fbpx

0
0
0
s2sdefault

IMG 20200125 183700

SitindaonNews.Com | Seekor gajah di Kebun Binatang Medan di Jalan Bunga Rampe IV, Kelurahan Simalingkar B, Kecamatan Medan Tuntungan, Medan, Sumatera Utara, mati.

Informasi dihimpun ANTARA, matinya gajah yang diperkirakan berumur 55 tahun tersebut pada Sabtu sekitar pukul 10.20 WIB.

"Benar, tadi sekitar pukul 10.20 WIB gajah yang bernama Neneng mati," kata dokter hewan Medan Zoo, Sucitrawan.

Ia menyebutkan, saat ini tim dokter masih melakukan autopsi untuk memastikan matinya Neneng di Medan Zoo.

"Tim dari Medan Zoo dan saksi dari BBKSDA masih melakukan autopsi," ujarnya.

Sumber: antaranews.com

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

Screenshot 20200123 111413

SitindaonNews.Com | Lima terdakwa kurir narkotika diyakini terbukti membawa seberat 56 kg narkoba jenis sabu-sabu masing-masing dijatuhi hukuman mati di Pengadilan Negeri (PN) Medan.

Majelis Hakim diketui Saburilina Ginting, dalam amar putusannya di PN Medan, Rabu, menyebutkan kelima terdakwa terbukti dan meyakinkan sebagai kurir narkoba dan melanggar Pasal Pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (2) Undang-Undang Nomor No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Kelima terdakwa itu, yakni Marsimin (47), Boiman (45), Iskandar (39), Sunarto (47) dan Suhairi (42).

Dalam pertimbangan Majelis Hakim, hal-hal yang memberatkan terhadap kelima terdakwa, karena tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas peredaran narkotika. Kemudian, hal-hal yang meringankan tidak ditemui dari kelima terdakwa, dan mereka tidak pernah berbuat suatu yang dinilai baik.

"Jadi, kelima terdakwa tersebut dihukum mati," ucap Hakim Saburilina.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejati Sumut Nur Ainun juga menuntut hukuman mati terhadap kelima terdakwa kurir narkoba.

Usai pembacaan putusan di PN Medan, kelima terdakwa melalui kuasa hukumnya seperti tidak puas dengan vonis mati tersebut.

Sebelumnya, JPU Nur Ainun, dalam dakwaannya di PN Medan, menyebutkan terdakwa Iskandar merupakan kepercayaan Atok (DPO) dan merupakan koordinator lapangan dalam peredaran narkoba itu.

Saat Iskandar berada di Hotel Alam Sutera Palembang, dan memberikan nomor handphone saksi kepada Atok.

Kemudian Atok menelepon Suhairi untuk mengambil sabu-sabu 90 bungkus di Jalan Medan Tembung, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara.

Selanjutnya Suhairi menyimpan barang narkoba di tempat tinggalnya di Pasar 3 Jalan Masjid Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara.

Kemudian, saksi Willy dan Rio Anggota Baresrim Polri berada di Palembang memperoleh informasi pengembangan dari Tim Bareskrim Polri yang berada di Medan terkait penangkapan Suhairi, Boiman, Marsimin, dan Sunarto.

Kemudian melakukan pencarian terhadap Iskandar, dan petugas berhasil menangkap tersangka di Hotel Grand Lestari Palembang, tanggal 28 April 2019.Ditemukan barang bukti 50 bungkus disimpan di dalam dua tas yang masing-masing berisi 25 bungkus warna hijau dengan berat 50 Kg narkoba jenis sabu.
Kemudian, ada juga satu buah plastik warna hitam yang di dalamnya berisikan sabu seberat 1 Kg dan empat bungkus plastik yang berisikan 5,2 Kg.

Sumber: suara.com

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

1579876035818

SitindaonNews.Com | Organisasi bernama Indonesia Mercusuar Dunia (IMD) yang baru beroperasi di Pariaman Sumatera Barat mengiming-imingi warga akan dapat Rp3 miliar dari bank di Swiss. Namun syaratnya, mereka harus membayar pendaftaran Rp1,75 juta.

Masyarakat yang menjadi anggota mereka wajib menyetor uang pendaftaran sebanyak Rp.1.750.000- per orang. “Dengan iming-iming nanti akan menerima dana sebesar sampai dengan Rp3 miliar perkepala,” kata Wali Kota Pariaman Genius Umar sebagaimana dilansir situs resmi Pemko Pariaman Kamis 23 Januari 2020.

Indonesia Mercusuar Dunia pertama kali sosialisasi di Desa Sikapak Timur, Kecamatan Pariaman Utara, tempat organisasi tersebut mulai melakukan sosialisasi dan memasang spanduk. Laporan tersebut menyebutkan, ada satu organisasi yang diduga mencoba melakukan modus penipuan di Desa Sikapak Timur dan cukup meresahkan masyarakat setempat.

Organisasi tersebut bernama Indonesia Mercusuar Dunia (IMD), menurut rilis Pemko, Organisasi ini merekrut salah seorang warga Sikapak Timur sebagai ketua. 

Hasil penelusuran tim Pemko yang mewawancarai warga yang direkrut, organisasi itu mengaku akan membantu masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Yakni, mengambil hak berupa uang dan membantu pemerintah untuk melunasi utang negara.

Namun, syaratnya semua anggota harus terlebih dahulu menyetor uang pendaftaran masing-masing Rp1,7 juta. Kemudian, pada 30 Maret 2020 mereka menyebutkan, semua anggota yang menyetor dana akan menerima masing-masing sampai dengan jumlah sebesar Rp3 miliar. Mereka menyebutkan dananya bersumber dari Bank UBS yang ada di Swiss.

Menurut rilis Pemko, sudah ada 80 orang yang mendaftar dan 50 orang peserta telah menyetorkan dana di Kabupaten Padang Pariaman.

Setelah berkoordinasi, wali kota menghentikan kegiatan organisasi tersebut di Kota Pariaman. Semua baliho yang terpasang di sekitar Desa Sikapak Timur diturunkan oleh Satpol PP Kota Pariaman. (*/SS)

Sumber : teras.id

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

1579686119153Kue Ubi Goreng dilemparkan ke lantai bersama piringnya hingga hancur berantakan

“Saya merasa terhina. Saya ini anggota Dewan terhormat. Masak setiap kali kegiatan Dewan, selalu disuguhkan kue ubi goreng dan keladi goreng. Memang tidak ada kue lain lagi yang lebih bagus?” sergah Ode Masihu dengan nada tinggi dan wajah merah padam karena menahan emosi.

SitindaonNews.Com | Ode Masihu (40), Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) mengaku sangat terhina ketika disuguhkan sarapan pagi berupa kue ubi goreng, keladi goreng dan kue agar-agar. Ia langsung naik pitam dan membanting piring kue beserta isinya ke lantai hingga hancur berantakan.

Politisi Partai Gerindra ini bukan saja membanting piring kuenya, tapi semua kue yang disediakan Bagian Umum Sekwan DPRD Kabupaten SBB itu di atas meja, dilemparkan ke lantai.

Peristiwa memalukan ini disaksikan oleh seluruh anggota Komisi II, para pegawai Bagian Umum Sekwan Kabupaten SBB serta para wartawan.

Kronologinya begini, sebagaimana dilansir siwalima.com, saat itu seluruh anggota Komisi II tiba di Gedung DPRD Kabupaten SBB untuk persiapan kunjungan kerja (kunker) ke Kecamatan Taniwel, Jumat (17/1/2020).

Lalu staf Bagian Umum mempersilahkan para anggota Komisi II masuk ke ruang makan untuk sarapan. Saat itulah Ode Masihu mulai naik pitam setelah ia melihat suguhan kue yang ala kadarnya.

“Saya merasa terhina. Saya ini anggota Dewan terhormat. Masak setiap kali kegiatan Dewan, selalu disuguhkan kue ubi goreng dan keladi goreng. Memang tidak ada kue lain lagi yang lebih bagus?” sergah Ode Masihu dengan nada tinggi dan wajah merah padam karena menahan emosi.

Ode Masihu membeberkan anggaran makan dan minum yang disetujui Dewan sangat besar. Tapi herannya Bagian Umum Sekretariat DPRD Kabupaten SBB selalu menyuguhkan kue ubi goreng dan keladi bila waktu sarapan tiba.

“Saya minta Bagian Umum mempertanggungjawabkan ini. Harus dievaluasi. Jangan-jangan duitnya sudah ‘dimakan’ lalu sisanya pakai untuk beli ubi goreng dan keladi untuk kami makan,” tukasnya kesal. (k-1)

Sumber: halamansembilan.com

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

FB IMG 15795908875511

SitindaonNews.Com | Rusdi Sinuraya dkk, mengajukan gugatan keberatan ke PTUN terkait dengan keputusan PLT Wali Kota Medan No 821.2/43.K/2020 tertanggal 16 Januari 2020 tentang Pemberhentian Direktur Utama, Direktur Operasional dan Direktur Pengembangan SDM PD Pasar Kota Medan.

“Kebijakan itu tidak benar, maka melalui kuasa hukum, saya sudah mendaftarkan keberatan ke PTUN. Saya tetap bertahan sambil menunggu keputusan PTUN,” ungkap Rusdi kepada wartawan, Selasa (21/1/2020).

Atas gugatan tersebut  Majelis Hakim PTUN Medan telah menerbitkan penetapan penundaan SK tersebut.

Adapun bunyi penetapan yang dikeluarkan oleh Ketua majelis hakim Jimmy Claus Pardede serta dua hakim anggota Selvie Ruthyarodh dan Effriandy dalam persidangan Rabu (22/01/2020), kemarin memerintahkan kepada  panitera pengganti menyampaikan salinan penetapan ini kepada para pihak untuk dipatuhi.

IMG 20200124 121213

Majelis Hakim PTUN Medan telah menerbitkan penetapan penundaan pelaksanaan SK No. 821.2/43.K/2020 tersebut hingga ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. 

Menyikapi situasi yang berkembang tersebut yang dapat mempengaruhi situasi dan kondisi yang kondusif di pasar tradisional khususnya di pasar tradsional Pusat Pasar Medan, pengurus Persatuan Pedagang Pasar Tradisional Sumatera Utara Unit Pusat Pasar Medan dan para pedagang berharap agar pelayanan terhadap pedagang maupun pengunjung di Pusat Pasar dapat terus berjalan dengan baik, agar pihak-pihak yang terkait tidak mementingkan ego dan kepentingan pribadi, sehingga pengunjung merasa nyaman berbelanja di pasar tradisional yang dapat meningkatkan PAD Kora Medan serta mensejahterakan para pedagang tradisional.
 
0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

Screenshot 20200121 202237Muhammad Al Fatah, pelaut yang meninggal saat berlayar dan jasadnya di buang ke laut. [Makassar Terkini]

Jenazah almarhum yang merupakan ABK Loxing 639 ternyata tidak dibawa pulang ke daratan, melainkan dilarung di Samudera Pasifik, wilayah negara Samoa.

SitindaonNews.Com | Potret kelabu pekerja kapal di Indonesia kembali terjadi, setelah Muhammad Al Fatah, pemuda berusia 20 tahun yang bekerja sebagai anak buah kapal meninggal dunia saat berlajar. Oleh nakhoda, jenazah Al Fatah langsung dibuang ke laut.

Al Fatah adalah warga Dusun Banca, Desa Bontongan, Kecamatan Baraka, Kabupaten EnrekangSulawesi Selatan. Pemuda itu merupakan anak ke-7 dari 9 bersaudara.

Pasalnya, salah seorang keluarga dari warga dusun tersebut yang berprofesi sebagai pelaut, Muhammad Al Fatah (20) meninggal dunia. Pemuda ini merupakan anak ke-7 dari 9 bersaudara.

Al Fatah meninggal dunia karena sakit saat ikut berlayar. Namun, jenazah almarhum yang merupakan ABK Loxing 639 ternyata tidak dibawa pulang ke daratan, melainkan dilarung di Samudera Pasifik, wilayah negara Samoa.

Menurut salah seorang kerabat almarhum, Khairil, kabar kematian sepupunya itu baru diterima pihak keluarga lewat Surat Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler Kementrian Luar Negeri pada Minggu, 19 Januari 2020.

Keluarga almarhum telah melaksanakan salat jenazah seusai menerima kabar meninggalnya almarhum.

Dalam surat yang didasarkan pada laporan agen penyalur ABK Ming Feng International (MFI) yang berlokasi di Republik Rakyat Tiongkok (RRT), sebelum meninggal, Fatah merasa tidak enak badan.

Kaki dan wajah Fatah disebutkan mengalami bengkak, serta nyeri yang dialami pada bagian dada.

“Dia sudah diberi obat oleh Kapten Kapal Longxing 629, namun karena tidak mengalami perubahan, kemudian dipindahkan ke Kapal Long Xing 802 untuk dibawa ke rumah sakit,” ujar Khairil seperti diberitakan Makassar.terkini.id—jaringan Suara.com, Selasa (21/1/2020).

Fatah dinyatakan meninggal dunia 8 jam setelah dipindahkan dan tanpa sepengetahuan agen penyalur, kapten kapal kemudian membuang jasad almarhun karena khawatir akan adanya penyakit menular yang dapat menjangkiti ABK lainnya.

Rasyid, salah seorang saudara Fatah, mengatakan bahwa keluarganya masih memiliki harapan besar agar jasad adiknya tersebut dapat ditemukan dan dibawa pulang ke kampung halamannya di Kabupaten Enrekang.

“Terakhir kali kami berkomunikasi dengan adik kami sekitar satu tahun yang lalu saat dia berada di sebuah bandara di Hongkong dalam perjalanan menuju Korea,” ujarnya.

Sumber: suara.com

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

1579831238438Foto udara Taman Selatan Monas saat masa revitalisasi di Jakarta, Senin, 20 Januari 2020. Sejumlah pohon yang berukuran besar ada sekitar 150 batang sudah dipindahkan ke pelataran Selatan Monas, dan yang kecil dipindahkan ke bagian timur dan barat Monas. TEMPO/Subekti.

PT Bahana Prima Nusantara menjadi sorotan publik setelah mengerjakan proyek revitalisasi Monas yang tengah menjadi perbincangan. Pasalnya perusahaan ini membabat ratusan pohon demi proyek tersebut.

Berdasarkan catatat Unit Pengolola Monas, 190 pohon ditebang dan direlokasi dari lokasi proyek yang berada di lapangan silang selatan Monas, tepatnya di belakang patung Ikada.

Kredibilitas PT Bahana Prima Nusantara kemudian juga dipertanyakan setelah salah satu anggota DPRD Fraksi PSI Justin Adrian menyebutkan kejanggalan alamat PT terserbut yang berada di jalan Nusa Indah No 33, Ciracas, Jakarta Timur. Menurut Justin di alamat tersebut tidak ada tanda-tanda adanya sebuah kantor dan gedung perusahaan. "Adanya pabrik tahu," ujarnya, Rabu 22 Januari 2020.

Namun Kepala Dinas Cipta Karya Pertanahan dan Tata Raung DKI, Heru Hermawanto menjawab tudingan kredibilitas tersebut."Kalau kontraktornya abal-abal coba saja dilihat pengerjaannya benar atau tidak," ujarnya kemarin.

Heru menyebutkan kontraktor pemenang revitalisasi Monas yaitu PT Bahana Prima Nusantara pernah mengerjakan sejumlah proyek seperti pembangunan di Masjid Agung Sumatera Barat. Dan hasilnya menurut dia bagus.

Berdasarkan laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) PT Bahana Prima Nusantara tercatat pernah mengerjakan sejumlah proyek seperti pekerjaan lanjutan pembangunan fasilitas pelabuhan Laut Kolbano Kementerian Perhubungan pada 2017 senilai Rp 5,2 miliar.

Selain itu juga penataan Ruang Terbuka Pendukung Kebun Raya Balikpapan Tahun 2016, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Rp 13 miliar.

Kepala Badan Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa (BPPBJ) DKI Jakarta Blessmiyanda mengungkapkan alasan mereka memenangkan PT Bahana Prima Nusantara sebagai kontraktor proyek revitalisasi Monas. Menurut dia, Bahana menawarkan harga yang wajar dan memenuhi persyaratan perizinan.

PT Bahana Prima Nusantara, kata Blessmiyanda, menawar harga Rp 64 miliar dari harga perkiraan satuan (HPS) Rp 71 miliar. "Di samping itu penyedia harus memiliki kemampuan dasar untuk pengalaman sejenis dalam bangunan gedung dan likuiditas keuangan yang neracanya diaudit. PT Bahana ini memenuhi semua," kata dia.

Sumber: tempo.co

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

1579483964706

"Mestinya ketika mengetahui terjadinya tindak kejahatan pidana seperti itu, harusnya segera dilaporkan kepada pihak kepolisian"

SitindaonNews.Com | Wartawan senior Ilham Bintang melaporkan tindak kejahatan pencurian nomor kartu subscriber identity module (SIM) ponsel dan pembobolan uang di rekening bank miliknya kepada pihak kepolisian.

"Sudah saya laporkan (ke polisi) pada Jumat (17/1/2020," katanya saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Sabtu.

Wartawan senior itu juga telah menunjuk Elza Sjarief sebagai kuasa hukum terkait kasus ini, sekaligus telah merampungkan semua data yang dibutuhkan untuk proses hukum.

Data tersebut mulai dari rekaman CCTV pada 3 Januari 2020 pukul 21.02 WIB di Gerai Indosat,  Mal Bintaro Jaya Xchange, Banten, formulir isian terduga pelaku, rincian transaksi di Bank Commonwealth, hingga kartu kredit BNI.

Ilham mengatakan pencurian nomor kartu ponsel dan pembobolan rekening miliknya berawal dari pertukaran kartu di gerai Indosat  yang dilengkapi CCTV.

Dari rekaman CCTV menunjukkan terjadinya tindak kejahatan di situ.

"Mestinya ketika mengetahui terjadinya tindak kejahatan pidana seperti itu, harusnya segera dilaporkan kepada pihak kepolisian. Ketika saya melaporkan tindak kejahatan yang menimpa saya kepada pihak kepolisian, saya baru mengetahui bahwa sayalah orang pertama yang melaporkan kasus tersebut," ujarnya.

Menurut Ilham, dia sempat mengatakan kepada pihak Indosat dan Bank Commonwealth bahwa dirinya sebagai korban dirugikan secara konkret, tapi yang sebetulnya dihantam oleh pelaku kejahatan tersebut adalah sistem pengawasan Indosat dan Bank Commonwealth, sehingga hal ini tentunya dapat membuat ketakutan bagi konsumen ke depannya.

Ilham juga menyampaikan pihak Indosat sudah menemuinya dan dalam pertemuan tersebut Indosat memberikan data yang dimintanya mengenai rekaman CCTV, surat yang mengonfirmasi terjadinya pertukaran kartu SIM pada 3 Januari 2020, dan fotokopi formulir yang diisi pelaku.

Sedangkan, dalam pertemuan dengan pihak Commonwealth, Ilham memprotes keras karena gagal menjalankan amanah untuk  melindungi dan menjaga nasabah.

"Saya sampaikan protes keras. Saya juga mengungkapkan kekecewaan berat kepada mereka yang saya percayai menyimpan uang, namun tidak menjaga amanah itu dengan baik," sebut wartawan senior tersebut dalam akun resmi Facebooknya.

Dalam pertemuan tersebut Ilham juga langsung menutup rekening dan melakukan penarikan deposito di Bank Commonwealth.

Menurut Ilham, dua tahun lalu memang mengakui keamanan dan perlindungan nasabah di bank tersebut cukup ketat.

"Tapi, pada kejadian pembobolan 6 Januari lalu, hanya dalam waktu beberapa jam saja, uang tabungan saya terkuras habis. Rasanya tidak masuk akal, namun begitulah faktanya. Karena komit pada perlindungan masyarakat, maka penutupan rekening dan penarikan deposito saya umumkan di sini supaya seluruh masyarakat bisa menarik pelajaran berharga," tulis Ilham masih di Facebook.

Wartawan senior Ilham Bintang mengalami peristiwa tidak menyenangkan yakni nomor kartu ponselnya dicuri dan uang ratusan juta rupiah di dalam rekening bank miliknya dikuras pelaku pencurian nomor kartu seluler tersebut

Sumber: antaranews.com

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

IMG 20200124 071823Antara/Aditya Pradana Putra | Sejumlah buruh mengerjakan pembangunan Plaza Selatan Monumen Nasional (Monas) di Jakarta, Rabu (22/1/2020).

SitindaonNews.Com | Kontraktor revitalisasi Monumen Nasional (Monas), PT Bahana Prima Nusantara, mengatakan akan membangun kolam dan plaza (lapangan) di area yang dikerjakan. Direktur Utama PT Bahana Prima Nusantara Muhidin Shaleh, Kamis (23/1)  mengatakan pembuatan kolam dan plaza untuk upacara di Monas itu, menjadi dua fokus pekerjaan yang digarap.

"Kolam sendiri itu nantinya akan memiliki luas 7 X 40 meter sekian. Jadi ukuran-ukuran lapangan bolalah," ujar Muhidin saat ditemui di kawasan Kebon Sirih, Jakarta.

Nantinya, kata dia, kolam itu akan dilengkapi lampu-lampu sorot yang pendar cahayanya akan diarahkan ke Monas. Selain itu, ia juga menyebut akan menanami area revitalisasi Monas itu dengan pepohonan. "Di situ akan ada pohon-pohon, di tengah-tengah ada rerumputan dan plaza," ujar Muhidin.

Plaza upacara yang dibangun di kawasan revitalisasi itu, katanya, bisa digunakan untuk pegawai pemerintah daerah bahkan pemerintah pusat.

"Kawasan yang tadi jadi tempat parkir, direvitalisasi jadi plaza yang bisa digunakan Pemda dan Pemerintah Pusat. Jadi sewaktu-waktu kalau kemudian Kemenhan atau AD menggelar alutsista tak perlu jauh-jauh di depan istana juga bisa digelar di Plaza Monas itu. Jadi struktur tanah sedemikian kuat. Soal spek itu luar biasa kuat " tutur dia mengatakan.

Kredibilitas PT Bahana Prima Nusantara selaku pemenang tender proyek revitalisasi Monas dipertanyakan oleh politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI). PSI menilai ada kejanggalan pemenang tender proyek revitalisasi Monas, salah satunya ialah alamat kantor yang tidak jelas.

Salah satu anggota DPRD Fraksi PSI, Justin Adrian, menyebutkan kejanggalan alamat Bahana Prima yang berada di tengah pemukiman padat di Ciracas, Jakarta Timur. Menurut Justin di alamat tersebut tidak ada tanda-tanda adanya sebuah kantor dan gedung perusahaan.

Nilai proyek revitalisasi Monas mencapai Rp 71,3 miliar. Kepala Badan Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa DKI, Blessmiyanda, mengatakan dari 105 perusahaan yang berminat mengerjakan proyek, hanya ada dua perusahaan yang mengajukan dokumen penawaran. Dua perusahaan itu adalah Bahana Prima (Rp 64,41 miliar) dan PT Bagas Jaya (Rp 66,3 miliar).

Sumber: republika.co.id

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

FB IMG 1579240744482

Malam tadi tepat jam 1:20 nenek lanjut usia ini datang ke warkop aroma kopi simpang marbau dengan membawa tas.
Berdasarkan identitas di KTP
Nama : Ana lubis
Alamat : Raya,Siantar
Kelahiran : 1942

Dari pengakuan nenek tersebut dia berangkat dari Siantar mau ke Aek Nabara mencari anaknya,sampai di Aek Nabara nenek itu mendapat kabar bahwa anaknya sudah pindah ke Pekan baru.

Nenek yg lanjut usia ini berjalan dari Aek Nabara dan singgah di warkop aroma kopi simpang marbau (Bg rambe) bayangkan jauhnya dikarenakan tidak memiliki uang untuk pulang ke siantar.

Ada yang kenal dengan anak nenek ini?

Tolong sampaikan padanya, ini ibunya yang melahirkan dan membesarkannya sedang merindukanmu.

#potretlabura
#savelabura

 

Copas: https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=164806001419090&id=100036690721523

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

IMG 20200123 201016Gedung Pusat Pasar Medan dengan dinding terlihat kusam dan kotor seperti bangunan tidak terawat serta keramik lantai 2 banyak yang rusak atau pecah. 

SitindaonNews.Com | Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Medan Akhyar Nasution mencopot Rusdi Sinuraya dari jabatannya, sebagai Direktur Utama Perusahaan Daerah Pasar Kota Medan pada Selasa (21/1). Rusdi dinilai bekerja kurang baik.

Dari keterangan resmi Pemkot Medan yang diterima Rabu (22/1) pagi, Rusdi Sinuraya dicopot dari jabatannya melalui Surat Keputusan (SK) Walikota Medan bernomor 821.2/43.K/2020. Ia pun tidak sendirian, bersamanya dua pejabat PD Pasar Medan berposisi direktur juga mengalami pencopotan.

Mereka adalah Direktur Operasional Yhony Anwar, serta Direktur Pengembangan dan Sumber Daya Manusia Arifin Rambe. Untuk sementara, Kabag Perekomomian Setdako Medan, Nasib, ditunjuk sebagai Plt Dirut PD Pasar Medan. Asisten Administrasi Setdako Medan, Renward Parapat mewakili Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution sudah menggelar rapat, guna menyosialisasikan pencopotan ini kepada jajaran manajemen PD Pasar, kemarin sore.

Screenshot 20200123 201117Toko di Pusat Pasar Medan sepi pengunjung dan pemandangan plafon pasar yang kotor 

Kepada jajaran PD Pasar, Renward mengatakan pemberhentian tersebut telah sesuai dengan aturan. Dan terhitung sejak SK itu diterbitkan, penanganan dan pengelolaan PD Pasar beserta 52 pasar menjadi kewenangan Nasib yang sebelumnya juga menjabat sebagai Dewan Pengawas. Renward mengajak seluruh jajaran PD Pasar mendukung kebijakan ini karena bertujuan untuk pembenahan ke arah lebih baik.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setdako Medan, Khairul Syahnan mengapresiasi 56 dari 78 jajaran PD Pasar yang hadir pada kesempatan itu. Syahnan yang juga menjabat sebagai Sekretaris Dewan Pengawas PD Pasar itu menilai kehadiran mereka sebagai bentuk loyalitas sekaligus dukungan atas pencopotan tersebut.

Sebelum pertemuan digelar, Rusdi Sinuraya sempat melakukan penolakan terhadap pencopotan tersebut. Ia tidak terima dengan pemberhentian yang dialaminya dengan mengajukan protes. Dia menilai SK pemberhentiannya cacat hukum.

Dia bersikukuh dengan sikap dan penilaiannya serta menolak meninggalkan PD Pasar ketika Kabag Perekomomian Setdako Medan, Nasib, dan Kabat Organisasi Tata Laksana (Ortala) Gelora KP Ginting mendatangi Kantor PD Pasar yang berada di lantai III Pasar Petisah Medan. Menyikapi penolakan tersebut Renward meminta jajaran perusahaan daerah yang mengelola 52 pasar itu bekerja dengan sebaik-baiknya. Tidak ikut-ikutan melakukan penolakan atas pencopotan ini.

Syahnan mengungkapkan, pemberhentian yang dilakukan terhadap Rusdi Sinuraya dan dua direktur lain tidak dilakukan dengan tiba-tiba. Dia mengklaim sebelum keputusan ini diambil telah dilakukan berulangkali pertemuan dan diikuti dengan pemeriksaan oleh Inspektorat Kota Medan.

"Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, selain bekerja kurang baik, juga ditemukan adanya sejumlah kesalahan yang dilakukan. Sebagai upaya yang paling kondusif dilakukan dengan melakukan pergantian. Jadi pemberhentian yang dilakukan ini bukan tiba-tiba, sudah melalui sejumlah evaluasi dan pertimbangan. Apalagi Plt Wali kota merupakan pemilik perusahaan," paparnya.

Plt Dirut PD Pasar, Nasib, berharap seluruh jajaran PD Pasar tidak terpengaruh dengan adanya upaya penolakan dan bekerja seperti biasa. Dia pun akan segera melakukan evaluasi terhadap para pejabat PD Pasar yang tidak hadir dalam pertemuan tersebut. Pascapertemuan, daftar absen akan diperiksa guna diambil tindakan selanjutnya.

"Saya ingin kita semua patuh dan mendukung penuh upaya yang dilakukan Pemko Medan untuk membenahi PD Pasar. Untuk itu saya minta semua agar mengikuti semua instruksi yang saya sampaikan, sampai penunjukan saya sebagai Plt Dirut PD Pasar ditarik kembali," tegasnya.

Ia juga ingin tidak ada satu pun jajaran PD pasar yang mengambil tindakan apapun kebijakan vital, terutama menyangkut pengeluaran keuangan tanpa seizin maupun sepengetahuan darinya.

"Saya ingatkan agar tidak bermain-main dengan masalah ini. Saya siap mengambil tindakan tegas," ujarnya.

Sumber: mediaindonesia.com

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

5e2033ecd1e5aAnak hakim PN Medan Jamaludin (55), Rajif (berkacamata) datang dan melihat lokasi penemuan mayat ayahnya di dalam mobil di jurang kebun sawit di Dusun II Namo Bintang, Desa Suka Dame, Kecamatan Kutalimbaru, Deli Serdang, pada Kamis (16/1/2020). Menurutnya, JP sering ke rumahnya bermain dam batu.

SitindaonNews.Com | Anak kedua hakim Pengadilan Negeri Medan,    Jamaludin (55) yang ditemuinya tewas di dalam mobilnya di jurang kebun sawit di Dusun II Namo Bintang, Desa Suka Fame, Kecamatan Kutalimbaru menyebut salah satu tersangka, Jeffry Pratama (JP/42) sering datang ke rumah setiap hari Kamis malam.

Anak kedua hakim Jamaludin itu bernama Rajif.

Dia menjelaskannya kepada wartawan saat melihat lokasi penemuan ayahnya sudah dalam keadaan kaku di dalam mobilnya di kebun sawit itu. 

Rajif tiba di lokasi pukul 15.27 wib mengenakan kemeja lengan panjang garis-garis putih biru.

Menurut pria berkacamata itu, kelakuan para tersangka tidak manusiawi dan harus dihukum seumur hidup.

Rajif yang sejak Agustus 2019 tinggal di Jakarta untuk kuliah itu mengaku tidak kenal dengan para tersangka.

JP seminggu sekali datang ke rumah

Dalam rekonstruksi pembunuhan hakim PN Medan, Jamaludin, Zuraida memberikan uang Rp 2 juta kepada Reza untuk membeli barang-barang untuk digunakan dalam pembunuhan. Terungkap Zuraida menjanjikan Rp 100 juta untuk biaya umroh setelah pembunuhan.
 
 Dia mengaku 'ngeh' dengan tersangka setelah ada polisi menunjukkan identitas pelaku.

"Awalnya nggak 'ngeh'. Baru 'ngeh' setelah ada polisi dan wartawan datang. Dulu sering datang ke rumah, tapi tak begitu kenal," katanya.

Tersangka yang sering datang itu adalah JP.

Dijelaskannya, saat dirinya masih di rumah, dia mengetahui bahwa JP sering ke rumah dan main dam batu dengan ayahnya (korban).

"(JP) sering datang ke rumah, setiap hari Kamis malam. Seminggu sekali lah. Rame datangnya. Dia ya masuk ke dalam rumah, main dam batu sama ayah. Sampai tengah malam," katanya.

Ketika ditanya apakah saat itu ZH juga berada di lokasi bersama dengan ayahnya, JP dan lainnya, menurut Rajif, biasanya ZH tidak ikut.

"Itu sebelum saya ke Jakarta. Spesifik tahunnya lupa. Ibu (ZH) waktu itu tidur lah. Kenapa setiap malam Jumat, saya tak tahu," katanya.

Tidak ada gelagat keretakan rumah tangga

Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin dan Rajif, anak hakim PN Medan, Jamaludin (55) berpelukan setelah melihat lokasi penemuan mayat ayahnya di dalam mobil di jurang kebun sawit di Dusun II Namo Bintang, Desa Suka Dame, Kecamatan Kutalimbaru Deli Serdang.
 
 Rajif menambahkan, selama ini antara ayahnya dan ZH tampak tidak ada masalah. Dia tidak melihat adanya gelagat yang mencurigakan.

"Biasa-biasa saja. Kesannya adem-adem aja," katanya.

Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut Kombes Pol Andi Ryan mengatakan, antara korban dengan tersangka JP kemungkinan kenal. 

Karena sama-sama sebagai orangtua dari murid yang belajar di sekolah yang sama.

"Jadi diundang rame-rame di rumah supaya dekat. Mungkin saja lalu main (dam batu) di situ," katanya.

Di lokasi tersebut, Rajif sempat berpelukan dengan Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin. Martuani menyampaikan sesuatu dengan suara pelan kepada Rajif yang datang bersama dengan kerabatnya yang lain

Sumber: .kompas.com

 

 

 

0
0
0
s2sdefault