fbpx

0
0
0
s2sdefault

ini deretan perempuan yang sukses memulai bisnis besar b7nSandy Lerner satu dari banyak perempuan yang sukses dalam bisnis. Dia memulai Cisco bersama suaminya, Leonard Bosack, pada 1984 dan kini nilai bisnis perusahannya mencapai USD248 miliar.

YORK - Banyak perusahaan sukses didirikan oleh perempuan. Banyak pula di antara perusahaan itu menjadi bisnis bernilai miliaran rupiah. Bukan hanya perusahaan pakaian dan kecantikan seperti Glossier, Rent the Runway dan Spanx, tetapi juga perusahaan teknologi seperti Bumble, Eventbrite, dan Cisco.

Melansir Business Insider, terdapat lebih dari 11,6 juta perusahaan Amerika Serikat (AS) dimiliki perempuan dengan total penjualan mencapai USD1,7 triliun. Banyak perusahaan itu kini berubah menjadi perusahaan dengan nilai kapital mencapai miliaran dengan pertumbuhan yang sangat pesat.

Pengusaha perempuan yang tangguh dan sukses adalah Sandy Lerner. Dia memulai Cisco bersama suaminya, Leonard Bosack, pada 1984 dan kini nilai bisnis perusahannya mencapai USD248 miliar. Lerner bersama suaminya memulai bisnis saat bekerja di Universitas Stanford pada 1981 dan kemudian mengembangkan router yang bisa mengoneksikan jaringan komputer. Pada 1984, mereka menjadikan teknologi baru itu menjadi bisnis yang disebut dengan Cisco System.

Setelah beberapa dekade kemudian, perusahaan itu menjual router komputer ke beberapa perusahaan. Meskipun Lerner dan Bosack sudah tidak lagi aktif di Cisco, tetapi perusahaan itu terus tumbuh dan semakin menguntungkan. Lerner selalu mendorong perempuan untuk mempertimbangkan metode alternatif untuk mendirikan start-up dan mendanainya dengan cara yang unik dan tidak mengandalkan modal perusahaan tradisional.

"Jika kamu berada di lomba tikus, maka kamu harus menjadi lebih baik, lebih cepat, dan lebih murah," ujar Lerner dilansir Forbes. Dia juga mendorong perempuan agar memiliki hak kekayaan intelektual sehingga semua orang tidak bisa mudah mencontek model bisnis. Dia tidak mendukung perempuan untuk berbisnis produk kecantikan dengan mengandalkan media sosial karena semua orang bisa memainkan hal itu semua.

"Bisnis kecantikan itu jelek karena tidak mendapatkan keuntungan yang kompetitif," kata Lerner. Dia mengaku beruntung karena tidak mengembangkan bisnis produk kecantikan. Selain Lerner, Julia Hartz dan suaminya, Kevin, merealisasikan kesulitan bagi sebagian orang untuk membeli tiket konser atau acara tertentu pada 2006. 

Mereka meluncurkan eventbrite yang mengizinkan konsumen membeli tiket secara langsung melalui situs tersebut. Perusahaan tersebut mampu menjual 60.000 tiket konser Black Eyes Peas di Central Park. Saat ini, perusahaan tersebut mengelola 3,9 juta acara di seluruh dunia. Eventbrite pun memiliki nilai mencapai USD2,8 miliar.

Bukan hanya bermain di sektor tiket semata, namun Eventbrite dengan memperkuat platform bisnis. "Dalam jangka panjang, kita membangun platform musik independen global untuk memaksimalkan pendapatan dan mengizinkan inovasi yang bermakna,"kata Julia Hartz dilansir CNBC. "Kita percaya kita bisa membawa bisnis musik Amerika Utara menjadi platform global tunggal dalam beberapa tahun mendatang," katanya.

Tak mudah untuk menjadi seorang pengusaha. Hartz mengklaim dirinya memerlukan waktu yang panjang untuk menganggap dirinya sebagai seorang pengusaha yang sesunggunya. Itu dikarenakan dirinya tidak pernah berambisi untuk menjadi seorang pengusaha, dia hanya menggambarkan dirinya sebagai pemain balet.

Saat mendirikan Eventbrite bersama Kevin, Hartz mengungkapkan dirinya tidak memiliki ide tentang apa yang dilakukannya dan apa yang akan terjadi ke depannya. “Itu menjadi hal pertama dalam kehidupan saya bahwa saya tidak memiliki rencana,” ungkapnya. Namun, dia belajar tentang keraguan dan ketakutan yang pernah dialaminya. Dia pun belajar bagaimana mematikan keraguan dan menghilangkan pemikiran negatif.

Setelah 10 tahun menjadi Presiden Eventbrite, Hartz mengambil alih posisi CEO dari suaminya pada 2015 dia dia harus menahan nafas dan melompat. Dia menjelaskan bagaimana dirinya harus mengubah mental dan menavigasi tantangan serta tujuan, bukan tekanan. “Saya selalu bergerak cepat untuk memusatkan diri saya dan fokus dengan misi saya,” ujarnya.

Hartz menjadi CEO perempuan yang sangat jarang di perusahaan teknologi publik. Dia pun memosisikan dirinya sebagai teladan agar banyak perempuan bisa mengikuti jejaknya. “Saya mengetahui hal penting bahwa saya masih dikeliling banyak perempuan kuat,” paparnya. Apa yang dilakukannya? Hartz menjamin budaya Eventbrite adalah inklusivitas. 

Dia mengutamakan keragaman dalam teknologi dengan pembagian 50/50 gender dan keseimbangan itu menjadi aset penting untuk tumbuh kembangnya perusahaan. "Harapan saya adalah orang menulis tentang Evenbrite karena itu adalah jenis perusahaan seperti apa, bukan hanya apa yang kita lakukan dan berapa uang yang kita peroleh,” tuturnya. Hartz juga selalu berpikir kalau pengusaha itu bukan selalu dilahirkan. 

Dia juga menyakini semua orang bisa menjadi pengusaha meskipun dilahirkan dengan sedikit bakat. “Bisnis itu masalah otot,” ujarnya. Untuk menjadi pengusaha, dia juga menyarankan agar orang memiliki mental Jujitsu yang menuntut fokus dan tidak berpikir berapa banyak tekanan pada pekerjaan. “Saya hanya fokus pada tugas baik setelah bangun, saat berolahraga, dan mandi,” ujarnya.

Berbicara mengenai filsafat kepemimpinan, Hartz menegaskan tentang pentingnya nilai-nilai yang selalu berubah. Dia menegaskan, bahwa dirinya adalah orang yang bisa menyebabkan perubahan bisa terjadi. “Saya selalu menjadi agen perubahan di perusahaan, mencari kesempatan untuk menghancurkan status quo, mencari cara lebih baik, mengubah apa yang ada di sekitar kita,” ujarnya.

Kemudian, pada 2006, Anne Wojcicki meluncurkan 23andMe dengan bantuan Linda Avey dan Paul Cusenza. Perusahaan itu didesain untuk menguji penyakit yang dimiliki pasien, seperti kanker atau gangguan lainnya. Saat peluncuran, biaya uji genetic mencapai USD999. Dua tahun kemudian, majalah Time menyebut itu sebagai Invention of the Year. Kini, perusahaan itu memiliki nilai kapital mencapai USD2,5 miliar dengan 10 juta pelanggan.

Sebagai pemimpin perusahaan berbasis kesehatan, Wojcicki juga menjamin perusahannya memiliki fasilitas kebugaran dan kesehatan yang memadai. Dan kini fokus dari bisnisnya adalah mendirikan perpusataan DNA untuk membantu penelitian obat bagi berbagai penyakit. Apa yang dilakukan Wojcicki adalah memandu pelanggan berdasarkan gen dengan memberikan kontrol kesehatan mereka.

Dia mengembangkan aplikasi berbasis kecerdasan buatan yang bisa mengingatkan untuk minum air lebih banyak atau memilih menu makan siang yang sehat bagi penderita penyakit diabetes atau pun Parkinson's. "Dunia medis itu tergantung potensimu untuk menjadi lebih sehat," katanya. "Saya pikir itu menjadi hal yang menyedihkan," paparnya.

Sementara itu, Pada 2008, Jennifer Hyman memiliki ide bisnis di mana perempuan bisa menyewa desainer pakaian setelah adiknya berniat memiliki gaun pengantin senilai USD2.000. Dia membentuk tim bersama Jennifer Fleiss untuk memulai bisnis yang dimulai dari kampus Harvard. Pada 2009, Rent the Runway diluncurkan dan mengizinkan perempuan yang memiliki anggaran terbatas bisa menyewa desainer pakaian. 

10 tahun kemudian, Rent the Runway memiliki nilai capital mencapai USD1 miliar dan mengancam toko ritel sederhana. Kemudian, Pada 1989, Katie Rodan mengaku frustasi karena dia tidak mampu menyembuhkan jerawat pasiennya. Setahun kemudian, dia bersama kawannya Kathy Fields memutuskan untuk menjual perawatan khusus jerawat. 

Pada 1995, Proativ diluncurkan dan merevolusioner industri perawatan kulit. Perusahaan tersebut kini memiliki 20 juta pelanggan dan Proactiv memiliki nilai kapital mencapai USD1 miliar. Pada 2002, dua dokter itu juga menciptakan brand khusus Rodan + Fields yang fokus pada produk perawatan kulit bagi perempuan berusia lanjut

Tak kalah hebat adalah Whitney Wolfe Herd. Dia sukses merintis aplikasi kencan ketika masih menjadi wakil presiden marketing di Tinder. Dia mengajukan gugatan hukum kepada bosnya atas kekerasan seksual dan dia terpaksa mengundurkan diri. Setelah Tinder, Herd memutuskan bersaing dengan bekan perusahaan tempatnya dahulu itu dengan menciptakan aplikasi kencan yang baru. 

Dengan bantuan pendiri Badoo, Andrey Andreev, Herd menciptakan Bumble, mengizinkan perempuan untuk memulai ajakan kencan.Kini, Herd masih menjadi CEO Bumble dengan nilai kapital mencapai USD1 miliar dengan 35 juta pengguna. Selanjutnya, Ellen Latham merupakan ahli fisiologi ketika dia membuka studio yoga pertama kalinya. 

Pelanggan mengeluhkan suplemen yoga, sehingga dia membuka “Ellen’s Ultimate Workout,” yang kemudian menjadi kajian ilmiah tentang fitnes. Pada 2010, Latham menjadikan pendekatan fitness yang unik menjadi bisnis dengan bantuan Jerome Kern dan David Long. Mereka membuka studio Orangetheory Fitness di Florida dan menyebar di seluruh AS dan dunia. Pada 2019, nilai penjualan perusahaan itu mencapai USD1 miliar dan kini sudah memiliki 1.100 studio.

Kemudian, ketika Sara Blakely berpakaian untuk pesta pada 1990-an, dia memutuskan untuk memotong pantyhose (semacam stoking). Intuisinya bermain kalau dia bisa membuat bisnis pantyhose yang nyaman bagi perempuan. Malam dan akhir pekan, dia fokus mendesain pantyhose setelah bekerja seharian sebagai agen penjualan mesin fax. 

Pada 2000, dia meluncurkan Spanx. Dua tahun kemudian, dia disebut sebagai miliarder mandiri perempuan termuda. Kini, perusahaannya telah memiliki nilai kapital mencapai USD1 miliar. Menariknya, saat Emily Weiss memulai magang di Teen Vogue, dia mengenalkan blognya, Into the Gloss. Blog tersebut fokus pada produk kecantikan dan itu menjadi sangat populer ketika dia memutuskan untuk keluar dari Vogue. 

Pada 2014, dia mengubah blog kecantikannya menjadi sebuah perusahaan bernama Glossier yang menjual produk kecantikan secara langsung via Instagram. Lima tahun kemudian, Glossier memiliki nilai mencapai USD1,2 miliar dan dia berencana membuka lima toko ritel pada 2019. Selanjutnya, pada 2007, Nichole Mustard diminta bergabung dengan sebuah proyek bersama Kenneth Lin dan Ryan Graciano. 

Bersama-sama mereka mengembangkan ide untuk menciptakan sebuah perusahaan di mana orang bisa mengakses kredit tanpa perlu banyak biaya. Pada 2008, CreditKarma diluncurkan, dua tahun kemudiaan perusahaan itu memiliki satu juta anggota. Sata ini, Mustard menjabat sebagai chief revenue officer di CreditKarma dengan nilai perusahaan USD4 miliar

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

IMG 20190817 101925Tempel Ban Tubless

Setiap orang pasti pernah merasakan sakit hati. Entah itu saat menjalin hubungan dengan kekasih, atau saat ada masalah dengan saudara kandung. Jika hal itu terjadi berulang kali, kamu pasti merasa enggak nyaman kan?

Nah, bagi kamu yang gemar mengendarai motor, ban itu ibarat hati. Saat bocor kena paku, ban seolah sedang disakiti. Bayangkan, jika ban itu mengalami bocor berkali-kali. Meski sudah ditambal, namun luka tetap ada dan membekas.

Menurut Asisten Manajer Technical Training PT Daya Adicipta Motora (DAM), distributor sepeda motor Honda Jawa Barat, Ade Rohman, ban yang sering ditambal akan menimbulkan efek negatif ke pemotor.

“Jika ban sudah ditambal, akan mengurangi kenyamanan pemotor saat berkendara," ujarnya saat dihubungi VIVA.co.id, Jumat 16 Agustus 2019.

Meski demikian, Ade menjelaskan bahwa tidak ada batasan khusus, berapa banyak tambalan yang bisa ditampung oleh ban. Ia hanya menyarankan, sebaiknya langsung ganti dengan yang baru, jika sudah terasa kurang nyaman.

"Kalau batasan berapa kali tambal ban untuk tubeless, memang tidak ada rekomendasi khusus," tuturnya.

Sebagai informasi, beberapa waktu lalu PT Astra Honda Motor menggelar kompetisi Kontes Layanan Honda Nasional 2019. Hasilnya, dua karyawan DAM berhasil menoreh prestasi, yakni juara Customer Retention Officer dan posisi dua untuk Pimpinan Jaringan Dealer Reguler.

Sementara itu, di ajang Astra Honda Safety Riding Instructor Competition 2019, dua perwakilan DAM berhasil meraih posisi dua di kategori Instruktur Grup Main Dealer.

Sumber: https://m.viva.co.id/amp/otomotif/tips/1175267-ban-itu-kayak-hati-kalau-sering-disakiti-jadi-enggak-nyaman?__twitter_impression=true

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

3481792560Kathy deWitt / Alamy.     Gerai Walmart

NEW YORK - Kekayaan sebuah keluarga di Amerika Serikat (AS) bertambah secara signifikan, bahkan tiap menit dan jam. Dalam semenit, kekayaan keluarga ini bertambah 70.000 dollar AS atau setara sekira Rp 993 juta.

Lalu, kekayaan keluarga ini juga bertambah 4 juta dollar AS atau setara kira-kira Rp 56,7 miliar per jam. Dalam sehari, kekayaan mereka bertambah 100 juta dollar AS, setara sekira Rp 1,4 triliun.

Ya, begitu signifikannya kekayaan keluarga Whalton, yang mendirikan jaringan ritel Walmart Inc. Dalam setahun terakhir, kekayaan mereka terus bertambah dan bertengger di posisi teratas daftar keluarga terkaya di dunia versi Bloomberg.

Dilansir dari Bloomberg, Minggu (11/8/2019), kekayaan keluarga Whalton bertambah 39 miliar dollar AS menjadi 191 miliar dollar AS atau setara sekitar Rp 2.709 triliun, sejak mencapai puncak daftar keluarga terkaya di dunia pada Juni 2018 lalu.

Baca juga: Ini 3 Keluarga Terkaya di Asia

Berada di bawah keluarga Whalton adalah keluarga Mars, pendiri perusahaan cokelat dan permen legendaris dengan nama yang sama. Kekayaan keluarga Mars melonjak 37 miliar dollar AS menjadi 127 miliar dollar AS atau setara kira-kira Rp 1.801 triliun.

Selanjutnya, ada pula keluarga industrialis Koch, yang kekayaannya bertambah 26 miliar dollar AS menjadi 125 miliar dollar AS atau setara kira-kira Rp 1.773 triliun

Saat ini, keluarga-keluarga kaya AS mengusai lebih banyak kekayaan di dunia sejak tahun 1929. Namun, keluarga-keluarga kaya di Asia dan Eropa juga mengalami peningkatan kekayaan secara dramatis.

Adapun keluarga Asia terkaya di dunia adalah keluarga Al Saud, alias keluarga kerajaan Arab Saudi.

Di seluruh dunia, 25 keluarga terkaya mengendalikan kekayaan mencapai 1,4 triliun dollar AS atau sekira Rp 19.861 triliun. Angka ini naik 24 persen dibandingkan tahun lalu.

Baca juga: Ingin Tahu Berapa Kekayaan Anda, Begini Cara Menghitungnya

Berikut ini adalah 10 keluarga terkaya di dunia versi Bloomberg.

  1. Keluarga Whalton (AS) : 190,5 miliar dollar AS atau setara sekira Rp 2.702 triliun
  2. Keluarga Mars (AS): 126,5 miliar dollar AS atau stara sekira Rp 1.794 triliun
  3. Keluarga Koch (AS): 124,5 miliar dollar AS atau setara sekira Rp 1.766 triliun
  4. Keluarga Al Saud (Arab Saudi): 100 miliar dollar AS atau setara sekira Rp 1.418 triliun
  5. Keluarga Wertheimer (Perancis): 57,6 miliar dollar AS atau setara sekira Rp 817,1 triliun
  6. Keluarga Hermes (Perancis): 53,1 miliar dollar AS atau setara sekira Rp 753,3 triliun
  7. Keluarga Van Damme, De Spoelberch, De Mevius (Belgia): 52,9 miliar dollar AS atau setara sekira Rp 750,4 triliun
  8. Keluarga Boehringer, Von Baumbach (Jerman): 51,9 miliar dollar AS atau setara sekira Rp 736,3 triliun
  9. Keluarga Ambani (India): 50,4 miliar dollar AS atau setara sekira Rp 715 triliun
  10. Keluarga Cargill, MacMillan (AS): 42,9 miliar dollar AS atau setara sekira Rp 608,6 triliun

 Sumber: https://amp.kompas.com/money/read/2019/08/11/093000826/kekayaan-keluarga-ini-bertambah-rp-56-7-miliar-per-jam

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

FB IMG 1565679125718Mantan Kepala Departemen Aksi dan Propaganda Dewan Mahasiswa Justicia Fakultas Hukum UGM, Regen Sitindaon, bersama ibu dan kakaknya.   Foto: Istimewa

-- TUKANG "DEMO" PULANG KAMPUNG

Saya pribadi ikut bangga kepada adek "siampudan" saya (anak terkecil di rumah kami) Regen Sitindaon mantan Ketua Departemen Aksi dan Propaganda UGM yang telah mau "pulang" dari perantauan membangun kampung via PTPN 3 (Holding BUMN Perkebunan) di Medan. Selamat atas lolosnya kamu dalam perekrutan BUMN.

FB IMG 1565678852374

Semoga ilmu dari Fakultas Hukum UGM dan pengalaman selama hidup di Jogya bisa diterapkan di kampung halaman baik untuk kepentingan BUMN maupun masyarakat di Sumut pada umumnya.

Jika dulu berdemo untuk menentang ketidak adilan, semoga sekarang dengan posisi di Departemen Hukum PTPN bisa dipakai untuk menegakkan hukum, keadilan dan kebenaran. Bergerak.. dari dulu menentang ketidakadilan sekarang berpindah menjadi menegakkan keadilan. Itulah harapan kita semua. Dengan "pendekatan keseimbangan" semoga bisa tercapai.

FB IMG 1565678840836

Sekali lagi selamat pulang kembali ke "kampung halaman". Abang bangga dan akan mengikuti sepak terjangmu dari Ibukota. Silumboyah kampung asal kita juga pasti bangga padamu.. Karena sekali lagi putra terbaik dari daerah "yang sulit air" ini muncul ke permukaan.

Doa saya untuk seluruh #AnakDairi.. Maju terus dimanapun berada dan dilapangan manapun kita ditempatkan..

GOD BLESS DAIRI..

Horasss..
Njuah-Njuah..
Mejuah juah kukita kerina..

JANSEN SITINDAON

Sumber: https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=349031222665505&id=100026758892770

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault
18c709c2 2777 4f5c a765 bb2797e38c82
Foto istimewa
 
Jakarta - Dijuluki Rajanya Durian, pria asal Malaysia ini berhasil meraup keuntungan Rp.27 milliar per bulan dari hasil jualan duriannya.
 
Malaysia dikenal sebagai negara penghasil buah durian terbesar di dunia. Hal itu dimanfaatkan oleh pria bernama Chin Ken Soon dengan berjualan durian.

Chin Ken Soon sendiri juga diketahui memiliki perkebunan durian yang luasnya sebesar 197,7 hektar. Kebun tersebut berlokasi di Pahang, Malaysia.
Penjual Durian Ini Dapat Untung Rp. 27 Milliar Per BulanFoto: Istimewa

Dari hasil perkebunannya itu dimanfaatkan pria berkacamata ini untuk dijual di kiosnya sendiri. Ada beragam jenis durian yang dijual mulai dari yang terkenal Musang King hingga durian D24.
 
Baca Juga : Legit Manis Durian Medan di Kios Acin Langganan Ahok 

Selain durian, pria berusia 38 tahun ini juga menjual jenis buah-buah lain, seperti belimbing, manggis, semangka dan pepaya. Dilansir dari Mashable (7/8) selain dijual sendiri, buah-buahan tersebut juga diekspor hingga ke luar negeri, seperti China, Arab Saudi dan Eropa, seperti Polandia dan Belanda.

Kegiatan ekspornya itu dilakukan oleh Chin dengan mengirimkan sebanyak 100 ton buah setiap bulannya. Jumlah ekspor itu terus diperbanyak terutama menjelang bulan September hingga Oktober, karena permintaan buah-buahan pada bulan itu terus meningkat di negara Eropa.
Penjual Durian Ini Dapat Untung Rp. 27 Milliar Per BulanFoto: Istimewa

"Saya membutuhkan sekurang-kurangnya 100 ton atau sekitar 8 kontainer buah setiap bulan untuk satu negara," ujar Chin.

Dari usaha penjualannya tersebut, Chin berhasil mendapatkan keuntungan hingga puluhan juta, tepatnya US $ 1.91 atau Rp. 27,122,477,500 per bulannya.

Di samping itu, Chin juga berniat untuk membuka 10 mal buah secara nasional. Mal pertama sudah dibuka pada bulan Juli lalu yang berlokasi di Negeri Sembilan, Malaysia.
 
0
0
0
s2sdefault