang ke gerai yang lokasinya ada di paling ujung jalan.
Paras cantik Melani si penjual es dawet semok ini pun menarik ribuan komentar netizen. Banyak yang memuji kegigihan Melani karena tak gengsi berjualan es dawet ireng di pinggir jalan.
penjual es dawet ireng cantik Foto: youtube awirachma |
"Cewe sebersih itu dan secantik itu... dia masih mau jualan dawet.. salute gw," ujar netizen.
"10% menikmati es dawetnya. 90% penasaran sama orangnya. Iya sih emang cakeeep," puji netizen.
"Untung jualannya mangkal, kalo keliling kampung bahaya. Dia bisa abis sama emak-emak karena suaminya jajan daweeet terus tiap hari," beber netizen lain.
"Ini yang beli pasti banyak lelaki yang modus. Beli dawet satu, nongkrongnya 3 jam," pungkas netizen.
Penjual makanan cantik memang banyak dan jadi daya tarik tersendiri. Sebelumnya ada penjual bebek goreng di Surabaya yang punya paras cantik, ada juga penjual es kelapa semok dan seksi yang setiap hari diantre pembeli.
Sumber: .detik.com
- Details
- Category: Food & Travel
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1320
Nasi Lemak yang lezat (Gambar by Pixabay)
SitindaonNews.Com | Nasi Uduk adalah salah satu dari variasi olahan nasi yang ada di Indonesia. Olahan nasi lainnya yaitu seperti nasi kuning, dan nasi goreng. Nasi Kuning karena menggunakan kunyit, sehingga warnanya menjadi kuning. Disebut Nasi Goreng karena membuatnya digoreng. Lalu bagaimana dengan Nasi Uduk?
Berdasarkan bahan pembuatannya nasi uduk sama dengan nasi lemak, nasi yang ditanak menggunakan air santan dari perasan kelapa. Namun, nasi lemak terkenal sebagai makanan khas orang Melayu, sementara Nasi Uduk lebih populer di Indonesia, terutama di masyarakat yang berada di Pulau Jawa. Orang-orang Betawi, Sunda, atau di masyarakat suku Jawa di Jawa Tengah atau Jawa Timur.
Perbedaan Utama Nasi Uduk dan Nasi Lemak

Walaupun dua-duanya dibuat menggunakan santan, namun rasanya bisa dikatakan tidaklah sama persis. Perbedaan ini disebabkan penggunaan bumbu-bumbu yang mengikutinya. Nasi Uduk menggunakan bumbu yang lebih sederhana, tapi penyajianya yang lebih lengkap. Sementara nasi lemak, penggunaan bumbunya yang cukup beragam sementara penyajiannya hanya cukup menambahkan sambal lemaknya saja.
Itulah salah satu alasan kenapa Nasi Uduk bisa pastikan memang asli Indonesia. Karena walaupun berbahan dasar sama yaitu nasi dan santan, tapi berbeda dalam rasa dan penyajian dengan nasi lemak. Untuk orang Indonesia, lidahnya lebih cocok dengan Nasi Uduk asli Indonesia. Nasi Uduk biasanya dimakan untuk sarapan atau untuk makan malam. Disajikan hangat dengan lauk-pauk yang merupakan masakan pelengkap dari Nasi Uduk ini.
Bumbu Nasi Uduk yang sangat mencolok dibandingkan nasi lemak adalah penggunaan daun salam dan batang serai. Kedua rempah ini membuat Nasi Uduk memiliki wangi yang khas. Sebuah aroma khas yang dihasilkan dari perpaduan aroma santan dengan kedua rempah ini. Ketika tempat nasinya dibuka, pasti Anda akan bisa langsung tahu kalau itu adalah Nasi Uduk. Bukan nasi liwet atau dalam bahasa jawa “Sego Liwet’ atau bahkan “Nasi Lemak” yang menggunakan bahan baku dominan sama yaitu nasi dan santan.
Kedua rempah inilah yang membuat Nasi Uduk sangat Indonesia sekali. Aroma inilah yang khas dan seringkali kita temui pada masakan-masakan khas atau tradisional Indonesia.
Sementara nasi lemak tidak menggunakan batang serai dan daun salam seperti Nasi Uduk. Nasi lemak menggunakan daun pandan untuk memperkuat aroma khas dari santannya sendiri. Sama halnya ketika Anda membuat kolak, bubur sumsum, atau candil. Daun pandan digunakan untuk mengeluarkn aroma khas pada santan.
Santan berpadu dengan daun pandan membuat yang keluar adalah aroma yang lebih mirip dengan kue-kue atau jajanan pasar Indonesia, tidak begitu mendominasi dalam masakan-masaan Indonesia jika dibandingkan daun salam dan batang serai pada Nasi Uduk.
Rasa Nasi Uduk VS Nasi Lemak

Perbedaan lainnya pada Nasi Uduk dan nasi lemak yaitu dalam masalah rasa. Dari kedua jenis nasi yang sering dikatakan orang sejenis atau mirip ini. Pada Nasi Uduk senjatanya adalah menonjolkan rasa nasi yang legit dan gurih karena santannya. Selain itu, harumnya yang khas Indonesia yang membuat Anda tak sabar untuk segera melahapnya.
Semakin hangat nasinya, akan semakin nikmat dan beraroma Nasi Uduk ini. Sementara rasanya sendiri, Nasi Uduk memberikan sensasi yang gurih dan beraroma. Bumbu penyedap alami yang digunakan hanya sebatas pada santan, daun salam dan batang serai tersebut. Garam hanya sebagai penguat rasa gurih dari santan yang digunakan pada Nasi Uduk itu sendiri.
Keistimewaan Nasi Uduk yang khas Indonesia ini adalah karakter rasa nasinya yang bisa membuat leih nikmat ketika Anda memadukannya dengan masakan-masakah khas Indonesia lainnya. Mulai dari menyantap Nasi Uduk dengan perkedel kentang atau dengan ayam goreng, bahkan dengan semur jengkol. Masakan-masakan yang memang sudah memiliki bumbu yang memang kaya. Memadukannya bersama Nasi Uduk membuat rasanya menjadi lebih kaya dan lebih sempurna.
Jika tidak ada masakan pendampingpun, Anda cukup tambahkan irisan telur dadar, bawang goreng, dan sambal kemiri, Anda sudah dapat merasakan nikmatnya Nasi Uduk ini. Lebih lengkap lagi jika ditambah dengan mentimun, daun kemangi, tomat, atau kol sebagai lalapan. Jika ingin lebih nikmat bisa ditabahkan emping yang terbuat dari melinjo asli. Kriuk-kriuk empingnya yang rasanya agak pahit meyempurnakan lidah Anda ketika menyantap Nasi Uduk asli indonesia ini.
Untuk nasi lemak, jika dibandingkan dengan Nasi Uduk justru lebih sulit untuk dipadukan dengan masakan lainnya. Penyebabnya karena nasi lemak nasinya sudah sangat kaya rasa. Kekayaan rasa dari nasi lemak ini karena pada nasi dan santannya yang juga ditambahkan bumbu penyedap alami lain seperti bawang putih, jahe, dan garam serta minyak yang membuat nasi menjadi semakin berlemak. Jadi, menyantapnya dengan sambal saja sudah lebih dari cukup.
Semakin banyak padanannya, justru membuat rasanya menjadi tak karuan. Campur-campur menjadi tidak begitu nikmat untuk disantap. Sehingga jika dilihat dari unsur nilai gizinya, nasi lemak cukup banyak mengandung karbohidrat dan lemak, sesuai dengan namanya. Sementara protein, serat, dan kandungan lainnya tidak bisa Anda dapatkan dari hidangan ini.
Gizinya tetap lebih unggul Nasi Uduk yang bisa disantap dengan beragam lauk pauk tanpa membuat rasanya menjadi aneh. Justru membuat makan menjadi semakin nikmat dan lengkap gizinya.
Tips Praktis Memasak Nasi Uduk
Cara membuat Nasi Uduk yang praktis ini bisa Anda praktikan sendiri. Dijamin membuat makan Anda menjadi lebih istimewa karena memang nasinya juga istmewa. Apalagi jika Nasi Uduknya adalah buatan Anda sendiri. Dalam tips memasak Nasi Uduk yang praktis ini Anda hanya butuh rice cooker yang biasa Anda gunakan untuk memasak nasi sehari-hari.
Perlakuan terhadap nasinya juga kurang lebih sama. Mulai dari mencuci beras sampai menambahkan air untuk mulai memasak nasi. Perbedaannya, air yang biasa Anda gunakan untuk memasak nasi diganti dengan santan secukupnya. Namun, untuk Nasi Uduk takaran santannya sedikit lebih banyak dibandingkan dengan jumlah air yang biasanya Anda gunakan untuk memasak nasi pada rice cooker tersebut.
Selanjutnya Anda cukup menambahkan daun salam dan batang serai yang telah dimemarkan. Aduk sebentar sambil mencampurkan garam secukupya pada nasi dan santan sampai larut. Masak seperti Anda memasak nasi biasa, dengan hanya menekan satu tombol memasak saja dan tunggu Nasi Uduk sampai matang. Secara otomatis ketika Nasi Uduk ini matang fungsi rice cooker berubah menjadi pemanas.
Anda tinggal tambahan toping-toping atau menu pelengkap untuk dimakan bersama Nasi Uduk tersebut. Pelengkap yang paling sederhana adalah telur dadar yang sudah diiris-iris dengan mentimun dan daun kemangi. Jika Anda suka kacang kedelai dan memang kebetulan memang sudah tersedia di toples, bisa Anda tambakan hingga Nasi Uduk siap disantap, jangan lupa sambalnya.
Jika lauk pauk lainnya juga sudah tersedia lebih nikmat lagi. Anda bisa lebih kenyang dan kebutuhan Anda terhadap gizi yang lengkap juga dapat terpenuhi.
Karena banyaknya penggemar dari Nasi Uduk ini di Indonesia. Anda dapat menemukan menu ini hampir di setiap tempat. Mulai dari warung-warung kecil, kantin-kantin sekolah, atau di restoran, food court atau bahkan di hotel sekalipun. Nasi Uduk menjadi menu khas Indonesia yang bisa dinikmati oleh semua kalangan. Mulai dari kalangan bawah sampai kalangan atas.
Menu yang Indonesia sekali karena memang sangat pas dan cocok dengan lidah maupun perut orang Indonesia. Tak jarang orang luarpun ketagihan dengan Nasi Uduk yang asli indonesia ini. Entah karena rasa dan aromanya yang khas atau karena begitu mudahnya untuk dapat menikmati Nasi Uduk.
- Details
- Category: Food & Travel
- By ZA Sitindaon
- Hits: 816
Photo: U-Report. | Kue Klepon Sumber: Youtube
SitindaonNews.Com | Klepon menjadi viral dan trending di Twitter lantaran sebuah unggahan yang mengaitkannya dengan agama. Sontak saja hal itu menjadi perbincangan netizen.
Terlepas dari itu, klepon sendiri cukup populer dan telah ada sejak zaman dahulu. Kue tradisional ini berasal dari bahan ketan, diisi dengan gula Kalimantan cair (gula kelapa) dan ditaburi parutan kelapa.
Dikutip dari berbagai sumber, klepon kemungkinan kuat berasal pertama kali dari daerah Jawa. Hal itu lantaran produk kue klepon terkenal berasal dari Pasuruan (Jawa Timur). Biasanya, dijual dalam kotak di kios-kios kecil yang membuat garis panjang di pinggir jalan yang menghubungkan Malang dan Surabaya.
Di bagian lain di Indonesia, seperti di Sumatera dan di negara tetangga Malaysia kue tradisional klepon disebut sebagai onde-onde. Bahkan beberapa literatur menyebutkan bahwa jenis kue tradisional tersebut sudah ada sampai di negara lain.
Klepon biasanya disajikan dengan getuk dan cenil sebagai camilan di pagi dan sore hari. Warna klepon identik dengan warna hijau yang berasal dari daun pandan. Tapi kini inovasi klepon sudah ada dengan berbagai warna dan rasa mulai dari green tea hingga nutella.
Apa saja inovasi dari klepon, ya? Berikut rangkumannya:
Klepon gelato
Di Locarasa, Kemang, Jakarta, kuliner ini disulap menjadi salah satu rasa gelato. Beberapa tempat lain pun tak mau ketinggalan dan mulai mengembangkan rasa gelato dan es krim dengan citarasa klepon.
Donat klepon
Bentuknya yang sama-sama bulat membuat donat menjadi pilihan untuk kreasi klepon lainnya. Warnanya dibuat hijau ditambah topping kelapa parut serta isian gula merah layaknya klepon.
Klepon cake
Klepom cake memiliki tekstur serupa bolu dengan warna hijau mencolok. Di bagian tengah dilapisi gula merah sebagai ciri khas isian dalam klepon.
Sumber: viva.co.id
- Details
- Category: Food & Travel
- By ZA Sitindaon
- Hits: 781
Sebuah restoran di wilayah Cipete, Jakarta Selatan menyediakan Mie ayam dengan harga seikhlasnya, pembeli cukup memasukkan uang pembelian ke dalam kotak amal, karena pemiliknya tidak menyediakan kasir.
Restu Zulfikar (26) pemilik restoran Mie Ayam Marta mengatakan baru lima hari aksi sosial makan mie ayam bayar seikhlasnya ia unggah di media sosial lewat cuitannya dan langsung viral.
Ternyata aksi sosial tersebut bukan yang pertama dilakukan oleh Restu, jauh sebelum mie ayam bakar seikhlasnya, pria asal Pontianak tersebut telah mengalokasikan 20 persen 'net profit' dari salah satu restoran miliknya disumbangkan kepada kalangan duafa.
"Saya punya tiga 'tenant', yang pertama Nami Grill (restoran Korea), sejak awal buka satu tahun dua bulan, saya sudah alokasikan 20 persen net profitnya untuk duafa," kata Restu.
Setelah menyumbangkan sebagian pendapatan dari salah satu lini usahanya, Restu tidak berhenti sampai di situ, sifat berbagi yang ditanamkan oleh ibunya mendorongnya untuk terus membantu sesama.
Bahkan di tengah pandemi COVID-19, aksi sosial berbagi kepada sesama terus dilakukan Restu, hingga memunculkan ide makan mie ayam bayar seikhlasnya.
Berawal saat pandemi COVID-19, salah seorang pembeli datang untuk makan tetapi hanya mampu membayar seadanya.
"Saat itu saya mempersilahkan bapak itu untuk makan," ujarnya.
Sajian Mie Ayam Marta cukup bayar seikhlasnya terletak di lantai dasar Lotte Mart Fatmawati, Jakarta Selatan, Sabtu (18/7/2020). ANTARA/Laily Rahmawaty/am.
Sejak saat itu, Restu mempersilahkan pengunjung Lotte Mart Fatmawati tempat dia berjualan, untuk makan dan bayar seikhlasnya.
Ternyata, lanjut Restu, banyak dari pengunjung itu pengemudi ojek daring, mereka yang baru di PHK yang rata-rata masyarakat ekonomi menengah ke bawah datang makan di restorannya.
"Kadang mereka minta dibungkus dibawa pulang untuk anak dan istrinya," kata Restu.
Kini, Restu mengalokasikan usaha mie ayam dengan bayaran seikhlasnya untuk kegiatan amal, dan uang yang terkumpul dari pembelian mie ayam tersebut didonasikan untuk pembedayaan ibu-ibu kepala keluarga.
Tidak hanya memiliki kisah sosial yang kuat, cita rasa Mie Ayam Marta bayar seikhlasnya juga memiliki rasa yang nikmat.
Semangkok mie ayam dengan porsi lumayan besar enak dinikmati saat masih panas. Mie ayam tersebut disajikan terpisah dengan kuah kaldu ditaburi daun bawang.
Suiran daging ayam yang cukup besar dengan rasa olahan rempah yang menggugah rasa, ditambah keripik pangsit yang renyah cukup mengenyangkan perut yang sedang lapar.
Penasaran ingin mencicipinya? datang saja ke lantai dasar pusat perbelanjaan Lotte Mart Fatmawati di jalan Fatmawati Raya, Cipete, Jakarta Selatan, atau tidak jauh dari Stasiun MRT Cipete.
Sumber: antaranews.com
- Details
- Category: Food & Travel
- By ZA Sitindaon
- Hits: 663

SitindaonNews.Com | Pemerintah secara resmi memulai proyek pengembangan 10 desa wisata di kawasan destinasi pariwisata Danau Toba, Sumatera Utara. Pengembangan 10 desa wisata itu merupakan proyek percontohan.
Peresmian ini secara simbolis ditandai dengan peletakan batu pertama toilet wisata dan pengelolaan persampahan.
Peletakan batu pertama toilet wisata merupakan CSR dari PT Pertamina sementara pengelolaan sampah dari PT Pegadaian.
"Kita berharap pengembangan Danau Toba tidak hanya bersumber dari APBN pemerintah, tapi juga melibatkan semaksimal mungkin stake holder untuk mengembangkan Danau Toba," kata Direktur Utama Badan Otorita Pariwisata Danau Toba (BOPDT) Arie Prasetyo, dalam pernyataannya, Minggu (12/7/2020).
Peletakan batu pertama pengembangan desa wisata itu disaksikan langsung Menko bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan serta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio secara virtual.
Ada 10 desa yang dipilih dalam proyek percontohan berdasarkan kearifan lokal yang dimiliki serta berbasis komunitas. Kesepuluh desa itu terletak di Kabupaten Humbang Hasundutan (tiga desa), Kabupaten Toba (empat desa), dan Kabupaten Tapanuli Utara (tiga desa).
Selain groundbreaking pengembangan desa wisata, pada Jumat ini juga dilakukan penyerahan santunan atas lahan otoritatif Danau Toba.
Pemerintah memberikan uang ganti rugi ekonomi masyarakat yang terdampak pengembangan pariwisata Danau Toba senilai total Rp 26 miliar bagi masyarakat yang terdampak proyek pengembangan pariwisata di lahan seluas 279 hektar.
Proses ganti rugi mengacu pada Perpres No. 62 Tahun 2018 tentang Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakatan Dalam Pengadaan Tanah Untuk Pembangunan Basional.
Dalam Perpres tersebut penghitungan ganti rugi dilakukan oleh Gubernur dan bisa didelegasikan kepada Bupati.
"Hari ini kami memberikan secara simbolis kepada 255 bidang tanah yang di atasnya ada tanaman seperti kopi dan alpukat, yang dimiliki oleh 204 orang. Total anggaran Rp 26 miliar bersumber dari APBN yang didistribusikan kepada masyarakat sebagai itikad baik pemerintah agar perekonomian rakyat tidak terdampak aktivitas pengembangan pariwisata di Danau Toba," ujar dia.
Protokol Kesehatan
Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Hari Santosa Sungkar menekankan pentingnya penerapan protokol kesehatan covid-19 di destinasi wisata Danau Toba di era kenormalan baru ini.
Untuk itu, ia meminta pemerintah daerah serta pengelola Danau Toba memastikan prinsip Cleanless, Healtyness, Safety, and Environment (CHSE) betul-betul diterapkan di destinasi wisata Danau Toba.
"Mudah-mudahan temen-temen Pemda di sana menyiapkan kebersihan, higienis, terutama sanitasi dan tempat sampah. Kami sedang menyusun buku panduan protokol kesehatan dan siap mensosialisasikannya," jelasnya.
Sebab, penerapan prinsip CHSE di destinasi wisata Danau Toba penting dilakukan untuk memberikan kepercayaan kepada turis baik dari dalam maupun luar negeri.
"Sekarang trennya adalah travel bubble, di mana harus ada perjanjian multilateral dengan negara lain yang di dalam perjanjian itu kita tukar menukar turis. Toba selama ini diminati Malaysia dan Singapura, semoga perjanjian ini segera bisa kita jajaki," tukasnya
Sumber: liputan6.com
penjual es dawet ireng cantik Foto: youtube awirachma
penjual es dawet ireng cantik Foto: youtube awirachma
penjual es dawet ireng cantik Foto: youtube awirachma