Top Stories
-
Ibadah HKBP Perumnas Mandala Resort Perumnas Mandala Distrik X Medan-Aceh, Minggu 10 Mei 2026
-
Penny Stock
-
Umur Berapa Anak-anak Sebaiknya Bisa Mulai Dididik Untuk Melawan LGBT
-
Tingkatkan Performa Scalping Anda!
-
Istilah Haka Haki Dalam Trading Saham
-
Bagaimana Hidup Anda Setelah Berusia 60 Tahun?
-
Waspada LGBT, Jaga dan Awasi Anak Laki-laki Anda Sejak Kecil
-
Ingat Baik-Baik! Avg Down hanya untuk Saham Fundamental dan Bluechip
-
Yang Masih Pemula, Bingung Entry Harga Berapa?
Search
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 798
PBNU Tolak Eks ISIS Pulang ke Tanah Air
Thoudy Badai_Republika | Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siraj
SitindaonNews.Com | Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menolak keras pemulangan Warga Negara Indonesia (WNI) eks ISIS. Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj mengatakan WNI yang bergabung dengan ISIS sudah meninggalkan kewarganegaraannya. "Saya tolak, saya tidak setuju. Mereka sudah meninggalkan negara, sudah membakar paspornya, sudah mengatakan kita ini togut, terutama NU, anshorut togut, pendukung togut," kata kiai Said di Gedung PBNU pada Sabtu (8/2).
Menurut Kiai Said semua negara yang terdapat warganya bergabung dengan ISIS juga telah menolak kembalinya eks ISIS ke negaranya masing-masing. Said juga mengatakan tak perlu beramah-ramah terkait pemulangan eks ISIS mengingat kejahatan yang telah dilakukan.
"Semuanya, pada prinsipnya yang sudah meninggal kewarganegaraan dengan kemauan sendiri, ngapain. Semua negara yang warga negaranya berangkat ke ISIS semua ditolak pulang. Saudi menolak warga negaranya, Pakistan juga menolak. Mereka pembunuh, pembantai, pemerkosa ngapain diramahin," katanya.
Sebelumnya pemerintah akan membahas nasib WNI yang teridentifikasi merupakan mantan teroris lintas batas di Timur Tengah. Menurut Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko, masalah pemulangan WNI eks ISIS ini pun akan dibahas oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rapat terbatas.
“Pasti akan dirataskan. Presiden yang akan bicara karena melihat dengan jeli, dengan teliti, positif dan negatif, pengalaman masa lalu,” ujar Moeldoko di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Kamis (6/2).
Sumber: republika.co.id