fbpx

0
0
0
s2sdefault

FB IMG 1629417773033

Terlihat seorang wanita renta duduk diantara empat pria. Wajahnya menunduk seolah menahan rasa sakit, dengan kedua tangan diletakkan diatas paha. "Ini adalah foto terakhir Cut Nyak Dien, pejuang perempuan yang bernyali singa di tempat pembuangannya di Sumedang (1904-1908).

Beliau sudah terlihat mengalami gangguan kesehatan terutama penglihatannya, tetapi sambil mengajar agama hingga akhir hayatnya.

Belanda mengasingkan "Ratu Aceh" ini untuk mencegah pengaruhnya yang menyebarkan semangat perang pada rakyat Aceh.

Cut Nyak Dien, pemimpin perang wanita di garis depan yang telah berhasil menghancurkan markas Belanda pada tahun 11 Februari 1899.

Sang pahlawan Kesuma bangsa ini wafat pada 6 November 1908 di tempat pembuangannya di Sumedang. Dari berbagai sumber." Demikian ditulis Perpustakaan Nasional sebagai keterangan foto itu.

 

Sumber: https://www.facebook.com/253472601476913/posts/1936229556534534/

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

FB IMG 1628491094875

Jejak BLBI dan Salim Group.

Oleh: Wawan Suwandi

Mereka bersahabat
Ia lahir di Fujian, Tiongkok pada 16 Juli 1916. Orang tuanya beri dia nama Liem Sioe Liong. Tahun 1939 atau usia 23 tahun dia merantau ke Indonesia untuk menyusul kakaknya Liem Ke Lok dan Zhen Xusheng yang sudah menetap di Kudus. Sampai di Kudus dia bekerja di pabrik Tahu dan kerupuk. Kehidupan sebagai buruh sangat sulit. Dia ingin mengubah nasip tapi tidak ada modal. Perkenalannya dangan gadis cantik lilani atau Lie Kim Nio. Putri juragan kaya. Itu sabagai titik awal pintu seksesnya dalam bisnis.

Hubungannya awalnya ditolak oleh orang tua lilani. Mereka kawatir dia akan membawa putri mereka ke Tiongkok. Tetapi Liem meyakinkan bahwa dia tidak akan kembali ke Tiongkok. Akhirnya hubungan direstui. Pernikahan terjadi. Setelah menikah Lim muda dapat bantuan modal dari mertuanya memulai usaha. Bukan hanya modal tetapi juga akses ke pengusaha china yang sudah sukses, sepert keluarga Oei Wie Gwan. Bisnis awalnya dagang minyak kacang dan menjadi pemasok cengkeh untuk perusahaan rokok di Kudus dan Semarang.

Sebagai pemula Liem bisa sukses besar berkat dukungan mertuanya. Namun hancur ketika tahun 1942 Jepang masuk. Pabrik rokok disita oleh Jepang. Liem kehilangan pasar. Tahun 1945 Lim pindah ke jakarta. Di jakarta Liem berkenalan dengan Sulardi. Sulardi merupakan sepupu dari Soeharto komandan militer divisi Diponegoro Jawa tengah. Dari sulardi inilah Liem berkenalan dengan Soeharto yang kemudian memberikan peluang bisnis pemasok logistik tentara. Usaha Liem berkembang lagi. Liem tetap berhubungan baik dengan Oei Wie Gwan. Akses Liem di militer khusus nya di Jawa tengah dimanfaatkan juga oleh Oei Wie Gwan. Sehingga usahanya bisa berkembang.

Pada tahun 1951 setelah bisnis merconnya runtuh, Oei membeli sebuah pabrik rokok kretek kecil di Kudus. Layaknya seorang bayi, merek rokok Djarum tidak langsung tersohor, banyak fase sulit yang dialami Oei Wie Gwan. Selama bertahun-tahun, pabrik ini merangkak terseok seok. Namun berkat Lim agak tertolong karena bisa memasok kebutuhan militer. Pada tahun 1963 pabrik jarum terbakar. Saat itu Oei sedang dirawat di RS. Ketika dapat kabar pabrik Djarum terbakar, tak lama Oei meninggal. Selanjutnya usaha diteruskan oleh kedua putranya, Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono.

Setelah Soeharto naik jadi presiden, dunia bisnis mulai menggeliat di Indonesia. Saat itulah Liem berada di puncak kejayaan. Gemilang bisnis Liem menjadi momentum bagi Michael Bambang Hartono dan adiknya mengepakan sayap selebar-lebarnya. Tahun 1998 krismon melanda Indonesia. Soeharto jatuh. Lim terlilit hutang BLBI. Dia harus menyerahkan BCA, aset dan uang tunai kepada pemerintah untuk membayar utangnya.

Kemudian melalui Farallon Capital Management LLC, Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono membeli BCA dari pemerintah. Dan kini putra putri Lim diwakili antony Salim tetap masuk daftar orang terkaya di Indonesia sama hebatnya Hartono bersaudara putra dari Oei. Hubungan baik dan setia kawan kedua keluarga ini membuat mereka tangguh melewati tantangan waktu dan terus berlanjut saling menjaga. Sampai meninggal Lim tidak pernah poligami. Kesetiannya kepada Lilani terjaga sampai ajal menjemput.

Sejarah BCA berpindah ke keluarga Djarum.
Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 14.27 WIB hari ini, saham BBCA melonjak 3,19% ke Rp 30.750/saham. Ada rencana mau split dengan rasio 1:5. Walau harga saham turun tidak menurunkan nilai. Yang bertambah hanya jumlah saham yang beredar. Saya tidak akan membahas prospek saham BCA. Dalam kesempatan ini saya akan membahas sejarah saham BCA.

29 September 1998 Salim group harus bertanggung jawab atas utang sebesar Rp 32 triliun. Salim menyerahkan BCA kepada pemerintah. 92% saham BCA dikuasai oleh pemerintah. Hanya 1.76% tersisa untuk Salim. Sisanya pihak lain. Kemudian BPPN minta agar pemerintah suntik modal agar BCA sehat. Suntikan dana itu tentu menambah saham pemerintah di BCA. Jadi secara tidak langsung BCA sudah di BUMN kan. Tahun 2000 pemerintah mau divest saham BCA melalui IPO di bursa. Tetapi gagal dilaksanakan. Mengapa ? Engga yakin akan dapatkan uang Rp 3 triliun sesuai target APBN. 27 April 2000 BPPN resmi mengembalikan BCA dari BPPN ke BI. Karena sudah sehat.

19-23 Mei 2000 Saham BCA resmi didaftarkan di Bursa Efek Jakarta. Tapi gagal melantai. Apa pasal ? Pada 5 Oktober 2000 DPR dan pemerintah sepakat tunda pelepasan saham BCA. Selanjutnya 1 Maret 2001 DPR dan pemerintah sepakat melepas 40 persen saham pemerintah di BCA. Tapi tidak melalui bursa. Divestasi melalui tender biding kepada investor strategis. 6 Juni 2001 dari 15 investor yang ikut tender, yang lolos 6 investor. Tender Biding akhirnya dibatalkan. Karena syarat yang ditetapkan investor engga sesuai kebijakan pemerintah.

28 Agustus 2001 diadakan lagi tender biding divestasi. Pemerintah mengubah kebijakan penjualan saham, dari 30 persen menjadi 51 persen. DPR baru setuju dua minggu kemudian. 4 Oktober 2001 BPPN menunjuk PT Danareksa Sekuritas (Persero) dan Merrill Lynch Pte Ltd sebagai penasihat keuangan dalam proses tender penjualan saham tersebut. Dalam tender itu masuk qualifikasi disetujui ada 18 investor strategis dari 98 calon investor strategis yang diundang Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Proses Tender lanjut pada 16 November 2001. 26 November 2001 BPPN memperpendek daftar calon investor menjadi hanya sembilan lembaga. Salah satunya konsorsium Farindo Investments Ltd dan Farallon Capital Management LLC, mewakili keluarga Hartono ( Djarum).

Proses tender itu memang rumit dan adu strategi. Mengapa ? BCA adalah bank sehat. Tidak ada NPL. Disisi piutang pada neraca ada obligasi rekap. Itu fixed income bagi BCA. Sementara prrose divestasi tidak lewat bursa, tentu tidak transfaran. Artinya memungkinkan ada exit strategi bagi pemerintah sebagai pemegang saham dan juga penjamin obligasi rekap BCA untuk melepas resiko Obligasi rekap itu kepada pembeli. Siapa yang bisa penuhi syarat itu, ya silahkan ambil BCA sesuai harga disepakati. Dari 9 calon investor tersisa hanya 2 yaitu Stanchart dan satu lagi konsorsium Farindo Investments Ltd dan Farallon Capital Management LLC Belakangan pemerintah coret Stanchart karena mensyaratkan management fee 22%.

Pada Januari 2001. Pemenang tender adalah konsorsium Farindo Investments Ltd dan Farallon Capital Management LLC. Menurut Laksamana ( meneg BUMN) dari penjualan 51% saham BCA pemerintah mendapatkan sekitar Rp.5,3 triliun. Farallon menyutujui harga BCA sebesar Rp. 1175 per saham. Ini sedikit lebih rendah dari harga yang ditawarkan Stanchart Rp. 1.800. Tapi prosesnya, dijual langsung 30 persen dan 21 persennya dijual exercise right. Waktu itu pemerintah meliat situasi. Kalau saham terus naik ya tahan. Eh di era SBY saham BCA milik pemerintah dicicil dilepas dan 30 September 2007, pemerintah sudah tidak lagi memiliki saham BCA. Sudah dikuasai 98% oleh Farallon Capital.

2008 Kejaksaan Agung menghentikan penyelidikan kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) terhadap Salim group. Tahun 2009 Farindo Investment menjual 3,99% saham BCA senilai Rp 3,38 triliun. Gede ya cuannya.. Kemudian terus dijual ke publik sampai 46,72%. Hitung aja berapa banyak cuannya. Sehingga menyisakan 51,15 persen saham BCA dipegang oleh konsorsium Farindo Investments Ltd dan Farallon Capital Management LLC, di bawah Grup Djarum. Sisanya, sebanyak 1,76 persen dimiliki Anthony Salim. Sekarang salam BCA Rp 30.000. Menempatkan keluarga Hartono terkaya nomor 1 di Indonesia. Padahal dulu tahun 2002 saham BCA belinya Rp 1.175.

Ekspansi Antony
PT Unggul Indah Cahaya Tbk. (UNIC) adalah produsen utama Alkylbenzene (AB), yaitu salah satu bahan baku utama deterjen. UNIC memproduksi dua jenis AB, yaitu Linear Alkylbenzene (LAB) dan Branched Alkylbenzene (BAB), dengan produk sampingan Heavy Alkylate (HA) dan Light Alkylate (LA). UNIC memiliki tiga unit pabrik AB yang semuanya berada dalam satu lokasi, dengan total kapasitas produksi sebesar 270.000 MT per tahun. Pendirinya adalah Harjo Sutanto dijuluki sebagai Crazy Rich paling sepuh di Indonesia. Dalam daftar Forbes 2019, Harjo Sutanto berada di peringkat ke-39 dengan kekayaan sebesar US$810 juta.

UNIC adalah produsen tunggal AB di Indonesia. Jadi hampir semua industri deterjen tergantung dengan dia. Cuannya gede banget. Disamping itu Wing Grup juga masuk ke bisnis pangan dan minuman, seperti Mie Sedaap Cup, Top White Coffee, Teh Javana , Power F, Bakmi Ayam Siap Saji, Kecap Sedaap dll. Wing juga menguasai distribusi produk dalam dan luar negeri. Singkatnya sejak Wings memproduksi Mie Sedap tahun 2003 memang Wing jadi saingan berat indofood yang dikomandani Antony Salim. Antoni puluhan tahun berbisnis di luar negeri paham bagaimana menguasai pesaing. Yaitu lewat akuisisi.

Melalui anak perusahaanya PT Salim Chemicals Corpora, Group salim menguasai saham UNIC sebesar 10,34 persen. Sedikit dibawah saham Wings group. 40 % lebih saham dikuasai publik. Belakangan oktober 2020 melalui PT Lautan Luas, connection strtegis Grup salim tingkatkan kepemilikan saham di UNIC jadi 4,9%. Jabatan Preskom ditunjuk Erwin Sudjono, yang tak lain adalah menantu dari Sarwo Edhi Wibowo atau kakak ipar dari Ani Yudhoyono. Sementara PT Indofood menguasai 90% pangsa pasar Mie. Namun tahun 2005 kena hukum KPPU soal persaingan tidak sehat. Sehingga pangsa pasar turun jadi 78%. Sisanya dikuasai wingsfood dan lainnya.

Jadi bagaimana Salim bisa comeback cepat dan mengontrol pesaingnya dan pada waktu bersamaan dia tidak terlibat secara legal membeli perusahaannya yang sudah diserahkan ke BPPN. Pembelian saham kembali dan akhirnya menjadi miliknya dilakukan melalui proxy internationalnya. Melalui Salim Chemical Corpora dan Megah Era Raharja dia jadi pengendali Group UNIC dan Group DNet ( Indoritel Makmur ). Melalui First Pacific (HK), dia jadi pengendali Nusantara Infrastruktur Group dan Indofood Group. Melalui Indolife, dia kuasai saham Group Bank Ina dan Group Bank Mega ( Mega Corpora). Melalui Gallant Venture dia kuasai saham Group Indomobil. Masing masing group tentu punya puluhan barisan anak perusahaan. Jadi kalau ditotal ada mungkin ratusan anak perusahaan.

Ambisi Salim yang belum terwujud adalah comeback ke BCA dan Indocement. Kalau liat data tahun lalu namanya tidak lagi ada dalam daftar pemegang saham BCA. Pada per kuartal II atau akhir Juni 2020, nama Anthoni Salim sudah tidak ada lagi sebagai pemilik saham BBCA. Ini bukan berarti Salim keluar. Bukan tidak mungkin cara dia untuk kembali kuasai mayoritas saham BCA melalui Indolife. Juga ambisi dia kembali kuasai saham Indocement (Kini sahamnya hanya 3 % saja).

****
Dalam satu kesempatan saya diskusi dengan taman. “ Pertanyaan sederhana adalah bagaimana Salim group bisa mendampatkan sumber dana untuk melakukan pengembangan usaha yang begitu cepat. Padahal tahun 1998 dia sudah praktis bangkrut atas kasus BLBI” Kata teman.

“ Mengapa kamu tanyakan itu.? Apakah kamu mencurigainya? Tahun 2008 Kejaksaan Agung menghentikan penyelidikan kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang telah diselidiki selama tujuh bulan. Kasus tersebut adalah terkait penyerahan aset oleh pemegang saham di Bank Central Asia (BCA). Soedono Salim atau Liem Sie Liong dan anaknya yakni Anthony Salim,telah menyerahkan 108 aset perusahaan miliknya kepada BPPN. Hutang BCA sebesar Rp 52,7 triliun, kemudian dinyatakan lunas.”

“ Tapi Hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK),aset yang diserahkan oleh Salim Group tersebut nilainya hanya Rp 19 triliun dari total utang BLBI sebesar Rp. 52,7 Triliun.” Kata taman cepat dan tersenyum penuh arti.

“ Ya. Tapi Kejaksaan tetap tidak menemukan unsur korupsinya. Dalam MSAA, diatur kalau terjadi kerugian maupun keuntungan dari penjualan aset, adalah resiko yang harus ditanggung pemerintah “

“ Dari segi pidana memang sudah selesai. Tetapi perdata kan bisa saja dibuka lagi kasusnya. MSAA itu kalau dianggap merugikan negara, dan terbukti memang ada kejanggalan, menteri keuangan bisa saja gugat lagi. Anehnya menteri keuangan ketika itu, ibu SMI tidak melakukan gugatan perdata.”

“ Gimana mau gugat? Dia sendiri terpaksa mengundurkan diri jadi menteri keuangan karana kasus century. Akhirnya pindah ke World bank sebagai Managing Director” kata saya.

Teman itu tetap meliat kasus BLBI Salim penuh kejanggalan. Contoh kasus divestasi saham BCA. Ada keterlibatan eks pegawai BPPN dalam proses tender yaitu TL. TL mendirikan Farindo Investment -- perusahaan joint venture dengan Farallon Capital asal Amerika dengan grup Djarum-- yang bergerak di bidang private equity. Melalui Farindo, TL berhasil mengambil alih 51 persen saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dari BPPN melalui proses strategic private placement pada 2002 dengan harga Rp1.775 per saham atau senilai total Rp5,3 triliun seperti dikutip dari laporan pemegang saham BCA.

Awalnya Farallon menguasai 90,64 persen saham Farindo, sedangkan grup Djarum hanya 9,36 persen. Tetapi setelah 2006, atau setelah kejaksaan Agung menyatakan kasus BLBI group Salim clean. Djarum menguasai 92,18 persen saham Farindo. Praktis kepemilikan BCA mayoritas jatuh ke tangan grup Djarum. Pertanyaan sederhana darimana Farindo dapatkan uang ? Apakah dari Farallon Capital asal Amerika? Data dari Securities & Exchange Commission, Farallon Capital merupakan perusahan go-public dengan nomor 0000909661. Namun di dalam situs SEC dan di 20-F FCM bagian daftar subsidiaries tidak terdapat nama Farindo Investment maupun BCA sebagai anak perusahaan. Farindo investment adalah Special Vehicle Company alias perusahaan cangkang. Pemiliknya sebenarnya anonymous. Tapi kok boleh ikut lelang beli bank ?

Kemudian ada lagi pertanyaan. Lanjutnya. Bagaimana pajak Penjualan saham Farallon sebesar 90,64 saham BCA kepada Djarum sehingga Djarum menguasai 99,36 % saham BCA? Ya tidak ada. Farallon Capital management itu hanya perusahaan imaginer aja. Sebenarnya hanya ada Farindo Investment. Artinya penjualan saham itu hanya transksi internal di Farindo investment atau di SPV saja. “

“ Apa iya ? Kata saya mengerutkan kening.

“ Loh kalau memang transaksi itu clean. Kalau memang benar ada terjadi, ngapain Grup Djarum mengikuti program pengampunan pajak (tax amnesty) dan membawa masuk aset dan dananya ke dalam negeri. Direktur Utama BEI Tito Sulistio mengungkapkan, transaksi itu merupakan bagian dari repatriasi dana hasil program pengampunan pajak. Bentuknya adalah pemindahan sebagian saham BCA yang dimiliki investor melalui perusahaan asing ke perusahaannya di Indonesia. Dan itu TA itu dilakukan saat TL jadi Menteri” Kata teman. Saya terdiam.

Kemudian saya tanya “ siapa sebenarnya dibalik Farindo investment?

“ Ah kamu lebih paham lah. Apa motif orang melakukan akuisisi melalui SPV. Apalagi dalam program divestasi BCA itu ada kewajiban pemenang tender mengurangi kewajiban pemerintah terhadap obligasi rekap. Jelas ada confidential deal dalam Farindo investment. Jadi kalau boleh disimpulkan. Farindo itu adalah wadah atau konsep konspirasi antar pihak yang disebut dengan ghost. Nama yang muncul dipermukaan itu hanya proxy saja.” Kata teman tersenyum.

Saya terdiam…

" Coba kita hitung kerugian negara biar kamu bisa nilai sendiri" Lanjut teman " Total BLBI sebesar Rp 144,5 triliun. Obligasi rekapitalisasi perbankan sebesar Rp 430 triliun ke bank-bank. Total menjadi beban negara untuk menyehatkan perbankan adalah sekitar Rp 600 triliun. Beban pemerintah dalam membayar bunga obligasi rekapitulasi dari BLBI baru berakhir tahun 2030. Hingga akhir tahun 2012, pemerintah sudah mengeluarkan dana sekitar Rp 70-80 triliun per tahun hanya untuk membayar bunga obligasi rekap tersebut. Sementra Asset yang dulu disita sebagian sudah diambil alih lagi oleh obligor lewat lelang. Sampai sekarang moratorium obligasi rekap itu belum juga tuntas. Hanya sekedar wacana.

Sementara sampai sekarang menurut Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan mencatat masih ada tagihan di atas Rp 100 triliun piutang BLBI. Catatan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). piutang BLBI sebesar Rp 91,7 triliun, dengan perincian aset kredit eks BPPN Rp 72,6 triliun, aset kredit eks kelolaan PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) Rp 8,9 triliun dan piutang eks Bank Dalam Likuidasi Rp 10,07 triliun.

Kita ingin melupakan masalalu. Tetapi mohon agar semua diselesaikan dengan adil, Kalau janji ya bayar. Syarat dalam komitmen ya penuhi. Harus transparance. Agar tidak ada dusta diantara kita. Itu semua bukan soal negara tetapi soal rakyat. Ingat loh, rasio GINI 40,1 % itu artinya 1% orang menguasai 40,1 % pendapatan nasional. Kalau komunitas 1% dapatkan kekayaan dengan cara benar, Oklah.Tetapi ini kan...entahlah.. Saya yakin kakek nenek kita dulu berjuang untuk kemerdekaan engga begini tujuannya.." katanya geleng geleng kepala.

Sumber: https://www.facebook.com/100014725653904/posts/1201744356993075/

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault
IMG 20210623 220738"Dinas Pemakaman tidak sanggup, sudah capek semuanya"
 
 

Jakarta SitindaonNews.Com |  Jenazah COVID-19 di Jakarta mulai diangkut dengan menggunakan truk karena ambulans sudah kewalahan dalam beberapa hari terakhir, menyusul lonjakan kasus positif dan angka meninggal pasien korban virus asal Wuhan China itu.

"Dinas Pemakaman tidak sanggup, sudah capek semuanya.  Sampai jam 6 sore tadi saja sudah 146 jenazah, sisanya masih ditaruh. Hari ini diangkat karena ambulans tidak mungkin lagi, akhirnya dengan truk berkapasitas delapan peti mati," kata Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI Edi Sumantri saat rapat di Komisi C bidang Keuangan DPRD DKI Jakarta, Rabu.

Langkah tersebut juga, kata Edi, membutuhkan dana yang tidak sedikit dan hampir dipastikan menguras lagi dana belanja tidak terduga (BTT) DKI yang saat ini diarahkan untuk penanganan COVID-19.

Dalam rangka pemakaman tersebut, BTT DKI dikucurkan pada Dinas Pertamanan dan Hutan Kota yang mencapai Rp13,02 miliar.

Rinciannya, untuk pengadaan peti jenazah, baju alat pelindung diri atau APD senilai Rp4,63 miliar, penyaluran insentif bulan Januari hingga Maret 2021 mencapai Rp5,22 miliar dan pengadaan peti jenazah, masker sarung tangan karet senilai Rp3,16 miliar.

Di sisi lain, Dinas Kesehatan DKI Jakarta memproyeksikan jumlah kasus aktif di Ibu Kota dapat menyentuh di angka 218 ribu hingga akhir Agustus 2021.

Proyeksi itu dibarengi dengan variabel temuan varian baru Covid-19 di DKI Jakarta beberapa waktu terakhir.

"Hal ini terkait dengan adanya prediksi varian baru yang menjadi perhitungan kita. Jadi, kami menghitung kasus aktif harian di DKI Jakarta itu sangat luar biasa," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti, Senin (21/6).

Widyastuti menerangkan posisi tertinggi kasus aktif tahun lalu mencapai 26 ribu pasien dalam kurun waktu satu hari. Malahan, Widyastuti menerangkan, kasus aktif Covid-19 di DKI Jakarta saat ini sudah melampaui angka 30 ribu kasus per hari.

"Kalau kita lakukan prediksi ini bisa sampai tembus kasus aktif harian itu mencapai lebih dari 70 ribu. Bahkan, kalau sampai Agustus bisa mencapai 218 ribu," tutur Widyastuti.

Dia menuturkan proyeksi itu dibuat untuk mempersiapkan sejumlah skenario mitigasi terkait penanganan lonjakan kasus konfirmasi positif Covid-19 di sejumlah layanan kesehatan Ibu Kota.

Dengan demikian, dia meminta adanya intervensi yang lebih tegas terkait pembatasan mobilitas warga dari pemerintah pusat dan provinsi.

"Kalau tahun lalu secukupnya hanya di Jakarta dan sekitarnya, tetapi tentu dengan tahun ini karena maraknya di provinsi lain bisa diharapkan pembatasan yang lebih luas," kata dia.

Sumber: antaranews.com

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

IMG 20210622 115735Anggota polisi berinisial DPW yang disebut memberi sabu ke kades diperiksa

SitindaonNews.Com | Kepala Desa Wonojati berinisial MM yang menjadi salah satu tersangka kasus narkoba di Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengaku mendapat sabu-sabu dari seorang polisi di wilayah setempat.

"Dalam berita acara pemeriksaan, MM mengatakan kepada penyidik mendapatkan barang-bukti sabu-sabu dari seorang polisi berinisial DPW yang bertugas di Polres Jember," kata Kasat Reserse Narkoba Polres Jember AKP Dika Hadian dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA di Jember, Senin, 21 Juni 2021.

Ditresnarkoba Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur menangkap empat kepala desa (kades) di Jember yang diduga memakai narkoba, yakni Kades Wonojati di Kecamatan Jenggawah berinisial MM, Kades Tempurejo di Kecamatan Tempurejo berinisial MA, Kades Tamansari di Kecamatan Wuluhan berinisial SK (44), dan HH (52) merupakan Kades Glundengan di Kecamatan Wuluhan.

"Sesuai perkembangan hasil penyidikan kasus itu sehubungan nama polisi di Polres Jember disebut dalam pemeriksaan Kades Wonojati MM dan kini berkas perkaranya dilimpahkan ke Satreskoba Polres Jember," tuturnya.

Menindaklanjuti pelimpahan berkas perkara dari Direktorat Reserse Nakorba Polda Jatim, lanjut dia, pihaknya telah melakukan upaya pemeriksaan saksi-saksi dan membuat berita acara konfrontasi.

"Kami sudah melakukan pemeriksaan dua saksi, yakni terhadap Kades Tempurejo dan Kades Glundengan. Hasilnya, keduanya menyatakan tidak mengetahui adanya transaksi narkoba tersebut berasal dari anggota polisi berinisial DPW," katanya.

Ia mengatakan penyidik melakukan pemeriksaan terhadap DPW dan yang bersangkutan mengaku tidak pernah bertransaksi dan memberikan apa pun kepada MM.

"Pada 6 Juni 2021, DPW sekadar mampir ke rumah MM (Kades Wonojati) karena mau berangkat dinas piket malam di Polsek Wuluhan yang kepentingannya hanya akan dikenalkan dengan HH (Kades Glundengan)," ujarnya.

Pernyataan DPW dalam pemeriksaan diikuti bukti petunjuk yang didapatkan pada telepon genggam milik MM (Kades Wonojati) dan saksi-saksi bahwa tidak ada bukti chat atau komunikasi yang mengarah pada transaksi narkoba dengan DPW.

Hasil berita acara konfrontasi saksi HH (Kades Glundengan) menyebutkan pada 6 Juni 2021 mendatangi rumah MM (Kades Wonojati) hanya bermaksud mau membayar utang kepada MM.

"Mereka hanya mengobrol saja dan ada MA di sana, pertemuan itu tidak lama sekitar 15 menit saja, jadi kesimpulan hasil penyidikan Satreskoba Polres Jember bahwa sabu-sabu yang dinyatakan MM didapat dari polisi DPW tidak cukup bukti," katanya. (Antara)

Sumber: viva

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

IMG 20210615 155535

SitindaonNews.Com | Kairo (ANTARA) - Pengadilan sipil tertinggi Mesir pada Senin (14/6) menguatkan hukuman mati untuk 12 tokoh senior Ikhwanul Muslimin atas aksi tahun 2013 yang berakhir dengan pasukan keamanan membunuh ratusan pengunjuk rasa, kata sumber peradilan.

Putusan itu, yang tidak dapat diajukan banding, berarti 12 tokoh tersebut bisa menghadapi eksekusi sambil menunggu persetujuan Presiden Abdel Fattah al-Sisi. Mereka termasuk Abdul Rahman Al-Bar, yang merupakan ulama terkemuka, Mohamed El-Beltagi, mantan anggota parlemen, dan Osama Yassin, mantan menteri.

Banyak tokoh Ikhwanul Muslimin telah dijatuhi hukuman mati dalam kasus lain yang terkait dengan kerusuhan yang mengikuti penggulingan presiden Ikhwanul Muslimin Mohamed Mursi pada tahun 2013, tetapi Pengadilan Kasasi memerintahkan pengadilan ulang.

Kelompok hak asasi telah mendokumentasikan peningkatan tajam dalam jumlah eksekusi di Mesir, dengan setidaknya 51 dilakukan sepanjang tahun ini menurut Amnesty International.

"Alih-alih terus meningkatkan penggunaan hukuman mati dengan menegakkan hukuman mati menyusul vonis dalam pengadilan massal yang sangat tidak adil, pihak berwenang Mesir harus segera menetapkan moratorium resmi atas eksekusi," kata Amnesty dalam sebuah pernyataan.

Putusan pada Senin itu berkaitan dengan pengadilan massal ratusan tersangka yang dituduh melakukan pembunuhan dan hasutan kekerasan selama protes pro Ikhwanul Muslimin di alun-alun Rabaa al-Adawiya di Kairo dalam beberapa minggu setelah penggulingan Mursi.

Pada  September 2018, pengadilan pidana Mesir menjatuhkan hukuman mati kepada 75 orang dan mengeluarkan hukuman penjara yang bervariasi untuk lebih dari 600 orang lainnya. Banyak terdakwa diadili secara in absentia (persidangan tanpa kehadiran terdakwa).

Empat puluh empat dari mereka yang dijatuhi hukuman mati mengajukan banding ke Pengadilan Kasasi. Tiga puluh satu hukuman diubah menjadi penjara seumur hidup, sementara hukuman mati ditegakkan untuk 12 orang lainnya.

Terdakwa terakhir, pemimpin senior Ikhwanul Muslimin Essam el-Erian, meninggal di penjara di Kairo pada Agustus 2020. Mursi, presiden pertama Mesir yang terpilih secara demokratis, meninggal di penjara pada 2019.

Pengadilan juga menguatkan hukuman penjara untuk banyak terdakwa lainnya termasuk hukuman seumur hidup untuk Mohamed Badie, pemimpin Ikhwanul Muslimin yang dilarang, dan hukuman penjara 10 tahun untuk putra Mursi, Osama, kata sumber pengadilan.

Sumber: antaranews

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

seorang perempuan menangis di depan kuburan ayah mertuanyaSeorang perempuan menangis di depan kuburan ayah mertuanya. Dia menghalangi ayah mertuanya dimakamkan karena tak dapat warisan yang banyak. 

Seorang menantu perempuan duduk menangis di depan makam ayah mertuanya.

Bukannya menangis karena merasa sedih atas kehilangan, tapi aksi itu dilakukan untuk menghalangi pemakaman jenazah ayah mertua.

Perempuan itu ternyata menangis karena ayah mertuanya tidak meninggalkannya warisan dalam jumlah yang besar.

Tidak jarang dalam satu keluarga, ada saudara-saudara yang memperebutkan hak waris setelah orangtua mereka meninggal.

Bahkan banyak orang yang malah jadi saling membenci, mengutuk dan bahkan membunuh karena uang warisan.

Baru-baru ini, sebuah cerita tentang menantu perempuan yang meminta uang warisan dari almarhum ayah mertuanya menyebabkan keributan media sosial Tiongkok.

Peristiwa itu terjadi pada 25 April 2021 di desa Dong Son, Kota Huangshi, Kota Putian, Provinsi Fujian, China.

Menurut gambar dalam video yang beredar, pemakaman sedang berlangsung di kuburan.

Sebuah keluarga baru saja memindahkan peti mati seorang pria yang sudah meninggal ke kuburan dan bersiap untuk memindahkannya ke peti mati ruang bawah tanah.

Namun pada saat itu, seorang wanita tiba-tiba bergegas masuk dan duduk di depan makam.

s
Seorang perempuan menangis di depan kuburan ayah mertuanya. Dia menghalangi ayah mertuanya dimakamkan karena tak dapat warisan yang banyak. (eva.vn)

Wanita ini adalah menantu dari pria yang sudah meninggal itu.

Ia terus menangis, mengumpat dan bahkan menghina orang-orang di sekitarnya dengan kata-kata kasar,

Menantu perempuan itu kemudian mengancam bahwa jika saudara laki-lakinya tidak memberikannya uang warisan, dia tidak akan pergi hingga peti itu tidak bisa dikubur.

Ternyata pria yang meninggal itu memiliki empat orang anak laki-laki.

Dan yang menimbulkan masalah adalah menantu perempuan tertuanya.

Pasangan tertua, meskipun sehat, mereka tidak melakukan bisnis dengan baik dan lebih memilih untuk bergantung pada orang lain.

Ketika sang ayah sakit menjelang kematiannya, pasangan tersebut tidak peduli.

Mereka tidak datang untuk merawat dan menghidupi ayah mereka.

Pasangan itu hanya fokus pada tanah yang dikuasainya.

Sebelum kematiannya, ayah ini memiliki cukup banyak uang dari menjual tanah.

Setelah dikurangi biaya pengobatan dan biaya membangun kuburan untuk dirinya sendiri, ia memutuskan untuk membagi sisanya di antara anak-anaknya.

s
Seorang perempuan menangis di depan kuburan ayah mertuanya. Dia menghalangi ayah mertuanya dimakamkan karena tak dapat warisan yang banyak. (eva.vn)

Namun melihat anak tertuanya hidupnya berantakan, tidak memedulikan ayahnya yang sakit, tidak memenuhi kewajiban anak-anaknya, maka sang ayah memutuskan untuk membagi sedikit warisan kepada mereka.

Sementara sisanya dibagikan kepada tiga anak lainnya.

Itulah yang menyebabkan mengapa menantu tertua menjadi frustasi dan marah.

Mereka pergi ke pemakaman ayah mertuanya untuk membuat kerusuhan.

Dia memberitahu semua orang bahwa jika dia tidak bisa membagikan 300.000 Yuan (Rp 672 juta) hari ini, maka dia akan menolak untuk pergi.

Sehingga orang-orang tidak bisa menguburkan ayahnya itu.

Setelah beberapa saat meyakinkan dan berdebat, tiga anak yang lainnya memutuskan untuk memanggil polisi setempat untuk membawa wanita itu pergi.

Insiden ini menimbulkan banyak kontroversi di media sosial Tiongkok dengan komentar kritis dan marah terhadap pasangan tertua itu.

Sumber: tribunnews

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

Screenshot 20210523 094514Ilustrasi Korupsi

SitindaonNews.Com | Kepolisian Daerah (Polda) Aceh mengusut dugaan tindak pidana korupsi pengadaan bebek pada Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tenggara dengan total anggaran Rp 8,4 miliar. Kepala Bidang Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy di Banda Aceh, Sabtu (22/5), mengatakan pengadaan bebek tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK) Aceh Tenggara Tahun Anggaran 2019.

"Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Aceh sudah melakukan gelar perkara dan meningkatkan status penanganan dari penyelidikan ke tahap penyidikan," kata Kombes Pol Winardy

Menurut perwira menengah Polri tersebut, peningkatan status penanganan perkara ke penyidikan setelah penyidik menemukan sejumlah bukti. Namun, penyidik belum menetapkan tersangkanya.

Pada tahap penyelidikan, kata Kombes Pol Winardy, penyidik sudah memintai keterangan terhadap 19 orang pihak terkait. Mereka dari pihak Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tenggara dan pelaksana pengadaan serta penyedia barang.

"Penyidik juga mengamankan 54 dokumen pekerjaan pengadaan bebek tersebut. Termasuk juga klarifikasi tujuh penangkar bebek untuk mengetahui berapa harga sebenarnya dari bebek tersebut," kata Kombes Pol Winardy.

Selain itu, kata Kombes Pol Winardy, penyidik juga sudah meminta BPKP Provinsi Aceh melakukan audit investigasi terhadap pengadaan bebek tersebut. Hasilnya, ditemukan indikasi kerugian negara Rp3 miliar lebih.

"Pemeriksaan para pihak terkait dalam tahap penyidikan akan dimulai minggu depan hingga nanti penetapan tersangka. Proses ini terus berlanjut sampai penyerahan berkas perkara, barang bukti, dan tersangka kepada jaksa penuntut umum," kata Kombes Pol Winardy.

Sumber: republika.co.id

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

IMG 20210522 173312

SitindaonNews.Com | Peristiwa hilangnya dana nasabah di bank pelat merah kembali terjadi. Yang terbaru, Asrizal Ashka (49) menyatakan telah kehilangan dana sebesar Rp 128 juta dari tabungannya di Bank Mandiri.

Kejadian uang nasabah hilang tersebut terjadi pada 6 Februari 2021 lalu, namun baru ramai belakangan karena sebuah utas di Twitter.

Di dalam utas tersebut dijelaskan, uang nasabah Bank Mandiri yang hilang di rekening tersebut tidak bisa diganti lantaran pihak bank menganggap transaksi yang terjadi merupakan transaksi sah.

Ketika dikonfirmasi kepada pihak bank, Corporate Secretary Bank Mandiri Rudi As Atturidha menyatakan keprihatiannya. Namun demikian, ia mengatakan transaksi yang terjadi adalah transaksi sah dengan Kartu Mandiri Debit dengan PIN yang sesuai.

Dengan demikian, pihak Bank Mandiri tidak bertanggung jawab dan tidak dapat mengganti rugi atas kejadian uang nasabah Bank Mandiri hilang.

"Berdasarkan investigasi internal, transaksi yang disanggah merupakan transaksi yang sah dengan Kartu Mandiri Debit dan PIN yang sesuai sehingga Bank Mandiri tidak bertanggung jawab dan tidak dapat memberikan penggantian atas dana yang hilang tersebut," ujar Rudi kepada Kompas.com, Sabtu (22/5/2021).

Berdasarkan hasil rekaman pengaduan nasabah ke call center Bank Mandiri 14000, pihak bank memperkirakan Asrizal merupakan korban kejahatan dengan modus penukaran kartu debit dan penguasaan PIN. Sebab, kartu debit yang dipegang Asrizal berbeda dengan kartu debit yang terdaftar di bank mandiri.

Sementara di sisi lain, kartu debit yang dipakai untuk transaksi, tidak lagi dipegang oleh nasabah.

"Kami juga telah menyampaikan dan menindaklanjuti permasalahan tersebut kepada nasabah dan pihak terkait lainnya," jelas Rudi.

Kronologi Kejadian

Kepada Kompas.com Asrizal mengatakan, sebelum ia melakukan transaksi dan menyadari uangnya raib, ia sempat melakukan pengecekan saldo di hari yang sama, yakni pada Jumat (6/2/2021) lalu. Saat itu, saldo di rekeningnya masih utuh, yakni sebesar Rp 128 juta.

Ketika ia akan melakukan pengambilan uang secara tunai di ATM di wilayah Blok M Square, ternyata saldo di rekeningnya tinggal Rp 0.

"Saya langsung menghubungi call center Bank Mandiri dan rekening saya langsung diblokir. Seninnya baru ke Bank Mandiri Melawai untuk melaporkan kejadian ini. Pihak Bank Mandiri pun meminta waktu 11 hari ini urusan ini dilakukan di pihak investigasi Bank Mandiri," ujar dia ketika dihubungi Kompas.com.

Ia mengungkapkan, berdasarkan data rekening koran yang ia terima, terdapat dua kali transaksi transfer dalam nominal besar, masing-masing Rp 50 juta pada hari yang sama setelah ia melakukan pengecekan saldo rekening.

Asrizal mengaku tidak melakukan transaksi transfer tersebut. Selain itu, juga terjadi beberapa kali transaksi tarik tunai dari ATM. 

"Saya lihat transakasi pertama transfer Rp 50 juta, kemudian dalam hitungan menit habis. Ini saya anggap sindikat," ujarnya.

Adapun pihak Bank Mandiri mengatakan, untuk mengantisipasi terjadinya kejadian serupa, nasabagh sebaiknay menjaga kartu debit dan kerahasiaan nomor PIN. Hal itu dilakukan kepada siapapun, termasuk orang-orang yang mengaku sebagai karyawan Bank Mandiri.

Hal itu dilakukan untuk menghindari risiko uang nasabah hilang akibat kejahatan yang sama.

"Kami mengimbau kepada seluruh nasabah Bank Mandiri untuk menjaga kartu Mandiri Debit Anda dan kerahasiaan nomor PIN dan tidak menginformasikannya ke siapapun juga, termasuk orang-orang yang mengaku karyawan Bank Mandiri," ujar Rudi.

Sumber: kompas.com

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

IMG 20210522 151959

SitindaonNews.Com | Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Riau mencatat sebanyak 30 persen dari kasus aktif COVID-19 di wilayah itu disumbang oleh eks TKI ilegal dari Malaysia maupun yang pulang ke Tanah Air melalui jalur mandiri.

Ketua Harian Satgas Penanganan COVID-19 Kepri Tengku Said Arif Fadillah di Tanjungpinang, Sabtu mengatakan jumlah kasus aktif COVID-19 di wilayah itu per 21 Mei 2021 mencapai 1.851 orang.

"Jumlah eks TKI yang tertular COVID-19 sekitar 500 orang," katanya.

Arif mengemukakan jumlah eks TKI asal Malaysia yang pulang secara mandiri ke Indonesia melalui pelabuhan di Batam jauh lebih banyak dibanding eks TKI ilegal di Malaysia.

Pemerintah melalui Satgas Khusus Pekerja Migran Indonesia telah menyiapkan rumah susun di Batam sebagai tempat isolasi eks TKI yang kembali ke Tanah Air secara mandiri.

Seluruh eks TKI wajib menjalani tes usap untuk diperiksa dengan metode PCR sebelum dibawa ke rumah susun. Tes usap dilakukan oleh tim medis Rumah Sakit Khusus Infeksi Galang, Batam. Jika hasilnya negatif, mereka dapat tinggal sementara waktu di rumah susun tersebut.

Sebaliknya, eks TKI yang pulang ke Tanah Air secara mandiri yang positif COVID-19, wajib menjalani karantina terpadu di Rumah Sakit Khusus Infeksi di Galang. Mereka baru boleh pulang ke daerah asalnya bila hasil tes usap dengan medote PCR, negatif.

"Eks TKI wajib menjalani tes usap kembali setelah dua hari diisolasi walaupun hasil pemeriksaan pertama, negatif. Jika hasilnya kembali negatif, maka pada hari kelima isolasi, dapat pulang ke kampung halamannya," ucapnya.

Arif menegaskan Satgas Penanganan COVID-19 tetap melaksanakan tes usap terhadap seluruh eks TKI, meskipun hasil tes usap dengan metode PCR di Malaysia, negatif. Puluhan kasus baru COVID-19 ditemukan berdasarkan hasil tes usap yang dilakukan oleh tim medis Rumah Sakit Khusus Infeksi Galang.

"Bahkan ada sejumlah kasus ditemukan setelah eks TKI itu menjalani tes usap pertama. Saat tes usap pertama negatif, namun tes usap kedua ternyata positif," tuturnya

Sumber: antaranews

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

IMG 20210518 193902

Penyidik Subdit IV/Renakta Direktorat Reskrimum Polda Sumatera Utara melakukan penahanan terhadap oknum kepala sekolah salah satu sekolah dasar di Kota Medan, berinisial BS karena diduga telah mencabuli muridnya.

 
"Sudah ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi kepada wartawan, Selasa.
 
Penetapan tersangka terhadap BS itu setelah penyidik memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan barang bukti, serta melakukan gelar perkara.
 
Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 82 Undang-Undang No 17 Perubahan ke-2 Undang Undang No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman di atas lima tahun.
 
Ia mengatakan bahwa penyidik tengah melengkapi berkas perkara kasus dugaan pencabulan tersebut untuk kemudian dilimpahkan ke pihak kejaksaan.
 
"Berkas perkaranya sedang dilengkapi, secepatnya kita limpahkan ke kejaksaan," ujarnya.

Sumbet: antaranews

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

IMG 20210516 073342Sejumlah wisatawan berkunjung ke Istana Maimun di Kota Medan, Sumatera Utara

SitindaonNews.Com | Kuda sewa yang beroperasi di Hari Lebaran 2021 di Istana Maimundi Jalan Brigjend Katamso Kelurahan Sukaraja, Kota Medan, Sumatra Utara didatangkan khusus dari Provinsi Aceh. "Kuda sewa itu dibeli di Takengon merupakan ibu kota Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh," kata Azai (32), pengelola kuda sewa di Istana

Ia menjelaskan kuda dari Takengon itu memiliki tubuh kecil, warna kulit bersih, sehat, dan cukup terawat oleh pemiliknya. Jumlah kuda sewa yang ada di Istana Maimun ada tiga ekor dan seluruhnya berasal dari Aceh. "Kuda sewa tersebut diberikan makan yang cukup dan mendapat perawatan khusus sehingga tidak mudah mengalami sakit. Jika sakit, jelas tidak dapat membawa pengunjung berekreasi di halaman Istana Maimun," katanya.

Istana Maimun adalah istana kebesaran Kesultanan Deli dengan warna kuningnya (kuning merupakan warna Kerajaan Melayu) dan khas gaya seni bina Melayu di pesisir timur. Istana Maimun dirancang seorang arsitek dari Italia dan disiapkan pada 1888 semasa pemerintahan Sultan Makmun Al Rasyid Perkasa Alamsyah. Istana Maimum memiliki luas 2,772 meter persegi dan mempunyai 30 bilik. 

Istana Maimun menarik minat wisatawan dari mancanegara, antara lain Eropa, Asia, dan Nusantara, karena berbentuk kebudayaan Melayu, Islam, Spanyol, India, dan Italia. Istana Maimun tersebut masih didiami oleh keluarga-keluarga sultan. 

Ruangan pertemuan, foto-foto keluarga Kerajaan Deli, perabot rumah tangga Belanda kuno dan berbagai senjata, terbuka bagi masyarakat yang ingin mengunjunginya. Di istana ini pula terdapat Meriam Puntung yang merupakan peninggalan sejarah Kerajaan Deli.

 

Sumber: republika

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

IMG 20210511 220719Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Muhammad Fadil Imran (tengah) menunjukkan barang bukti penangkapan dua pengedar sabu di Hotel N1, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (11/5). Total barang bukti dalam kasus ini sebanyak 310 kg sabu senilai Rp 400 miliar.

SitindaonNews.Com | Aparat Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat (Polres Jakpus) meringkus dua orang pengedar narkoba jenis sabu di Desa Rawa Kalong, Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (8/5) pukul 22.00 WIB. Dari mobil yang dikemudikan pelaku, didapatkan barang bukti 310 kg sabu dengan nilai Rp 400 miliar.

"Barang ini nilainya sekitar Rp 400 miliar dan kalau bisa digunakan oleh sekitar 1,2 juta pengguna aktif. Itu yang kita selamatkan," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Muhammad Fadil Imran, saat rilis kasus ini di Hotel N1, Tanah Abang, Jakpus, Selasa (11/5).

Fadil menjelaskan, barang bukti 310 kg sabu ini adalah jumlah yang fantastis. "Ini adalah tangkapan yang dilakukan satuan Reskrim Polres yang terbesar sampai dengan saat ini," kata Fadil.

Dia menjelaskan, tersangka yang membawa sabu sebanyak itu adalah pria berinisial NR dan HA yang sama-sama berdomisili di Jakarta. Saat ditangkap, mereka mengendarai mobil jenis Daihatsu Grand Max dengan nomor polisi B 9418 CCD.

Pengungkapan kasus ini, kata dia, berawal dari kecurigaan aparat Satres Narkoba Polres Jakpus sekitar Februari lalu. Mereka diyakini melakukan transaksi narkoba di wilayah Jakarta. Setelah melakukan penyelidikan, aparat lantas membuntuti kedua pelaku ini. Akhirnya mereka ditangkap di Gunung Sindur.

Para pelaku mengakui bahwa mobil berisi sabu itu dibawa dari hotel N1, tempat konferensi pers kasus ini diselenggarakan. Fadil pun menegaskan, pihaknya akan terus menyelidiki jaringan para pengedar ini.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, kedua tersangka ditahan di Mapolres Jakpus. Keduanya disangkakan melanggar Pasal 115 agar 2 subsider Pasal 114 ayat 2 Subsider lebuh Pasal 112 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. "Ancamannya singkat enam tahun penjara, paling lama 20 tahun penjara atau hukuman mati," kata Yusri pada kesempatan sama.

Sumber: republika

0
0
0
s2sdefault