fbpx

0
0
0
s2sdefault

Selama puluhan tahun negara US membeli minyak dari Arab dan negara lain. Trump melihat kemampuan US untuk memproduksi minyak di dalam negeri sendiri untuk memenuhi kebutuhan seluruh rakyat US sehingga begitu beliau menjadi Presiden, ketergantungan import minyak dari luar negeri dikurangi secara drastis dengan mengarah ke swasembada minyak, bahkan saat itu US menjadi exportir minyak terbanyak di dunia mengalahkan Arab Saudi. Pada zaman Trump, rakyat US benar benar bisa menikmati harga bensin murah.

Bulan pertama Biden jadi Presiden tahun 2021, puluhan ribu orang kena PHK karena Biden kembali menutup pipeline yang sudah dibuka oleh Trump dengan alasan ingin menciptakan lingkungan hidup yang bersih jernih. Akibatnya, US kembali mengimport minyak untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Perang Rusia dengan Ukraina yang dimulai sejak 2 minggu lalu memang berdampak pada harga minyak dunia, tetapi kalau saja Biden tidak menutup banyak pipeline di US dan mau melanjutkan apa yang sudah dijalankan oleh Trump (menuju swasembada minyak), maka rakyat US tidak akan dijadikan korban dengan kenaikan harga bensin yang sudah mencapai lebih dari 100% dibanding zaman Trump. Selain itu, harga harga barang groceries kebutuhan pokok juga terus naik.

Ketidakmampuan pemerintah Biden dalam menangani dampak ekonomi dari COVID yang berlarut larut memperparah tingkat inflasi yang kini sudah mencapai 7.9% dibanding bulan January 2022 yang saat itu 7%.

Tadi pagi saya baca berita Biden memohon kepada Arab Saudi dan Venezuela supaya kedua negara tersebut mau menambah produksi minyaknya untuk menurunkan harga minyak dunia. Ternyata, kedua negara tersebut malah mengabaikan permohonan Biden.
Abaian kedua negara tersebut tidak membuat saya kaget mengingat hubungan Saudi dengan US memudar sejak Biden berkuasa. Sedangkan Venezuela wajar menolak karena terlalu banyak sanksi yang dikenakan terhadap negara tersebut oleh US.

Selama 4 tahun Trump berupaya menciptakan banyak perdamaian di TimTeng dengan hasil beberapa negara Arab kini sudah memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Beliau juga mampu berdamai dengan Putin bahkan dengan Kim Jong Un, Korea Utara. Sedangkan Biden malah sebaliknya.

Tadi malam teman saya di Los Angeles bilang: “harga bensin naik terus sudah hampir $6 / gallon, harga groceries juga semakin mahal. Jangankan untuk jalan jalan, bahkan sisa gaji untuk ditabungpun kagak ada malah tekor tiap bulan”.
Saya jawab: “jalanin aja hidup jangan suka mengeluh, sama seperti dulu elu senang waktu Trump kalah (saya ngakak 🤣🤣).

Menikmati hidup tidak harus selalu di saat kita senang (banyak uang) tetapi juga di saat kita susah karena hanya kita yang mampu membuat kita bahagia, bukan orang lain.

Salam.
Raymond Liauw

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10216198080583021&id=1782138055


0
0
0
s2sdefault

Add comment


Security code
Refresh