fbpx

0
0
0
s2sdefault
IMG 20200831 160907Terpidana kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali Djoko Tjandra tiba di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Kamis (30/7/2020). Djoko Tjandra ditangkap di Malaysia.(KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO)
 

ADA apa dengan pimpinan Jaksa Pinangki? Kenapa Pinangki menyebut pimpinannya? Siapakah dia?

Pertanyaan-pertanyaan itu mengemuka dan menuntut jawaban jelas setelah saya mendapatkan dokumen pemeriksaan Pinangki. Eksklusif.

 

Sejauh ini ada dua dokumen pemeriksaan Pinangki. Segera menyusul menjadi tiga buah.

Pinangki terjerat pasal suap dan gratifikasi terkait kasus Djoko Tjandra. Dia diperiksa di dua lingkup organisasi Kejaksaan Agung, yaitu Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas) dan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus).

Rencananya, Pinangki juga akan diperiksa Bareskrim Polri dalam kasus yang sama, namun urung dilakukan.

Dalam dokumen pemeriksaan yang saya dapatkan secara eksklusif, Pinangki menyebut bahwa ia melapor ke pimpinan pasca-pertemuan menghebohkan yang fotonya viral di media sosial.

Pinangki bertemua Djoko Tjandra pada November 2019. Dalam dokumen disebutkan, ia melapor ke pimpinannya pada Desember 2019.

Pimpinan Pinangki

Apa yang dibahas Pinangki dan Djoko Tjandra dalam pertemuan itu? Usulan anggaran pembebasan Djoko Tjandra.

Awalnya, Pinangki menyodorkan usulan aggaran pembebasan sebesar 100 juta dolar AS atau sekitar Rp 1,4 triliun. Terjadi negosiasi. Djoko Tjandra menyetujui 10 juta dolar AS atau sekitar Rp 145 miliar.

Ada catatan menarik dalam dokumen yang saya dapatkan. Pinangki mengatakan kepada Djoko Tjandra bahwa ia akan “mengurus” langsung ke Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin.

Muncul dua pertanyaan dalam benak saya. Pertama, mengapa orang sekelas Djoko Tjandra yang merupakan pebisnis andal bisa percaya pada seorang jaksa kelas menengah yang bahkan tempat kerjanya tidak berkaitan langsung dengan perkara?

Kedua, mengapa Djoko Tjandra bisa percaya bahwa Pinangki bisa “mengurus” langsung ke Jaksa Agung?

Yang kedua, kenapa Djoko Tjandra pula begitu percaya, bahwa Pinangki bisa mengurus langsung ke Jaksa Agung?

Dua hal itu harus didalami oleh penyidik.

Yang pasti, saya yakin, orang sekelas Djoko Tjandra tidak akan sembarangan percaya pada orang terlebih terkait jumlah uang yang sangat besar.

 

Ketua Komisi Kejaksaan Barita Simanjuntak yang saya wawancara terkait kasus ini mengatakan, "Pasti ada kekuatan besar yang melindungi Jaksa Pinangki."

Pertanyaannya, siapa?

Untuk menjawab ini tentu harus dilakukan penyelidikan lanjutan. Sejauh ini, dalam sejumlah keterangan resmi kepada wartawan, tidak pernah disinggung soal pimpinan yang dimaksud Pinangki dalam dokumen itu.

Istimewanya Pinangki

Yang ada hanya gejala!

Sulit untuk ditepis, bahwa Pinangki mendapat "karpet merah" alias keisitmewaan dalam perjalanan kasusnya.

Di awal kasus Pinangki mencuat, seiring dengan Kinerja Kepolisian yang dianggap cepat menangani perkara ini, Kejaksaan justru membuat pagar penghalang.

Jaksa Agung mengeluarkan Surat Pedoman Nomor 7 tahun 2020. Isinya, pemeriksaan terhadap semua jaksa harus mendapat izin tertulis dari Jaksa Agung. Dikritik keras sejumlah pihak di media, aturan ini akhirnya dicabut.

Hal lain, saat Pinangki ditetapkan sebagai tersangka penerima suap dan gratifikasi, muncul pernyataan resmi dari Kejaksaan Agung yang menyebut bahwa Pinangki akan mendapat bantuan hukum dari asosiasi profesi jaksa yaitu PJI (Persatuan Jaksa Indonesia).

Belakangan, pernyataan ini malah dipertanyakan Ketua PJI Setia Untung Arimuladi yang juga merupakan Wakil Jaksa Agung. Ia menyatakan emoh membantu Pinangki.

Muruah penegak hukum

Sekali lagi, sulit untuk menafikan bahwa ada sesuatu yang janggal pada kasus Pinangki di Kejaksaan Agung.

Korps Adhyaksa harus menunjukkan independensi dan transparansnya. Pernyataan Komisi Pemberantasan Korupsi bahwa kasus ini seyogianya ditangani KPI agar tidak terjadi conflict of interest tidak bisa dianggap angin lalu.

Adalah sebuah kewajiban untuk mengembalikan muruah Korps Kejaksaan. Adalah pula sebuah kelayakan bila kepercayaan publik atas penegakan hukum di negeri ini selalu jadi perhatian.

Kami cinta, karenanya kami tak rela!

Saya Aiman Witjaksono...
Salam!

Sumber: kompas.com

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

 

IMG 20200830 102545Seorang pria ditembak temannya karena disangka kancil

Seorang pria meninggal setelah tertembak kerabatnya ketika sedang berburu kancil di daerah Tanjung Agung, Sumatera Selatan. Sang korban ditembak karena dikira kancil oleh pelaku.

Kanit Reskrim Polsek Tanjung Agung, Sumsel, Iptu Raja Toga Pahurum mengungkapkan kronologi kejadian. Peristiwa itu pun diketahui terjadi pada Kamis dini hari sekitar jam 01.00 dini hari.

"Pelaku dan korban melihat kancil dan mereka menyebar. Pada saat pelaku lihat mata kancil, dia langsung tembak, korban langsung teriak," ujarnya saat diwawancarai tvOne, Sabtu 30 Agustus 2020.

Korban meninggal dalam perjalanan saat di evakuasi oleh pelaku dan dua orang teman lainnya. Sebab, tembakan itu mengenai bagian dada hingga leher.

"Butuh sekitar 2 jam untuk ke RS dari lokasi, korban meninggal dalam perjalanan," tambahnya.

Dia menjelaskan, sejata yang digunakan adalah senjata rakitan. Polisi pun meyakini tidak ada motif lain dari kasus ini, mengingat pelaku pun adalah keluarga korban.

"Kita kenakan UU darurat atas kepemilikan senjata api dan kelalaian yang menyebabkan kematian," tambahnya.

Sumber: viva.co.id

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

Screenshot 20200828 082412Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane. Foto: YouTube JPNN.com

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menyebut, ada satu nama  paling menonjol dari sejumlah jenderal polisi yang disebut-sebut berpeluang menjadi Kapolri, menggantikan Jenderal (Pol) Idham Azis.

"Informasi yang kami dapat, calon kapolri itu dari bintang dua, bukan bintang tiga," ujar Neta pada program 'Ngomongin Politik' yang tayang di Channel You Tube JPNN.com.

Neta mengakui, pemilihan kapolri sepenuhnya hak prerogatif presiden.

Meski demikian, ada kecenderungan muncul tanda-tanda khusus jelang pergantian nantinya.

"Untuk sekarang memang yang disebut-sebut itu ada delapan jenderal dan masing-masing ada mataharinya. Nah, yang terkuat sekarang ini dari kelompok  Solo, karena dekat dengan presiden," katanya.

Siapa nama yang dimaksud, Neta kemudian menyebut nama Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana.

"Dari informasi yang kami dapat, nama Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana. Karena informasinya (calon kapolri) dari bintang dua. Cuma memang injury time bisa saja tiba-tiba muncul nama lain," ucapnya.

Menurut Neta, nama petinggi Polri yang berpeluang menjadi kuda hitam, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar.

"Ini mengkristal nanti, ketika Jokowi memberi sinyal, IPW akan mendapat informasi A1. Informasi terakhir yang kami dapat dari lingkungan istana, Presiden Jokowi menginginkan dari bintang dua," katanya.

Jika informasi tersebut benar, Neta memprediksi Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana bakal dilantik menempati jabatan jenderal bintang tiga.

"Dalam waktu dekat ada dua posisi bintang tiga yang akan pensiun. Yaitu, Kepala BNN dan sekretaris utama Lemhanas. Kalau misalnya yang dijagokan kapolda Metro Jaya, pasti dia akan menduduki salah satu posisi ini dalam waktu dekat," pungkas Neta.(gir/jpnn)

Sumber:jpnn.com

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

Screenshot 20200816 060122

"Pihaknya menerima banyak laporan dari masyarakat bahwa daerah ini, sering dijadikan tempat berkumpulnya kelompok-kelompok yang kerap meresahkan masyarakat"

SitindaonNews.Com | Tim gabungan Polres Kota Surakarta, Satuan Brimob, dan Direktorat Sabhara Polda Jawa Tengah, menggelar patroli berskala besar dan razia di daerah yang diduga menjadi kantong kelompok intoleran di wilayah Solo, Sabtu.

Pasukan aparat keamanan gabungan yang terdiri dari personil Satuan Sabhara, Reskrim, Intelejen, dan didukung Direktorat Sabhara serta Brimob Yon C Surakarta, dengan bersenjata lengkap langsung bergerak dari Mapolresta Surakarta menuju ke lokasi dengan mengendarai sepeda motor.

Menurut Kepala Polresta Surakarta Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak bahwa kegiatan rutin yang ditingkatkan berupa patroli berskala besar dan razia ini dilakukan berdasarkan laporan masyarakat. Razia dilaksanakan di kantong-kantong kelompok Intoleran di kawasan Mojo, Sangkrah, Gandekan dan sekitarnya di Kota Solo.

"Pihaknya menerima banyak laporan dari masyarakat bahwa daerah ini, sering dijadikan tempat berkumpulnya kelompok-kelompok yang kerap meresahkan masyarakat," kata Kapolres menegaskan.

Petugas melakukan menyisir satu per satu ke lokasi yang diidentifikasi sebagai lokasi kantong-kantong kelompok yang kerap melakukan tindakan sweeping, intoleransi, kekerasan dan premanisme.

"Polisi langsung memeriksa sejumlah kendaraan dan orang yang dicurigai membawa baik senjata api, senjata tajam maupun bahan peledak," kata Kapolres.

Tim gabungan dari kepolisian dengan senjata lengkap sebanyak 120 personel yang diturunkan, dan terbagi menjadi tiga tim. Setiap tim terdiri dari 40 personel dalam kegiatan razia di Kota Solo.

Kapolres mengatakan seperti yang diberitakan sebelum peristiwa kasus anarki yang dilakukan oleh kelompok intoleran di Kampung Metodranan Semanggi, Pasar Kliwon Solo, Jateng, pada Sabtu (8/8) petang, menyebabkan tiga orang korban terluka dan sejumlah barang rusak.

Kejadian tersebut, kata Kapolres, berawal saat warga sedang menggelar acara midodareni atau tradisi doa bersama sebelum pernikahan. Namun mendadak, muncul puluhan orang yang mendatangi lokasi tersebut dan melakukan penganiayaan, pengeroyokan dan perusakan.

Namun, tim gabungan Polresta Surakarta, Polda Jateng dan Mabes Polri berhasil kurang dari 24 jam berhasil menangkap tujuh orang, dan lima orang di antaranya, ditetapkan tersangka terkait kasus tersebut.

Bahkan, Kepala Polda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi telah menegaskan tidak ada ruang bagi kelompok intoleran di wilayah hukum Jawa Tengah.

Oleh karena itu, kata Kapolres, kegiatan patroli skala besar dan razia tersebut merupakan sebagai tindaklanjut dari perintah Kapolda Jateng.

"Tidak ada ruang bagi kelompok intoleran di wilayah Surakarta, sehingga masyarakat terasa aman, dan nyaman," kata Kapolres.

Sumber: antaranews.com

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

IMG 20200815 165532Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango mengikuti upacara pelantikan Pimpinan dan Dewan Pengawas KPK di Istana Negara, Jakarta, Jumat 20 Desember 2019. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay/wsj

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nawawi Pomolango mengklarifikasi perihal insiden dengan putra Amien Rais, Ahmad Mumtaz Rais, dalam penerbangan Garuda Indonesiarute Gorontalo-Makassar-Jakarta, Rabu 12 Agustus 2020.

"Kalau ada yang saya merasa perlu sampaikan, mungkin lebih tertuju pada pernyataan beberapa pihak bahwa seakan urusan telah selesai di atas pesawat tetapi saya kemudian meneruskan laporan ke pihak Kepolisian Bandara Soetta," kata Nawawi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu 15 Agustus 2020.

Ia pun membeberkan alasan mengapa dirinya mengingatkan Mumtaz dalam penerbangan tersebut.

"Pertama, bahwa "seat" saya dengan yang bersangkutan adalah sederet. Yang bersangkutan di 6A dan saya 6K dan tidak ada orang lain lagi di barisan kursi tersebut," ungkap Nawawi.

Kedua, ia mengatakan komunikasi melalui telepon seluler yang dilakukan Mumtaz berlangsung di saat pesawat sedang melakukan pengisian bahan bakar di bandara di Makassar, Sulawesi Selatan.

Ketiga, ia mengatakan cara Mumtaz berkomunikasi dengan suara keras telah sangat mengganggu hak kenyamanan yang seharusnya diperoleh dirinya sebagai sesama penumpang.

"Keempat, saya ikut mengingatkan yang bersangkutan setelah upaya berulang awak kabin untuk meminta yang bersangkutan berhenti menelepon tidak diindahkan yang bersangkutan," ucap Nawawi.

Kelima, ia mengungkapkan kalimat awal yang diucapkannya untuk ikut mengingatkan Mumtaz hanya "mas, tolong dipatuhi aja aturannya".

Keenam, ia menyatakan tidak pernah ada acara "maaf memaafkan" antara Mumtaz dengan dirinya bahkan meski telah ditenangkan awak kabin dan rekannya, ia masih terus mengucapkan kata "pahlawan kesiangan".

Atas insiden tersebut, Nawawi saat itu menyampaikan akan meneruskannya ke pihak berwenang di Bandara Soekarno-Hatta.

"Jadi, yang bersangkutan sangat mengetahui kalau saya akan menyampaikan laporan tersebut. Ada pihak lain yang merupakan teman yang bersangkutan, saat hendak turun pesawat mengucapkan permohonan maaf tetapi yang bersangkutan sendiri telah buru-buru turun tanpa tegur sapa apapun," ujar Nawawi.

Nawawi Pomolango pun menyerahkan sepenuhnya kepada Kepolisian atas laporan yang telah disampaikannya tersebut.

"Jadi saya pikir, biarlah apa yang telah saya sampaikan ke pihak Polres Bandara Soetta menjadi kompetensi Pak Kapolres dan jajarannya untuk menindaklanjutinya," katanya.

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

IMG 20200814 104258

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nawawi  Pomolango terlibat cekcok dengan anak sulung Amien Rais, Mumtaz Rais dalam penerbangan mereka menuju ke Jakarta.

Keributan ini dipicu oleh Mumtaz yang kedapatan menggunakan handphone ketika pesawat tengah boarding dari Gorontalo dan ketika pesawat tengah melakuan refueling sewaktu transit di Makassar.

Polisi mengaku belum menerima laporan resmi terkait keributan antara putra Amien Rais, Mumtaz Rais dengan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nawawi Pamolango.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan hingga kekinian pihaknya baru sekadar menerima laporan berupa aduan.

Yusri mengemukakan jika aduan tersebut disampaikan oleh Nawawi kepada Kapospol Terminal III Bandara Soekarno-Hatta.

"Dia (Nawawi) mengadu ke Pospol, tapi belum bikin laporan. Baru mengadu. Belum ada laporan (polisi)," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (14/8/2020).

Mumtaz Rais sebelumnya terlibat keributan dengan Nawawi dalam penerbangan GA 643 Rute Gorontalo - Makassar - Jakarta pada Rabu (13/8/2020).

Peristiwa itu dibenarkan oleh Direktur Utama Maskapai Garuda Indonesia Irfan Setiaputra. Perihal kejadian itu, kata dia, pihak Garuda tetap mengutamakan keselamatan penumpang saat melakukan perjalanan di udara.

“Garuda Indonesia memastikan bahwa perusahaan berkomitmen untuk selalu menegakkan aturan keamanan dan keselamatan penerbangan secara ketat terhadap seluruh penumpang selama penerbangan,” kata Irfan dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (14/8/2020).

Peristiwa tersebut dipicu oleh salah satu penumpang di kelas bisnis yang kedapatan menggunakan telepon seluler ketika pesawat tengah boarding dari Gorontalo dan ketika pesawat tengah melakukan pengisian bahan bakar (refueling) sewaktu transit di Makassar.

Sesuai aturan keselamatan penerbangan, awak kabin telah menyampaikan kepada penumpang, yakni Mumtaz Rais sebanyak tiga kali.

Namun, Mumtaz Rais tetap tidak mengindahkan pemberitahuan tersebut sebaliknya memberi teguran terhadap awak kabin yang bermaksud mengingatkan.

Aksi tersebut mengakibatkan penumpang lain yang juga duduk di kelas bisnis, yakni Wakil Ketua KPK Nawawi Pamolango turut menegur Mumtaz Rais. Namun, lagi-lagi yang bersangkutan tidak terima sehingga terjadi adu argumen antar keduanya.

Menyikapi kejadian tersebut, Irfan memastikan akan memberikan dukungan penuh terhadap awak kabin yang mendapatkan perlakukan tidak menyenangkan khususnya ketika berupaya menerapkan aturan keselamatan penerbangan terhadap penumpang.

Ia menambahkan Garuda Indonesia tidak akan memberikan toleransi terhadap pihak pihak yang kedapatan dengan sengaja melanggar aturan keselamatan penerbangan.

“Kami juga turut menyampaikan apresiasi kepada penumpang yang senantiasa mendukung penegakan aturan keselamatan penerbangan. Kami meyakini komitmen penerapan ipada operasional penerbangan dapat berjalan dengan optimal dengan adanya dukungan dan peran serta seluruh penumpang dalam mematuhi aturan keselamatan penerbangan yang berlaku,” ujar Irfan

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

Screenshot 20200813 065749Perawat cantik yang dihabisi oleh oknum dosen yang juga sepupunya sendiri

SitindaonNews.Com | Pembunuhan Intan Mulyatin (25) mengegerkan warga Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Perawat cantik dibunuh oleh AS (31), oknum dosen yang merupakan sepupunya sendiri.

Warga Kelurahan Kumbe Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima itu dicegat oleh sepulang mengantar ibunya berjualan di Pasar Amahami, Rabu (5/8) sekitar pukul 8.30 Wita.

Pelaku menghabisi korban dengan cara ditusuk dan ditebas parang di Jalan Dana Traha, Kota Bima.

Setelah korban terkapar, pelaku melarikan diri. Warga kemudian membawa korban ke RSUD Bima. Namun nyawanya tak tertolong.

Pelaku yang sempat melarikan diri akhirnya dibekuk polisi. Dosen perguruan tinggi swasta di Bima itu mengaku nekat menghabisi korban karena lamarannya ditolak.

Kabarnya, orang tua Intan menolak lamaran AS karena buah hatinya telah memiliki pacar dan akan menikah dua bulan lagi.

AS sendiri mengaku sakit hati dan dendam karena ada ucapan orang tua Intan yang sangat menyakitkan.

“Kalimat dari orang tua si korban ini agak sulit saya terima,” ucap AS saat diintrogasi polisi.

AS, dosen pembunuh perawat cantik Intan Mulyatin

AS mengutip ucapan orang tua Intan Mulyatin yang membuatnya sakit hati.

“Walaupun malaikat datang (melamar) saya akan tetap tolak,” kata AS menirukan ucapan orang tua Intan.

AS mengaku sulit menerima bahasa seperti itu dari orang tua Intan. Terlebih, AS telah membiayai Intan saat kuliah di Makassar, Sulawesi Selatan.

Intan kuliah di Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Sulsel.

“Apa salah saya? Sementara dia meminta saya membiayai kuliah korban di Makassar,” tandas AS.

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

Screenshot 20200811 052511Pelaku Ilegal Live Streaming Bola Dihukum 4 Tahun Penjara dan Denda Rp 750 Juta

SitindaonNews.Com | Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bandung menjatuhkan hukuman penjara empat tahun dan denda Rp 750 juta kepada dua terdakwa pelaku ilegal streaming siaran langsung sepakbola, Selasa (28/7) lalu.

"Menjatuhkan pidana penjara empat tahun dan denda sebesar Rp750 juta, dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar, diganti pidana kurungan satu bulan,” kata Ketua Majelis Hakim Pengadilan Bandung, T. Benny Eko Supriyadi dalam persidangan, dalam keterangan resmi yang diterima Republika, Selasa (11/8).

Putusan majelis hakim tersebut lebih rendah daripada tuntutan Jaksa Penuntut Umum, yaitu pidana penjara selama enam tahun dan denda sebesar Rp750 juta subsider tiga bulan kurungan.

Dalam putusannya, majelis hakim menilai kedua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan perbuatan Tindak Pidana Pelanggaran Hak Cipta yang diatur dalam Undang-Undang No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Putusan ini masih dalam proses banding oleh para terdakwa, sehingga belum berkekuatan hukum tetap.

Kedua terdakwa disebut telah mengambil hak cipta yang dipegang oleh MOLA TV. Kuasa Hukum pemegang hak siar, Uba Rialin mengaku lega terhadap putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bandung.

“Putusan hakim sudah memberikan keadilan dan kepastian hukum bagi pemegang hak terdaftar, menjadi preseden yang sangat baik bagi pencipta dan pemegang hak cipta. Kami sangat menghargai kerja keras para penegak hukum dan majelis hakim yang telah secara maksimal berupaya menegakkan keadilan dan kepastian hukum," kata Uba. 

"Hal ini juga dapat menjadi pelajaran bagi oknum yang berupaya mengambil keuntungan secara melawan hukum dan melanggar hak-hak intelektual yang dilindungi oleh hukum dan perundang-undangan serta mengakibatkan kerugian. Setiap perbuatan pelanggaran memiliki konsekwensi hukum,” ujarnya.

Uba menyatakan, semua tayangan MOLA TV tidak dapat dipergunakan tanpa kerja sama tertulis. Menurutnya, kasus itu adalah tindakan pelanggaran hukum yang dapat dikenakan sanksi pidana dan denda.

“Bahwa atas seluruh tayangan MOLA Content & Channels melekat pula hak-hak ekonomi MOLA TV yang tidak dapat dipergunakan tanpa kerjasama, izin ataupun persetujuan tertulis," ujarnya.

"Sehingga segala bentuk penayangan, publikasi atau kegiatan apapun terkait tayangan MOLA Content & Channels di wilayah Negara Republik Indonesia melalui media apapun juga yang dlakukan tanpa ijin, persetujuan tertulis dan/atau kerjasama dari MOLA TV di area komersil atau dengan tujuan komersil adalah pelanggaran hukum yang memiliki konsekuensi hukum serta dapat dikenakan sanksi pidana dan denda berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tuturnya.

Tindakan aparat hukum tidak akan hanya sebatas sampai perihal ilegal streaming. Menurut Uba, pelanggaran hak cipta atas tayangan MOLA TV juga mencakup kegiatan nonton bareng atau 'nobar' tanpa izin hingga pengguna atau pembeli konten dapat disebut menyalahi aturan.

“Aparat penegak hukum secara intensif akan terus melakukan investigasi dan menindak secara hukum termasuk sanksi pidana terhadap para terduga pelaku pelanggaran hak cipta atas tayangan MOLA Content & Channels di Indonesia," kata dia.

"Seperti misalnya para penyelenggara layanan illegal streaming/pembajak konten, penyelenggara kegiatan nonton bareng tanpa izin, pengedar, penyebar, pelaku endorsement di media sosial maupun pengguna/pembeli konten ilegal atas tayangan MOLA Content & Channels,” ujarnya menegaskan.

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

Screenshot 20200720 163717

RUGINYA ORANG BERSELISIH ...........

1. Kalau berselisih dengan pelanggan...
walaupun kita menang...
Pelanggan tetap akan lari...

2. Kalau berselisih dengan rekan sekerja...
Walaupun kita menang...
Tiada lagi semangat bekerja dalam tim...

3. Kalau berselisih dengan boss...
Walaupun kita menang...
Tiada lagi masa depan di tempat itu...

4. Kalau berselisih dengan keluarga...
Walaupun kita menang...
Hubungan kekeluargaan akan renggang...

5. Kalau berselisih dengan teman...
Walaupun kita menang...
Yang pasti kita akan kekurangan teman...

6. Kalau berselisih dengan pasangan...
Walaupun kita menang...
Perasaan sayang pasti akan berkurang...

7. Kalau berselisih dengan siapapun...
Walaupun kita menang... Pada prinsipnya kita kalah...

Yang menang, hanya EGO DIRI SENDIRI yang tinggi dan yg naik adalah EMOSI......

Yang jatuh adalah CITRA dan JATI DIRI KITA SENDIRI.....

Tidak ada artinya kita menang dalam perselisihan...

Apabila menerima teguran, tidak usah terus melenting atau berkelit, bersyukurlah, masih ada yang mau menegur kesalahan kita...

Berarti masih ada orang yang memperhatikan kita...

Jaga selalu kekompakan dalam kebersamaan...

Jaga lisan, perbuatan dan tulisan agar tidak ada hati yang tersakiti.

Semoga kita semua selalu dapat menjaga dan mengedalikan Ego dan Emosi,

Dan selalu menjadi manusia yang pandai bersyukur...

"Jangan menjelaskan tentang dirimu kepada siapa pun,

Karena yang menyukaimu tidak butuh itu dan yang membencimu tidak percaya itu."

Teruslah melangkah selama engkau berada di jalan yang baik, meski terkadang kebaikan tidak selamanya dihargai.

Hidup bukan tentang siapa yang terbaik, tapi siapa yang mau berbuat baik.

Jika datang kepadamu gangguan, jangan berpikir bagaimana cara membalas dengan yang lebih pedih, tapi berpikirlah bagaimana cara membalas dengan yang lebih baik.

Sibukkan diri dalam kebaikan. Hingga keburukan lelah mengikutimu.

✍🏼 Nelmi ina

Sumber: https://www.facebook.com/803774136380640/posts/3372623172829044/

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

1593234692104

SitindaonNews.Com | Pasar Gembrong Cempaka Putih, Jakarta Pusat, ditutup sementara selama tiga hari ke depan sejak Sabtu 27 Juni 2020, menyusul adanya empat pedagang di pasar itu terkonfirmasi positif COVID-19 berdasarkan hasil tes usap oleh Puskesmas setempat.

"Besok mulai tutup dan disemprotkan disinfektan dulu selama tiga hari. Sambil menunggu sisa pedagang yang hasilnya belum turun," kata Lurah Cempaka Putih Barat Parsono Parsono saat dihubungi, di Jakarta, Jumat.

1592958765588

Penutupan pasar dilakukan mengikuti protokol yang diterapkan oleh Perumda Pasar Jaya dan akan dimulai pada Sabtu (27/6).

Hal ini pun sejalan dengan rekomendasi dari Puskesmas Cempaka Putih yang meminta pasar tidak beroperasi sementara untuk dilakukan penyemprotan disinfektan.

Hingga saat ini, selain empat pedagang positif COVID-19, dari total 197 orang yang mengikuti tes COVID-19, masih ada 25 orang yang menunggu hasil tes usap.

Lebih lanjut, Parsono mengatakan untuk empat pedagang yang terkonfirmasi positif COVID-19, tiga pedagang sudah melakukan isolasi mandiri di tempat tinggalnya yang terletak di Kecamatan Johar Baru.

Sementara itu, untuk satu pedagang lainnya saat ini sedang dalam pencarian oleh Puskesmas Cempaka Putih.

"Satu orang itu tinggalnya di pasar (Gembrong), tapi informasinya KTP Sunter. Lagi cari sama RT RW sambil berkoordinasi dengan kepala pasar, tapi sudah tutup juga warungnya," kata Parsono.

Sebelumnya, Kepala Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Dicky Alsadik mengatakan empat pedagang di Pasar Gembrong terkonfirmasi positif COVID-19.

"Pemeriksaan pertama 99 pedagang hasilnya tiga orang positif. Lalu pemeriksaan kedua 98 orang hasilnya satu orang positif," kata Dicky.

Sejak diberlakukan aturan ganjil genap kios untuk mengurangi jumlah pengunjung, para pedagang di Pasar Gembrong tidak mau mengikuti aturan tersebut karena dianggap merugikan oleh para pedagang.

Sumber: antaranews.com

0
0
0
s2sdefault
0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

1589778960462Presiden Joko Widodo blusukan ke Johar Baru, Jakarta Pusat, Senin (18/5/2020).(Kompas TV)

Presiden Joko Widodo, Senin (18/5/2020), melakukan blusukan ke Johar Baru, Jakarta Pusat.

Presiden Jokowi ingin mengecek langsung penyaluran sembako pada masyarakat setempat.

Seperti disiarkan Kompas TV, Presiden Jokowi dan rombongan sudah tiba di lokasi sekitar pukul 08.55 WIB.

Terlihat kendaraan dinas RI 1 diparkir di depan sebuah gang.

Polisi Militer dan Paspampres juga terlihat berjaga. Namun, tak terlihat ada kerumunan warga.

Berdasarkan agenda resmi, di dalam gang itu Kepala Negara mengunjungi kantor sekretariat Rukun Warga (RW) 07/I Kelurahan Johar Baru, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat.

Setelah selesai, Presiden Jokowi yang mengenakan kemeja putih memberi keterangan pers kepada awak media yang menunggu di depan gang.

"Pagi ini saya ingin memastikan penyaluran sembako, khususnya di Jabodetabek, dan tadi saya melihat masyarakat sudah menerima bantuan kesatu sudah menerima, kedua sudah menerima kemarin, serta hari ini bantuan ketiga sudah diterima," kata Jokowi.

"Sudah yang ketiga dan kita harapkan menjadi cepat dan lebih lancar lagi," sambung dia.

Dalam blusukan ini, Presiden Jokowi didampingi Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy serta Menteri Sosial Juliari Batubara.

Sumber: kompas.com

0
0
0
s2sdefault