Top Stories
-
Money Management anti Boncos
-
Cara Jual Saham agar Langsung Matched
-
Trading Adalah Permainan Disiplin.
-
Punguan Sitindaon Boru Bere Kota Medan: Partangiangan atau Kebaktian Minggu 19 April 2026.
-
Siap-siap! Mulai Hari Ini 18 April 2026 Harga Pertamina DEX Naik Tajam
-
Mustahil Bisa Sukses dan Memiliki Rasa Aman Jika Tidak Mencoba Skill Baru dan Menambah Jam Kerja.
-
Tahun 2026 Yang Semakin Sulit
-
Lulus SMA, Mau Kuliah atau Langsung Kerja?
-
Anda Datang ke Bumi Sendirian dan Akan Pergi Sendirian
Search
- Details
- Category: Politik & Opini
- By ZA Sitindaon
- Hits: 710
Foto: DW (News)
SitindaonNews.Com | Ekonom Institute for Development of Economics & Finance (INDEF) Bhima Yudhistira memperkirakan Amerika Serikat (AS) sedang memberi sinyal ancaman perang kepada Indonesia. Pasalnya Negara Paman Sam itu mencoret Indonesia dari daftar negara berkembang.
Dikutip dari TheStar, Minggu (23/2/2020), Kantor Perwakilan Dagang AS (USTR) mencoret Indonesia dari daftar negara berkembang dan dinyatakan sebagai negara maju dalam perdagangan internasional. Itu bisa membuat Indonesia kehilangan fasilitas Generalize System of Preference (GSP) atau keringanan bea masuk impor barang ke AS.
"Jadi ini sebenarnya fasilitas (GSP) dicabut di zaman Donald Trump ini ya ini bagian dari trade war terhadap Indonesia kalau menurut saya," kata Bhima saat dihubungi detikcom, Minggu (23/2/2020).
Bhima menjelaskan, sebelumnya AS tidak pernah mengotak-atik fasilitas tersebut kepada Indonesia. Tentu saja sikap negara tersebut saat ini merupakan ancaman buat Indonesia.
"Karena sebelumnya kan tidak pernah banyak diotak-atik gitu. Baru zaman (Presiden AS) Donald Trump saja semuanya diperlakukan menjadi musuh gitu sehingga ini sebenarnya ancaman perang dagang untuk Indonesia secara langsung
AS kelihatannya ingin membatasi ekspor dari Indonesia karena sejauh ini negara tersebut defisit perdagangan dengan Indonesia, termasuk dengan empat negara lainnya yang dicoret AS dari negara berkembang.
"Jadi Indonesia ini perdagangannya 2019 masih surplus cukup besar terhadap Amerika Serikat. Jadi ini kan sebenarnya salah satu strategi saja untuk mengeluarkan Indonesia, pertama dari negara yang menerima GSP," ujarnya.
Setidaknya selama ini, kata Bhima ada ribuan jenis barang dari Indonesia yang mendapatkan keringanan bea masuk ke AS.
"Sehingga itu yang membuat Indonesia selama ini menikmati fasilitas itu. Nah itu yang dianggap Amerika Serikat membuat neraca perdagangannya jadi defisit cukup lebar terhadap Indonesia," tambahnya.
Sumber : detik.com
- Details
- Category: Politik & Opini
- By ZA Sitindaon
- Hits: 675

SitindaonNews.Com | Selain mengusulkan adanya pengenaan tarif cukai untuk plastik minuman berpemanis, Menteri Keuangan Sri Mulyani juga mengusulkan pengenaan cukai terhadap emisi kendaraan bermotor.
Adapun alasan pengenaan cukai itu adalah melihat efek yang ditimbulkan kendaraan berbahan fosil yang saat ini kian memarak dan terjadinya polusi.
"Obyek cukai yang kami sarankan diperuntukkan kendaraan bermotor yang menghasilkan emisi CO2 atau karbon dioksida," ujar Sri Mulyani dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI di Jakarta, Rabu (19/2/2020).
Namun, tidak semua kendaraan dikenakan cukai.
Menkeu mengatakan, pengecualian cukai ini bisa diberikan kepada beberapa kendaraan, seperti kendaraan yang tidak menggunakan BBM atau kendaraan listrik, kendaraan umum, pemerintah, dan kendaraan kepemilikan khusus seperti damkar, ambulans, serta kendaraan untuk diekspor.
"Untuk mekanisme pembayaran dilakukan sama seperti plastik dan minuman tadi, yaitu pada saat keluar dari pabrik atau pelabuhan," ucapnya.
Apabila usulan ini diterima, Sri Mulyani mengatakan, pemerintah akan mendapatkan penerimaan cukai sebesar Rp 15,7 triliun.
"Dengan menggunakan skema dan besaran tarif yang sama dengan penerapan PPnBM tahun 2017, penerimaan cukai yang dihasilkan sebesar Rp 15,7 triliun," ucap dia.
Dalam rapat tersebut, Sri Mulyani juga mengusulkan pengenaan cukai pada kantong plastik dan minuman berpemanins.
Menkeu mengusulkan kantong plastik atau kresek dikenakan biaya tarif cukai sebesar Rp 30.000 per kilogram, sementara untuk per lembarnya setelah dikenakan cukai sebesar Rp 450.
Sri Mulyani mengatakan cukai kantong plastik dapat menjadi salah satu alternatif penanganan masalah pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh sampah plastik.
Sementara pengenaan cukai minuman berpemanis ni didasarkan pada fenomena banyaknya masyarakat Indonesia yang terkena penyakit akibat gula dan makanan berpemanis.
"Kita tahu ada beberapa penyakit karena konsumsi gula berlebihan seperti diabetes melitus obesitas dan lainnya.
Prevelensi diabetes melitus dan obesitas meningkat hampir dua kali lipat dalam kurun waktu 11 tahun," ucap dia.
Sumber: .tribunnews.com/ucnews
*Ijonk Aries*
- Details
- Category: Politik & Opini
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1132
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memberikan keterangan saat menghadiri peluncuran bukunya dalam acara ngobrol@Tempo di kantor Redaksi Tempo, Palmerah, Jakarta, 17 Februari 2020. Basuki menulis buku ini saat mendekam di Rumah Tahanan Mako Brimob pada Mei 2017 sampai Januari 2019 akibat perkara penistaan agama. TEMPO/Gunawan Wicaksono
SitindaonNews.Com | Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengatakan merasa sangat marah ketika di masa-masa awal ia ditahan di Markas Komando Brimob, Kelapa Dua, Depok. Mantan Gubernur DKI Jakarta ini ditahan sejak Mei 2017-Januari 2019 setelah divonis bersalah dalam perkara penistaan agama.
"Saya memang marah. Kenapa negara harus kalah dari tekanan massa? Saya pikir ini seperti dagelan. Tiba-tiba saja saya dimasukkan ke penjara. Mana ada dalam sejarah republik ini ada gubernur aktif dimasukkan ke penjara, kecuali kena operasi tangkap tangan atau jadi maling. Saya tidak terima itu," kata Basuki seperti dikutip dari wawancara dengan Majalah Tempo edisi 15 Februari 2020.
Basuki ditahan setelah ucapannya ketika memberikan pidato di Kepulauan Seribu dianggap menistakan Islam. Waktu itu, ratusan orang berulangkali menggelar unjuk rasa. Puncaknya adalah unjuk rasa pada 2 Desember 2016 atau dikenal sebagai gerakan 212. Waktu itu, ratusan orang mendesak agar Basuki menjadi tersangka.
Komisaris Utama Pertamina ini mengatakan ia marah kepada semua orang. "Saya di penjara juga dimonitor. Tiap kali ada tamu datang, dicatat nama, pelat nomor mobil, direkam semua. Ngeliatin gerak-gerik gue. Kan, gue bisa ngerasain itu. Udah kayak tahanan politik ajague ini," katanya.
Kondisi ini, kata dia, ia rasakan selama 14 hari. Ia pun sering terbangun tengah malam dengan kondisi dada sesak dan badan panas. "Akhirnya saya berdoa, minta supaya saya bisa memaafkan. Ketika bisa mengampuni, aku enggak pernah lagi bangun tengah malam," kata Basuki yang telah meluncurkan buku "Panggil Saya BTP".
Sumber: tempo.co
- Details
- Category: Politik & Opini
- By ZA Sitindaon
- Hits: 820
Antara/Mohamad Hamzah | Angka Kemiskinan: Sejumlah anak berada di rumah mereka di Kawasan Pemukiman Pemulung di Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (1/3/2019
SitindaonNews.Com | Tahun ini, pertumbuhan ekonomi diprediksi turun yang menyulitkan penurunan kemiskinan
Ekonom Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Rusli Abdullah menilai, penurunan kemiskinan Indonesia menghadapi empat tantangan serius. Empat tantangan itu adalah perlambatan ekonomi, sifat kemiskinan yang satu digit (the last mile problem), ketidakpastian ekonomi global dan nasional, hingga korupsi.
Read more: Korupsi Salah Satu Tantangan Dalam Usaha Menurunkan Angka Kemiskinan
- Details
- Category: Politik & Opini
- By ZA Sitindaon
- Hits: 629
Sekolah menyediakan komputer untuk siswa selama ujian sekolah
Reses saya kmrin di 2 titik kecamatan palmerah, Jakbar. Ada pengaduan dari ibu2 mengenai apa benar kabar diminta punya laptop untuk ujian anak sekolah. Anak tersebut bersekolah di MTSN 35 Jakarta. Pagi ini disdik langsung meluncur ke MTSN 35 dan hasilnya adalah tdk ada kewajiban https://t.co/0AGTQTktl0
Read more: Ima Mahdiah: Manfaatkan Saya Untuk Tahu Hak-hak Warga
- Details
- Category: Politik & Opini
- By ZA Sitindaon
- Hits: 922

SitindaonNews.Com | Sepertinya alarm panik kasus Jiwasraya sudah mulai dibunyikan. Sejumlah skenario yang coba dilakukan seolah tidak menuai hasil yang diharapkan. Lihat saja, contohnya menggiring opini Jiwasraya jauh satu dekade kebelakang mentah karena bocornya dokumen rahasia perusahaan asuransi plat merah yang memperlihatkan kondisi sehat wal afiat sebelum 2017.
Read more: Siap ‘Bongkar’ Kasus Jiwasraya, Sri Mulyani Dihajar PDIP?