fbpx

0
0
0
s2sdefault

Screenshot 20200805 211141

SitindaonNews.Com | Seorang pasien dengan konfirmasi positif COVID-19 melakukan aksi bunuh diri dengan cara melompat dari lantai 12 Rumah Sakit Royal Prima, Medan pada Rabu 5/8/20.

Akibatnya, korban tewas dengan kondisi yang cukup mengenaskan.   Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Sumatera Utara dr Aris Yudhariansyah yang dikonfirmasi membenarkan informasi tersebut. 

Aris mengatakan bahwa pasien tersebut adalah seorang wanita dan juga merupakan warga Medan.   "Benar, pasiennya perempuan dan warga Medan. Dia telah 11 hari dirawat dengan konfirmasi COVID-19," katanya.  

Aris mengatakan, pasien tersebut diketahui melompat dari lantai 12 tempatnya dirawat. Diduga pasien yang ditaksir berusia 30-an tersebut melompat melalui jendela rumah sakit. 

Humas RS Royal Prima Devi Marlin yang dikonfirmasi belum bersedia untuk memberikan keterangannya.   "Bentar ya," ujarnya.  

Sementara itu pantauan ANTARA di lokasi, Tim Inafis Polrestabes Medan langsung melakukan olah TKP. 

Sumber: antaranews.com

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

Screenshot 20200805 090641

Ledakan dahsyat mengguncang ibu kota Lebanon, Beirut, hari Selasa (04/08), menyebabkan paling tidak 78 orang meninggal dan lebih dari 4.000 lainnya luka-luka.

SitindaonNews.Com | Kepala Palang Merah Lebanon George Kettaneh mengatakan ratusan orang yang terluka dalam ledakan di pelabuhan Beirut dibawa ke rumah sakit, tetapi banyak yang masih terperangkap di rumah-rumah yang rusak akibat ledakan tersebut.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Teuku Faizasyah, mengatakan ada satu orang warga negara Indonesia yang luka namun kondisi sudah stabil.

"Ada satu WNI yang mengalami luka-luka (inisial NNE). Staf KBRI sudah berkomunikasi melalui video call dengan yang bersangkutan. Kondisinya stabil, bisa bicara dan berjalan. Yang bersangkutan sudah diobati oleh dokter rumah sakit dan sudah kembali ke apartmennya di Beirut," kata Faizasyah.

Korban luka dari Indonesia adalah pekerja migran, tambahnya.

Di Lebanon, terdapat total 1.447 WNI, 213 di antaranya masyarakat dan keluarga besar KBRI) dan 1,234 TNI anggota kontingen Garuda.

Sementara itu, Hamzah Assuudy Lubis selaku Presiden Perhimpunan Pelajar Indonesia di Lebanon, mengatakan kepada BBC Indonesia bahwa "ledakan awalnya kami rasakan seperti gempa kurang lebih 10 detik".

Dia dan beberapa teman sesama mahasiswa tinggal di daerah Barbir, Beirut, yang berjarak kurang lebih empat kilometer dari lokasi kejadian.

Secara terpisah, mahasiswa Indonesia lain bernama Fitrah Alif melalui akun Twitternya menulis, "65 mahasiswa terpantau aman lagi pada rebahan di kasur asrama masing-masing."

"Saya lagi di asrama di kota Tripoli, sekitar 80 kilometer dari Beirut dan tidak terasa guncangan, namun teman yang tinggalnya 8 km dari titik ledak, dia merasa seperti gempa, terasa getarannya," kata Fitrah kepada BBC Indonesia

Hari berkabung nasional dan kondisi darurat dua minggu 

Perdana Menteri Lebanon Hassan Diab mengumumkan Rabu (05/08) dan dua hari berikut sebagai hari berkabung nasional.

Para pejabat mengatakan korban luka-luka "akan sangat tinggi jumlahnya."

Pertemuan Dewan Pertahanan Nasional yang dipimpin Presiden Michael Aoun merekomendasikan pemerintah menetapkan "kondisi darurat dua minggu" di ibu kota Beirut dalam pertemuan kabinet Rabu (05/08).

Presiden Aoun juga mengatakan pemerintah akan menggelontorkan dana darurat sebesar 100 miliar lira (Rp972,1 miliar).

Gerakan Hezbollah Lebanon menyerukan kesatuan nasional menyusul ledakan yang disebut "tragedi besar nasional."

"Tragedi dan kerusakan yang belum pernah kita saksikan sebelumnya...memerlukan solidaritas dan kesatuan dari seluruh rakyat Lebanon, berbagai pelaku politik," kata Hezbollah dalam satu pernyataan.

Ledakan hebat di Beirut
 

Kepala rumah sakit Universitas di Beirut, Dr Firass Abiad, mengatakan kepada BBC, sebagian besar korban luka karena pecahan kaca.

"Ruang gawat darurat sedikit kacau. Kami banyak menerima korban luka, sebagian besar korban luka akibat pecahan kaca yang terjadi akibat ledakan," kata Dr Abiad.

Media lokal menerbitkan seruan donasi darah yang diminta berbagai rumah sakit yang kewalahan merawat korban.

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

Screenshot 20200805 065403

SitindaonNews.Com | Sejumlah oknum jaksa yang diduga terlibat kasus dugaan pemerasan 63 kepala sekolah menengah pertama di Indragiri Hulu, Provinsi Riau, terancam hukuman berat berupa pemecatan dengan tidak hormat.

"Kami rekomendasikan hukuman disiplin tingkat berat, namun selanjutnya tindakan apa yang akan diambil masih menunggu pimpinan Kejaksaan Agung," kata Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Riau Raharjo Budi Kisnanto kepada ANTARA di Pekanbaru, Selasa.

Dia mengatakan dalam perkara ini pihaknya telah memintai banyak saksi, mulai dari internal Kejaksaan hingga eksternal, seperti Dinas Pendidikan setempat, para kepala sekolah, bendahara hingga lembaga swadaya masyarakat yang disebut mengetahui perkara itu.

Hasilnya, katanya, ada sejumlah pihak yang kini telah diusulkan untuk mendapat hukuman ke Kejaksaan Agung. Namun Raharjo tidak merinci siapa saja yang diusulkan sanksi berat itu.

Berdasarkan informasi yang diperoleh ANTARA sedikitnya lima oknum jaksa kini tengah menanti sanksi itu.

Pemberian sanksi ini, lanjut Raharjo, mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri. Dalam aturan itu, ada tiga tingkat hukuman disiplin. Pertama, jenis hukuman disiplin ringan berupa teguran lisan, teguran tertulis, dan pernyataan tidak puas.

Lalu, hukuman disiplin sedang yakni penundaan kenaikan gaji berkala selama satu tahun, penundaan kenaikan pangkat selama satu) tahun, dan penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama satu tahun.

Sedangkan, kata dia, hukuman disiplin berat berupa penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama tiga tahun, pemindahan dalam rangka penurunan jabatan setingkat lebih rendah, pembebasan dari jabatan, pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai PNS dan pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS.

Dugaan pemerasan ini sendiri tengah menuai sorotan di tengah masyarakat. 63 kepala sekolah mengundurkan diri massal dari jabatannya karena mereka mengaku tertekan dalam pengelolaan dana bantuan operasional sekolah (BOS).

Pengunduran diri itu, berawal adanya salah satu LSM membuat laporan ke Kejari Indragiri Hulu. Meski, permasalahan dalam pengelolaan dana BOS sudah ditangani Inspektorat, terhadap laporan itu, Korps Adhyaksa melakukan pemanggilan beberapa kepsek. Namun, oleh oknum jaksa yang menangani laporan LSM itu diduga memeras dengan meminta sejumlah yang kepada kepsek.

Akan tetapi, Raharjo mengatakan bahwa saat ini para kepala sekolah itu telah kembali bertugas. Pengunduran diri mereka ditolak oleh dinas pendidikan setempat sementara ia mengatakan Kejati Riau memberikan jaminan kepada para kepala sekolah tersebut dalam bertugas.

Sumber: antaranews.com

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

Screenshot 20200802 082349Foto: VIVA/Muhammad AR. |  Ilustrasi perumahan yang terendam banjir

SitindaonNews.Com |  Banjir bandang menerjang Bolaang Mongondow Selatan, Provinsi Sulawesi Utara, Sabtu 1 Agustus 2020. Sedikitnya 29 unit rumah hanyut, dan 64 rumah serta satu jembatan rusak berat diterjang banjir.

“Banjir bandang menghanyutkan sedikitnya 29 unit rumah di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Provinsi Sulawesi Utara,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Raditya Jati, melalui keterangan tertulisnya.

Ia mengungkapkan berdasarkan laporan Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bolsel, bencana tersebut terjadi setelah hujan lebat mengguyur sebagian besar wilayah Bolsel sejak Jumat 31 Juli pukul 18.45 hingga 21.05 WITA. 

“Akibatnya beberapa sungai meluap dan menyebabkan air masuk ke permukiman warga,” ujarnya.

Beberapa sungai yang meluap tersebut di antaranya Sungai Bolangaso, Sungai Toluaya, Sungai Salongo, Sungai Nunuka, Sungai Mongolidia, Sungai Milangodaadan.

Berdasarkan data sementara, banjir bandang berdampak pada 1.032 KK dan 3.188 jiwa di Kecamatan Bolaang Uki, 223 KK dan 870 jiwa di Kecamatan Helumo dan 62 KK dan 250 jiwa di Kecamatan Tomini.

“Saat ini TRC BPBD Kabupaten Bolsel terus melakukan kaji cepat, mempersiapkan tempat pengungsian, mendirikan dapur umum lapangan, mempersiapkan logistik kebutuhan dasar dan air bersih,” ungkapnya.

Selain itu, alat berat juga dikerahkan oleh TRC BPBD Kabupaten Bolsel untuk membersihkan puing longsor dan banjir bandang.

Selanjutnya, beberapa stakeholder seperti Instansi BPBD, Dinas Sosial, Dinas Pekerjaan Umum, Relawan BPBD, Tim SAR, Tagana, Dinas Kesehatan dan PMI Kabupaten Bolsel telah mengerahkan seluruh komponen untuk percepatan penanganan tanggap darurat bencana di Kabupaten Bolang Mongondow Selatan.

“Kondisi mutakhir yang dilaporkan dari lokasi per hari Sabtu, 01 Agustus 2020 pukul 16.00 WITA, hujan dengan intensitas tinggi masih terjadi. Belum ada laporan korban jiwa hingga siaran pers ini diterbitkan,” jelasnya.

Sementara itu, menurut prakiraan cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan lebat disertai petir masih berpotensi terjadi di wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo hingga Minggu 2 Agustus 2020. 

Sumber: viva.co.id

BUGARINDO

Buah Segar Lokal Indonesia 

Screenshot 20200724 092341

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

Screenshot 20200802 073306Petugas Pelindo 1 memeriksa dokumen penumpang KM Kelud di terminal penumpang Bandar Deli Pelabuhan Belawan Medan, Sumatera Utara. Jumlah pasien COVID-19 di Sumatera Utara yang meninggal dunia pada Sabtu, bertambah satu orang sehingga totalnya menjadi 195 orang.

SitindaonNews.Com | Jumlah pasien COVID-19 di Sumatera Utara yang meninggal dunia pada Sabtu, bertambah satu orang sehingga totalnya menjadi 195 orang.

"Yang meninggal dunia dr Andhika Kesuma Putera. Masihkah masyarakat menganggap COVID-19 main-main?" ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Sumut dr Aris Yudhariansyah di Medan, Sabtu (1/8). Dr Andhika adalah dokter spesialis paru di Rumah Sakit (RS) Columbia Asia Medan yang terpapar COVID-19

Aris menyebutkan posisi Sabtu, memang ada penambahan pasien terkonfirmasi sebanyak 31 orang atau menjadi 3.962 orang. Meski demikian, pasien suspect (pasien dalam pengawasan/PDP) ada penurunan 200 orang menjadi 467 orang serta pasien sembuh bertambah 131 orang menjadi 1.483 orang.

"GTPP COVID-19 Sumut berharap, masyarakat benar-benar mematuhi dan menjalankan protokol kesehatan agar jumlah korban jangan bertambah terus," ujarnya. Tertular dan menjadi penular virus corona, kata Aris, harus dihindari masyarakat berbagai lapisan.

Sumber: republika.co.id

 

BUGARINDO

Buah Segar Lokal Indonesia 

IMG 20200729 111433

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

FB IMG 1596283937651

Innalilahi wa innailaihi rojiun
L300 PENGANGKUT HEWAN QURBAN DI ACEH MENGALAMI KECELAKAAN TRAGIS

Kecelakaan Tragis menimpa Satu Unit Mobil L300 yang akan mengantarkan Hewan Qurban ke Salah satu Desa di Aceh.
Sebelum sampai tujuan mobil mengalami kecelakaan, 3 ekor Sapi dan Supirnya meninggal Dunia.

Diduga akibat cuaca hujan dan jalanan yang licin mengakibatkan pandangan Supir terbatas dan bertabrakan dengan kendaraan lainya.

Selalu berhati-hati dalam berkendara, jika cuaca buruk sebaiknya berhenti dulu sejenak. BIAR LAMBAT ASAL SELAMAT

Sumber : https://www.facebook.com/109111917541914/posts/130670518719387/

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

Screenshot 20200801 142344

SitindaonNews.Com | Pemerintah Malaysia mulai menerapkan peraturan wajib menggunakan masker mulai Sabtu (1/8) dengan denda RM1000 atau sekitar Rp3,4 juta bagi yang ketahuan tidak menggunakannya.

Informasi yang dihimpun dari Grup Telegram Majelis Keselamatan Negara (MKN), Sabtu, kewajiban menggunakan masker tersebut berlaku di transportasi umum dan di kawasan penuh orang seperti pasar tani, pasar raya (supermarket), taman rekreasi serta tempat wisata.

Mereka yang diketahui tidak mematuhi aturan tersebut bakal dikenai hukuman denda RM1.000 sesuai Undang-Undang Pencegahan dan Pengawalan Penyakit Berjangkit 1988 (Undang-Undang 342).

Peraturan tersebut juga berlaku di semua stasiun pengangkutan umum seperti LRT, MRT, layanan e-hailing (transportasi online) dan bus.

Masyarakat juga boleh menggunakan masker yang dijahit sendiri tetapi perlu mematuhi spesifikasi yang telah ditetapkan WHO yaitu jenis tiga lapisan pabrik bersifat menyerap air di bahagian dalam, bahan yang mampu menghindar penyerapan air di lapisan luar dan kain yang bisa meningkatkan saringan atau menahan tetesan cairan di tengah.

Bagi anak-anak yang berumur kurang dari dua tahun, pemakaian masker adalah tidak wajib mempertimbangkan kesukaran bernafas.

Hal tersebut juga berlaku bagi individu yang berkebutuhan khusus / cacat atau tidak dapat menggunakan masker tanpa bantuan.

Dalam penjelasan sebelumnya Menteri Pertahanan Malaysia, Datuk Seri Ismail Sabri mengatakan keputusan tersebut dibuat melihat jumlah kasus yang kembali meningkat selain kepatuhan rakyat terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) pengendalian COVID-19 yang semakin berkurang.

"Tingkat kepatuhan SOP di kalangan umum semakin menurun termasuk di dalam transportasi publik, penggunaan masker dan penjarakan sosial (social distancing) yang tidak dipatuhi," katanya.

Sumber: antaranews.com

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

Screenshot 20200730 163130Foto: Lamborghini   -  Lamborghini Huracan Evo

SitindaonNews.Com | Pandemi COVID-19 membuat banyak perusahaan mengalami kesulitan keuangan. Roda bisnis mereka terhambat, akibat adanya pembatasan sosial dan berubahnya pola konsumsi masyarakat.

Untuk mengatasi hal itu, beberapa negara mengucurkan dana cadangan mereka. Bantuan diberikan pada mereka yang terkena dampak dari wabah virus tersebut, dan bisa didapat dengan cara mengisi beberapa formulir.

Hal itu dimanfaatkan oleh seorang pengusaha di Amerika Serikat bernama David Hines. Dilansir dari Autoevolution, Kamis 30 Juli 2020, pria itu mengaku memiliki empat bisnis dengan 70 karyawan, yang terkena dampak COVID-19.

David kemudian mengajukan permintaan untuk mendapatkan dana bantuan dari pemerintah AS, dengan total nilai US$14 juta atau sekitar Rp205 miliar. Pemerintah AS hanya menyetujui bantuan sebanyak US$4 juta atau setara Rp58,7 miliar, dan kemudian ditransfer ke rekening David untuk kebutuhan pembayaran gaji karyawan.

Namun, uang tersebut tidak pernah sampai ke tangan para pegawainya. David justru membelanjakan dana bantuan itu, untuk membeli Lamborghini Huracan Evo seharga US$320 ribu atau sekitar Rp4,7 miliar.

Setelah mobil barunya tiba di garasi, sisa dana bantuan tak juga diberikan ke karyawan. David lanjut membahagiakan dirinya dengan membeli berbagai perhiasan mahal, memesan makanan mahal serta menginap di hotel mewah.

Ulah David akhirnya ketahuan oleh badan pajak AS, usai dirinya tidak sengaja menabrakkan mobil mewah buatan Italia yang baru dibelinya. Karena takut ditangkap, David melarikan diri dari tempat kejadian.

Polisi kemudian melakukan penyelidikan, dan menemukan data bahwa mobil tersebut dibeli dengan uang dari dana bantuan. David saat ini menjalani penjara di rumah ibunya dengan mengenakan gelang GPS, sembari menunggu sidang.

Sumber: viva.co.id

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

Screenshot 20200729 093316Ilustrasi pencabulan anak. shutterstock.com

SitindaonNews.Com | Kuasa hukum korban pencabulan dan kekerasan seksual di Gereja Herkulanus Depok, Azas Tigor Nainggolan, membuat laporan baru karena menemukan ada korban lain. 

Laporan ini menambah panjang daftar korban pencabulan yang diduga dilakukan seorang pengurus gereja Syahril Parlindungan Marbun (42) terhadap putra altar atau anak yang aktif di gereja.

“Hari ini kita buat laporan baru berdasar pengakuan korban baru,” kata Tigor, Selasa 28 Juli 2020.

Tigor mengatakan, korban baru ini mengaku menjadi korban Syahril selama kurang lebih 2 tahun. “Saat itu dia (korban) masih duduk di bangku SMP atau sekitar awal tahun 2018 dan baru berakhir Desember 2019,” kata Tigor.

Tigor mengatakan, korban mengaku diperlakukan secara tidak senonoh oleh Syahril hingga mengalami trauma psikologis. Dengan adanya laporan baru ini Tigor berharap dapat memperberat hukuman bagi Syahril.

“Kasus seperti ini saya yakin korbannya tidak sedikit, kami akan terus berupaya mencari korban-korban lainnya dan membuat laporan kepolisian,” kata Tigor.

Syahril Parlindungan Marbun alias SPM ditetapkan sebagai tersangka kasus pencabulan dan kekerasan seksual pada anak karena melakukan perbuatan asusila terhadap putra altar atau misdinar di Gereja Herkulanus.

Syahril diduga melakukan kekerasan seksual itu sejak tahun 2000 atau saat diangkat sebagai pembina misdinar. Diduga korban mencapai puluhan, namun hingga saat ini baru ada empat korban yang telah membuat laporan kepolisian.

Syahril ditangkap Unit Pelayanan Perempuan dan Anak Satreskrim Polres Metro Depok pada Minggu 14 Juni 2020 berdasar laporan orang tua. Tersangka pencabulan itu terancam Pasal 82 UU nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak, dengan ancaman 15 tahun penjara.

Sumber: tempo.co

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

IMG 20200728 125256Ilustrasi 

SitindaonNews.Com | Polisi menangkap seorang pria berinisial S lantaran mencuri satu unit truk milik sebuah perusahaan ekspedisi. Peristiwa itu terjadi di Jalan Daan Mogot, Kalideres, Jakarta Barat.

"Saat itu truk sedang terparkir dengan kunci masih menempel di kunci kontak. Melihat kesempatan itu, pelaku langsung membawa truk tersebut," kata Kapolsek Kalideres Jakarta Barat Kompol H Slamet dalam keterangan tertulisnya, Senin (27/7).

Slamet menuturkan, korban yang mengetahui truk miliknya hilang langsung melaporkan kejadian itu ke Polsek Kalideres Jakarta Barat. Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan menangkap tersangka S.

Kepada polisi, tersangka yang juga bekerja sebagai sopir truk ekspedisi mengaku memarkirkan kendaraan hasil curiannya itu di Rest Area ruas Tol Tangerang-Merak Km 68 Serang Banten. Dari tangan tersangka, polisi menyita barang bukti berupa satu unit truk beserta Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) yang dicuri.

Atas perbuatannya, sambung Slamet, tersangka dikenakan Pasal 362 KUHP. Dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. 

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

Screenshot 20200727 140148

SitindaonNews.Com | Kebakaran melanda Pesantren Darul Arafah yang berada di Jalan Berdikari Desa Lau Bakeri, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Senin (27/7).   Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 10.30 WIB. Kobaran api melahap sebuah bangunan terbuat dari kayu yang berada di bagian depan area pesantren.

Dinas Pemadam Kebakaran Deli Serdang yang mendapat informasi ini segera turun ke lokasi untuk meredakan api agar tidak meluas.   "Info kebakaran seputaran Glugur Rimbun unit dari pemadam kebakaran terdekat sedang menuju titik (lokasi)," demikian tertulis di akun resmi Dinas Pemadam Kebakaran Deli Serdang.

Hingga berita ini disiarkan, belum diketahui penyebab kebakaran tersebut. Sementara petugas pemadam kebakaran masih berupaya memadamkan api.

Sumber: antaranews.com

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

1595824795791

Dua orang polisi terlihat merasa tidak nyaman ketika ada dua orang warga, yang menanyakan pajak kendaraan pribadi yang digunakan oleh polisi lalu lintas di Medan, Sumatera Utara.

Sebelum kedua warga tersebut menghampiri pos polisi, beberapa anggota polisi terlihat pergi meninggalkan pos polisi, kedua warga itupun sigap mengecek pelat nomor pribadi pada sepeda motor yang digunakan oleh anggota polisi.

"Kami mengecek pajak kendaraan bermotor yang digunakan oleh beberapa anggota polisi, lewat fitur yang disediakan oleh Telkomsel. Dari hasil pengecekan kami ditemukan beberapa kendaraan khususnya sepeda motor yang menunggak pajak, dan pelat nomor tidak diketahui, yang kami curigai bodong," ungkap salah satu warga.

Oknum Polisi Tunggak Pajak Kendaraan

Aksi kedua warga tersebut diunggah pada channel YouTube Benni Eduward, dalam video terlihat ada seorang petugas yang sempat ingin menghampiri kedua warga tersebut namun membatalkannya kemudian pergi.

Ketika sampai di pos polisi, kedua warga tersebut langsung menanyakan dua unit sepeda motor yang diparkir di dekat pos,

"Saya mau tanya, motor dua ini kereta (sepeda motor) bapak sendiri? di STNK-nya pakai nama bapak, yakin? pajaknya kenapa belum dibayar?," ungkap salah satu warga.

Oknum Polisi Tunggak Pajak Kendaraan

Kemudian salah satu dari dua polisi yang berada di dalam pos polisi, menanggapi pertanyaan tersebut kemudian keluar dari pos polisi. Sambil mengecek pajak kendaraan motor yang diakui milik anggota polisi tersebut.

"Saya cek pajak bapak ini ya, pelatnya asli enggak ini pak?," tanya warga. Polisi tersebut kemudian menjawab "ini pelat saya," sambil pergi menuju ke dalam pos polisi. Saat diikuti oleh warga tersebut, ternyata pintu pos polisinya dikunci dari dalam.

Setelah di cek, pajak kendaraan matisepeda motor dengan pelat nomor BK 2609 MB pajak yang harus dibayar sejumlah Rp1,490,300.

Oknum Polisi Tunggak Pajak Kendaraan

"Jadi ini lucu ya, lucu ni polantas ini. Dia sendiri ini pajaknya kita cek, sudah telat nih ngakunya punya dia. Kita mencurigai, sebenarnya motor BB (barang bukti) punya warga yang ditangkap lalu dipakai," bebernya.

Keduanya kembali mengecek pajak kendaraan milik polantas tersebut, hingga akhirnya menemukan kembali bukti bahwa pelat nomor yang digunakan ada perbedaan, antara yang menempel pada sepeda motor dengan data.

Perbedaan pada bulan, jika di pelat nomor bulannya 9 (September) sementara di data bulannya 12 (Desember).

Oknum Polisi Tunggak Pajak Kendaraan

Konyolnya warga tersebut penasaran dengan mengetuk pintu pos polisi untuk meminta konfirmasi, namun kedua oknum polisi tersebut tak bergeming. Keduanya seolah tidak mendengar ada orang yang mengetuk pintu pos polisi.

Setelah keduanya pergi meninggalkan pos polisi, satu anggota polisi tersebut terlihat keluar dan meninggalkan pos polisi. "Baru kita tinggal berapa menit, satu menit paling langsung kabur, tadi enggak berani buka pintu dia, enggak profesional banget," pungkas salah seorang warga

Sumber: 100kpj.com

0
0
0
s2sdefault

Login Form