Top Stories
-
Punguan Sitindaon Boru Bere Kota Medan: Partangiangan atau Kebaktian Minggu 19 April 2026.
-
Siap-siap! Mulai Hari Ini 18 April 2026 Harga Pertamina DEX Naik Tajam
-
Mustahil Bisa Sukses dan Memiliki Rasa Aman Jika Tidak Mencoba Skill Baru dan Menambah Jam Kerja.
-
Tahun 2026 Yang Semakin Sulit
-
Lulus SMA, Mau Kuliah atau Langsung Kerja?
-
Anda Datang ke Bumi Sendirian dan Akan Pergi Sendirian
-
Kenali Tipe Pembungaan untuk Tingkatkan Produktivitas Alpukat
-
Kandungan Nutrisi, Manfaat, Risiko, dan Pantangan Konsumsi Durian.
-
Memancing Ikan Harus Ditempat yang Banyak Ikan, Memancing Uang Harus Ditempat yang Banyak Uang.
Search
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 590
Ilustrasi kamar pasien Covid-19
SitindaonNews.Com | Jumlah warga yang terkonfirmasi positif COVID-19 di Aceh sejak awal Mei 2021 terus bertambah, sehingga ruang perawatan di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh nyaris penuh.
Rata-rata pasien yang dirujuk di RSUZA merupakan pasien COVID-19 yang memiliki gejala berat disertai penyakit komorbid.
“Tingginya kasus positif yang dirujuk ke rumah sakit menunjukkan meningkatnya kasus COVID-19 dengan gejala berat dan disertai penyakit komorbid,” kata Juru Bicara Satgas COVID-19 Aceh, Saifullah Abdulgani, Senin 10 Mei 2021.
Saat ini kapasitas perawatan penderita COVID-19 di Aceh sebanyak 747 tempat tidur, termasuk rumah sakit lapangan RSUZA Banda Aceh, yang diresmikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) Letjend TNI Doni Monardo pada 20 April 2021 lalu.
Kapasitas rumah sakit rujukan COVID-19 yang mencapai 747 tempat tidur itu, meliputi 82 tempat tidur Ruang Intensive Care Unit (RICU), dan 665 tempat tidur isolasi rumah sakit, yang menyebar di seluruh Aceh. Paling banyak di RSUZA Banda Aceh, yakni 15 tempat tidur RICU, dan 70 tempat tidur isolasi.
Untuk kapasitas RICU RSUZA yang saat ini terpakai sudah mencapai 11 tempat tidur, atau 73,3 persen dari 15 kapasitas yang ada. Sedangkan kapasitas ruang isolasi yang sedang terisi sebanyak 53 tempat tidur, atau 75,7 persen dari kapasitas tempat tidur yang tersedia.
Menurut Saifullah, tingkat pengisian tempat tidur rumah sakit rujukan utama, RSUZA Banda Aceh, perlu mendapat perhatian Satgas Penanganan COVID-19 kabupaten/kota, khususnya dalam manajemen rujukan pasien COVID-19.
Sebelum merujuk pasien, ia meminta harus memastikan ketersediaan tempat tidur di rumah sakit rujukan utama tersebut, agar pasien dapat ditangani dengan baik.
“Pasien COVID-19 yang kondisi medisnya dapat ditangani di RSUD kabupaten/kota sebaiknya tidak dirujuk ke RSUZA. Rujukan pasien Covid-19 harus dilakukan secara selektif,” katanya.
Ia memprediksi kasus baru positif COVID-19 diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa pekan ke depan, dan perlu diantisipasi dengan ketersediaan tempat perawatan atau ruang isolasi di RSUD kabupaten/kota. Kata dia optimalisasi fungsi ruang perawatan yang ada merupakan solusi jangka pendek yang perlu dipertimbangkan.
“Jangan menantang virus corona, dan segera disiplinkan diri dan keluarga dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin,” katanya.
Jumlah kasus COVID-19 secara akumulatif di Aceh telah mencapai 11.830 kasus. Para penyintas, yang sembuh dari COVID-19 sebanyak 10.061 orang. Pasien masih dirawat 1.295 orang, dan penderita yang meninggal dunia sudah mencapai 474 orang
Sumber: viva.co
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1044

SitindaonNews.Com | Sebuah penelitian baru memperingatkan bahwa pria botak dua kali berisiko mengalami COVID-19 yang parah. Penelitian itu menyimpulkan bahwa para pria botak menghabiskan waktu dua kali lebih lama di rumah sakit selama COVID-19, dibandingkan para pria yang berambut lebat.
Selain itu, para pria botak juga menjalani perawatan intensif dalam jumlah yang lebih tinggi.
Dilansir laman The Sun, para peneliti mengatakan, kerentanan pria terhadap COVID-19 sebagian besar dipengaruhi oleh hormon seks pria yang disebut dengan androgen. Pria yang lebih sensitif terhadap androgen lebih berisiko mengalami COVID-19 yang parah.
Mereka juga kemungkinan besar mengalami kerontokan rambut, yang disebut dengan androgenetic alopecia, yang mempengaruhi sekitar setengah pria di usia lebih dari 50 tahun.
Kondisi umum ini juga mempengaruhi wanita tapi dengan cara berbeda, yaitu menyebabkan penipisan di mahkota kepala di atas usia 65 tahun.
Androgenetic alopecia sebelumnya dikaitkan dengan beberapa kondisi meliputi penyakit jantung dan diabetes.
Sebuah tim dari para dokter Amerika Serikat mengukur sensitivitas pria terhadap androgen dengan menghitung zat kimia yang disebut dengan CAG. Kadar yang tinggi mengindikasikan bahwa pria lebih berisiko mengalami kerontokan rambut.
Dari 65 pria yang dirawat di rumah sakit dengan COVID-19, mereka dengan kadar CAG tinggi mengalami akibat lebih buruk dari COVID-19 dalam 60 hari setelah masuk rumah sakit.
Mereka menghabiskan waktu 45 hari di rumah sakit, dan 70,6 persen masuk ICU. Sebagai perbandingan, pria dengan kadar CAG rendah menghabiskan rata-rata 25 hari di rumah sakit, dan 45,2 persen masuk ICU.
Peneliti utama Dr Andy Goren, kepala petugas medis di Applied Biology, Inc, California, mengatakan bahwa kadar CAG bisa digunakan untuk mengetahui pria yang berisiko masuk ICU.
Dia mengatakan, studi ini menambah bukti bahwa variasi pada gen AR dan kerentanan terhadap androgen pada tingkat tertentu mengimplikasikan keparahan pada infeksi COVID-19.
Androgen dipercaya bertindak sebagai gerbang untuk meningkatkan kemampuan virus menyerang sel. Ini juga bisa menjelaskan kenapa lebih banyak pria meninggal karena COVID-19 dibanding wanita.
Sumber: viva.co.id
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 761
Bill Gates dan Melinda Resmi Bercerai
Dunia dikejutkan dengan pengumuman perceraian pasangan suami istri terkaya di dunia, Bill Gates dan Melinda Gates.
Keduanya telah menjalani pernikahan selama 27 tahun dan memiliki tiga orang anak. Mereka juga memiliki sebuah yayasan swasta bernama Gates Foundation.
Perceraian akan menimbulkan pertanyaan baru tentang nasib kekayaan Bill Gates, yang sebagian besar belum disumbangkan ke Gates Foundation. Bill Gates, seorang pendiri Microsoft, merupakan salah satu orang terkaya di dunia dengan uang dimilikinya sebesar US$124 miliar atau Rp1.785 triliun.
Kekayaan yang melimpah memberi mereka akses ke tingkat tertinggi di pemerintahan, bisnis, dan sektor nirlaba.
Yayasan Bill dan Melinda Gates memiliki dana abadi sekitar US$50 miliar atau Rp722 triliun, yang mana memiliki pengaruh besar dalam berbagai bidang. Mulai dari kesehatan global hingga pendidikan anak usia dini.
Selama satu tahun terakhir, Bill dan Melinda Gates terlihat teratur mengomentari perjuangan di seluruh dunia melawan pandemi COVID-19, karena yayasan mereka menghabiskan lebih dari US$1 miliar atau Rp14 triliun untuk memerangi wabah tersebut.
"Gates Foundation adalah entitas filantropi paling penting dan berpengaruh di dunia saat ini karena Gates Foundation adalah yayasan keluarga. Perceraian mungkin berdampak besar bagi yayasan dan pekerjaannya di seluruh dunia," ujar Rob Reich, profesor ilmu politik di Universitas Stanford, Amerika Serikat (AS).
Yayasan itu menampung 1.600 staf di seluruh dunia, memberikan sekitar US$5 miliar atau Rp72 triliun setiap tahun di bidang-bidang seperti kesehatan dan pembangunan masyarakat global, menurut situs New York Times, Selasa, 4 Mei 2021.
Gates Foundation juga memanfaatkan keahlian dan hubungannya untuk memainkan peran penting dalam merumuskan tanggapan global terhadap pandemi COVID-19, berinvestasi sejak dini pada kandidat vaksin dan membantu membentuk Covax, inisiatif global yang mengorganisir pembelian vaksin untuk 92 negara miskin dan lusinan negara lainnya.
Sumber: viva.co
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 603

"Peraturan BPOM itu dengan tegas melarang visualisasi kental manis yang disetarakan dengan pelengkap gizi layaknya produk susu pertumbuhan."
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) siap mendukung pelaksanaan Peraturan BPOM No 31 tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan yang waktu penyesuaiannya akan berakhir pada April 2021 mendatang.
“Semua jenis produk makanan termasuk kental manis aman dikonsumsi selama produk tersebut digunakan sesuai peruntukan golongan umurnya,” ujar Direktur Gizi Masyarakat Kemenkes, dr Rr Dhian Probhoyekti, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu.
Dia menambahkan kental manis secara komposisi mengandung gula yang cukup tinggi sementara kandungan gizi seperti vitamin dan mineralnya sangat rendah dibandingkan susu bubuk atau susu formula lainnya.
“Jadi untuk anak-anak yang masih memerlukan zat gizi untuk pertumbuhannya dan perkembangannya secara optimal, maka makanan yang tepat adalah yang kandungan gulanya sesuai dengan usia anak tersebut, bukan kental manis. Hal itu untuk mencegah terjadinya obesitas,” tambah dia.
Peraturan BPOM itu dengan tegas melarang visualisasi kental manis yang disetarakan dengan pelengkap gizi layaknya produk susu pertumbuhan, termasuk yang diseduh dan disajikan sebagai minuman tunggal.
Peraturan BPOM juga mewajibkan produsen Kental Manis untuk mencantumkan tulisan “Tidak untuk menggantikan ASI, tidak cocok untuk bayi sampai usia 12 bulan, dan tidak untuk menjadi satu-satunya sumber asupan gizi” dengan teks warna merah pada kemasannya. Namun yang tak kalah penting adalah, tayangan di televisi tidak boleh menampilkan anak di bawah usia lima tahun sebagai pemeran tunggal dalam iklan komersil produk kental manis.
Dia mengaku selalu bergandengan tangan dengan BPOM, termasuk untuk penegakan PerBPOM No.31 tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan, utamanya terkait gizi anak.
“Itu sudah kita lakukan dan kita dukung. Peraturan tersebut menyebutkan bahwa iklan dan label kental manis dilarang menampilkan anak di bawah lima tahun, kemudian dilarang menggunakan visualisasi bahwa kental manis disetarakan dengan susu lain atau sebagai pelengkap gizi. Dilarang memvisualisasi kental manis dalam air di gelas yang disajikan sebagai minuman tunggal. Untuk iklan dilarang ditayangkan pada jam anak-anak. Ini sebenarnya sudah menjadi komitmen kita bersama dengan BPOM untuk melakukan hal ini,” terang dia.
Dia menjelaskan kandungan gula pada kental manis itu lebih dari 50 persen, sedang anak berusia satu hingga tiga tahun itu cuma membutuhkan 13-25 gram atau setara dengan dua sendok makan sehari.
Kemenkes mendorong masyarakat untuk tetap menerapkan standar emas pemberian makan bayi dan anak-anak yaitu, inisiasi menyusui dini (IMD) segera setelah bayi lahir dalam satu jam pertama, dilanjutkan dengan rawat gabung.
Kemudian memberikan makanan pendamping ASI kepada anak di atas 6 bulan, dan terus melanjutkan pemberian ASI sampai usia anak dua tahun atau lebih.
Sumber: antaranews.com
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 798

SitindaonNews.Com | Hampir semua orang mungkin pernah mengalami diare, tapi yang lebih sering mengalaminya adalah anak-anak. Anak yang sedang diare mengalami frekuensi buang air besar (BAB) yang meningkat hingga lebih dari 3 kali dalam sehari. Tekstur tinja pada anak yang sedang diare pun menjadi lebih cair atau encer.
Setiap orangtua tentu khawatir saat anak diare. Namun ada beberapa fakta penting mengenai diare pada anak yang perlu diketahui orangtua. Dengan begitu ayah dan ibu bisa memberikan penanganan yang tepat pada Si kecil. Lantas, apa saja fakta penting diare pada anak?
1. Berbagai Macam Penyebab Diare pada Anak
Banyak orangtua yang mungkin bertanya-tanya, kok bisa ya Si Kecil diare? Penyebab diare pada anak sangat beragam, bu. Namun, sebagian besar diare yang dialami anak balita disebabkan oleh infeksi virus. Penyebab lainnya adalah infeksi bakteri dan parasit. Nah, kondisi yang bisa memicu anak mengalami infeksi ini adalah karena kebersihan lingkungan dan sanitasi yang buruk. Selain karena infeksi, diare pada anak juga bisa disebabkan oleh keracunan makanan, alergi, gangguan penyerapan makanan, dan efek samping obat.
2. Selain Mencret, Diare Pada Anak Juga Bisa Disertai Gejala Lainnya
Selain BAB lebih sering dan mencret, diare pada anak juga bisa disertai dengan gejala lainnya seperti perut kembung, mual, muntah, demam, nyeri perut, dan lemas.
3. Waspada Gejala Dehidrasi pada Anak Saat Ia Mengalami Diare
Diare membuat tubuh kehilangan banyak cairan dan elektrolit secara cepat. Hal ini karena saat diare, saluran cerna sulit menyerap cairan dan elektrolit. Akibatnya, orang yang mengalami diare berisiko tinggi mengalamidehidrasi.
Nah, dibandingkan orang dewasa, anak-anak lebih rentan mengalami dehidrasi. Bila tidak segera ditangani, dehidrasi pada anak bisa semakin parah dan menyebabkan penurunan kesadaran, kejang, kerusakan otak, bahkan kematian.
Karena itu, ibu perlu tahu gejala dehidrasi pada anak saat mengalami diare berikut:
- Raut wajahnya tampak lemas dan pucat.
- Mata cekung.
- Mulut dan bibir kering.
- Sangat kehausan.
- Badannya terasa dingin.
- Jumlah urine sedikit atau warnanya kuning pekat kecokelatan.
- Saat menangis, air mata yang keluar hanya sedikit atau tidak ada sama sekali.
- Mengantuk terus-menerus.
4. Memenuhi Kebutuhan Cairan Anak Saat Diare Sangat Penting
Saat anak mengalami diare, hal paling penting yang perlu orangtua lakukan adalah memastikan kebutuhan cairan anak tercukupi. Bila usia Si Kecil masih di bawah 6 bulan, ibu bisa memberinya ASI atau susu formula setiap kali ia muntah atau diare. Bila Si Kecil sudah berusia di atas 6 bulan, berikanlah ia minuman rehidrasi, seperti oralit. Ibu juga bisa memberikan air kelapa pada Si Kecil yang mengalami diare.
5. Berikan Makanan yang Lembut pada Anak yang Diare
Para orangtua sering bingung tentang jenis makanan apa yang cocok untuk dikonsumsi Si Kecil yang sedang diare. Sebenarnya kuncinya adalah makanan tersebut harus lembut dan mudah dicerna. Beberapa jenis makanan yang direkomendasikan untuk anak yang diare, antara lain nasi, telur matang, sup ayam hangat, sereal, sayur-sayuran yang dimasak, daging sapi atau ikan.
6. Makanan yang Tidak Baik untuk Anak yang Diare
Selain memerhatikan makanan yang baik untuk dikonsumsi, ibu juga perlu tahu jenis makanan apa yang sebaiknya dihindari oleh Si Kecil yang sedang diare. Hal ini penting untuk mencegah diare semakin parah. Beberapa pantangan makanan untuk anak yang diare, antara lain makanan berminyak dan berlemak, sayur-sayuran yang mengandung gas (brokoli, sayuran hijau, paprika, jagung, dan kacang polong), makanan yang pedas, makanan olahan, junk food, dan minuman bersoda.
Nah, itulah beberapa fakta penting tentang diare pada anak yang mesti ibu tahu. Jika Si Kecil mengalami diare, segera hubungi doktermelalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan saran penanganan. Yuk, segera downloadaplikasi Halodoc sekarang juga!
Sumber: .halodoc.com
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 578

SitindaonNews.Com | Sarapan menjadi salah satu kebutuhan yang kerap diabaikan oleh banyak kalangan, termasuk anak-anak.
Bukan itu saja, kebutuhan serat yang penting saat sarapan pun seringkali dilupakan oleh orangtua untuk dikonsumsi buah hatinya.
Data PERGIZI Pangan Indonesia pada tahun 2012, terdapat 9 dari 10 anak usia sekolah 6-12 tahun di Indonesia mengalami kekurangan serat saat sarapan. Kekurangan serat dapat berdampak buruk mulai dari membuat tubuh tidak bersemangat, merasa lesu, hingga sulit konsentrasi.
"Sarapan sehat bergizi lengkap dan mengandung serat itu juga memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Diantaranya, lanjut dia dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi harian, meningkatkan energi dan dapat berkonsentrasi lebih baik serta menjaga berat badan yang sehat," ujar Ketua Umum PERGIZI Pangan Indonesia, Prof. Dr. Hardinsyah, MS, dalam acara virtual bersama Energen, baru-baru ini.
Tak hanya itu, kekurangan serat saat sarapan dapat membuat anak menjadi kurang produktif. Bahkan, Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), dr. Daeng M. Faqih, SH, MH, menyebut serat bermanfaat bagi imunitas tubuh.
"Dengan serat, maka penyerapan makanan lebih baik. Kebutuhan gizi bisa dipenuhi, sehingga menjaga imunitas tubuh," kata Daeng di kesempatan yang sama.
Untuk itu, keduanya sepakat sumber serat bisa didapat di mana saja, pun harga yang terjangkau. Tak melulu aneka buah, nyatanya serat bisa ditemukan dalam umbi-umbian seperti ubi atau jagung, dan kacang-kacangan.
Sumber serat alami misalnya, gandum, oatmeal, beras, jagung, dan sorgum. Apalagi, sumber serat itu bisa ditanam di sekitar rumah, khususnya yang tinggal di pedesaan. Untuk sumber serat alami, Daeng menyebut, mungkin agak sulit didapatkan bagi masyarakat yang tinggal di perkotaan.
"Selain sumber serat alami, masyarakat perkotaan bisa memiliki makanan kemasan dengan sumber gandum atau biji-bijian juga. Tentu dengan melihat labelnya," jelas Daeng.
Senada, Brand Manager Energen, Cynthia Ruslan, mengajak penduduk Indonesia menerapkan kebiasaan sarapan sehat yang bergizi lengkap dan kaya serat. Kampanye itu dalam rangka memperingati Pekan Sarapan Nasional yang jatuh pada tanggal 14 – 20 Februari 2021.
"Menu sarapan bergizi dan berserat menghasilkan berbagai manfaat untuk tubuh, salah satu manfaat sarapan berserat adalah baik untuk pencernaan dan juga memberikan efek kenyang lebih lama. Karena itu, mengkonsumsi sarapan bergizi, berserat dan sehat setiap hari adalah modal penting agar tubuh sehat dan siap beraktivitas," kata Cynthia
Sumber: https://www.viva.co