Top Stories
-
Buto Ijo
-
Kunci Sukses Cowok yang Masih Berusia 20-30 Tahun
-
Memulai Entry untuk Beli Saham
-
Bagi yang Sudah Candu Trading, Alokasikan 90% Sahammu Untuk Trading yang Terstruktur dan 10% Untuk Saham Penny Stock
-
Trading Sebagai Pekerjaan Tetap, Why Not?
-
Kenapa Sudah Kerja Keras, Sudah Menabung Bertahun-tahun Belum Juga Menjadi Kaya ?
-
Moment Entry Yang Tepat
-
Menjadi Kaya Bukan Karena Pintar Mencari Uang, Tapi Karena Pintar Mengelola Uang
-
Saham Milikmu Kena Suspend?
Search
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 434
Istrinya Diperkosa saat Merantau, Sang Suami Langsung Pulang dari Papua lalu Bunuh Pelaku
Foto ilustrasi. Sumber: VIVAnews/Anhar Rizki Affandi
Sidrap - Seorang pria berinisial MS di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan diringkus polisi karena membunuh AR (46). Pria 32 tahun itu murka dan naik pitam sehingga nekat menghabisi korban lantaran sang istri diperkosa.
Kanit Resmob Polda Sulsel Kompol Benny Pornika menuturkan, aksi pembunuhan dilakukan pelaku MS semata-mata karena dendam. Menurut dia, sang istri sebelumnya mengaku diperkosa AR saat suaminya masih merantau.
"Berdasarkan hasil interogasi, pelaku mengakui perbuatannya membunuh korban. Pelaku dendam lantaran istrinya mengaku diperkosa oleh korban di rumahnya saat dia merantau di Papua," kata Benny kepada wartawan, Rabu 27 September 2023.
Benny menjelaskan, pelaku niat berangkat dari Kabupaten Manokwari, Papua Barat menuju ke Sidrap untuk membuat perhitungan dengan korban pada Minggu 24 September 2023. Saat itu, pelaku minta istrinya untuk berpura-pura merencanakan pertemuan dengan korban. Dari situ, pelaku menghabisi korban menggunakan badik.
"Saat itu, istri pelaku berpura-pura mengajak bertemu dengan korban di daerah Dusun Kamiroe, Desa Mattirotasi Kecamatan Wattang Pulu, Kabupaten Sidrap. Dan, kemudian menganiaya korban dengan senjata tajam parang dan badik," ujar Benny. Setelah membunuh, korban ditinggal pelaku begitu saja di jalan.
Kemudian, esok harinya warga menemukan jasad korban yang bersimbah darah. Selanjutnya, pihak kepolisian melakukan penyelidikan. Hasilnya, pelaku MS yang sudah berhasil diketahui kemudian diciduk polisi. Pelaku sebelumnya hendak melarikan diri melalui Bandara Sultan Hasanuddin pada Selasa 26 September 2023, sekitar pukul 03.45 Wita.
"Anggota pun mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa pelaku sedang berada di Bandara Sultan Hasanuddin," tutur Benny. Pelaku ketika itu sudah sempat naik ke dalam pesawat tak lama setelah tiba di bandara. Namun, polisi yang mengetahui itu kemudian berkoordinasi dengan pihak bandara. Pelaku pun diciduk sebelum pesawat take off.
"Sesampainya di bandara terduga pelaku sudah menaiki pesawat untuk tujuan Papua. Tapi, kami berhasil mengamankan pelaku beserta barang bukti jenis badik yang diselip di sela koper miliknya," ujarnya.
Kini, pelaku sudah dijebloskan ke bui untuk jalani proses hukum. Selain itu, barang bukti parang badik yang digunakan pelaku sudah diamankan. "Sudah diamankan bersama barang bukti 1 senjata tajam jenis badik dari terduga pelaku," kata Benny
Sumber: www.viva.co.id