Top Stories
-
Hindari Saham Lapis 3 Dengan Markep Cap Kecil
-
Seputar TPIA Hari Jumat Kemaren
-
Jika Ingin Melihat Keaslian Karakter Seseorang, Berilah Dia Jabatan!
-
Untuk Membangun Kerajaan Allah, Haruskah Dengan Cara Membangun Gereja?
-
Cut Loss adalah Strategy, Cut Loss bukan Petaka!
-
Scalper atau Swinger?
-
Cara Memilih Saham yang Tepat Anti Boncos!
-
Mengenali Sideways Akumulasi atau Disitribusi.
-
Scalping Kalau Ambil Profit (TP) Tipis-tipis Saja Tapi Sering.
Search
- Details
- Category: Tekno & Sains
- By ZA Sitindaon
- Hits: 574

SitindaonNews.Com - Istilah metaverse menjadi salah satu topik yang ramai diperbincangkan di industri teknologi. Istilah ini dipopulerkan oleh CEO Meta, Mark Zuckerberg, pada 2021 lalu.
Meski belum ada definisi yang pasti, metaverse sendiri dapat diartikan sebagai dunia virtual baru yang memungkinkan seseorang direpresentasikan dengan avatar, lalu dapat berinteraksi, bermain game, bekerja, dan berkomunikasi dengan orang lainnya dalam ruang tiga dimensi (3D).
Berbagai perusahaan teknologi pun berlomba-lomba membuat "metaverse" versinya masing-masing.
Namun, CEO Microsoft, Satya Nadella, mengungkapkan bahwa konsep metaverse sebenarnya tak lain adalah seperti membuat game.
"Lihat apa yang terjadi di metaverse. Apa itu metaverse? Metaverse pada dasarnya adalah tentang membuat game," kata Nadella.
Menurut Nadella, membuat metaverse itu pada dasarnya adalah kemampuan menempatkan orang, tempat, benda dalam mesin fisika. Lalu, semua orang, tempat, benda dalam mesin fisika tadi saling berhubungan.
Ia mencontohkan, di metaverse, seseorang dan kolega kerjanya bisa hadir di ruang rapat yang sama secara virtual yang diwakili menggunkan avatar.
Lalu dilengkapi dengan suara agar percakapan yang berlangsung layaknya benar-benar terjadi di sekeliling pengguna.
"Coba tebak? Tempat di mana kami telah melakukan itu semua selama ini adalah saat bermain game," tambah Nadella.
Bos Microsoft itu mengambil contoh game balap mobil keluaran Microsoft, Forza. Dalam game tersebut, kata Nadella, pengguna sudah direpresentasikan dengan avatar. Hanya saja avatar-nya bukan dalam bentuk karakter orang, melainkan mobil.
Layaknya konsep avatar di metaverse yang bisa didandani sedemikian rupa, kata Nadella, mobil miliknya di game Forza juga bisa dimodifikasi sesuai keinginan pengguna.
Hal inilah membuat metaverse juga memiliki kosep yang sama dengan game, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari PCWorld, Jumat (4/2/2022).
Butuh kacamata VR dan sarung tangan haptic

Sarung tangan haptic yang dikembangkan Meta masih harus ditopang dengan penambat.
Meski disamakan dengan game, metaverse agaknya tidak sesederhana seperti bermain game di ponsel, PC, ataupun konsol.
Pasalnya, pengalaman di metaverse akan sangat bergantung dengan teknologi canggih seperti kacamata Virtual Reality (VR) dan sarung canggih dengan teknologi haptic.
Hal ini seperti yang diungkapkan oleh pendiri Microsoft, Bill Gates pada Desember 2021 lalu. Ketika itu, Gates sempat meramalkan bahwa pertemuan daring bakal diadakan di metaverse dalam dua-tiga tahun ke depan.
Gates mengatakan bahwa kacamata VR dan sarung tangan berteknologi haptic akan menjadi dua perangkat penting untuk menghadirkan pengalaman rapat virtual secara lebih nyata di metaverse.
Sebab, teknologi VR ini mampu menciptakan dunia simulasi 3D, mirip seperti dunia nyata atau dunia imajinasi sekalipun. Simulasi 3D akan membuat kesan seolah-olah apa yang dilihat dengan VR adalah nyata.
Sementara sarung tangan dengan teknologi haptic memungkinkan penggunanya seakan benar-benar menyentuh obyek virtual, sebab teknolgi ini mengaplikasikan sensasi sentuhan ke dalam interaksi manusia dengan komputer.
"Jadi kedua perangkat itu dapat menangkap ekspresi, bahasa tubuh, dan kualitas suara Anda secara akurat," tulis Gates
Sejauh ini, kacamata VR memang sudah dimanfaatkan untuk keperluan bermain game atau video.
Meski begitu, menurut Gates, kebanyakan orang masih belum memiliki kacamata VR sekaligus sarung tangan haptic untuk mendapatkan pengalaman yang lebih nyata di metaverse.
Hal itulah yang disebut Gates bakal memperlambat adopsi virtual meeting di metaverse.
Sumber: kompas.com
- Details
- Category: Tekno & Sains
- By ZA Sitindaon
- Hits: 554
Berikut utasan twit dari @henrysubiakto tentang rencana BENTARA yang akan membangun Listrik dari 6 Sumber Energi yang akan dipakai untuk Penambangan uang baru Kripto dan Altcoin.
Rencana kami BENTARA yang akan membangun BENTARA Quantum Valley di Sumedang.
Akan menjadi percontohan buat Energi Baru Terbarukan.
Disana nanti,
Akan kita bangun Listrik dari 5 sumber energi, yaitu:
1. Panas Surya
Solar panel akan menghiasi lahan kita
2. Micro Hydro
Sungai di sekeliling area kita akan dimanfaatkan untuk listrik dari arus air nya.
3. Gas Panas Bumi
Pipa gas dari air panas pengunungan.
4. Biogas
Kotoran Hewan akan menjadikan kita punya Listrik juga.
5. Angin
Mini Turbin dari angin akan menggerakkan dan menghasilkan listrik.
Dengan 5 sumber listrik dari Energi Baru Terbarukan, kita akan pakai untuk memiliki Penambangan Uang Baru, Kripto
Bukan hanya bitcoin yang ditambang kok, ada banyak sekali AltCoin yang juga bisa ditambang.
- Details
- Category: Tekno & Sains
- By ZA Sitindaon
- Hits: 602
- Details
- Category: Tekno & Sains
- By ZA Sitindaon
- Hits: 861
Ilustrasi Sperma
Nationalgeographic.co.id - Spermamerupakan bagian yang sangat penting dalam proses pembuahan hampir semua organisme hidup yang ada di bumi, termasuk manusia. Agar mampu bereproduksi, sperma manusia harus bisa berenang dalam jarak jauh untuk menemukan sel telur. Jarak ini setara dengan jarak yang ditempuh untuk mendaki Gunung Everest.
Sperma melakukan perjalanan epik ini hanya dengan menggoyangkan ekor mereka dan menggunakan cairan untuk berenang ke depan.
Lebih dari 50 juta sperma akan gagal mencapai sel telur - angka ini setara dengan lebih dari enam kali lipat seluruh populasi di London atau New York - dan hanya satu sperma yang dibutuhkan untuk membuahi sel telur yang pada akhirnya akan menjadi manusia.
Sperma pertama kali ditemukan pada 1677 – namun butuh waktu sekitar 200 tahunsebelum pada akhirnya para ilmuwan sepakat tentang bagaimana proses pembentukan manusia. Para “preformationist” percaya bahwa setiap spermatozoa berisi manusia mini yang mungil - homunculus dan mereka percaya bahwa sel telur hanya menyediakan tempat bagi sperma untuk tumbuh.
Baca Juga: Apa Itu Amonium Nitrat dan Mengapa Ia Bisa Ciptakan Ledakan Dahsyat?
Di sisi lain, para “epigenesis” berpendapat bahwa laki-laki dan perempuan berkontribusi untuk membentuk suatu makhluk baru, dan sebuah penemuan pada 1700-an menunjukkan bahwa teori ini memiliki bukti yang lebih banyak.
Meski para ilmuwan saat ini telah memahami peran sperma dalam reproduksi, penelitian terbaru kamimenemukan bahwa selama ini sperma sebenarnya tidak seperti apa yang para ilmuwan pikirkan.
Mikroskop pertama dikembangkan pada abad ke-17 oleh Antonie van Leeuwenhoek. Dia menggunakan segumpal kaca cair yang dia letakkan dan poles secara hati-hati agar dapat menciptakan sebuah lensa yang kuat. Beberapa kaca dapat memperbesar objek 270 kali. Hebatnya, penemuan lensa yang lebih berkualitas tidak memakan waktu lebih dari 200 tahun.
Lensa Leeuwenhoek menjadikannya penjelajah pertama di dunia mikroskopis, mampu melihat objek termasuk bakteri, bagian dalam sel kita - dan sperma. Ketika Leeuwenhoek pertama kali menemukan sperma, dia mendeskripsikannya sebagai “hewan hidup” dengan “ekor, yang, saat berenang, gerakan/kibasannya seperti ular, seperti belut di air ”.
Menariknya, persepsi kita tentang bagaimana sperma berenang belum pernah berubah. Siapa pun yang telah menggunakan mikroskop modern saat ini masih melakukan pengamatan yang sama: sperma berenang maju dengan menggoyangkan ekornya dari sisi ke sisi. Tapi, menurut penelitian terbaru kami, sebenarnya perspesi tentang bagaimana sperma berenang selama 350 tahun terakhir merupakan klaim yang keliru.
Dengan menggunakan teknologi mikroskop 3D yang mutakhir, tim peneliti kami yang berasal dari Inggris dan Meksiko, dapat merekonstruksi gerakan cepat dari ekor sperma dalam 3D secara matematis. Selain ukurannya yang sangat kecil - bahkan ekornya hanya berukuran setengah dari lebar rambut, kecepatan dari sperma membuat cukup mereka sulit untuk diteliti.
Ujung ekor sperma yang memiliki gerakan melambai mampu mengalahkan lebih dari 20 kepakan tangan kita saat sedang berenang dalam waktu kurang dari satu detik. Kami menggunakan kamera super cepat yang mampu merekam lebih dari 55.000 gambar dalam satu detik yang dipasang dalam tahap berosilasi cepat untuk memindahkan sampel ke atas dan ke bawah dengan kecepatan yang sangat tinggi - yang dapat secara efektif memindai ekor sperma saat berenang bebas dalam format 3D.
Penemuan kami cukup mengejutkan. Kami menemukan bahwa sebenarnya ekor sperma bentuknya miring dan hanya bergoyang di satu sisi. Meskipun ini berarti gerakan satu sisi sperma membuatnya berenang secara berputar-putar, sperma telah menemukan cara cerdas agar dapat beradaptasi dan bisa berenang ke arah depan: mereka berguling saat berenang, seperti cara berang-berang (mamalia laut) berputar di air. Dengan cara ini, gerakan dari salah satu sisi sperma yang miring akan menyeimbangkan sisi lainnya yang tidak bergerak, membuat sperma dapat berputar sehingga memungkinkannya untuk bergerak maju.
Gerakan berputar sperma yang cepat dan sangat tersinkronisasi dapat menghasilkan sebuah ilusi jika dilihat dari atas menggunakan mikroskop 2D, sehingga tampak bahwa ekor sperma bergerak dari sisi ke sisi. Namun, penemuan ini menunjukkan bahwa sperma telah mengembangkan sebuah teknik berenang untuk mengatasi ketidakseimbangan mereka. Sperma juga telah memecahkan teka-teki matematika: dengan menciptakan simetri dari asimetri.
Tubuh dan ekor sperma berputar pada saat yang bersamaan dan berputar mengelilingi arah ke mana mereka harus berenang. Sperma menembus ke dalam cairan layaknya gasing, mereka memutar mengelilingi tubuh mereka sendiri dengan sumbu miringnya yang berputar di sekitar pusat sperma. Dalam ilmu fisika, ini dikenal sebagai presesi, seperti halnya presesi ekuinoks di bumi ini.
Computer-Assisted Semen Analysis (CASA), yang digunakan saat ini, baik di klinik maupun untuk penelitian, masih menggunakan tampilan 2D dari pergerakan sperma. Seperti mikroskop pertama Leeuwenhoek, mereka masih rentan terhadap ilusi simetri saat menilai kualitas sperma. Simetri (atau ketiadaan simetri) adalah salah satu ciri yang dapat mempengaruhi kesuburan.
Baca Juga: Anjing Dapat Mendeteksi Virus Corona dengan Akurasi Menakjubkan
Kisah ilmiah tentang ekor sperma tentunya akan tetap mengikuti perkembangan dari berbagai bidang penelitian lainnya. Kemajuan dalam memahami pergerakan sperma sangat bergantung pada perkembangan teknologi di bidang mikroskop, kemampuan merekam, dan saat ini, ditambah dengan pemodelan matematika dan analisis data. Teknologi mikroskop 3D yang dikembangkan saat ini mungkin saja dapat mengubah cara kami menganalisis cairan sperma pada masa depan.
Penemuan terbaru sejak digunakannya teknologi mikroskop 3D yang dikombinasikan dengan matematika, dapat memberikan harapan baru untuk membuka rahasia lainnya dari reproduksi manusia. Dengan lebih dari separuh dari kasus ketidaksuburan disebabkan oleh faktor laki-laki, maka dari itu, memahami ekor sperma manusia sangat penting sebagai alat diagnostik pada masa mendatang untuk mengidentifikasi sperma yang tidak sehat, dan meningkatkan kesuburan.
Penulis: Hermes Gadêlha, Senior Lecturer in Applied Mathematics and Data Modelling, University of Bristol
Sumber: nationalgeographic