SITINDAON NEWS SITINDAON NEWS

Categories

  • Tarombo Marga Sitindaon (47)
    • Tugu Namangolu Sitindaon (4)
    • Sukacita & Dukacita (16)
  • Politik & Opini (345)
  • Ekonomi & Bisnis (422)
    • Trading Saham untuk Pemula oleh R Noto Wodjojo (76)
  • Lifestyle & Health (418)
  • Tekno & Sains (71)
  • Entertaintment (66)
  • Nasional (20)
  • Food & Travel (100)
  • Budaya (58)
  • Inspirasi dan Inspiratif (147)
    • Jansen Sitindaon (32)
  • Sport (16)
  • Lowongan Kerja (29)
  • International (46)
  • Mimbar Kristen (12)
    • HKBP Pasar Minggu (3)
  • Pilpres 2019 (69)
  • Hukum & Kriminal (40)

Berdiri sejak 2018

  • Login
SITINDAON NEWS SITINDAON NEWS
  • Homepage
  • Tarombo Marga Sitindaon
    • Jansen Sitindaon
  • Siapa kita?
  • MORE

    HOT CATEGORIES

    • Pilpres 2019
    • Our Social Media

    USER

    • Login Form
    Show
    • Forgot your username?
    • Forgot your password?
  • WTNG
Berlangganan buletin kami Newsletter
Top Stories
  • Scalping Trading Hari Ini Kamis 21 Mei 2026

    ZA Sitindaon By ZA Sitindaon 2026-05-21 Trading Saham untuk Pemula oleh R Noto Wodjojo

    Read more: Scalping Trading Hari...

  • Saat Uang Kotor Masuk ke Rumah Tuhan

    Saat Uang Kotor Masuk ke Rumah Tuhan

    ZA Sitindaon By ZA Sitindaon 2026-05-21 Mimbar Kristen

    Read more: Saat Uang Kotor Masuk...

  • Apa Langkah Anda Dalam Day Trading Dengan Index 6000 an Seperti Saat Ini?

    Apa Langkah Anda Dalam Day Trading Dengan Index 6000 an Seperti Saat Ini?

    ZA Sitindaon By ZA Sitindaon 2026-05-21 Trading Saham untuk Pemula oleh R Noto Wodjojo

    Read more: Apa Langkah Anda Dalam...

  • Buat Yang Kemaren Inepin BRPT 1720 (BJSP)

    ZA Sitindaon By ZA Sitindaon 2026-05-21 Trading Saham untuk Pemula oleh R Noto Wodjojo

    Read more: Buat Yang Kemaren...

  • Tinggalkan BUMI Semakin Nyungsep Tidak Menarik Lagi

    ZA Sitindaon By ZA Sitindaon 2026-05-20 Trading Saham untuk Pemula oleh R Noto Wodjojo

    Read more: Tinggalkan BUMI Semakin...

  • Trading Sat-set Sesi Pertama Rabu 20 Mei 2026

    Trading Sat-set Sesi Pertama Rabu 20 Mei 2026

    ZA Sitindaon By ZA Sitindaon 2026-05-20 Trading Saham untuk Pemula oleh R Noto Wodjojo

    Read more: Trading Sat-set Sesi...

  • Cara Entry Limit Order di Saham Status Open Menunggu Match

    ZA Sitindaon By ZA Sitindaon 2026-05-20 Trading Saham untuk Pemula oleh R Noto Wodjojo

    Read more: Cara Entry Limit Order...

  • IHSG Jebol Hingga Level  6000, Semua Saham Sisa 40%, DPR dan Pejabat Cuma Foto-foto Tanpa Solusi

    IHSG Jebol Hingga Level 6000, Semua Saham Sisa 40%, DPR dan Pejabat Cuma Foto-foto Tanpa Solusi

    ZA Sitindaon By ZA Sitindaon 2026-05-20 Politik & Opini

    Read more: IHSG Jebol Hingga...

  • Trik Memilih Saham, Kapan Waktu Entry dan TP

    ZA Sitindaon By ZA Sitindaon 2026-05-19 Trading Saham untuk Pemula oleh R Noto Wodjojo

    Read more: Trik Memilih Saham,...

Search

Details
Category: News of the Day
ZA Sitindaon By ZA Sitindaon
ZA Sitindaon
15.Nov
Hits: 1623

Deretan Kisah Mengerikan Pemerkosaan Massal 1998

Deretan Kisah Mengerikan Pemerkosaan Massal Mei 1998

Ilustrasi. (Thinkstock/Artem Furman)
Yuliawati, Priska Sari Pratiwi, CNN Indonesia
Kamis, 19/05/2016 12:47

Jakarta, CNN Indonesia -- Dewi, nama samaran, berusia 23 tahun saat Mei 1998. Dia baru tiba dari Jakarta setelah menyelesaikan pendidikan psikologi dari sebuah universitas di Inggris. Dewi pulang ke tanah air sembari membawa rencana pernikahan dengan kekasihnya.

Malang tak terduga. Sepekan setelah peristiwa penembakan empat mahasiswa Universitas Trisakti, saat Dewi bepergian dengan taksi seorang diri, tiba-tiba dua-tiga orang masuk ke dalam taksi yang ditumpanginya. Kala itu taksi berhenti di bawah jembatan Semanggi.

Dengan ancaman akan dibunuh, Dewi diperkosa bergantian oleh para pria berbadan tegap. Peristiwa bejat itu terjadi di dalam taksi yang melaju mengelilingi Jakarta selama sembilan jam. 


Para pemerkosa kemudian meninggalkan Dewi di pinggir jalan. Sebelum pergi, mereka memintanya tutup mulut.

“Mereka mengancam apabila korban membongkar cerita, seluruh keluarganya akan dibunuh dan dibakar,” kata Sandyawan Sumardi yang ketika itu menjabat Sekretaris Tim Relawan untuk Kemanusiaan (TRK) kepada CNNIndonesia.com, Senin (16/5).

Seorang sopir taksi lain lalu menemukan Dewi di pinggir jalan, dan mengantarkannya pulang ke rumah. Orangtua Dewi menceritakan pengalaman tragis sang putri kepada Sandyawan.

Sejak peristiwa itu, Dewi empat kali berniat bunuh diri. Dia pun bungkam seribu bahasa.

“Selama saya mengunjunginya tiga kali, dia belum bersedia berbicara,” kata Sandyawan. 

Ketika masih mendampingi Dewi itu, Sandyawan mendapat kabar tentang perempuan lain yang jadi korban pemerkosaan. 

Putri, bukan nama sebenarnya, seorang mahasiswa Universitas Tarumanegara, hampir mati akibat pendarahan di alat kelaminnya. 

Sekitar akhir Mei 1998, Putri yang tinggal di rumah kos di daerah Sunter, Jakarta Utara, didatangi dua pria. Kedua pria itu hendak memerkosanya. Putri sekuat tenaga melawan.

Salah satu pria yang menyerang Putri hendak menggunakan besi gorden untuk menusuk perutnya, dan meleset mengenai alat kelaminnya.

“Dokter Lie Darmawan yang menangani Putri. Meski kritis, Putri akhirnya selamat,” kata Sandyawan.

 

Sandyawan Sumardi, mantan Sekretaris Tim Relawan untuk Kemanusiaan yang menangani sejumlah korban pemerkosaan Mei 1998. (CNN Indonesia/Yuliawati)

Selain Dewi dan Putri, Sandyawan bertemu empat perempuan lain yang menjadi korban pemerkosaan dan kekerasan seksual pada Mei 1998. Kisah keenam korban itu dia buka saat menjadi anggota Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF).

Selain Sandyawan, ada tokoh-tokoh lain yang memberikan kesaksian tentang pemerkosaan massal dan kekerasan seksual selama Mei 1998.  Para pemberi kesaksian itu adalah korban, keluarga korban, saksi, dokter dan pendamping (konselor).  Menurut data para pemberi kesaksian kepada TGPF, terdapat 85 kasus kekerasan seksual dengan 52 di antaranya merupakan pemerkosaan dalam bentuk gang rape. 

Seorang saksi lain menuturkan kepada TGPF mengenai pemerkosaan yang dilihatnya pada 14 Mei 1998 di Muara Angke, Jakarta Utara.

Sekitar jam 11.30, saya melihat beberapa orang mencegat mobil dan memaksa penumpang turun, kemudian menarik dua gadis keluar dari mobil.

Mereka melucuti pakaian dua perempuan itu dan memerkosanya beramai-ramai. Kedua perempuan itu mencoba melawan, namun sia-sia. 

Setelah dua gadis itu berhasil melepaskan diri dari orang-orang biadab itu, saya mendekati dan mendekapnya. Saya kemudian membantunya mencarikan jalan aman untuk pulang.  Karena saya tinggal di daerah itu, saya hafal jalan pintas menuju jalan raya. 

Sesampai di perempatan Cengkareng, saya melihat beberapa mayat perempuan dalam keadaan telanjang dengan muka ditutup koran.  Perempuan-perempuan itu tampak telah diperkosa, karena dari vagina mereka terlihat leleran darah yang mengering dan dikerubungi lalat.

Setelah menolong dua perempuan itu, saya pulang melewati jalan yang sama. Ketika saya sampai di perempatan Cengkareng, mayat-mayat perempuan sudah tidak ada lagi. Ke mana mayat-mayat itu? Siapa yang membawa mereka?

Bungkam 

Mantan Koordinator TRK Divisi Kekerasan terhadap Perempuan, Ita Fatia Nadia, data versi TPGF yang mencatat 85 korban kekerasan seksual,  belum mencerminkan jumlah pemerkosaan dan kekerasan seksual sesungguhnya yang terjadi selama Mei 1998.

Begitu juga dengan data Tim Relawan untuk Kemanusiaan Divisi Kekerasan Perempuan yang menyebutkan korban pemerkosaan pada Mei 1998 sebanyak 152 orang dengan 20 orang di antaranya meninggal dunia.

“Jumlahnya bisa lebih besar dari itu karena banyak korban memilih diam,” kata Ita. 

Penderitaan amat berat yang dialami korban membuat sebagian dari mereka memilih bungkam. Ada korban yang memilih mengubah identitas dan bermigrasi ke luar negeri.

Menurut Ita, salah satu korban yang dia kenal memilih tinggal di Amerika Serikat. Korban itu bersama kawannya mengalami penganiayaan. Payudaranya dipotong oleh segerombolan orang di Jembatan Semanggi pada Mei 1998.

Aktivis perempuan Andy Yentriyani mengatakan, alih-alih mengungkapkan apa yang terjadi, para korban yang sebagian besar beretnis Tionghoa memilih menyelamatkan diri ke luar negeri, membentuk keluarga baru, dan melupakan peristiwa yang terjadi.

Korban yang telah memiliki keluarga baru sama sekali enggan membahas lagi peristiwa tersebut. Mereka khawatir keluarga barunya akan mengetahui tragedi pahit itu. Andy tak tahu pasti berapa banyak korban yang masih bertahan di Indonesia hingga saat ini. 

"Tahun 2008 ada beberapa yang bertahan di Indonesia. Tapi kalau sekarang saya kurang tahu," kata mantan Komisioner Komisi Nasional Anti Kekerasan Perempuan itu.

Negara lalai

Andy Yentriyani menyayangkan ketidakhadiran aparat penegak hukum saat peristiwa kerusuhan dan pemerkosaan selama Mei 1998. Padahal sebelum ada peristiwa penembakan yang menewaskan empat mahasiswa Universitas Trisakti pada 12 Mei 1998, pasukan pengamanan menyebar hampir di seluruh titik ibu kota. Namun dari tanggal 13 hingga 15 Mei 1998, nyaris tak ada aparat berjaga.

"Pertanyaannya, di mana pasukan tersebut? Itu penting sebagai pertanggungjawaban negara atas perlindungan rakyat," kata dia, Rabu (18/5). 

Pemerintah, menurut Andy, seakan-akan tak percaya ada korban pemerkosaan dan kekerasan seksual pada Tragedi Mei 1998.

Saat ini pun pemerintah lalai dengan membiarkan laporan dari TGPF. Andy mengkritik aparat yang mensyaratkan adanya laporan korban untuk memproses kasus tersebut.

“Padahal ada trauma dan perasaan dari korban bahwa itu aib yang tidak bisa diungkapkan,” kata Andy.

Poses pengungkapan kebenaran ini pun, menurutnya, sampai sekarang dibiarkan menggantung oleh pemerintah.

"Dari data TGPF, ada indikasi kuat keterlibatan negara, baik kekerasannya maupun pembiarannya. Tapi negara lalai dan itu dibiarkan sampai sekarang," kata dia.

(yul/agk) 

ZA Sitindaon
ZA Sitindaon

No comments

Leave your comment

In reply to Some User
Previous article: Akhir Dari Penantian Vina Br. Sitindaon, Keluarga Korban Lion Air JT610 Prev Next article: PETISI HUKUM MATI KORUPTOR Next
Terima Kasih Kepada Pengunjung Setia Sitindaon News
ZA Sitindaon By ZA Sitindaon 2018-11-11 09:06:51

Terima Kasih Kepada Pengunjung Setia Sitindaon News

Tarombo atau Sejarah Singkat Marga SITINDAON
ZA Sitindaon By ZA Sitindaon 2018-11-13 12:37:14

Tarombo atau Sejarah Singkat Marga SITINDAON

Jadwal Partangiangan Tahun 2019 Punguan Raja Sitindaon Boru Bere Ibebere Kota Medan
ZA Sitindaon By ZA Sitindaon 2018-11-26 22:23:26

Jadwal Partangiangan Tahun 2019 Punguan Raja Sitindaon Boru Bere Ibebere Kota Medan

Sitindaon News Hadir Untuk Kita Semua
ZA Sitindaon By ZA Sitindaon 2018-12-04 15:15:01

Sitindaon News Hadir Untuk Kita Semua

Bedah BUKU TAROMBO Marga SITINDAON (Bagian Pertama), Biodata Penulis Naskah dan Keluarganya
ZA Sitindaon By ZA Sitindaon 2018-12-09 18:41:41

Bedah BUKU TAROMBO Marga SITINDAON (Bagian Pertama), Biodata Penulis Naskah dan Keluarganya

Bedah BUKU TAROMBO Marga SITINDAON (Bagian Kedua), Kalender Batak dan Aksara Batak
ZA Sitindaon By ZA Sitindaon 2018-12-11 18:34:18

Bedah BUKU TAROMBO Marga SITINDAON (Bagian Kedua), Kalender Batak dan Aksara Batak

Bedah BUKU TAROMBO Marga SITINDAON (Bagian Ketiga), Bermula dari Kerajaan Sriwijaya dan Si Raja Batak
ZA Sitindaon By ZA Sitindaon 2018-12-16 17:21:38

Bedah BUKU TAROMBO Marga SITINDAON (Bagian Ketiga), Bermula dari Kerajaan Sriwijaya dan Si Raja Batak

Natal Punguan Raja Sitindaon Boru Bere Ibebere Kota Medan, Sabtu 15 Desember 2018
admin By admin 2018-12-19 15:00:43

Natal Punguan Raja Sitindaon Boru Bere Ibebere Kota Medan, Sabtu 15 Desember 2018

Bedah BUKU TAROMBO Marga SITINDAON (Bagian Keempat), Si Raja Baho (Raja Naibaho)
ZA Sitindaon By ZA Sitindaon 2018-12-20 18:53:48

Bedah BUKU TAROMBO Marga SITINDAON (Bagian Keempat), Si Raja Baho (Raja Naibaho)

Bedah BUKU TAROMBO Marga SITINDAON. (Bagian Kelima), Awal Mula Marga Sitindaon
ZA Sitindaon By ZA Sitindaon 2018-12-28 18:27:14

Bedah BUKU TAROMBO Marga SITINDAON. (Bagian Kelima), Awal Mula Marga Sitindaon

Read next

  • Ekonomi Mulai Merosot, Pemerintah Harus Kencangkan 'Ikat Pinggang'
    By ZA Sitindaon Ekonomi & Bisnis 2019-05-19 1013
  • Kuliner Nasi Gubang Tenggarong
    By ZA Sitindaon Food & Travel 2019-11-28 1011
  • Hakim PN Medan Ditemukan Tewas dalam Mobil Di Kebun Sawit Warga Namorambe
    By ZA Sitindaon Hukum & Kriminal 2019-11-30 2896

Popular Posts

  • Cara Mengatasi Internet Telkomsel 'Lemot', Ikuti Langkah-langkahnya Agar Akses Internetmu Lancar
    27.Nov
  • Semrawutnya Parkir di Kawasan Pusat Pasar Medan
    04.Jan
  • Emak Emak Yang Terlibat Menjual Senjata Untuk Aksi Rusuh 22 Mei 2019
    28.May
  • Bokom, Makanan Pengantar Sejarah Aceh Singkil yang tak Lekang Digerus Zaman
    07.Sep

Tags

  • kpk
  • peluang usaha
  • durian
  • tabanan
  • korupsi
  • Anggota DPRD
  • Bromo
  • lion air
  • PNS
  • jurangan kodok
  • swiss
  • pajak
  • harta kekayaan
  • Ngawi
  • Petani

About Sitindaon News

SITINDAON NEWS 1

Sitindaon News menuju Situs Web Portal Berita Online berkelas dunia melalui penyediaan jasa informasi dan berbagai produk multimedia lainnya sehingga terbangun Tugu Namangolu didalam maupun diluar negeri khususnya marga Sitindaon yang nantinya dapat menjalankan fungsi² sosial lainnya bagi masyarakat luas. Berdiri sejak 2018.

Categories News

  • Lowongan Kerja
  • National
  • Food & Travel
  • Lifestyle & Health
  • Sport
  • Tekno & Sains
  • Entertainment
  • Ekonomi & Bisnis
  • Kisah Insipirasi
  • Budaya
  • Politik & Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Mimbar Kristen
  • International

Follow Us

Facebook Sitindaon News Instagram Sitindaon News YouTube Sitindaon News Twitter Sitindaon News Email Berlangganan Buletin Kami

Bagikan Share
FacebookFacebook MessengerMessenger TwitterTwitter WhatsAppWhatsApp TelegramTelegram Copy LinkCopy Link