Top Stories
-
Indoor Air Quality Monitor: Apa yang Perlu Diukur di Rumah?
-
Hindari Saham Down Trend
-
Cara Memilih Harga Buat Beli Sore Jual Pagi (BSJP)
-
Air Purifier vs Dehumidifier: Mana yang Lebih Penting untuk Kontrakan?
-
Filter Air untuk Kontrakan: Perlukah untuk Shower, Keran dan Mesin Cuci?
-
Setiap Trader Ingin Kaya, Tapi Bagaimana?
-
Memaksimalkan Profit.
-
Mental Kaya vs Mental Miskin
-
Mesin Cuci 8 Kg untuk Pasangan: Top Load vs Front Load
Search
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1557
Banjir Jakarta Parah? Bima Arya: Jangan Bandingkan Anies dan Ahok

Kendaraan melintas di samping genangan banjir di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Selasa, 17 Desember 2019. Data Pusat Data dan Informasi Kebencanaan (Pusdatin) BPBD DKI Jakarta menyebutkan bahwa tingginya intensitas hujan yang mengguyur beberapa wilayah Jakarta pada Selasa (17/12/2019) menyebabkan sebanyak 19 wilayah di Ibu Kota tergenang banjir. ANTARA/Jaya Kusuma
SitindaonNews.Com | Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto meminta publik tak terus-menerus membandingkan kinerja Anies dengan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dalam menangani masalah banjir Jakarta.
Menurut Bima, masalah banjir Jakarta bukan masalah personal leadership dan tanggungjawab Anies semata.
"Ini masalah kolektif, ada PUPR, Wali Kota Bogor dan Forum Jabodetabek di situ. Menurut saya, bukan tanggungjawab Gubernur DKI saja. Kita bicara dari hulu ke hilir," ujar Bima usai acara diskusi di Hotel Atlet Century, Senayan pada Ahad, 16 Februari 2020.
Sebagai Wali Kota Bogor, Bima mengakui bahwa intensitas hujan di wilayahnya sangat menentukan kemungkinan terjadi banjir di Jakarta.
"Kalau sudah hujan 8 jam nonstop, Katulampa siaga 2, kami stres, pasti Jakarta akan terendam," ujar politikus PAN ini.
Untuk itu, dia meminta semua pihak objektif dan rasional melihat persoalan banjir di Jakarta. Terlebih, kata Bima, Anies sudah berkomitmen menyelesaikan masalah dari hulu.
"DKI bantu Rp 30 Miliar untuk buat kolam retensi dan sumur resapan. Jadi kami apresiasi itu. Tahun lalu kita kritisi karena gubernur terlalu banyak rapat tapi kurang aksi, sekarang sudah aksi karena sudah turun Rp 30 Miliar itu," ujar Bima Arya lagi.
Sumber: metro.tempo.co