Top Stories
-
Jangan Merasa Tua Usia 56 Tahun
-
Mengapa Anda selalu Kekurangan Uang Berapapun Penghasilanmu?
-
Nadiem, Chromebook, dan Salah Kaprah "Proyek Pengadaan" dari Kacamata Analis IT
-
Trading Adalah Pekerjaan Terbaik yang Dapat Menghasilkan Uang Dimana Saja Anda Berada
-
Investing itu Berbeda dengan Day Trading Walau Barangnya Sama-sama Saham
-
Bandar Asing Keluar dan Bandar Asing Masuk Sangat Mempengaruhi Harga Saham yang Diburu atau Dibuang di Pasar
-
Para Pemenang Trading Saham Adalah para Trader Professional yang Paham Market, Bukan yang Jago Analisa Grafik dan Chart
-
Cara Orang Kaya Melipat Gandakan Kekayaannya Dalam Waktu Singkat!
-
Upah UMR Tidak Menghalangi Anda Menjadi Kaya
Search
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 726
PASUKAN INGGRIS MENGANGGAP PERTEMPURAN 10 NOPEMBER 1945 DI SURABAYA BAK NERAKA !!!

PASUKAN INGGRIS MENGANGGAP PERTEMPURAN 10 NOVEMBER 1945 DI SURABAYA BAGAIKAN BAK NERAKA !!!
---
Tentara Inggris datang ke Indonesia sebagai pemenang perang dunia II. Mereka bertujuan untuk melucuti tentara Jepang yang kalah perang. Inggris juga diberi mandat untuk memulihkan, apa yang disebut pihak sekutu, ‘ketertiban’ di Indonesia. Artinya mereka akan mengembalikan Indonesia pada jajahan Belanda, seperti pada era sebelum perang.
•
Orang-orang Belanda atau Netherlands Indies Civil Administration (NICA), ikut membonceng masuk kembali ke Indonesia bersama tentara Inggris tanggal 25 Oktober 1945. Hal ini memancing kemarahan rakyat Indonesia.
•
Berbagai ketegangan terjadi. Insiden awal terjadi tanggal tanggal 18 September 1945 saat sekelompok orang Belanda mengibarkan bendera merah putih biru di atas Hotel Yamato. Rakyat ramai-ramai merobek warna biru dan mengibarkan bendera merah putih.
•
Hal ini diperparah oleh aksi tentara Inggris membebaskan paksa sejumlah orang Belanda yang ditahan rakyat Surabaya.
•
Tanggal 27 Oktober, sebuah pesawat Dakota menyebarkan pamflet dari Mayor Jenderal Hawthorn, Panglima Divisi ke-23. Isinya dalam waktu 2x24 jam, rakyat Surabaya harus menyerahkan senjata pada pasukan Inggris. Jika tidak, akan ditembak di tempat.
•
Ketegangan segera meningkat. Rakyat Surabaya tak sudi menuruti perintah Inggris. Pertempuran demi pertempuran antara Tentara Keamanan Rakyat (TKR), bersama masyarakat, melawan tentara Inggris terjadi sejak 28 Oktober.
•
Sebagai pemenang perang dunia, Inggris tak menyangka akan mendapat perlawanan sengit dari rakyat Indonesia. Bayangkan, tentara Jerman saja yang nyaris menaklukkan dunia mereka kalahkan. Namun siapa sangka di Surabaya, Inggris justru mendapat perlawanan habis-habisan hingga tentara Inggris menyebutnya sebagai neraka atau Inferno di Timur Jawa.
-----
Fotografer ? : not known (?)
Sumber / Hak cipta : Spaarnestad Photo
https://instagram.com/potret.sejarahindonesia?utm_medium=copy_link
Sumber: https://www.facebook.com/100050918572721/posts/462298608810754/