Top Stories
-
Seputar TPIA Hari Jumat Kemaren
-
Jika Ingin Melihat Keaslian Karakter Seseorang, Berilah Dia Jabatan!
-
Untuk Membangun Kerajaan Allah, Haruskah Dengan Cara Membangun Gereja?
-
Cut Loss adalah Strategy, Cut Loss bukan Petaka!
-
Scalper atau Swinger?
-
Cara Memilih Saham yang Tepat Anti Boncos!
-
Mengenali Sideways Akumulasi atau Disitribusi.
-
Scalping Kalau Ambil Profit (TP) Tipis-tipis Saja Tapi Sering.
-
Hati-hati Investasi
Search
- Details
- Category: Trading Saham untuk Pemula oleh R Noto Wodjojo
- By ZA Sitindaon
- Hits: 39
Scalper atau Swinger?
Jika Anda sudah ahli Scalper yang sudah pasti 1000% ahli Swinger. Cara belinya sama, yaitu, ketika Koreksi harga sedang terjadi, dari harga Bandar.
Scalper dapat TP 2% sudah seneng. Lhah, bedanya para Swinger nunggu berhari-hari ingin dapat TP 8 -10%. Tapi yang terjadi para Swinger pada kejeblos floating loss semakin dalam.
Banyak yang kejeblos floating Loss hingga 70%. Mengapa? Karena budaya Swinger sudah mewatak sampai ke tulang sumsum adalah Budaya nahan barang, memeluk floating Loss jangka lama. Pas kondisi market down trend, index 9000 turun ke 5000, masih saja berharap bisa kembali ke 9000. Itu kan diluar kemampuan.
Index kembali naik hanya jika ada capital inflow besar2an jika kelak terjadi booming ekonomi. Boleh menjadi Swinger tetapi harus tahu masuk diharga mana, dan kapan saat jual. Maka jika sudah katam menjadi Scalper otomatis sangat mudah menjadi. Swinger. Jika ujug-ujug menjadi Swinger, tentu boncos, karena gak ngerti entry di harga berapa. Masuk di pucuk keluar di bottom cut loss mulu.
Jika masih belum jelas, Nanti saya ajarkan di Kelas, sampai faham.
NW. https://www.facebook.com/share/p/1DXhbN6BgK/
- Details
- Category: Trading Saham untuk Pemula oleh R Noto Wodjojo
- By ZA Sitindaon
- Hits: 40
Selamat Datang Member yang Baru Bergabung!
Cara Memilih Saham yang Tepat Anti Boncos!
Cara mulai screening Memilih Saham, tergantung Strategi Anda untuk Scalping atau Swing Trade.
1) Untuk Day Trade, pilih Saham Fundamental kuat, yang aktip, liquid mudah di jual, yang fluktuasinya tinggi dan sangat aktif hari itu, spreadnya lebar.
2) Pasang limit order kemungkinan Harga koreksi, stau masuk pada harga tang sudah koreksi dari harga Broksum
3) Konfirmasi di Order Book, pergerakan saham agresif dan dinamis.
4) Jangan Fomo mengejar Saham yang harganya sudah naik diatas 1% dengan resiko kejeblos.
3. Untuk Swing Trade saya memilih Saham fundamental yang sedang .koreksi kisaran minus 3-5% (Merah) dari harga harian broksum.
Keuntungan dan Kerugian ditentukan oleh harga Entry Anda. Untuk belajar memilih harga yang tepat, ikuti kelas Saham yang Saya jadwalkan secara periodik.
R Noto Widjojo https://www.facebook.com/groups/23998018189870650/permalink/27695766350095797/?mibextid=Nif5oz
- Details
- Category: Trading Saham untuk Pemula oleh R Noto Wodjojo
- By ZA Sitindaon
- Hits: 38
Mengenali Sideways Akumulasi atau Disitribusi.
Apabila harga sideways adalah koreksi minus -2% lebih dari harga Broksum terendah, maka jelas itu Big Boy sedang akumulasi. Anda bisa menambah muatan.
Apabila Sideways di harga pucuk, minimal +2% dari harga Avg Big Boy di Broksum MA 5 atau MA20, maka itu kemungkinan besar BigBoy sedang distribusi. Biasanya 1 -3 hari. Anda ikutan jualan saja, karena setelah hajat selesai, maka ada kemungkinan harga akan nyungsep.
Rumus ini khusus untuk Scalpingan.
R Noto Widjojo https://www.facebook.com/groups/23998018189870650/permalink/27736150526057379/?mibextid=Nif5oz
- Details
- Category: Trading Saham untuk Pemula oleh R Noto Wodjojo
- By ZA Sitindaon
- Hits: 44
Scalping klu ambil profit (TP) tipis-tipis saja tapi sering.
Caranya, pilih saham yang agressive, yang ganas, Bid-Offernya tebal dan ganas bergerak terus. Klu yg ganas offernya, di refill terus tak habis-habis, sedangkan Bid semakin menipis, artinya sedang ada yang buang barang. BID tebal semakin pindah kebawah, Harga pasti akan turun.
Limit order saja, tunggu di Support bawahnya, pasang harga Bandar MA 5. nanti juga akan kejemput. Sudah tinggal tunggu mantul, TP.
Jika Bid-Offer agresif, Anda bisa TP berkali-kali pada saham yang punya spread FVG agak lebar ( 80-120).
R Noto Widjojo. https://www.facebook.com/share/p/18KyxGFC4P/
- Details
- Category: Trading Saham untuk Pemula oleh R Noto Wodjojo
- By ZA Sitindaon
- Hits: 48
SCALPING ITU JANGAN TERLALU BANYAK REFERENSI.
Scalping itu berdagang pada harga Jam Setan, maksimal day trade. Berbeda dengan Value Investing atau Investasi yang memerlukan analisa Keuangan perusahaan, PBV, ROE, harga wajar, News, corporate action, dll.
Scalping gak peduli harga wajar atau tidak wajar, hanya peduli Beli (Buy) ketika harga koreksi (minus) dari struktur harga harian. Jual ( Sell) saat pantulan pull back atau rebound singkat dengan keputusan cepat.
News adalah bagian dari Sistem Pump and Dump yang dirancang satu kesatuan oleh Smart money, untuk membantai SL, panic selling CL, tergantung kepentingannya untuk akumulasi atau distribusi. Disinilah yang Anda harus *Master Psikologi Bandar* mengapa mereka bertindak begini, mengapa bertindak begitu, bukan menghabiskan energi untuk analisa fundamental. Banyak emiten dengan fundamental bagus, sahamnya tidur bertahun2 gak laku dijual.
Lalu sikap Anda bagaimana? Jangan peduli dengan News, influencer, buzzer, dll. Hanya peduli dengan fakta ketika Market buka 09:00. Harga saham incaran Anda berapa. Harga yg terjadi di pagi itu adalah harga akibat dari news akibat pump atau akibat segala macam, apakah ndlosor harga koreksi dibawah harga struktur harian atau bulliest. Jika ndlosor serok saja, dg syarat itu saham punya spread lebar, supaya, ketika pull back ke resistant diatas 1% bisa jual TP, jika turun bisa avg down. Jangan kebanyakan referensi, nanti gak pinter2.
R Noto Widjojo https://www.facebook.com/share/p/1PqUBT5cwH/
- Details
- Category: Trading Saham untuk Pemula oleh R Noto Wodjojo
- By ZA Sitindaon
- Hits: 54
Bagaimana TP Optimal?
1) Patok ingin keuntungan minimal . Misalnya 1,6%.
2) Lihat harga average Bandar berapa? Lihat broksum ya. Tambahkan 4%. Jika itu dicapai ketika rebound, maka itulah area distribusi Bandar ambil untung.
3) Ketika sudah naik 1,6%, lihat Order book apakah Bid masih kuat, cenderung naik, dan offer semakin kurus, arinya para Xlls fomo pada terus mengejar. Jika ini yang terjadi. Biarkan harga melambung tinggi, hingga keuntungan maksimal 4 atau 8% dapat dicapai.
Sampun jelas?
R Noto Wodjojo https://www.facebook.com/share/p/1BLHsX1mYe/