Top Stories
-
Rahasia Cuan Saat IHSG Merah dan Harga Saham pada Nyungsep
-
Untuk Menjadi Kaya, Ada 5 Tahap yang Harus Anda Lalui
-
Mas Didit ke Solo ada apa?
-
Sikap Mentalmu Hari ini akan Menentukan apakah Kelak Hidup Kaya atau Miskin!
-
Miskin Dulu Boleh, Jangan Miskin Permanen
-
Begini Pola Permainannya Kenapa MSCI, S&P, MOODY'S Sering Beri Rating Jelek Saat Harga Nyungsep?
-
Yang Kelaparan itu Adalah Pemilik Dapur MBG dan Elit-elit Politik Menghadapi Pemilu 2029
-
Baca Order Book, Bagi Pemula yang Baru Join.
-
Apapun Kata MSCI Pagi Ini, Jangan Ada yang Panic Selling!
Search
lanjutan dari MEMBONGKAR MITOS SI RAJA BATAK: Sebuah Strategi Belanda dalam Pembatakan Non-Melayu Part 1
Latar Belakang Kata “Batak”
Ensiklopedia Britannica memberi keterangan tentang “Batak” sebagai berikut: “Batak, also spelled Battak or Batta, several closely related ethnic groups of north-central Sumatra, Indonesia. The term Batak is one of convenience, likely coined during precolonial times by indigenous outsiders (e.g., the Malay) and later adopted by Europeans. The groups embraced by the term — the Toba, the Karo, the Simalungun, the Pak Pak, the Mandailing, and the Angkola — have to a limited degree adopted it as a self-designation.” (www.britannica.com). Istilah “Batak” itu kemungkinan diciptakan selama masa pra-kolonial oleh pihak luar, misalnya: Melayu, dan kemudian diadopsi oleh orang Eropa. Kelompok-kelompok yang termasuk ke dalamnya, yaitu: Toba, Karo, Pakpak, Simalungun, Pakpak, Mandailing, dan Angkola. Lothar Schreiner, dalam bukunya “Adat dan Injil; Perjumpaan Adat dengan Iman Kristen di Tanah Batak” (1999:11) mengatakan: “Sebutan ‘Batak’ maupun ‘daerah Batak’ barulah muncul setelah pengkristenan.” Senada dengan itu, Lance Castle, dalam bukunya, “Kehidupan Politik Sebuah Keresidenan: Tapanuli 1915-1940”, Desertasi Ph.D (1972:138) mengemukakan bahwa sebutan “Batak” itu bermula dari ‘stereotipe’ orang-orang Melayu Muslim di Sumatra Timur terhadap orang “Batak”, sedangkan konotasi yang terkandung dalam sebutan “Batak” ialah: ‘jelek, kasar, jorok, dan bodoh’. Akibatnya banyak orang “Batak” tidak mau menyebutkan identitas mereka sebagai “Batak”, dan lebih senang menyatakan diri sebagai orang: Toba, Karo, Simalungun, Mandailing/Angkola, atau Pakpak/Dairi. Lothar Schreiner dan Lance Castle maupun Ensiklopedia Britannica sebelumnya memberikan informasi bahwa kata “BATAK” itu baru muncul sejak masuknya Kristen dan Kolonial ke daerah pedalaman Sumatera Utara.
Tebing di Sianjur Mulamula, Samosir (Sumber: Sopo Panisioan)
Sundaland dalam Ilmu Pengetahuan Modern
- Details
- Category: Inspirasi dan Inspiratif
- By ZA Sitindaon
- Hits: 32
3 Pilihan Hidup Anak Muda, jika usiamu 26-30 tahun.
1. Menjadi Karyawan
2. Memiliki Bisnis sendiri
3. Berjualan (Direct Sales).
Yang saya tulis ini Fakta, Bukan Pendapat, bukan Teori!
1. Menjadi Karyawan:
Lelebihannya: Punya pendapatan tetap, tak ada resiko, tak perlu modal, income tetap tiap bulan dapat dipastikan. Pikiran tenang yang tidak tak dapat dinilai.
Kelemahannya, pendapatanmu ada batasnya. Tidak kejutan tiba-tiba ada kenaikan gaji 2 atau 3 X lipat. Waktumu dimiliki oleh orang lain (Bossmu). Anda bekerja untuk membantu mewujudkan impian orang lain. Anda bisa di berhentikan setiap saat jika tidak perform lagi. Perusahaan tempat Anda bekerja bisa tutup, dan Anda bisa kehilangan pekerjaan. Ketenangan dan keselamatan yang Anda miliki sebenarnya bergantung pada orang lain. Tidak akan mencapai financial Independence
2. Bisnis Sendiri
Anda dapat menentukan sendiri, harga, produk dan Arah. Jika sukses hasilnya besar, tak dibatasi. Kelemahannya modal besar, resiko tinggi. 70% business pemula pada gagal dalam 2 tahun pertama. Jangka waktu yg diperlukan untuk sukses membangun bisnis agak lama 2-5 tahun. Tekanan mental sangat tinggi. Anda harus bisa mengurus semuanya, mulai dari perencanaan, jualan, operasi, keuangan., semuanya menyita waktumu. Tetapi bisnis sendiri memiliki potensi besar untuk menjadi kaya raya, kebebasan, kemerdekaan dirimu, dan nerpotensi menjadi Investor menuju Financial Independence.
3. Direct Sellig.
Modal bisa mulai dari kecil, Sistem dan Product sudah ada. Anda hanya perlu menjual dan drop saja ke pembeli. Bisa sambil bekerja, masih bisa masih menjadi karyawan jika belum berhasil. Kelemahannya banyak yang gagal. Bukan karena Sistem yang tidak bagus, tetapi karena tidak ada kemahiran jualan, tak tahan mental jualan, integritas rendah, hilang kepercayaan karena tidak committed dengan delivery, tidak belajar dari kegagalan.
Kemudian, mana yang lebih bagus dari ketiganya? Sangat tergantung dari Kekuatanmu, kapasitasmu. Maka, Kenali Pribadimu. Contoh, Jika Anda tidak ingin Kaya, tidak punya modal, takut resiko, suka ketenangan, pilihlah bekerja untuk orang lain, pilihlah No.1, yaitu, menjadi Karyawan.
Jika ada punya ambisi ingin Kaya, punya modal, punya skill bisnis, mampu mengelola keuangan, berani menghadapi resiko kegagalan, pilihlah no.3, yaitu, Membangun Bisnis Sendiri.
Jika ingin kaya tapi modal cekak, mental kuat, tidak malu jualan, berani menghadapi resiko legagalan, tidak peduli apa kata orang, apa pikiran orang terhadap dirimu, maka Berjualan adalah jalan menuju Kaya, menjadi Financial independence.
Semuanya tidak ada yang salah. Yang salah adalah apabila Dirimu tidak committed terhadap pilihanmu, bekerja setengah hati, menjalani karena tepaksa tidak ada pilihan, dijamin pasti, gagal hidupmu sampai tua!
R Noto Widjojo. https://www.facebook.com/share/p/196X54fMay/
- Details
- Category: Inspirasi dan Inspiratif
- By ZA Sitindaon
- Hits: 52