fbpx

0
0
0
s2sdefault

FB IMG 1656307203451

SAYA DOKTER YANG IP NYA RENDAH, WAKTU SD NAIK PERCOBAAN KARENA MATEMATIKA NILAI 4 DAN SMP, SMA JUGA SELALU RANKING COROT hehehe ( TAPI SAYA HAMPIR MELAKUKAN 10 HAL DI BAWAH )

Mematahkan Mitos NEM, IPK dan Ranking
Oleh : Prof Agus

Ada 3 hal ternyata tidak terlalu berpengaruh terhadap kesuksesan yaitu: NEM, IPK dan rangking

Saya mengarungi pendidikan selama 22 tahun (1 tahun TK, 6 tahun SD, 6 tahun SMP-SMA, 4 tahun S1, 5 tahun S2 & S3)

Kemudian saya mengajar selama 15 tahun di Universitas di 3 negara maju (AS, Korsel, Australia) dan juga di tanah air.
Saya menjadi saksi betapa tidak relevannya ketiga konsep di atas terhadap kesuksesan.

Ternyata sinyalemen saya ini didukung oleh riset yang dilakukan oleh Thomas J. Stanley yang memetakan 100 faktor yang berpengaruh terhadap tingkat kesuksesan seseorang berdasarkan survey terhadap 733 millioner di US

Hasil penelitiannya ternyata nilai yang baik (yakni NEM, IPK dan rangking) hanyalah faktor sukses urutan ke 30

Sementara faktor IQ pada urutan ke-21
Dan bersekolah di universitas/sekolah favorit di urutan ke-23.

Jadi saya ingin mengatakan secara sederhana: Anak anda nilai raport nya rendah Tidak masalah.

NEM anak anda tidak begitu besar?
Paling banter akibatnya tidak bisa masuk sekolah favorit.
Yang menurut hasil riset, tidak terlalu pengaruh thdp kesuksesan

Lalu apa faktor yang menentukan kesuksesan seseorang itu ?
Menurut riset Stanley berikut ini adalah sepuluh faktor teratas yang akan mempengaruhi kesuksesan:

1. Kejujuran (Being honest with all people)
2. Disiplin keras (Being well-disciplined)
3. Mudah bergaul atau friendly (Getting along with people)
4. Dukungan pendamping (Having a supportive spouse)
5. Kerja keras (Working harder than most people)
6. Kecintaan pada yang dikerjakan (Loving my career/business)
7. Kepemimpinan (Having strong leadership qualities)
8. Kepribadian kompetitif atau mampu berkompetisi (Having a very competitive spirit/personality)
9. Hidup teratur (Being very well-organized)
10. Kemampuan menjual ide atau kreatif / inovatif (Having an ability to sell my ideas/products)

Hampir kesemua faktor ini tidak terjangkau dengan NEM dan IPK.
Dalam kurikulum semua yg ditulis di atas itu dikategorikan sbg softskill.
Biasanya peserta didik memperolehnya dari kegiatan di ekstra-kurikuler.

So, mengejar kecerdasan akademik semata, kemungkinan besar hanya akan menjerumuskan diri sendiri.

Kejarlah kecerdasan spiritual, agamais ...., maka kecerdasan lain akan mengikuti dan kesuksesan ada di depan mata...,

Sumber: Medsos

 

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

IMG 20220620 WA0000Petugas PLN di India memutus kabel listrik di pos polisi.. Sumber: Cartoq.

Setiap pengguna kendaraan bermotor wajib mematuhi aturan lalu lintas, ketika sedang melintas di jalan raya. Peraturan ini berlaku di semua negara, termasuk India.

Salah satu pelanggaran yang sering terjadi di negara tersebut, yakni pengendara motor tidak mengenakan helm. Padahal, alat pelindung itu punya peran vital saat terjadi kecelakaan.

Petugas biasanya akan mengenakan sanksi berupa tilang, pada pemotor yang tidak mengenakan helm. Namun, baru-baru ini ada peristiwa mengejutkan saat polisi di Negeri Hindustan melakukan hal itu.

Jumat 17 Juni 2022, peristiwa bermula ketika seorang petugas dari perusahaan listrik di negara tersebut hendak menuju kantor usai memperbaiki gardu listrik di salah satu wilayah di Uttar Pradesh.

Saat melewati pos polisi, ia dihentikan oleh polisi yang sedang menggelar razia. Meski tidak mengenakan helm, namun petugas PLN itu hanya ditanya saja ke mana tujuannya.

Tak lama kemudian, petugas itu harus kembali melewati pos tersebut karena ada gangguan kabel listrik di wilayah yang sama. Kali ini, polisi menanyakan surat tugas dan kartu identitas.

Petugas itu kemudian menghubungi atasannya, namun polisi tetap meminta surat identitas dan dokumen lainnya. Karena tidak bisa menunjukkan, ia akhirnya dikenai tilang sebesar 500 Rupee atau setara Rp94 ribu.

Tak lama kemudian, petugas itu menuju ke salah satu gardu di dekat pos polisi dan kemudian memutus kabel sehingga membuat pos padam listrik. Ia beralasan, pos tersebut memakai jalur listrik ilegal.

Saat ini kasus tersebut sedang diselidiki oleh pihak berwajib setempat, namun ternyata yang tidak kalah unik adalah ini bukan pertama kalinya peristiwa itu terjadi di negara tersebut.

 

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

IMG 20220530 070551Foto: Dok. REUTERS/Leonard Foeger

Bandung - Pasangan lelaki seks lelaki (LSL) digrebek warga di sebuah kontrakan di Desa Wangunkerta, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur. Salah seorang pelaku penyimpangan seksual itu pun diketahui telah memiliki istri.

Sang istri pun sempat syok setelah mengetahui suaminya yang berinisial A (41) berselingkuh dan menjalin berzinah sesama jenis dengan pria idaman lain (PIL) berinisial N (23).

Ketua RW 03 Desa Wangunkerta Budiman Kurniawan, menjelaskan setelah warga menggerebek pasangan LSL tersebut, pihaknya langsung memanggil keluarga dari kedua pria yang sudah mengontrak selama dua bulan di wilayahnya.

"Dan setelah kita komunikasi dengan keluarganya, terungkap jika salah seorang pria LSL ini, yakni A sudah beristri dan memiliki anak," ujar dia, Sabtu (28/5/2022).

Menurutnya begitu istri dari A datang, perempuan itu mengaku sudah menaruh curiga jika memiliki selingkuhan. Sebab kerap bertelepon mesra ketika di rumah.

Namun saat melihat kekasih dari suaminya itu, Bunga (bukan nama sebenarnya) merasa kaget, sebab kekasih suaminya bukan perempuan namun seorang pria.

"Istrinya itu awalnya marah besar dan mengaku sudah curiga jika suaminya berselingkuh dengan perempuan lain. Begitu kita tunjukan siapa kekasihnya, istri dari A semakin sock karena ternyata yang menjadi simpanan suaminya merupakan laki-laki," ucap dia.

Dia menuturkan jika warga yang awalnya berusaha meredam amarah dari istri A, malah menjadi harus menenangkan lantaran istri pelaku LSL itu masih kebingungan dengan fakta suaminya memiliki penyimpangan seksual.

Budiman menambahkan, dari keterangan istri A, suaminya tidak menunjukan gelagat penyimpangan saat di rumah. Hubungan suami istri pun dilakukan sebagaimana mestinya.

"Jadi bingung juga istrinya, soalnya kalau berhubungan juga seperti biasa. Bahkan A ini sudah punya empat anak dari dua istri," ungkap dia.

Dia mengatakan saat ini A dan N sudah tidak mengontrak di Desa Wangunjaya. Keduanya diserahkan kembali pada keluarganya.

"Kita langsung minta mereka pulang, dan keluarganya diminta untuk segera membawa kedua pelaku penyimpangan seksual ini dari Desa Wangunjaya, karena warga sudah kesal dengan perilaku keduanya," pungkasnya

Sumber: detik.com

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

IMG 20220528 111834Astini Sumiarsih.. Foto Istimewa

"Astini Sumiarsih kerap meminjam uang, tapi marah saat ditagih. Alih-alih melunasi utang, ia malah membunuh dan memutilasi tiga korban"

Uang masih menjadi barang penting bagi Astini Sumiasih. Padahal nyawanya tinggal menunggu hari di depan regu tembak. Perempuan berusia 50 tahun itu sempat meminta uang kepada petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukun, Malang, Jawa Timur. Selama hampir sembilan tahun, sejak tahun 1996, Astini, yang dikenal dengan sebutan Nyonya Astini, mendekam di penjara tersebut.

Delapan sipir Lapas Sukun datang membawakan uang Rp 300 ribu kepada Astini yang kemudian dipindahkan sementara ke Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Medaeng, Waru, Sidoarjo, Jawa Timur, sebelum dieksekusi. Selain uang, para sipir itu juga membawakan sekantong buah apel dan langsep atau langsat untuk Astini pada Kamis, 17 Maret 2005.

Uang pemberian sipir itu lantas diberikan kepada ketiga anak-anaknya untuk terakhir kalinya. Sebelum dieksekusi, Astini juga sempat meminta untuk didoakan. Karena itu, Lapas Sukun menggelar acara istigasah. Kepada kuasa hukumnya, Astini juga menitipkan pesan kepada keluarganya bahwa ia sudah ikhlas menerima hukuman mati.

Sepekan kemudian, tepatnya pada Minggu, 20 Maret 2005 malam, Astini dibawa keluar dari Rutan Medaeng. Ia mengenakan pakaian terusan putih dengan kerudung hitam. Astini sempat mengambil air wudu dan berdoa sebelum meninggalkan rutan. Ia tampak pasrah. Setelah itu, Astini dibawa kendaraan dinas rutan dengan pengawalan polisi yang ketat menuju sebuah tempat di bagian barat Surabaya.

Disebut-sebut, tempat itu merupakan sebuah lapangan yang masih masuk Kecamatan Benowo. Di tempat yang luas namun remang-remang itu, sudah menunggu Kepala Kejaksaan Negeri Surabaya AF Darmawandi selaku ketua tim eksekutor. Turut hadir Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama Surabaya, Kepala Seksi Pidana Umum dan Asisten Intelijen Kejari Surabaya, Kepala Satreskrim Polwiltabes Surabaya, serta beberapa personel Brimob Polda Jawa Timur.

Perempuan kelahiran 22 September 1955 itu berdoa kembali sebelum dihadapkan kepada regu tembak. Ia didudukkan di sebuah kursi yang jaraknya sekitar lima meter dari regu tembak dari anggota Brimob Polda Jawa Timur. Tiba-tiba terdengar aba-aba perintah menembak. Rentetan suara tembakan terdengar membahana di keheningan malam. Seketika, tubuh Astini terkulai setelah peluru bersarang di tubuhnya.

Tim medis lalu memeriksa kondisi Astini. Tak lama ia dinyatakan sudah meninggal dunia tepat pukul 01.20 WIB. Bergegas, jasadnya diangkut menggunakan ambulans menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Sutomo, Surabaya, untuk diautopsi. Menjelang Subuh, sekitar pukul 04.30 WIB, jasad Astini dikuburkan di tempat pemakaman umum (TPU) Wonokusumo Kidul, Surabaya.

Astini dihukum mati karena telah membunuh dan memutilasi tiga orang tetangganya. Astini bersama ketiga anaknya tinggal di rumah kontrakan di Jalan Kampung Malang Utara I, Wonorejo, Tegalsari, Kota Surabaya. Suaminya, Sufirin, bekerja serabutan. Ia kerap tak mendapatkan pekerjaan. Karena impitan ekonomi itulah, Astini kerap meminjam uang kepada tetangga-tetangganya.

Walau kesehariannya terbilang ramah, menurut tetangganya, Astini memiliki sikap temperamental bila tersinggung. Lebih-lebih ketika persoalan utangnya kian lama kian menumpuk. Saat ditagih, Astini justru memarahi para penagihnya. Bahkan Astini nekat menghabisi nyawa tetangganya sendiri yang tengah menagih utang kepadanya.

Kasusnya bermula ketika warga Kampung Malang Utara geger oleh penemuan potongan kepala yang terbungkus plastik di Sungai Wonorejo pada 6 Februari 1996. Kejadian itu sembilan tahun sebelum Astini dieksekusi mati. Warga lalu melaporkan penemuan potongan kepala itu ke Polsek Tegalsari. Potongan kepala seorang wanita itu lalu dibawa ke kamar jenazah RSUD Dr Sutomo untuk diidentifikasi.

Dalam waktu bersamaan, penemuan potongan kepala sampai juga ke telinga Agus Purwanto. Ia mengaku kehilangan kakak perempuannya bernama Puji Astuti, yang juga warga Kampung Malang. Puji dikabarkan menghilang dari rumahnya sejak 4 Februari 1996. Lantas Agus berusaha mendatangi kamar jenazah RSUD Dr Sutomo untuk melakukan identifikasi.

Kepada polisi, Agus mengenali potongan kepala wanita itu adalah kakaknya, Puji Astuti. Polisi bergerak cepat dengan membuat tim penyelidikan. Beberapa warga dipanggil dan dimintai keterangan sebagai saksi. Polisi lalu mendapatkan keterangan dari seorang warga yang melihat kedatangan Puji ke rumah Astini pukul 16.00 WIB, sebelum ia dilaporkan menghilang oleh keluarganya.

Setelah mendapatkan bukti yang dirasakan cukup, polisi langsung menangkap Astini di rumahnya. Awalnya Astini menyangkal telah membunuh tetangganya itu. Tapi, setelah dicecar sejumlah pertanyaan dalam interogasi, Astini akhirnya mengakui membunuh Puji. Ia mengaku kesal karena dimaki dan dihina oleh korban. Kepada polisi, Astini menuturkan kronologi pembunuhan tersebut.

Sore itu cuaca di langit Surabaya tengah mendung. Astini duduk santai di depan teras rumah kontrakannya. Tiba-tiba ia dikejutkan oleh kedatangan Puji yang hendak menagih uang Rp 20 ribu yang dipinjamnya. Saat ditagih, Astini mengaku belum memiliki uang. Bahkan untuk memasak sehari-hari pun tak ada. Alasan itu bukan satu-dua kali didengar Puji. Astini selalu beralasan sama ketika Puji sudah beberapa kali menagihnya.

Tapi mendengar jawaban Astini kali ini, Puji langsung naik pitam. Ia langsung memaki-maki dengan kata-kata kasar kepada Astini. Makian itu membuat Astini sakit hati. Dengan nada kesal, Astini mengajak tetangganya itu masuk ke dalam rumah. Puji lantas langsung duduk di ruang tamu. Sementara Astini langsung ke ruang tengah menuju belakang. Ia berpura-pura akan mengambilkan uang yang ada di dalam.

Bukan uang yang diambil, Astini mengambil sepotong besi panjang yang ada di belakang. Ia langsung membawanya ke ruang tamu. Puji yang tengah lengah tak kuasa ketika menerima hantaman besi di kepalanya. Secara brutal, Astini terus memukulkan potongan besi itu beberapa kali ke kepala Puji hingga terkapar dan tak berkutik lagi. Kepalanya nyaris hancur dan ruangan tamu seketika banjir darah.

Dengan tenangnya, Astini menyeret tubuh korbannya itu ke dapur. Di sana tubuh Puji digulung dengan tikar agar tak diketahui anak-anak Astini. Ia lalu membersihkan ruang tamu dari ceceran darah hingga bersih. Malamnya, sekitar pukul 02.00 WIB, Astini melakukan aksi kejinya lagi. Ia langsung memotong-motong tubuh korbannya menjadi 10 bagian. Potongan tubuh itu dimasukkan ke dalam 10 kantong plastik.

Astini membawa ke-10 kantong plastik berisi potongan tubuh manusia itu untuk dibuang ke sejumlah tempat sampah dan sungai yang ada di Surabaya. Sementara itu, pakaian dan kunci kendaraan korban dibuang Astini ke sumur yang ada di belakang rumahnya. Barulah keesokan harinya, seorang warga menemukan potongan kepala korban yang tersangkut ranting pohon di Sungai Wonorejo.

Masyarakat di Wonorejo pun geger. Penemuan potongan kepala itu langsung dilaporkan ke polisi. Tak hanya itu, dalam penyidikan polisi dibuat kaget oleh pengakuan Astini. Ternyata, ia juga sudah melakukan hal serupa, membunuh dan memutilasi dua tetangga satu kampungnya yang lain. Ia melakukan pembunuhan itu pada 3-4 tahun sebelumnya, yaitu dalam rentang 1992-1993. Korbannya adalah Rahayu alias Ibu Syukur dan Sri Astutik.

Sama dengan Puji, Rahayu dan Sri Astutik sempat dilaporkan oleh keluarganya hilang. Keduanya ternyata dibunuh dan dimutilasi Astini. Potongan tubuh mereka dibuang ke sejumlah tempat sampah dan sungai di Surabaya. Motifnya sama, Astini sakit hati ditagih utang dengan cara dihina dan dimaki-maki kedua korbannya.

Astini meminjam uang kepada Sri Astutik sebesar Rp 550 ribu pada 1992 dan Rahayu sebesar Rp 1,2 juta pada 1993. Kepada polisi, Astini mengaku telah menghabisi nyawa Rayahu sekitar Agustus 1992. Sedangkan Sri Astutik dibunuhnya pada 1 November 1993. Setelah selesai penyidikan, polisi melimpahkan kasusnya ke Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Tak beberapa lama, majelis hakim PN Surabaya menjatuhkan vonis hukuman mati kepada Astini pada 17 Oktober 1996.

Astini, yang saat itu didampingi sejumlah pengacara, sempat mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Jawa Timur. Selama menunggu putusan banding, Astini ditahan di Lapas Wanita Sukun, Malang. Januari 1997, majelis hakim PT Jawa Timur justru memutuskan menguatkan keputusan PN Surabaya. Tak menyerah, Astini pun mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA).

Pada Juni 1997, MA memutuskan tetap sama menjatuhkan hukuman mati seperti amar putusan di PN Surabaya dan PT Jawa Timur. Ia sempat mengajukan peninjauan kembali (PK) ke MA, tapi hasilnya sama. Akhirnya sebagai langkah terakhir, Astini mengajukan grasi kepada Presiden Megawati Soekarnoputri. Upaya Astini bertahan hidup kandas. Permohonan grasi Astini ditolak Presiden Megawati pada 9 Juni 2004.

Sebelum dieksekusi mati, Astini dipindahkan dari Lapas Wanita Sukun ke Rutan Medaeng. Ia sempat menjalani masa isolasi selama lima hari pada 15-19 Maret 2005. Ia sempat dijenguk ketiga anak dan suaminya sebelum perjalanan hidup Astini berakhir di depan regu tembak.

Baca Artikel Asli di detik.com

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

IMG 20220523 081208Juragan tanah H. Sondani yang nikahi gadis 19 tahun. Sumber: Istimewa

Kakek 63 tahun asal Cirebon, Jawa Barat, H Sondani mengakui telah memberikan mahar hingga seserahan kepada istrinya Fia Berlanti (19) dan keluarga istri dengan total mencapai Rp700 juta. Hal itu diakui Sondani merupakan keharusan bagi dirinya memberikan barang yang dibutuhkan untuk sang istri.

Menurut H Sondani, setidaknya ada 3 acara adat yang sudah berjalan dan menggelontorkan uang yang tidak sedikit. " Yang pertama ada pasrahan, pihak laki-laki memberikan sejumlah uang kepada keluarga perempuan. Lalu lamaran berupa barang-barang perabotan rumah totalnya Rp11 juta, dan ke tiga mas kawin senilai Rp100.050.000," kata Sondani dikutip tvonenews, Sabtu, 21 Mei 2022.

Sementara untuk total keseluruhan, dari Rp700 juta tersebut. H Sondani sudah memberikan kepada keluarga Fia sebesar Rp350 juta. "Sisanya berupa mobil, dan mau bangun rumah. Tanahnya sudah ada seluas 300 meter," bebernya.

Sementara untuk bulan madu, H Sondani dengan Fia tidak hanya ke pemandian air panas Guci, Jawa Tengah. Melainkan masih ada 2 tempat lagi yang belum didatangi. "Kemaren ke Guci, rencananya umroh tanggal 30 Juni 2022 bersama 6 orang bersama istri dan saya, setelah itu mau ke Bali," ungkapnya.

Dari pemberitaan yang sudah beredar terkait adanya keterpaksaan dari pihak perempuan untuk dinikahi, H Sondani membantahnya. "Kami sudah kenal sebulan, setelah istri saya berdoa di makam ibunya baru memberikan jawaban dari lamaran saya, sebelumnya istri saya juga menyampaikan kalau tidak memiliki hubungan dengan laki-laki lain," tuturnya.

Sebelumnya viral di media sosial pernikahan seorang pria lanjut usia dengan gadis 19 tahun bernama Fia Barlanti. Mempelai pria ternyata juragan tanah asal Cirebon yaitu Haji Sondani. Keduanya viral di media sosial setelah membagikan video pernikahan kakek berusia 63 tahun itu dengan Fia di Facebook 

Sumber: viva.co.id

 

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

IMG 20220516 144101

Barcelona dan Real Madrid masing-masing berbagi satu poin di pekan ke-37 Liga Spanyol pada Senin dini hari WIB.

Barcelona harus ditahan imbang 0-0 lawan Getafe di Coliseum Alfonso Perez. Sedangkan laga Real Madrid vs Cadiz berakhir dengan skor 1-1 di Estadio Nuevo Mirandilla.

Tambahan satu poin ini membuat Barcelona kini mengumpulkan 73 poin di peringkat kedua klasemen Liga Spanyol. Mereka dipastikan jadi runner-up LaLiga 2021/2022 setelah perolehan poinnya tidak mungkin disusul Atletico Madrid yang punya 68 poin dengan sisa satu laga.

Sementara itu, hasil ini juga memastikan posisi Getafe aman di LaLiga. Mereka aman dari jerat degradasi

Barcelona mendominasi penguasaan bola hingga mencapai 71%. Meski demikian, pasukan Xavi Hernandez sulit mengubahnya menjadi peluang, terbukti mereka hanya mencatatkan lima tembakan di sepanjang laga.

Getafe mendapat dua tendangan sudut dalam waktu berdekatan. Namun, keduanya tidak menghasilkan gol setelah sundulan Mathias Olivera dan Enes Unal sama-sama diblok.

Damian Suarez mencoba melepaskan tendangan dari tengah lapangan setelah melihat Marc-Andre ter Stegen meninggalkan wilayahnya. Bola mengarah ke gawang, tetapi kiper asal Jerman itu tanpa kesulitan berarti bisa mengamankannya.

Skor tetap bertahan 0-0 sampai babak pertama selesai.

Barcelona melanjutkan dominasinya di babak kedua. Sementara Getafe lebih banyak bertahan.

Barcelona membuka babak kedua dengan peluang dari Ferran Torres. Umpan backheel Pierre-Emerick Aubameyang disambar oleh Torres, sayang tidak begitu merepotkan David Soria.

Baik Barcelona dan Getafe berusaha menyerang, tetapi usaha mereka terlihat tidak maksimal.

Skor tidak mengalami perubahan sampai wasit meniupkan peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan. Getafe dan Barcelona harus puas berbagi angka setelah laga ini berakhir imbang imbang 0-0.

Real Madrid vs Cadiz

Sementara itu, Real Madrid bermain imbang 1-1 di kandang Cadiz. Los Blancos sudah berhasil memimpin ketika laga baru berjalan lima menit berkat gol Mariano.

Proses gol ini diawali oleh aksi individu brilian Rodrygo. Winger asal Brazil itu melewat sejumlah pemain lawan sebelum mengirim umpan tarik untuk dituntaskan Mariano menjadi gol dan mengubah kedudukan menjadi 1-0.

Cadiz yang tengah berjuang selamat dari zona degradasi tidak mau tinggal diam. Tuan rumah terus menekan pertahanan Real Madrid dan menciptakan beberapa peluang emas.

Usaha mereka akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-37. Tembakan Sobrino dari tepi kotak penalti sukses menjebol gawang Real Madrid yang dikawal Andriy Lunin. Skor imbang 1-1 pun bertahan hingga turun minum.

Selepas jeda, Cadiz terus menekan pertahanan Real Madrid. Tuan rumah pun mendapat hadiah penalti usai Alvaro Negredo dilanggar Lunin pada menit ke-60.

Negredo sendiri maju menjadi algojo penalti ini, tetapi tendangannya mampu ditepis oleh Lunin.

Setelah itu, Cadiz mendapat beberapa peluang untuk membalikkan kedudukan. Namun, tidak ada gol tambahan yang tercipta hingga peluit panjang berbunyi.

Skor 1-1 pun menjadi hasil akhir laga ini. [ANTARA]

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

IMG 20220516 142930

Polres Kabupaten Karawang mengungkap kronologi peristiwa kecelakaan yang mengakibatkan tujuh orang meninggal dan sepuluh orang lainnya luka-luka di jalan Purwasari, Karawang, Jawa Barat.

"Sebelumnya kami telah melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara) kecelakaan yang terjadi pada Minggu (15/5) sore itu," kata Kasatlantas Polres Karawang AKP Laode Habibi Ade Jama saat dihubungi di Karawang, Senin.

Ia menyampaikan, sesuai dengan hasil olah TKP, diketahui kalau peristiwa kecelakaan terjadi saat sebuah mobil elf bernopol T-7556-DB melintasi jalan Purwasari Karawang, dari arah Karawang Kota menuju Cikampek.

Sesampainya di lokasi kejadian, mobil yang dikemudikan Deni Budiman itu secara tiba-tiba oleng ke sebelah kanan sampai menabrak median jalan dan menyeberang ke jalur berlawanan.

Kemudian mobil elf tersebut menabrak sebuah mobil pickup bernopol T-8493-DZ yang tengah melintas di jalur berlawanan.

Selanjutnya, mobil elf menabrak empat pengendara motor yang sedang melintas, di antaranya sepeda motor Yamaha Vino bernopol T-4850-PJ, Honda Beat nopol T-3105-HZ, Honda Scoopy nopol T-4577-SU, dan Honda Vario nopol T-2339-MM.

"Para pengendara sepeda motor yang tertabrak itu sedang melintas dari arah Cikampek menuju Karawang Kota," katanya.

Akibat peristiwa itu, tujuh orang meninggal dan sepuluh orang mengalami luka-luka.

Baca juga: Polda Metro: Satu kecelakaan yang libatkan pemudik saat mudik 2022

Untuk identitas korban yang meninggal dunia dalam kecelakaan itu di antaranya Nunu Dwi Rahmawati (31), Fitri Safitri (25) dan Haikal P (31), ketiganya merupakan warga Purwasari Karawang.

Kemudian Aisyah Binti Aluk (29), Yayan Sopian (30) dan Budi Hartono (37), ketiganya adalah warga Kecamatan Klari Karawang.

Satu korban meninggal lainnya merupakan warga Kecamatan Patokbeusi, Kabupaten Subang, yang bernama Ricky Rianto (36).

Keterangan dari pihak kepolisian setempat, enam korban yang meninggal di antaranya dibawa ke Rumah Sakit Karya Husada, dan satu korban meninggal lainnya dibawa ke Rumah Sakit Fikri.  (ANTARA)

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

ilustrasi pelecehan seksual 169Ilustrasi pelecehan seksual

Seorang mahasiswi inisial EL (18) di Kabupaten Toraja Utara (Torut), Sulawesi Selatan (Sulsel) mengaku mengalami pelecehan seksual di sebuah bus. Peristiwa itu langsung dilaporkan EL ke polisi, namun laporannya ditolak.

"Kami bersama korban, pelaku, dan sopir mobil (bus) sempat lapor polisi. Tapi pihak Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Toraja Utara bilang kalau tidak ada bukti jangan dilaporkan, jangan-jangan sampai pelaku keberatan dan lapor balik. Jadi kami harus lapor dimana," kata kakak korban EL, FD kepada detikSulsel, Rabu (11/5/2022).

FD menceritakan, pelecehan yang dialami adiknya terjadi pada Jumat (6/5) lalu saat adiknya naik Bus Litha dari Kota Makassar menuju Toraja Utara. Bus sempat berhenti di Kabupaten Maros karena mogok, sehingga penumpang dialihkan ke bus lainnya.

Lanjut FD, setelah pindah ke bus yang baru, korban dan terduga pelaku duduk berdampingan. Terduga pelaku lantas melakukan aksi pelecehan seksual tersebut.

"Pelakunya sekitar umur 40 tahun. Saat pelaku lakukan itu (pelecehan), adikku kaget dan hempaskan tangannya pelaku. Dia (adik) tidak kaget jadi tidak bisa teriak. Nanti, bus berhenti baru baru adikku lapor ke sopir baru dipindah tempatnya," jelas FD.

FD sangat menyayangkan kinerja polisi yang sudah menolak laporannya dikarenakan tak memiliki bukti. Menurutnya, seharusnya polisi menerima laporan dulu lalu melakukan penyelidikan terhadap aksi pelecehan.

"Saya tidak tau mau bilang bagaimana lagi, kami ini minta keadilan. Aksi seperti ini jangan dibiarkan karena dampaknya berbahaya," ujarnya.

Polres Toraja Utara Bantah Tolak Laporan Korban, Singgung Pembuktian

Dikonfirmasi terpisah, Kasat Reskrim Polres Toraja Utara Iptu Andi Irvan Fachri membantah menolak laporan korban EL atas dugaan pelecehan tersebut. Pihaknya hanya meminta korban menunjukkan bukti terkait dugaan pelecehan tersebut.

"Intinya polisi tidak pernah menolak laporan dari masyarakat. Tapi pembuktian harus melalui pemeriksaan dulu," bebernya.

Sementara itu, Kapolres Toraja Utara AKBP Eko Suroso mengatakan dirinya akan menindak lanjuti laporan kasus pelecehan itu.

"Kita tindak lanjuti, masalah pembuktian bergantung pada hasil pemeriksaan nantinya. Intinya bahwa polisi tidak pernah dan tidak boleh menolak laporan masyarakat," tegas Eko.

Sumber: DetikSulsel

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

FB IMG 1651927867399

*Dear Nasabah BCA,*

Awas modus penipuan Social Engineering atau manipulasi psikologis dari orang yang mengaku pihak BCA, untuk mencuri data rahasia kartu kreditmu dan menguras uangmu!

Ini tips agar terhindar dari penipuan Social Engineering:

🚨 Waspada nomor telepon palsu. Nomor resmi Halo BCA 1500888 tanpa awalan apapun!

🚨 Jangan cepat tergiur bujuk rayu / panik dengan ancaman si pelaku

🚨 Hubungi Halo BCA untuk memastikan kebenaran informasi.

🚨 Jaga selalu kerahasiaan data! Jangan berikan kode OTP, nomor CVV (3 digit terakhir di belakang kartu kredit) ke siapapun.

Sampaikan informasi ini ke keluarga / orang terdekat agar terhindar dari modus penipuan. Info selengkapnya, cari tahu biar aman klik button di bawah inig

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault
FB IMG 1651711145294
 
Sejumlah warga memadati Pasar Gembrong di Jl. Basuki Rachmat, Jatinegara, Jakarta Timur, untuk berburu mainan anak saat momen libur Lebaran.
 
Salah satu warga dari Jagakarsa Jakarta Selatan yang datang ke Pasar Gembrong pada hari ke-2 Idul Fitri adalah keluarga Cristopel Lumbantobing beserta istri dan 2 orang anaknya Christabel Lumbantobing (4) dan Mathieu Lumbangtobing (2).  Anaknya yang perempuan minta dibelikan rumah berbie dan anaknya yang laki² minta dibelikan motor listrik.
 
"Disini kita harus pintar² menawar" kata Cristopel, 'karena mainan yang sama bisa beda harga dengan toko yang lain, sebagai contoh motor listrik ini saya beli seharga Rp. 1.050.000 sementara toko yang lain mematok harga Rp 1.200.000,- " kata Christopel menambahkan

Pembeli yang lain, Dedy mengatakan, dirinya sengaja datang ke Pasar Gembrong untuk membeli mainan bagai anaknya.

"Anak kan baru dapat uang THR dari saudara-saudara. Nah, dia melihat teman-temannya pada beli mainan. Makannya kita ajak ke sini," kata Dedy di Jakarta, Rabu.

Dedy menambahkan bahwa ia rutin setiap tahun ke Pasar Gembrong untuk membeli mainan.

Menurut dia variasi mainan anak-anak yang dijual di Pasar Gembrong beragam.

Tak hanya itu, harga yang ditawarkan oleh pedagang di Pasar Gembrong juga masih bersahabat bagi kantongnya.

Sementara itu, salah satu pedagang mainan Pasar Gembrong, Umi mengatakan, bahwa pada Lebaran tahun ini terjadi peningkatan jumlah pembeli bila dibanding hari biasa.

"Dibilang sepi enggak, tapi dibanding tahun lalu menurun. Mungkin karena banyak warga mudik, jadi sekarang agak menurun. Yang penting, dagang masih ada untung, Alhamdulillah," ujar Umi.

Dia mengatakan harga mainan yang dijual di Pasar Gembrong bervariasi, mulai dari puluhan ribu rupiah untuk beberapa mainan plastik hingga jutaan rupiah untuk sepeda motor dan mobil mini listrik.

Sementara itu, Umi mengatakan mainan tembak-tembakan menjadi incaran bagi anak laki-laki, sedangkan untuk anak permukiman rumah boneka dan set mainan dapur  banyak digemari.

"Kalau tembak-tembakan ini musiman pas Lebaran saja. Alhamdulillah, hari ini ramai, karena pas hari pertama Lebaran kemarin hujan terus sepanjang hari. Jadi, sempat sepi," kata Umi.
0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

Pasien COVID-19 berusia 106 tahun di China dinyatakan sembuh

 
Changchun, China (ANTARA) - Seorang pasien COVID-19 berusia 106 tahun dinyatakan sembuh dan diizinkan meninggalkan rumah sakit di Changchun, ibu kota Provinsi Jilin, China timur laut, pada Sabtu (30/4), kata pihak berwenang setempat.

Pasien bermarga Li itu adalah pasien tertua yang dirawat di rumah sakit dalam wabah terbaru di Jilin.

Ia didiagnosis positif COVID-19 dan dirawat di Rumah Sakit Bethune Pertama di bawah naungan Universitas Jilin pada 14 April. Setelah pemeriksaan komprehensif, pihak rumah sakit menemukan pasien lansia itu memiliki sejumlah penyakit penyerta atau komorbid yang serius, termasuk atrofi otak.

Sejak 13 April, pihak rumah sakit mendirikan area perawatan yang mengkhususkan diri dalam merawat penyandang disabilitas, lansia, dan pasien lain yang tidak dapat merawat diri sendiri. Daerah tersebut menerima lebih dari 130 pasien, dengan 20 di antaranya telah diizinkan meninggalkan rumah sakit.

Saat ini, total 2.076 pasien COVID-19 dirawat di rumah sakit itu, di mana 1.737 di antaranya telah dinyatakan sembuh dan diizinkan pulang.
[ANTARA]
0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

Jangan mau diperalat oleh politikus atau pemuka agama untuk saling membenci.
Kalau mereka berhasil mempengaruhi kalian, yang duitnya tambah banyak mereka, yang pakai mobil bagus mereka, dan yang rumahnya mewah juga mereka.
Sedangkan kalian tetap aja hidup miskin, duit cekak, dan makin banyak utang.

Kagak percaya ??
Fakta berbicara.

Liat aja kehidupan para politikus yang menghasut kalian untuk membenci China atau benci bangsa asing lainnya. Mereka jalan jalannya bukan ke Monas, tapi ke Eropa dan US atau selfie cengengesan di Great Wall China.
Begitupun juga para ulama yang menghasut kalian untuk membenci kapir, ujung ujungnya jualan buku jualan kaos. Mereka sendiri naiknya BMW, Mercy, Ford Mustang, Rubicon,…. bahkan bangga berselfie ria dengan para cukong kapir.

Zaman sekarang bukan lagi zamannya b3nci sama Cina, benc1 sama Arab, 6enci bangsa asing, 8enci Kristen, Islam atau Hindu dan agama lainnya……

Yang terpenting dalam hidup di zaman sekarang ini adalah bagaimana kita bisa hidup rukun dengan mereka yang berbeda dengan kita supaya tidak ada lagi rasa benci di hati dengan siapapun cuma karena perbedaan agama atau suku atau ras.
Kalau semua ini bisa kalian jalankan, kehidupan kalian akan terasa lebih damai dan rejeki juga akan lebih senang datang menghampiri.

Salam,
Raymond Liauw

0
0
0
s2sdefault