Top Stories
-
Buto Ijo
-
Kunci Sukses Cowok yang Masih Berusia 20-30 Tahun
-
Memulai Entry untuk Beli Saham
-
Bagi yang Sudah Candu Trading, Alokasikan 90% Sahammu Untuk Trading yang Terstruktur dan 10% Untuk Saham Penny Stock
-
Trading Sebagai Pekerjaan Tetap, Why Not?
-
Kenapa Sudah Kerja Keras, Sudah Menabung Bertahun-tahun Belum Juga Menjadi Kaya ?
-
Moment Entry Yang Tepat
-
Menjadi Kaya Bukan Karena Pintar Mencari Uang, Tapi Karena Pintar Mengelola Uang
-
Saham Milikmu Kena Suspend?
Search
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1048
Rusuh di Papua Barat, Polisi: Negosiasi Masih Terhambat
Ilustrasi kerusuhan. AFP PHOTO / ANDREAS SOLARO
Jakarta - Kerusuhan masih belum reda di Kota Manokwari, Papua Barat.Pangdam XVIII/Kasuari, Kapolda, dan Wakil Gubernur Papua Barat Mohammad Lakatoni terjun ke lokasi aksi untuk bernegosiasi dengan para demonstran.
"Negosiasi masih terus dilakukan, baik oleh Kapolda, Pangdam maupun Wagub, saat ini beliau bertiga langsung menemui para pengunjuk rasa," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo, di kantornya Jakarta, Senin, 19 Agustus 2019.
Namun, menurut Dedi, proses negosiasi itu terhambat oleh massa yang masih beringas. Dia mengatakan saat ketiga pejabat itu menemui pengunjuk rasa, mereka dilempari batu oleh beberapa demonstran. Walhasil, negosiasi mesti ditunda. "Sementara pasukan mundur dulu, untuk meredam dulu, situasi agar massa lebih tenang dulu," kata dia.
Dedi berujar bila situasi sudah kondusif, negosiasi bakal dilanjutkan. Kapolda, Pangdam dan Wagub, kata dia, bakal menemui para pengunjuk rasa lagi. Dedi mengatakan tokoh masyarakat Manokwari juga dilibatkan dalam negosiasi.
Kerusuhan di Manokwari pecah pada Senin, 19 Agustus 2019. Sejumlah fasilitas umum dirusak, salah satunya Gedung DPRD Papua Barat yang dibakar oleh massa.
Kerusuhan ini diduga merupakan buntut dari protes warga Manokwari atas perlakuan aparat keamanan atas mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang.