fbpx

0
0
0
s2sdefault

Screenshot 20201113 232135Sutan Sjahrir, Sukarno, dan Haji Agus Salim bersiap-siap dipindahkan ke Parapat, pada 1 Januari 1949. Foto: Repro "Sutan Sjahrir: Negarawan Humanis, Demokrat Sejati yang Mendahului Zamannya" karya Rosihan Anwar.

 

SitindaonNews.Com | BELANDA menduduki Yogyakarta pada agresi militer kedua akhir tahun 1948. Belanda kemudian mengasingkan para tokoh Republik Indonesia, yaitu Sukarno, Mohammad Hatta, Sutan Sjahrir, Haji Agus Salim, dan para menteri, ke Brastagi, Karo, Sumatera Utara, dan Pulau Banda.

Setelah sepuluh hari dalam tahanan militer Belanda di Brastagi, Sukarno, Sjahrir, dan Agus Salim, dipindahkan ke Parapat, di tepi Danau Toba, pada 1 Januari 1949. (Baca: Rumah Sukarno di Tanah Karo).

Sukarno melukiskan rumah pengasingannya di Parapat sebagai tempat peristirahatan yang indah tapi tidak mudah dijangkau. “Rumah itu di tiga sisinya dikelilingi air. Bagian belakang rumah berupa tanah darat, yang dapat dicapai melalui jalan berkelok-kelok,” kata Sukarno dalam otobiografinya, Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia karya Cindy Adams.

Tidak sembarang orang dapat menemui mereka di rumah pengasingan itu. Namun, Josef Sitindaon, penghulu Negara Sumatera Timur, telah dikenal oleh tentara Belanda. Sebagian pengawal rumah pengasingan itu adalah kenalan baik dan sanak keluarganya. Dia diperbolehkan berkunjung untuk mengantarkan majalah.

Dalam Memori Sejarah Gerilla, C. Marbun, mantan wakil komandan/kepala staf daerah militer Sumatera Timur-Tengah, mencatat bahwa menurut Josef, Sutan Sjahrir-lah yang sering bebas bergerak, berjalan-jalan di pekarangan memandangi indahnya Danau Toba. Pengawasan di malam hari juga tidak begitu ketat karena yang berjaga hanya barisan pengawal sedangkan pasukan Belanda pergi minum-minum di tepi Danau Toba.

Pada 5 April 1949, Josef melaporkan kepada Seksi Keamanan dan Penertiban Batalion IV Sumatera yang berkedudukan di Parapat, bahwa pemimpin Negara Republik Indonesia (NRI) yang ditawan adalah Sukarno, Sutan Sjahrir dan Haji Agus Salim. Laporan tersebut diteruskan kepada Komandan Batalion IV, Kapten Bunga Simanungkalit.

“Josef meminta agar TNI mempertimbangkan untuk merencanakan penculikan terhormat, membebaskan pemimpin Negara RI tersebut,” tulis Marbun.

Operasi penculikan dipercayakan kepada Peltu Walter Sirait dibantu Josef sebagai pembawa pesan. Selama tiga hari tiga malam pasukan Walter Sirait mengintai rumah pengasingan itu.

Di kemudian hari, Sukarno mengatakan, “pada suatu malam yang gelap sekelompok pemuda mencoba membebaskan Bung Karno. Para pemuda yang tidak kukenal itu dengan sembunyi-sembunyi menyebrangi danau dengan perahu kecil yang di dayung. Di tengah malam yang hening itu kudengar tembakan di dekat dinding kamarku. Jendela-jendela di kamarku menghadap ke danau tetapi malam itu sangat gelap.”

Pada 10 April 1949, Josef berhasil menemui Sutan Sjahrir dan mengantarkan majalah. Setelah kondisi aman dari pantauan penjaga, dia menyampaikan surat rahasia. Sjahrir dan Sukarno membaca surat rahasia itu yang bunyinya: “Salam perjuangan Merdeka! TNI merencanakan penculikan terhormat untuk menyelamatkan bapak-bapak pemimpin NRI dari gedong tawanan. Melalui Danau Toba dan darat, pembesar negara dapat diselamatkan ke markas gerilla TNI, dengan taktik dan gerak cepat yang jitu. Mohon pendapat kapan waktu yang tepat buat melakukannya. Apabila diperoleh keputusan, bahwa rencana tersebut dapat dilaksanakan maka operasi gerak cepat dengan pelaku-pelaku yang tangguh akan dipersiapkan. Salam hangat dari TNI.”

Dengan haru, Sjahrir berbisik kepada Josef, “jangan dipikirkan usaha untuk menculik atau membebaskan kami, karena Perserikatan Bangsa-Bangsa sudah mengetahui pemimpin-pemimpin besar Negara RI berada dalam tawanan Belanda. Politik perjuangan kita di luar negeri telah menerobos puncak penentuan, untuk mana perjuangan gerilla harus ditingkatkan, yakinlah, kita akan menang. Sdr. Josef Sitindaon tak usah datang-datang lagi kemari karena kami tidak lama lagi akan dipindahkan dari Parapat. Sampaikan salam hangat kami kepada TNI dan rekan-rekan pejuang gerilla.”

Dengan demikian, “penculikan terhormat” urung dilakukan. Para pemimpin Republik yang diasingkan ke Parapat dan Banda, dikembalikan ke Yogyakarta pada 6 Juli 1949 setelah perundingan Roem-Royen

Sumber: historia.id

 

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

IMG 20201109 202817

SitindaonNews.Com | Sejumlah maskapai di tanah air menawarkan harga spesial di awal pekan ini. Beberapa maskapai bahkan memberikan tiket perjalanan senilai Rp100 ribuan untuk ke destinasi domestik di Tanah Air.
Lalu maskapai mana saja yang memberikan promo menarik di awal pekan ini? Berikut ini sejumlah promo tiket murah maskapai yang dilansir dari berbagai sumber:

1. Sriwijaya Air
Dalam memperingati ulang tahun yang ke-17 maskapai Sriwijaya Air dan Nam Air memberikan promo tiket pesawat senilai Rp 170 ribu ke 38 destinasi. Beberapa destinasi tersebut antara lain Ambon, Balikpapan, Bandar Lampung, Batam, Berau, Denpasar, Biak, Jakarta, Jayapura, Kendari, Ketapang, Kualanamu, Kupang, Labuan Bajo, Semarang, Solo, Surabaya, Yogyakarta, Ujung Pandang dan masih banyak yang lainnya.

Dari akun instagram resmi Sriwijaya harga tersebut merupakan harga basic fare atau belum termasuk PPN, IWJR dan PSC. Promo ini berlaku untuk periode terbang mulai 11 November 2011 hingga 30 April 2021.
Tiket per route ini hanya untuk 4 tiket. Program ini akan dimulai 10 November 2020 di www.sriwijaya.co.id dan mobile app.

2. Air Asia
Melalui keterangan resmi Air Asia, meluncurkan program Air Asia Unlimited. Program yang dibuat dalam rangka mendorong pemulihan perekonomian dan pariwisata nasional ini memberikan promo menjelajahi Indonesia sepuasnya hanya dengan pembelian pass seharga Rp1,5 juta khusus bagi member BIG Loyalty.

Program ini berlaku mulai 9-15 November 2020, untuk periode penukaran 9 November 2020 sampai 16 Mei 2021 dan periode penerbangan mulai 23 November 2020 hingga 31 Mei 2021.
Tiket penerbangan AirAsia yang dibeli menggunakan AirAsia Unlimited Pass sudah termasuk jatah bagasi gratis 15 Kg per penerbangan domestik, sehingga pelanggan hanya perlu membayar pajak bandara (gratis di 13 bandara hingga 31 Desember 2020*), Iuran Wajib Jasa Raharja (IWJR), produk tambahan seperti tambah bagasi, pilih kursi dan makanan pra-pesan, atau biaya lainnya.
Dengan penawaran ini, pelanggan dapat terbang ke berbagai destinasi domestik di Indonesia, seperti Jakarta, Medan, Bali, Lombok, Surabaya, Yogyakarta dan destinasi domestik lainnya. Kelebihan program ini, pelanggan dapat memanfaatkan AirAsia Unlimited Pass untuk merencanakan perjalanan bisnis, esensial dan wisata ke berbagai destinasi domestik Indonesia hingga berkali-kali hingga 31 Mei 2021 tanpa dikenai tarif dasar.
Program ini juga memungkinkan pelanggan mengunjungi berbagai kota di hari yang sama dengan harga lebih hemat. Pelanggan dapat memesan hingga dua penerbangan untuk terbang di hari yang sama namun dari tempat keberangkatan yang berbeda.
Untuk periode pemesanan hingga 31 Desember 2020, pelanggan juga tidak perlu membayar passenger service charge atau pajak bandara di 13 bandara tertentu*, sehingga budget perjalanan tahun ini menjadi semakin hemat.

3. Garuda Indonesia
Maskapai nasional ini menawarkan promo AMAZ11.11NG DAYS! Promo yang berlangsung pada 9 hingga 13 November 2020 di www.garuda-indonesia.com dan aplikasi GIA Mobile ini menawarkan promo spesial untuk sejumlah destinasi di Tanah Air.
Beberapa promo tiket penerbangan tersebut antara lain:
- Denpasar-Solo mulai dari Rp545.100
- Jakarta-Yogyakarta mulai dari Rp658.400
- Timika-Nabire mulai dari Rp885.300
- Biak-Nabire mulai dari Rp1.060.900
- Jakarta-Pontianak mulai dari Rp1.000.500
- Jakarta-Palangkaraya mulai dari Rp1.106.100
- Jakarta-Denpasar mulai dari Rp1.107.200
- Medan-Bandung mulai dari Rp1.491.100
- Jakarta-Surabaya mulai dari Rp903.700 dan masih banyak yang lainnya.
Promo tersebut merupakan tiket untuk kelas ekonomi untuk sekali jalan. Promo ini sendiri untuk periode perjalanan mulai dari 9 November 2020 hingga 30 Juni 2021. Selain itu, sejumlah bank plat merah juga memberikan promo potongan harga mulai dari Rp110.000

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

Screenshot 20201107 150355

MENGENAL JANDA BOLONG dan AGLAONEMA

Beberapa waktu terakhir, terdapat beberapa tanaman yang memiliki pamor tinggi di tengah masyarakat. Tanaman tersebut adalah tanaman janda bolong, dan aglaonema. Keduanya pun memiliki harga jual yang tinggi hingga ratusan juta rupiah, mengikuti naiknya tren menanam tanaman-tanaman tersebut.

Lantas, bagaimana sih rupa keduanya?

Apa itu tanaman janda bolong?

Janda bolong merupakan tanaman hias dengan nama latin Monstera adansonii variegata. Tanaman ini masuk ke dalam Familia aracae dan memiliki harga jual hingga ratusan juta rupiah, terlebih jika ukurannya besar. Janda bolong berukuran kecil dapat dihargai sekitar Rp6 juta, dan jika ukurannya besar dapat dihargai per helai daun.

Daun janda bolong berwarna hijau dengan garis putih dan memiliki beberapa lubang. Dosen Fakultas Pertanian Universitas Padjajaran Syariful Mubarok mengatakan, karakteristik lubang dan garis putih pada daun janda bolong tersebutlah yang membuat harganya melambug tinggi. Namun, ia pun mengatakan bahwa kenaikan harganya juga akibat dari permainan dagang pada pasar.

Apa itu tanaman aglaonema?

Selain janda bolong, aglaonema juga masuk dalam jenis tanaman hias yang menonjolkan keindahan pada daunnya. Motif dan warnanya yang menarik menjadikan aglaonema sebagai tanaman hias buruan banyak orang. Di Indonesia, aglaonema memiliki nama ‘Sri Rejeki’. Beberapa orang pun menyebutnya dengan nama ‘Chinnese Evergreen’ sebagai tanda pembudidayaannya yang pertama kali oleh orang Cina.

Bagaimana cara janda bolong, dan aglaonema?

Ada beberapa aspek yang harus diperhatikan untuk merawat ketiga tanaman tersebut dengan baik seperti pengairan, suhu, tanah yang digunakan, dan cahaya.

Pastikan janda bolong, aglaonema ditanam dengan baik dalam tanah yang memiliki pH sekitar 5.0-7.0. Dengan pH tersebut, tanaman dapat tumbuh baik karena kestabilan asam tanah. Sementara itu, Cybex Pertanian menuliskan bahwa aglaonema sebaiknya ditanam pada dataran sedang dengan suhu optimal yang dibutuhkan di siang hari bekisar 24-27 derajat Celsius, dan di malam hari dengan suhu berkisar 18-21 derajat Celsius.

Kelembaban udaranya pun harus diperhatikan yaitu mulai 55 persen hingga 77 persen. Kurang dari 55 persen aglaonema akan layu, sementara jika lebih dari 77 persen maka aglaonema akan mudah terserang hama.

Di sisi lain, tanaman hias janda bolong juga harus diperhatikan soal banyak sedikitnya paparan sinar matahari atau cahaya buatan. Cahaya memiliki peran yang penting bagi tumbuhan apapun untuk melakukan fotosintesis.

Melansir Plantophiles, janda bolong membutuhkan banyak cahaya untuk menunjang proses fotosistesis. Akan tetapi, ada baiknya untuk tidak menanamnya di bawah sinar matahari langsung. Tempatkan janda bolong di jendela yang menghadap utara atau timur, sehingga ia akan mendapatkan cukup cahaya tanpa sinar matahari langsung yang menyinari daun.

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

IMG 20200929 083505Pak Jokowi, dimana negara? yang seharusnya hadir bagi saudara kita sebangsa.

Tgl 13 September 2020 di Cikarang Kab. Bekasi ibadah diganggu.
Tgl 13 September 2020 di Tembilahan Riau gereja HKBP di Segel.
Tgl 17 September 2020 di Aceh Singkil ibadah ditolak.
Tgl 21 September 2020 di Mojokerto ibadah ditolak.
Tgl 22 September 2020 di Jonggol ibadah ditolak.

Anda bisa berkomitmen dengan kemerdekaan Palestina, mengapa intoleransi didepan mata diam?

Saya muslim dan anda muslim, saya malu dengan kelakuan saudara saya seperti ini, apakah anda gak malu?

✍🏼 De fatah

Sumber: https://www.facebook.com/803774136380640/posts/3587896094635083/

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

IMG 20200926 223138

SitindaonNews.Com | Padang (ANTARA) - Ketua Pengadilan Negeri Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Teti Sulastri meninggal dunia saat berenang di kolam renang salah satu hotel kabupaten setempat pada Sabtu sore.

"Memang benar, kejadiannya sekitar pukul 17.00 WIB," kata Kepala Kepolisian Resor Agam AKBP Dwi Nur Setiawan saat dihubungi dari Padang, Sabtu malam.

Ia mengatakan peristiwa tersebut berawal ketika sang hakim datang ke hotel bersama suami serta anak-anaknya untuk berenang.

Ditenggarai Teti Sulastri yang sedang berenang mengalami keram tubuh ketika berada di dalam kolam renang tersebut.

"Dari keterangan suami diketahui yang bersangkutan sudah berenang beberapa kali putaran, kemudian karena itu (keram) beliau sempat tenggelam," katanya.

Usai peristiwa tersebut, Teti Sulastri langsung dibawa ke Puskesmas untuk mendapatkan penanganan medis dan kemudian dinyatakan meninggal dunia.

Setelah itu jenazah almarhumah di bawa ke rumah dinas korban di Lubuk Basung pada Sabtu malam.

Rencananya jenazah Tuti Sulastri akan dikebumikan di daerah Garut, Jawa Barat.

Hakim perempuan kelahiran 1978 itu diketahui menjabat sebagai Ketua Pengadilan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, belum sampai satu tahun.

Menurut Wakil Ketua Pengadilan Negeri Lubuk Basung Yunindro, Teti Sulastri menjabat sebagai Ketua PN Lubuk Basung pada November 2019, sebelumnya menjabat sebagai wakil ketua di pengadilan yang sama.

"Sepengenalan saya beliau adalah orang yang baik dan pintar, kami turut berduka atas kejadian ini," katanya.

Pada bagian lain, Ketua PN Padang Yoserizal juga mengatakan sepengenalnya almarhumah adalah pribadi yang baik dan santun.

"Kami ikut berduka atas kejadian ini, terkahir saya kontak dengan beliau saat koordinasi pelimpahan perkara ITE pencemaran nama baik," katanya.

Sumber: .antaranews.com

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

1600071528046Cina membangun pusat penelitian Brasil di Antartika senilai US$ 100 juta. [SOUTH CHINA MORNING POST]

Saat ini, ada dunia luas yang bebas dari Covid-19 di mana orang bisa berbaur tanpa masker dan menyaksikan pandemi menyebar dari jarak ribuan mil. Dunia itu adalah Antartika, satu-satunya benua tanpa Covid-19, di mana saat ini hampir 1.000 ilmuwan menghabiskan musim dingin di atas es untuk memastikan tim mereka yang datang tidak membawa virus.

Sebelum pandemi, aktivitas seperti isolasi, kemandirian, dan ketegangan psikologis adalah hal yang biasa bagi tim di Antartika, sementara seluruh dunia melihat kehidupan mereka sebagai hal yang sangat ekstrem. Dari Stasiun Penelitian Rothera Inggris di lepas semenanjung Antartika, dekat Amerika Selatan, pemandu lapangan Rob Taylor menggambarkan seperti apa kondisinya.

"Secara umum, kebebasan yang diberikan kepada kami lebih luas daripada di Inggris pada puncak isolasi," ujar dia, yang akan tiba pada Oktober dan telah melewatkan pandemi sepenuhnya, seperti dikutip Fox News, Minggu, 13 September 2020. "Kami bisa bermain ski, bersosialisasi secara normal, berlari, gym, semuanya masuk akal.”

Seperti tim di Antartika, termasuk di Kutub Selatan, Taylor dan 26 rekannya harus mahir dalam semua jenis tugas di lingkungan komunal yang terpencil dengan sedikit ruang untuk kesalahan. Mereka bergiliran memasak, mengamati cuaca, dan kegiatan lainnya.

Dengan koneksi internet yang baik, mereka telah mengawasi dengan cermat ketika pandemi mengitari seluruh planet ini. Hingga saat ini, perbincangan dengan rekannya difokuskan untuk mempersiapkan para pendatang baru.

Sumber: tempo.co

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

Screenshot 20200913 121455

Penanganan kasus Joko Tjandra sudah salah kaprah sejak awal.  Akibatnya terjadi tebang pilih dan upaya melindungi satu sama lain di kalangan aparatur.

“Seharusnya, melihat begitu banyak institusi dan aparatur yang terlibat, kasus ini seharusnya ditangani Tim Independen yang diketuai Menko Polkam dimana Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi “leader”.

Dalam memburu gratifikasi uang segar dibalik kasus Joko Tjandra,  IPW sendiri melihat dalam kasus Joko Tjandra ada gratifikasi uang, gratifikasi asmara dan gratifikasi seks.

1599974006571

Neta Pane: Kasus Joko Tjandra Ada Gratifikasi Uang, Gratifikasi Asmara dan Gratifikasi Seks

Jika dipetakan kasus Joko Tjandra melibatkan begitu banyak institusi mulai NCB Polri, Bareskrim Polri, Polda Kalbar, Imigrasi, Kelurahan, Dukcapil, Kejaksaan, Pengadilan dan lain-lain.

Jika hanya Polri yang mengusut, tentu Polri tidak akan mampu.

Polri sendiri kerepotan mengusut di internalnya, bagaimana kepolisian mampu mengusut dugaan keterlibatan oknum di eksternal Polri.

Jadi jangan heran jika laporan Wakil ketua Gerindra Arief Puyuono tentang dugaan keterlibatan ketua PN Jaksel tak kunjung diproses polisi.

Jika pola penanganan kasus Joko Tjandra dilakukan secara parsial, kasus ini tidak akan tuntas secara terang benderang hingga ke akar akarnya.

Kasus ini hanya menjerang kelompok-kelompok tertentu yang tidak punya backing kuat atau backing-nya sudah rontok.

Sebab itu,  jika kasus Joko Tjandra memang mau dituntaskan,  Presiden harus membentuk tim independen yang diketuai Menko Polhukam. Sehingga semua yang terlibat bisa dijerat oleh hukum.

Jika dipetakan kasus Joko Tjandra melibatkan begitu banyak institusi mulai NCB Polri, Bareskrim Polri, Polda Kalbar, imigrasi, keluruhan, Dukcapil, Kejaksaan, Pengadilan dan lain-lain.

Neta Pane: Kasus Joko Tjandra Ada Gratifikasi Uang, Gratifikasi Asmara dan Gratifikasi Seks

IPW sendiri melihat dalam kasus Joko Tjandra ada gratifikasi uang, gratifikasi asmara dan gratifikasi seks.

Neta Pane: Kasus Joko Tjandra Ada Gratifikasi Uang, Gratifikasi Asmara dan Gratifikasi Seks

Neta Pane: Kasus Joko Tjandra Ada Gratifikasi Uang, Gratifikasi Asmara dan Gratifikasi Seks

Sumber: matranews.id

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

IMG 20200904 153057Kapolsek Percutseituan, AKP Ricky Prawira Atmaja

Masalah asmara menjadi motif terduga pelaku berinisial FP tega membunuh istrinya sendiri, Fitri Yanti (44) yang sehari-hari bekerja sebagai driver ojek online (ojol).

Jasad Fitri Yanti ditemukan di semak-semak di Jalan Mahoni Pasar II, Desa Bandar Klippa, Percutseituan pada 30 Agustus 2020.

"Kita duga motifnya karena asmara," tutur Kapolsek Percutseituan, AKP Ricky Pripurna Atmaja, Kamis (3/9/2020) di Mapolrestabes Medan.

Ia mengungkapkan bahwa pelaku FP berniat untuk menikah lagi dengan perempuan lain.

Untuk memuluskan rencananya tersebut, FP pun tega menghabisi nyawa istrinya.

"Karena si pelaku ini mau minta menikah lagi sama perempuan lain," ungkapnya.

Ricky menyebutkan terduga pelaku adalah suami siri dari korban.

"Kita duga itu suami sirinya korban, inisialnya FP. Itu korban suami sahnya sudah cerai," ungkapnya.

Ia menyebutkan bahwa pelaku FP juga memiliki istri sah.

"Tapi si terduga pelaku ini sudah punya istri sah," tuturnya.

Hingga saat ini polisi menegaskan penyidik masih mengejar pelaku hingga ke luar kota.

FP dan korban sudah 3 tahun berumah tangga. Dari hubungan keduanya belum dikaruniai anak.

Tapi korban dari suami pertama mempunyai tiga anak, 1 laki-laki dan 2 perempuan yang sudah dewasa.

Bahkan, anak korban yang laki-laki sudah berumah tangga dan memupunyai anak.

Keterangan keluarga korban, disebutkan bahwa Fitri selama empat bulan terakhir tinggal bersama orangtuanya di Jalan Bromo Gang Bahagia. Pasalnya, korban sering bertengkar dengan suaminya.

Selama ini korban dan FP tinggal di Pasar V Tembung. Karena sering bertengkar dengan suaminya, makanya korban kembali ke rumah orangtuanya.

Sebelumnya, penemuan jasad seorang wanita ini menghebohkan warga yang bermukim di Jalan Mahoni Pasar II, Tembung, Desa Bandar Khalifa, Kecamatan Percutseituan, Deliserdang, Minggu (30/8/2020) sekitar pukul 09.00 WIB.

Mayat wanita yang ditemukan dengan kondisi telungkup di semak belukar diketahui bernama Fitri Yanti (44) warga Jalan Bromo, Gang Bahagia, Kecamatan Medan Denai.

Jasad korban pertama sekali diketahui warga sekitar.

Warga kemudian langsung meneruskan laporan tersebut kepada pihak kepolisian setempat.

Tak lama berselang, personel Polsek Percutseituan langsung datang ke lokasi untuk melakukan penyelidikan dan mengevakuasi jasad tersebut ke RS Bhayangkara Medan.

Kanit Reskrim Polsek Percutseituan Iptu Rianto membenarkan penemuan jasad wanita tersebut.

"Benar. Masih dalam penyelidikan," ucapnya singkat, Senin (31/8/2020).

Dari lokasi petugas menemukan barang bukti berupa gelang, cincin, dan sepasang sendal jepit.

Fitri Yanti diduga kuat menjadi korban pembunuhan.

Usai dilakukan autopsi di RS Bhayangkara Medan, jasad korban kemudian dibawa ke rumah duka di Jalan Bromo Gg Bahagia, Kelurahan Tegal Sari II, Kecamatan Medan Denai, pada Minggu (30/8/2020) malam.

Pesan Terakhir kepada Sang Anak

Ramadius, seorang keluarga Fitri, mengisahkan aktivitas korban sebelum ditemukan meninggal.

Korban keluar dari rumah orangtuanya di Jalan Bromo Gg Bahagia, mengendarai sepeda motor jenis metik pada Sabtu (29/8/2020) malam sekitar pukul 21.00 WIB.

Kurang lebih 60 menit setelah korban pergi, seorang anak korban menelepon ibunya untuk menanyakan keberadaannya.

"Mamak di Tembung sama kawan. Jaga anak-anak (cucu korban)," ujar Ramadius menirukan ucapan anak korban yang laki-laki.

Lanjutnya, sekitar pukul 22.00 WIB, korban masih komunikasi via telepon dengan anaknya.

“Bahkan korban berpesan kepada anaknya agar jaga anak-anak (cucu korban)," ungkapnya.

Pernyataan itu ternyata menjadi pesan terakhir yang diucapkan korban.

"Malam itu keluarga terus mencari korban hingga akhirnya mendapat kabar bahwa korban ditemukan warga telah tewas di Pasar II, kawasan Tembung," katanya.

Masih dijelaskan Ramadius, bahwasanya korban selama empat bulan terakhir tinggal bersama orangtuanya di Jalan Bromo Gang Bahagia.

"Korban ini sering bertengkar dengan suaminya, berinisial F yang usianya diperkirakan lima puluhan tahun. Selama ini mereka (korban dan F tinggal di Pasar V Tembung). Karena sering berantem dengan suaminya, makanya korban kembali ke rumah orangtuanya," ucapnya.

Pascakejadian yang menimpa korban, keluarga berharap agar aparat kepolisian segera membekuk pelaku.

"Kami harap pihak kepolisian segera mungkin meringkus pelaku yang dengan sadis menganiaya korban hingga tewas," cetus keluarga korban.

Sumber: tribunnews.com

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

IMG 20200904 075537

SitindaonNews.Com | Depok (ANTARA) - Pasien terkonfirmasi positif COVID-19 di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), Kota Depok, Jawa Barat, melompat dari lantai 13 gedung rumah sakit itu yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Humas RSUI Kinanti ketika dihubungi di Depok, Kamis, membenarkan kejadian tersebut dan kasus tersebut sudah kami serahkan penanganannya kepada pihak yang berwajib untuk diselidiki lebih lanjut.

"Kami sudah serahkan kasusnya kepada pihak berwajib. Demikian yang bisa kami sampaikan," kata Kinanti tanpa mau merinci peristiwa tersebut.

Kinanti mengatakan sehubungan dengan Peraturan Dewan Pers Nomor 2/Peraturan-DP/III/2019, mohon agar wartawan/pers dapat menghargai privasi keluarga pasien dengan tidak mempublikasikan atau menayangkan gambar/foto/video korban dalam pemberitaan.

"Kami sangat berterima kasih atas kerja sama yang baik dari rekan media sekalian," tuturnya.

Berdasarkan informasi, korban dirawat sejak 27 Agustus 2020. Saat ini jenazah telah ditangani oleh tim protokol COVID-19 RSUI.

Sementara itu Kassubag Humas Polres Metro Depok AKP Elly Padiansari berharap ada koordinasi dengan pihak RSUI agar selalu menjaga pasien COVID-19 sehingga kejadian yang sama tidak kembali terulang

Elly menjelaskan sebelum peristiwa tersebut terjadi, petugas RSUI akan melakukan pengambilan sampel darah korban. Belum sempat masuk kamar, terdengar ada suara pecahan kaca (jendela) di dalam kamar korban.

"Ketika itu petugas tersebut langsung masuk ke dalam ruangan untuk memastikan apa yang telah terjadi. Setelah masuk, perawat tersebut menemukan kaca jendela dalam keadaan pecah, setelah melihat dari sudut berbeda, terlihat korban sudah tergeletak tak bernyawa," ujar Elly.

Sumber: antaranews.com

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

IMG 20200904 072706Ilustrasi Materai

SitindaonNews.Com | Pemerintah dan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah selesai menyusun Rancangan Undang Undang (RUU) yang akan merevisi UU Bea Meterai Nomor 13 Tahun 1985.

Dengan selesainya RUU tersebut, maka tarif bea meterai nantinya akan menjadi sebesar Rp10 ribu. Besaran itu naik dari tarif sebelumnya sebesar Rp6 ribu dan Rp3 ribu.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, menyatakan bahwa kenaikan tarif itu seiring dengan penetapan single tarif bea meterai, sehingga tidak lagi sebanyak dua tarif.

"Untuk optimalkan dari sisi tarifnya yakni hanya single tarif Rp10 ribu dari yang tadinya dua, tarif Rp3 ribu dan Rp6 ribu," kata Sri di ruang rapat Komisi XI DPR, Jakarta, Kamis, 3 September 2020.

Sri mengatakan, RUU tersebut terdiri atas 32 pasal yang salah satunya juga mengatur pemberlakuan bea meterai untuk dokumen-dokumen elektronik. Pembayarannya juga bisa melalui sistem elektronik.

"Jadi dengan Undang Undang Bea Meterai yang baru diharapkan bisa memberlakukan dokumen yang tidak hanya dalam bentuk kertas namun juga digital. Ini sesuai kemajuan dan perubahan zaman," tuturnya.

Sri menekankan, setelah selesai pembahasan RUU tersebut di Komisi XI, maka tahap selanjutnya adalah pengambilan keputusan di Rapat Paripurna DPR yang akan datang.

"Sehingga sekarang bisa dibuat pengambilan keputusan tingkat 1 untuk dibawa ke rapat paripurna, kita berharap ini beri manfaat bagi masyarakat dan memperbaiki policy serta instrumen pemerintah," kata dia. (art)

Sumber: viva.co

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

pengacara djoko tjandra krisna murti 169Pengacara Djoko Tjandra, Krisna Murti (Tiara Aliya Azzahra/detikcom)

SitindaonNews.Com | Jakarta - Pengacara Djoko Tjandra, Krisna Murti, menyebut jaksa Pinangki Sirna Malasari memberikan penawaran kepada kliennya soal kepengurusan Fatwa Mahkamah Agung (MA) melalui sebuah tim. Namun upaya tersebut gagal dilakukan.

"Ya mereka menawarkan fatwa MA cuman nggak bisa itu, nggak bisa," kata Krisna saat ditemui di Gedung Bundar Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus), Jl Hasanuddin, Jakarta Selatan, Senin (31/8/2020).

Krisna mengungkapkan Jaksa Pinangki  memperkenalkan Djoko Tjandra kepada sebuah tim yang bisa mengurus fatwa MA. Anggota tim itu adalah Andi Irfan hingga Anita Kolopaking.

"Timnya, tim. Dengan Pinangki itu memperkenalkan timnya ada bisa mengurus. Itu dia muncul timnya itu yang tadi. Andi Irfan sama Anita Kolopaking itu. Anita Kolopaking jadi pengacara Pak Djoko," sambungnya.

Krisna tidak merinci peran tiap anggota tim. Namun ia mengungkapkan bahwa tim ini bersedia menyelesaikan permasalahan Djoko Tjandra yang berkaitan dengan fatwa MA.

"Mereka mengatakan pada Pak Djoko, mereka mempunyai program menyelesaikan masalah Pak Djoko ini. Iya terkait dengan fatwa itu," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Fakta baru muncul dari pemeriksaan kasus dugaan suap yang menjerat jaksa Pinangki Sirna Malasari. Penyidik tindak pidana khusus Kejaksaan Agung (Kejagung) menduga Jaksa Pinangkimenerima suap dari Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra untuk mengurus fatwa ke Mahkamah Agung (MA).

Namun, menurut Hari, pada akhirnya sampai saat ini tidak ada fatwa keluar dari MA. Hari mengatakan penyidik masih mengembangkan lebih lanjut perihal ini.

"Itulah penyidik akan mengembangkan itu. Jadi, dari hasil penyidikan sementara, teman-teman bisa memahami bahwa untuk urusan eksekusi kan dilakukan oleh jaksa. Kemudian bagaimana caranya mengubah supaya itu tidak dieksekusi, tentu tadi saya sampaikan dugaannya ada terkait dengan meminta fatwa. Jadi kira-kira peran dari masing-masing itu. Itulah yang sedang digali oleh penyidik untuk mendapatkan gambaran seluas-luasnya bagaimana hubungan eksekutor dengan yang diharapkan meminta fatwa itu," ujar Hari Setiyono sebagai Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) di kantornya, Jalan Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Kamis (27/8).

Sumber: detik.com

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault
IMG 20200902 090543
 
SitindaonNews.Com | Pemegang izin jangka panjang dari Indonesia tidak akan diizinkan masuk ke wilayah Malaysia mulai tanggal 7 September 2020. Selain Indonesia, warga negara asal India dan Filipina juga tak diizinkan masuk lantaran tingginya lonjakan kasus COVID-19 di negara-negara tersebut.


Menteri Senior Malaysia, Ismail Sabri Yaakob, mengatakan langkah itu dilakukan untuk mencegah kasus impor menyebar di negara itu.

"Komite Kabinet Khusus mengetahui lonjakan kasus positif COVID-19 di negara tertentu. Rapat hari ini memutuskan untuk memberlakukan pembatasan terhadap warga negara India, Indonesia dan Filipina untuk masuk ke Malaysia," ujarnya, dilansir The Star, Selasa 1 September 2020.

Warga dari tiga negara tersebut yang terdampak dari kebijakan itu termasuk mereka yang berstatus penduduk tetap, peserta Malaysia My Second Home, ekspatriat dan pemegang izin kunjungan profesional, pasangan warga negara Malaysia dan pelajar dari negara-negara bersangkutan, yang mana banyak dari mereka sebelumnya masih diizinkan untuk bepergian ke negara tersebut meskipun diberlakukan pembatasan perjalanan secara ketat.

Ismail mengatakan pemerintahnya juga akan memantau situasi di negara lain dan tidak menutup kemungkinan bahwa pembatasan yang sama dapat diberlakukan pada warga negara lain yang mengalami lonjakan kasus. (ren)

Sumber: viva.co

0
0
0
s2sdefault