Top Stories
-
Indoor Air Quality Monitor: Apa yang Perlu Diukur di Rumah?
-
Hindari Saham Down Trend
-
Cara Memilih Harga Buat Beli Sore Jual Pagi (BSJP)
-
Air Purifier vs Dehumidifier: Mana yang Lebih Penting untuk Kontrakan?
-
Filter Air untuk Kontrakan: Perlukah untuk Shower, Keran dan Mesin Cuci?
-
Setiap Trader Ingin Kaya, Tapi Bagaimana?
-
Memaksimalkan Profit.
-
Mental Kaya vs Mental Miskin
-
Mesin Cuci 8 Kg untuk Pasangan: Top Load vs Front Load
Search
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 760
Kelaparan Melanda Korut Ditengah Wabah, Sampai Reptil Dimakan
Foto: U-Report. | Korea Utara
SitindaonNews.Com | Krisis akibat pandemi COVID-19 juga dirasakan Korea Utara (Korut). Baru-baru ini dikabarkan bahwa warga Korea Utara yang kelaparan dipaksa untuk makan terrapin atau hewan jenis penyu rawa karena negara itu mengalami kekurangan makanan.
Jutaan orang bertahan hidup di bawah garis kemiskinan karena sanksi yang dijatuhkan PBB atas negara tertutup itu. Selain itu perbatasan yang ditutup karena COVID-19 membuat keadaan semakin memburuk.
"Sejak dahulu kala terrapin telah digunakan untuk membuat masakan karena rasanya enak dan komponen nutrisi yang melimpah termasuk protein, asam amino esensial dan vitamin yang berkhasiat untuk menyembuhkan hepatitis, hipertensi dan penyakit lainnya," kata rezim Korut, dilansir The Sun.
BUGARINDO - Hidup Sehat Dengan Buah Lokal Indonesia
"Darah dan tulangnya banyak digunakan sebagai bahan obat. Secara khusus, darahnya berkhasiat untuk diabetes dan anak-anak yang lemah," lanjut pernyataan itu.
Reptil itu bisa disajikan mentah atau dibuat menjadi kaldu, sup atau bubur. Situs resmi pemerintah Korut juga mendorong warganya untuk berburu makanan, termasuk burung pengantong.
Tak hanya itu, rezim Kim Jong-un merekomendasikan teh pelangsing yang direkomendasikan oleh dokter pemerintah, yang konon akan membuat penggunanya merasa kenyang, tapi bisa menurunkan berat badan hingga 10 kilogram dalam 40 hari
Sumber: viva.co.id