fbpx

0
0
0
s2sdefault

812003 720

Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya (kiri) dan Direktur Riset Charta Politika Muslimin dalam acara rilis survei nasional "Peta Elektoral Terkini Pileg dan Pilpres 2019" di kawasan Jakarta Selatan, Rabu, 16 Januari 2019. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

REPORTER: TEMPO.CO 
EDITOR: RINA WIDIASTUTI

TEMPO.COJakarta - Survei Charta Politika terbaru menunjukkan hasil adanya kecenderungan mandek pada elektabilitas calon presiden-wakil presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno. Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya mengatakan, dalam dua bulan terakhir, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf tetap. Sedangkan keterpilihan Prabowo-Sandiaga sedikit turun. “Secara statistik terjadi stagnasi suara pada kedua calon,” kata Yunarto ketika mengumumkan hasil survei lembaganya di kantornya di Jakarta, Rabu, 16 Januari 2019.

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

prabowo sandi

Prabowo: Banyak Dokter Gajinya Lebih Kecil Dari Tukang Parkir 

 

Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto punya janji untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan sosial. Prabowo berbicara tentang gaji beberapa dokter yang menurutnya lebih kecil dibanding orang yang menjaga parkir mobil.

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

 Sandiaga Uno

Calon wakil presiden Sandiaga Uno saat menghadiri acara bertajuk Curhat Kyai Kampoeng Kepada Bang Sandi di hotel Syariah Radho, Malang, Jawa Timur, Kamis, 6 Desember 2018. Dalam kesempatan ini, Sandiaga Uno menganggap bahwa guru Ngaji sangat bereran dalam membangun ketakwaan dan moral masyarakat sejak dini. Foto: Istimewa

Reporter:  Budiarti Utami Putri
Editor:  Dwi Arjanto

2 Januari 2019 05:49 WIB

TEMPO.COJakarta -Calon wakil presiden Sandiaga Uno masih menjadi penyumbang terbesar dana kampanye pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga.

Per 31 Desember lalu, Sandiaga berkontribusi atas 73,1 persen penerimaan dana kampanye, atau setara Rp 39,5 miliar. Adapun Prabowo menyokong Rp 13,05 miliar atau 24,2 persen terhadap penerimaan dana kampanye.

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

Sandiaga Uno Resmikan Posko Seknas di Dekat Rumah Jokowi
 Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom
 Minggu 30 Desember 2018, 21:10 WIb
Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Karanganyar - Cawapres Sandiaga Uno meresmikan Posko Sekretariat Nasional (Seknas) Solo Raya, Minggu (30/12/2018). Sesuai yang dijanjikan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, posko dibuka di dekat kediaman Joko Widodo.

Lokasi Posko Seknas Solo Raya ini berada di Jalan Adi Soemarmo nomor 299, Klodran, Colomadu, Karanganyar. Letaknya berada sekitar 1,5 km dari kediaman Jokowi di Sumber, Banjarsari, Solo.
0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

4452cafc 0eb3 48aa af56 5ece9b954115 169

CNN Indonesia
Sabtu, 08/12/2018 00:22
Pasangan calon presiden-wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno. (Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino) 
Palembang, CNN Indonesia -- Sekretaris Jenderal Partai Berkarya, Priyo Budi Santoso mengatakan, pasangan calon presiden-wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno akan mengembalikan kondisi negara Indonesia persis seperti pada rezim Presiden RI ke-2, Soeharto.
0
0
0
s2sdefault
0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

Capres Prabowo Subianto dan Titiek Suharto (kiri). TEMPO/Dhemas Reviyanto

 

Reporter: 
Tempo.co
Editor: 
Dewi Rina Cahyani
15 November 2018 16:07 WIB

TEMPO.CO, Jakarta -Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya Titiek Soeharto berjanji bila pasangan Calon Presiden Prabowo Subianto dan wakilnya, Sandiaga Uno memenangi pemilihan presiden tahun depan, RI akan kembali seperti zaman Soeharto. Titiek adalah anak keempat Presiden Soeharto.

"Sudah cukup… Sudah saatnya Indonesia kembali seperti waktu era kepemimpinan Bapak Soeharto yang sukses dengan swasembada pangan, mendapatkan penghargaan internasional dan dikenal dunia," ujar Titiek melalui akun twitternya @Titiek Soeharto.

Titiek juga menyoroti soal pangan saat berkampanye untuk pasangan Calon Presiden Prabowo Subianto dan wakilnya, Sandiaga Uno di Banten, Rabu, 14 November 2018. Pada pilpres 2014, pasangan Jokowi-Jusuf Kalla saat itu berjanji untuk melakukan swasembada pangan. Namun faktanya banyak impor pangan dan program swasembada tak tercapai.

"Banyak alasan kenapa presiden harus Pak Prabowo, karena tidak sedikit permasalahan di negeri ini. Katakan saja, misalnya, kondisi pangan dan pertanian," katanya.

Saat itu, menurut Titiek, pemerintah Jokowi berjanji akan melakukan swasembada padi, jagung dan kedelai dalam waltu tiga tahun. Namun hingga kini ketiga komoditas itu masih impor. "Padahal kita ini negeri yang kaya, tapi kita malah impor. Dari beras, jagung, cabai, sampai cangkul diimpor," kata Titiek Soeharto.

Dia juga optimistis pasangan nomor urut dua itu akan unggul dalam perolehan suara di Provinsi Banten. "Kami optimistis pasangan Prabowo-Sandi bisa mengungguli pasangan nomor urut 01, Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin pada Pilpres 2019 di Banten," katanya ditemui usai memimpin pertemuan temu relawan dan simpatisan Prabowo - Sandi se-Provinsi Banten di Cilegon, Rabu, 14 November 2018.

ANTARA

0
0
0
s2sdefault

Login Form