Top Stories
-
Ilmu Kaya dari Saham buat Pemula
-
Cara Membuat Minyak Alpukat
-
Bersuami Bule? Boleh asal Jangan Bule Kere!
-
Kriminalisasi Kredit Macet: Banyak Analis Kredit yang Minta Pindah Bagian dan Bahkan Rela Resign
-
Buah Durian Besar, Daging Tebal dan Manis ?
-
Studi Ungkap Alasan Kenapa Bule Cebok Pakai Tisu Bukan Air
-
Motif "Ladang Bancakan" Dibalik Kasus Amsal Christy Sitepu
-
Trik Cuan Setiap Hari Saat IHSG Anjlok
-
Amsal Sitepu Divonis Bebas, Komisi III DPR: Hukum Tak Boleh Lepas dari Realitas
Search
- Details
- Category: Pilpres 2019
- By ZA Sitindaon
- Hits: 2298
Capres peserta Pemilu 17 April 2019.
SitindaonNews. Medan - Pemilihan Presiden Republik Indonesia tinggal beberapa hari lagi. Debat Capres dan Cawapres sudah berlangsung 4 kali. Materi debat terlihat biasa-biasa saja, gagasan atau rencana kerja para capres maupun cawapres masih berupa janji-janji saja.
Bicara soal pemberantasan dan pencegahan korupsi, kedua kandidat capres hanya menyatakan secara normatif saja. Jika sistem atau hukum yang selama ini saja yang dilanjutkan tanpa ada upaya yang lebih konkrit, maka dapat dipastikan korupsi akan terus tumbuh subur di negeri ini.
Lihat saja, masih dalam suasana kampanye pilpres, justru orang terdekat dari salah satu capres kena OTT jual beli jabatan di Kemenag dan masih adalagi yang nekat mencoba mempersiapkan 400ribu amplop senilai 8M untuk serangan fajar di pemilu nanti, ini juga oleh orang dari partai koalisi salah satu capres.
Revolusi mental sudah gagal total, butuh revolusi lain untuk memberantas mental korup para pejabat di negeri ini, yaitu Revolusi Total dengan Hukum Mati Koruptor dan sita semua harta istri/suami dan anak2 koruptor tanpa alasan apapun sampai habis tidak bersisa.
Kedua kandidat capres, masih berpeluang memainkan isu pemberantasan korupsi ini untuk merebut suara rakyat tgl 17 April nanti.
Kesempatan itu ada di debat capres sesi terakhir nanti, rakyat menunggu kandidat capres yang secara tegas berani memberi pernyataan akan Hukum Mati Koruptor dan sita semua harta istri/suami dan anak2 koruptor sampai habis tidak bersisa, maka dapat dipastikan capres tersebutlah yang akan dipilih oleh rakyat pada tgl 17 April nanti.
Pertanyaannya, adakah capres yang mau dan berani menyatakan akan menghukum mati koruptor dan sita semua harta istri/suami dan anak2 koruptor sampai habis tidak bersisa? Mari kita tunggu di debat akhir nanti.
GERAM - GErakan Rakyat bAsMi koruptor
PETIR - PEtisi hukum maTI koruptoR.
- Details
- Category: Pilpres 2019
- By ZA Sitindaon
- Hits: 2528

Komika sekaligus Sutradara dan pemeran dalam film Cek Toko Sebelah Ernest Prakasa saat ditemui usai peluncuran Cek Toko Sebelah The Series di kawsan Kuningan, Jakarta, Selasa, 18 Desember 2018. Serial ini dibintangi oleh Ernest Prakasa, Chew Kin Wah, Dodit Mulyanto, Arafah Rianti, Dion Wiyoko, Gisella Anastasia serta Adinia Wirasti.TEMPO/Nurdiansa
TEMPO.CO, Jakarta - Aktor, stand up comedian Ernest Prakasa mengunggah sebuah gambar di akun Instagramnya dua hari lalu. Bukan foto melainkan sebuah gambar hitam bertuliskan Jokowi Bisa Kalah.
- Details
- Category: Pilpres 2019
- By ZA Sitindaon
- Hits: 2392

Pemilu Run KPU (Rolan/detikcom)
Jakarta - KPK menghadiri acara Pemilu Run yang menyosialisasikan Pemilu 2019. KPK mengajak masyarakat agar tidak memilih calon yang pernah terlibat kasus korupsi.
"Kalau dia bekas koruptor jangan dipilih. KPK tegas di situ, KPU tegas di situ," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di Parkir Timur Senayan, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Minggu (7/4/2019).
Read more: Pemilu Run, KPK: Jangan Pilih Bekas Koruptor di Pemilu 2019
- Details
- Category: Pilpres 2019
- By ZA Sitindaon
- Hits: 2323

Capres Prabowo Subianto saat berkampanye di Padang, Sumbar. (Jeka Kampai/detikcom)
Padang - Capres Prabowo Subianto menyebut tak rela jika rakyat Indonesia diinjak-injak oleh bangsa lain. Karena itu, dia akan berupaya mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.
"Saya tidak mengizinkan rakyat Indonesia dihina-hina oleh bangsa lain. Saya tidak izinkan harga diri rakyat Indonesia diinjak-injak oleh bangsa lain," tegas Prabowo saat berkampanye di kawasan wisata Danau Cimpago, Padang, Sumatera Barat, seperti dalam keterangan tertulis dari BPN Prabowo-Sandi, Selasa (2/4/2019).
Read more: Janji Tak Impor Beras, Prabowo Bandingkan Petani RI dengan Jepang
- Details
- Category: Pilpres 2019
- By ZA Sitindaon
- Hits: 2359

Ketua Dewan Pembina Partai PAN, Amien Rais saat menghadiri Subuh akbar dan apel siaga 313 Putihkan KPU oleh Forum Umat Indonesia di Masjid Agung Sunda Kelapa Menteng Jakarta Pusat, Ahad, 31 Maret 2019 /TEMPO-TAUFIQ SIDDIQ
TEMPO.CO, Jakarta-Anggota Dewan Pembina Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Amien Rais kembali menguarkan ancaman bakal mengerahkan massa untuk turun ke jalan dan melakukan aksi people power jika terbukti terjadi kecurangan di pemilihan presiden atau pilpres 2019.
"Kalau kami memiliki bukti adanya kecurangan sistematis dan masif, saya akan mengerahkan massa untuk turun ke jalan, katakanlah Monas, dan menggelar people power," kata Amien di Hotel Ayana Midplaza, Jakarta, Senin, 1 April 2019.
Read more: Lagi, Amien Rais Ancam People Power Jika Pilpres 2019 Curang
- Details
- Category: Pilpres 2019
- By ZA Sitindaon
- Hits: 2299
Jakarta - Hashim Djojohadikusumo mengaku Prabowo Subianto pernah membahas porsi menteri untuk partai koalisi di mana sudah ada kesepakatan 7 untuk PAN dan 6 bagi PKS. Partai Demokrat (PD) yang ikut mengusung Prabowo disebut belum punya posisi definitif. PD mengingatkan Hashim soal Perang Uhud.
"Partai Demokrat saat mendukung Pak Prabowo memang ditawari beberapa posis menteri. Namun, Partai Demokrat tidak memih untuk membahasnya. Opsi kursi menteri itu tidak etis dibicarakan sebelum koalisi menang. Jadi bagi Partai Demokrat dibicarakan saja nanti setelah menang," kata politikus PD Andi Arief kepada wartawan, Senin (1/4/2019).
"Partai Demokrat menyarankan pada Hashim untuk belajar dari Perang Uhud," imbuh Andi.
Read more: Soal Kursi Menteri Prabowo, Demokrat Ingatkan Hashim Perang Uhud