Top Stories
-
Yang Pegang TLKM Hari Ini Senin Tetap Tenang Jangan Panik
-
Rahasia Cuan Saat IHSG Merah dan Harga Saham pada Nyungsep
-
Untuk Menjadi Kaya, Ada 5 Tahap yang Harus Anda Lalui
-
Mas Didit ke Solo ada apa?
-
Sikap Mentalmu Hari ini akan Menentukan apakah Kelak Hidup Kaya atau Miskin!
-
Miskin Dulu Boleh, Jangan Miskin Permanen
-
Begini Pola Permainannya Kenapa MSCI, S&P, MOODY'S Sering Beri Rating Jelek Saat Harga Nyungsep?
-
Yang Kelaparan itu Adalah Pemilik Dapur MBG dan Elit-elit Politik Menghadapi Pemilu 2029
-
Baca Order Book, Bagi Pemula yang Baru Join.
Search
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 521
Ilustrasi antar anak ke sekolah
Pendidikan menjadi salah satu hal terpenting yang akan mendukung tumbuh kembang anak.
Usia 0 hingga 6 tahun otak anak berkembang dengan sangat cepat hingga 80 persen sehingga mereka dapat menyerap informasi dengan cepat dan baik.
Di usia dini, faktor fisik, mental, dan spiritual anak juga mulai terbentuk dan akan berpengaruh pada kelanjutan hidupnya. Oleh karena itu, masa-masa tersebut sering disebut sebagai masa emas anak atau golden age.
Banyak orang tua yang ingin anak-anaknya mendapatkan pendidikan terbaik sejak usia dini dengan mengajarkannya banyak hal. Tidak sedikit dari para orang tua yang mengirim anaknya ke sekolah untuk mendapatkan pendidikan se-segera mungkin. Tetapi, apakah hal tersebut baik untuk anak?
Orang tua perlu memahami kapan usia yang tepat untuk menyekolahkan anak-anaknya. Pendidikan di usia dini memang sangat penting namun mengirim mereka ke sekolah bukan lah solusi terbaik bagi mereka.
Seperti yang dijelaskan oleh seorang Psikologi anak, Elly Risman, bahwa anak-anak memiliki rentang waktu yang berbeda untuk mulai bersekolah, bermain, dan mendapatkan pendidikan dari orang tua mereka.
Ilustrasi ibu dan anak/parenting/anak bermain. Photo : Freepik/gpointstudio
Hal mendasar yang menyebabkan banyak orang tua mengirim anaknya sekolah di usia yang sangat dini adalah kurangnya edukasi serta prinsip yang kuat sehingga para orang tua dengan mudah mengikuti trend yang ada. Padahal, menurut Elly Risman, yang paling dibutuhkan oleh anak-anak usia dini adalah kedekatan dengan kedua orang tuanya.
"Sebetulnya, yang diperlukan oleh anak pada usia awal-awal itu adalah kelengketan dengan ibu bapaknya," ujar Elly Risman. Kemampuan motorik anak juga dapat dilatih bersama kedua orang tua di rumah.
Sebelum kemampuan tersebut sempurna, menyekolahkan anak justru akan memberikan mereka lebih banyak tekanan bahkan membatasi kreativitas mereka. Orang tua dapat membuat berbagai permainan sederhana di rumah, seperti memakaikan kain kepada anak untuk mereka berimajinasi menjadi superhero atau membuat kerajinan tangan dari barang seadanya. Imajinasi seperti itu sangat membantu cara berpikir anak untuk lebih kreatif dalam berbagai hal.
Banyak orang tua yang tergiur dengan berbagai fasilitas dan permainan yang disediakan oleh sekolah anak usia dini, padahal bermain di rumah bersama orang tua jauh lebih baik bagi tumbuh kembang anak. Orang tua bisa bercerita atau mendongeng sambil melakukan aksi seru bersama anak-anak sekaligus membangun kedekatan dengan mereka.
"Satu hal yang paling banyak orang tidak tahu adalah permainan yang paling bagus buat anak adalah tubuh ibu bapaknya," ujar Elly Risman.
Menurut Elly Risman, waktu yang tepat untuk mengirim anak-anak ke sekolah adalah ketika sel-sel pusat di otak telah saling terhubung, yaitu sekitar usia tujuh tahun. "Kalo kita menyekolahkan usia 7 tahun tinggal mundur ke belakang. SD nya berapa, TK nya berapa, atau kalau mau dimasukin play group juga," lanjutnya.
Menyekolahkan anak terlalu dini dapat membawa berbagai dampak yang negatif bagi perkembangan mereka. Pertama adalah hilangnya masa kanak-kanak atau masa bermain mereka serta kebosanan yang akan muncul di waktu tidak terduga bagi anak-anak.
Elly Risman menjelaskan bahwa anak-anak perlu bermain di usia 0-8 tahun, maka jika waktu tersebut dicuri dengan memberikan mereka pendidikan sekolah yang terstruktur maka akan menyebabkan hilangnya masa bermain mereka sehingga akan menimbulkan kebosanan dini bagi mereka di sekolah
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 710
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Kusumastuti Lukito. (CNN Indonesia/Djonet Sugiarto)
SitindaonNews.Com | Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengungkapkan sejumlah merek kopi yang mengandung bahan kimia obat yakni paracetamol dan obat kuat pria.
BPOM merinci, merek kopi tersebut yakni, Kopi Jantan, Kopi Cleng, Kopi Bapak, Spider, Urat Madu, dan Jakarta Bandung. Belum ada keterangan dari produsen kopi tersebut terkait temuan BPOM.
Kepala BPOM, Penny K. Lukito mengingatkan soal bahaya penggunaan bahan kimia obat dalam produk pangan olahan. BPOM, kata dia, menemukan kopi yang mengandung Parasetamol dan Sildenafil dalam penindakan di Kota Bandung dan Kabupaten Bogor.
"Bahan Kimia Obat merupakan bahan yang dilarang digunakan dalam obat tradisional dan pangan olahan. Bahan kimia obat seperti Paracetamol dan Sildenafil merupakan bahan yang digunakan untuk produksi obat," kata Penny dalam keterangannya, Minggu (6/3).
Penny menjelaskan bahwa penggunaan Paracetamol dan Sildenafil yang tidak tepat dapat mengakibatkan efek samping yang ringan, berat bahkan sampai menimbulkan kematian.
Kata Penny, Paracetamol dapat menimbulkan efek samping mual, alergi, tekanan darah rendah, kelainan darah, dan jika digunakan secara terus-menerus dapat menimbulkan efek yang lebih fatal seperti kerusakan pada hati dan ginjal.
Sementara Sildenafil dapat menimbulkan efek samping mulai dari yang ringan seperti mual, diare, kemerahan pada kulit, hingga reaksi yang lebih serius seperti kejang, denyut jantung tidak teratur, pandangan kabur atau buta mendadak, bahkan dapat menimbulkan kematian.
"Jika tidak digunakan sesuai aturan pakai (dosis), bahan kimia obat ini dapat menimbulkan risiko tinggi dan efek samping yang dapat membahayakan kesehatan," ujarnya.
BPOM telah menemukan 15 jenis produk jadi atau sebanyak 5.791 pcs pangan olahan mengandung BKO dan 36 jenis atau 18.212 pcs obat tradisional mengandung BKO.
Selain itu, juga ditemukan bahan produksi dan bahan baku. Yakni, 32 Kg bahan baku obat ilegal mengandung Parasetamol dan Sildenafil, 5 Kg produk rumahan atau bahan campuran setengah jadi, cangkang kapsul serta bahan kemas aneka jenis seperti aluminium foil untuk sachet, karton, plastik, dan hologram.
BPOM menyatakan barang bukti pangan olahan dan obat tradisional yang ditemukan seperti Kopi Jantan, Kopi Cleng, Kopi Bapak, Spider, Urat Madu, dan Jakarta Bandung. Produk-produk tersebut diduga mengandung BKO Paracetamol dan Sildenafil.
"Nilai keekonomian barang bukti ini diperkirakan mencapai 1,5 miliar rupiah," ucap Penny.
Diungkapkan Penny, pihaknya telah melakukan pemantauan dan analisis terhadap penjualan online produk pangan olahan mengandung Bahan Kimia Obat dengan merek Kopi Jantan pada periode Oktober-November 2021. Hasilnya, penjualan produk tersebut memiliki nilai transaksi rata-rata sebesar Rp7 miliar setiap bulannya.
Dalam penindakan ini, BPOM juga mengungkap dua pelaku selaku produksi dan peredaran pangan serta obat tradisional ilegal.
Terhadap para pelaku produksi dan pengedar pangan ilegal dapat dikenakan Pasal 136 UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan serta Pasal 140 UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan sebagaimana telah diubah dengan Pasal 64 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.
Sedangkan, para pelaku yang memproduksi dan mengedarkan obat tradisional ilegal mengandung bahan kimia obat dapat dipidana sesuai dengan Pasal 196 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan serta Pasal 197 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan sebagaimana diubah dengan Pasal 60 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.
Penny juga menuturkan bahwa jaringan ini telah memproduksi dan mengedarkan produk ilegal selama dua tahun atau sejak Desember 2019.
"Badan POM akan terus melakukan pengembangan dan identifikasi jaringan lainnya. Hal ini dilakukan untuk menekan peredaran produk obat dan makanan ilegal serta memberantas peredaran bahan baku obat ilegal di Indonesia," tuturnya. (CNN Indonesia)
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 652
Foto ilustrasi. (iStock/bymuratdeniz)
SitindaonNews.Com | Berbagai epidemiolog mengklaim virus Covid-19 varian Omicron memiliki gejala yang lebih ringan ketimbang varian Delta.
Terbukti, kebanyakan orang yang terpapar Omicron tidak mengalami gejala serius.
Pada umumnya, gejala yang dialami seperti demam, sakit kepala, dan badan lemas. Meski demikian, gejala mirip flu tenggorokan tersebut tak boleh diabaikan begitu saja.
Berdasarkan catatan CNNIndonesia.com setidaknya terdapat lima gejala Omicron yang kerap diabaikan.
1. Tenggorokan Sakit
Selain pilek, rasa sakit di tenggorokan kerap disepelekan karena sering dirasakan. Padahal, pasien yang terpapar Omicron pada umumnya mengalami sakit tenggorokan. Namun, rasa sakit ini tidak disertai batuk.
2. Pilek
Pilek dan flu merupakan gejala yang biasa dialami banyak orang saat cuaca tidak menentu. Padahal, pilek merupakan salah satu ciri gejala Omicron yang paling banyak terjadi pada pasien Covid-19.
3. Bersin
Bersin juga menjadi salah satu gejala yang sering dirasakan orang yang sedang sakit flu. Namun, bersin juga bisa menjadi gejala Omicron.
Pasalnya, Omicron memiliki afinitas lebih tinggi untuk menginfeksi bagian atas pernapasan dan mengakibatkan orang yang terpapar Omicron sering bersin hingga merasakan sesak napas.
4. Kelelahan Ekstrem
Rasa lelah merupakan gejala yang umum terjadi, terlebih seusai bekerja. Namun, rasa kelelahan ekstrem bisa menjadi gejala Omicron dan kerap diabaikan.
5. Batuk
Batuk merupakan gejala yang kerap dialami seseorang ketika flu. Namun, batuk juga bisa menjadi salah satu gejala Omicron dan kerap diabaikan.
Sumber: cnnindonesia.com
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 635
Anda pasti pernah merasa kebingungan saat kaki dan tubuh diserang gigitan nyamuk bertubi-tubi tapi teman di sebelah Anda sama sekali tak digigit nyamuk. (iStockphoto/Noppharat05081977)
SitindaonNews.Com | Anda pasti pernah merasa kebingungan saat kaki dan tubuh diserang gigitan nyamuk bertubi-tubi tapi teman di sebelah Anda sama sekali tak digigit nyamuk.
Kok bisa? Karena darah manis?
Secara ilmiah, Ilmu pengetahuan mengungkapkan ada berbagai faktor yang membuat seseorang lebih menarik buat nyamuk
Beberapa orang lebih menarik bagi nyamuk karena jumlah karbon dioksida yang dipancarkan dalam panas hingga warna pakaian (warna lebih gelap lebih mengundang nyamuk dibanding warna terang).
Nyamuk betina yang menggigit manusia dan mereka melakukannya untuk mendapatkan protein darah untuk bertelur.
1. Jumlah karbon dioksida
Mengutip Antara, untuk membantu menemukan mangsanya, nyamuk betina dilengkapi dengan reseptor bau khusus yang mendeteksi karbon dioksida dan aroma manusia. Oleh karenanya orang yang mengeluarkan lebih banyak karbon dioksida, misal karena kelebihan berat badan atau sedang hamil, cenderung lebih menarik bagi nyamuk.
2. Golongan darah
Selain itu, golongan darah juga disebut bisa membantu menentukan preferensi nyamuk. Satu studi menemukan bahwa nyamuk lebih menyukai orang dengan golongan darah O hampir dua kali lipat dibandingkan dengan golongan darah A.
Terlepas dari golongan darahnya, penelitian yang sama menemukan bahwa orang yang "sekretor" (mengeluarkan bahan kimia pada kulit mereka yang menunjukkan golongan darah mereka) lebih mungkin digigit nyamuk.
3. Olahraga
Penelitian lain menemukan bahwa olahraga--karena asam laktat yang dikeluarkan dalam keringat dan peningkatan suhu tubuh--juga dapat membuat seseorang lebih menarik bagi nyamuk.
4. Genetika
Jika Anda kurang beruntung dan menjadi magnet bagi nyamuk, itu mungkin karena susunan genetika Anda. Sebuah studi kembar 2015 yang diterbitkan dalam jurnal PLOS One menemukan bahwa DNA dapat menjelaskan hampir 67 persen daya tarik nyamuk.
5. Bau badan
Karena penelitian sebelumnya telah menyimpulkan bahwa kembar identik memiliki bau badan yang lebih mirip daripada kembar non-identik, para peneliti menyimpulkan bahwa gen berperan dalam bau badan dan daya tarik nyamuk.
Para peneliti menemukan bahwa kembar identik, yang memiliki gen yang sama persis, memiliki tingkat ketertarikan nyamuk yang lebih mirip dibandingkan dengan kelompok kembar fraternal.
Studi ini mengambil dua kelompok kembar perempuan--satu kelompok identik dan lainnya bersaudara--dan mereka memasukkan tangan mereka ke dalam wadah plexiglas berbentuk Y yang memungkinkan nyamuk untuk mendeteksi bau mereka tanpa diizinkan untuk menggigit. (cnnindonesia)
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 503
Minum air cengkeh 2 kali sehari bisa berikan khasiat luar biasa untuk kesehatan
SitindaonNews.Com, || Bumbu dapur satu ini pasti sangat familiar bagi anda.
Apalagi kalau bukan cengkeh.
Harga cengkeh juga sangat murah meriah di pasaran.
Jadi tidak heran para ibu rumah tangga membeli dalam jumlah banyak.
Cengkeh adalah sumber tannin, flavonoid, sterol, dan lainnya yang dapat meningkatkan kesehatan.
Sudah tidak diragukan lagi manfaat luar biasa yang bisa diterima tubuh.
Bagi anda yang masih ragu, coba simak artikel ini untuk tahu manfaat luar biasa dari cengkeh.
Yuk kita simak bersama.
Jangan sampai menyesal telat tahu ya!
Manfaat Cengkeh
1. Obat untuk masalah pencernaan
Salah satu kegunaan cengkeh yang paling penting adalah untuk membantu sistem pencernaan.
Ini karena cengkeh adalah karminatif properti dan anti-inflamasi, mereka baik untuk menghilangkan gas dan gangguan pencernaan.
Selain itu, ekstrak yang terbuat dari cengkeh dapat digunakan untuk mengobati bisul.
Bahan yang dibutuhkan:
- 5 siung
- 1 cup air
Persiapan:
- Pertama, rebus gelas air.
- Saat air mendidih, tambahkan cengkeh.
- Matikan api dan biarkan cengkeh curam di dalam air selama 10 menit.
- Setelah 10 menit berlalu, saring dan kemudian meminumnya.
- Minum ini 2 kali sehari selama 3 hari berturut-turut untuk hasil terbaik.
2. Membantu meredakan sakit tenggorokan
Sifat antimikroba pada cengkeh membantu menghilangkan mikroorganisme yang dapat mengiritasi tenggorokan.
Cengekh sangat efektif ketika dikonsumsi dengan bahan-bahan sehat lainnya.
Artikel berlanjut setelah video di bawah ini :
Bahan yang dibutuhkan:
- 1 sendok teh cengkeh (5 g)
- 1 sendok makan lobak murni (15 g)
- Madu (15 g)
- Air hangat (200 ml)
Persiapan:
- Campurkan semua bahan dan letakkan semuanya dalam secangkir air hangat.
- Sekarang, kumur campuran selama 2 atau 3 menit.
- Ulangi setiap hari sampai tenggorokan Anda mulai merasa lebih baik.
3. Mereka obat yang bagus untuk kesehatan mulut
Penggunaan cengkeh lainnya adalah untuk kesehatan mulut. Ini karena mereka tidak hanya membantu mengurangi pertumbuhan bakteri yang menyebabkan penyakit dan infeksi gusi, tetapi mereka juga mengurangi plak dan membantu mengurangi masalah seperti sakit gigi dan bau mulut.
Bahan yang dibutuhkan:
- 2 tangkai peterseli
- 3 siung
- 2 gelas air (400 ml)
Persiapan:
- Pertama, rebus dua gelas air.
- Setelah mendidih, tambahkan peterseli dan cengkeh.
- Kecilkan api dan biarkan masak selama 2 menit.
- Selanjutnya, angkat dari api, tutup minumannya, dan diamkan selama 10 atau 15 menit.
- Kemudian, saring.
- Terakhir, minum infus ini tiga kali sehari untuk hasil terbaik.
4. Mereka obat yang bagus untuk batuk
Bahan alami ini juga bagus untuk mengobati batuk atau masalah pernapasan lainnya.
Khasiatnya membantu melawan virus dan bakteri yang mempengaruhi paru-paru. Selain itu, ini membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh.
Bahan yang dibutuhkan:
- 3 cengkeh
- 1 gelas air (200 ml)
- 1/2 jus lemon
- 1 sendok makan madu (15 g)
Persiapan:
- Pertama, didihkan airnya.
- Setelah mendidih, tambahkan cengkeh, jus lemon dan madu.
- Biarkan curam selama 10 menit lalu minum.
- Minumlah infus ini setiap malam sebelum tidur atau sampai gejalanya hilang.
Peringatan!
Meskipun ada beberapa manfaat obat menggunakan cengkeh, ada beberapa kasus ketika orang tidak boleh mengonsumsi cengkeh.
Misalnya, orang yang menderita gagal hati karena penyakit Crohn harus menghindari konsumsi cengkeh.
Wanita yang sedang hamil dan menyusui juga harus menghindari cengkeh.
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 501

SitindaonNews.Com, || Varian omicron telah menyebar begitu cepat sehingga menyebabkan lonjakan kasus Covid-19 di AS. Namun, tidak seperti delta, omicron tampaknya menyebabkan jumlah infeksi terobosan yang jauh lebih tinggi.
Dokter telah mengonfirmasi bahwa baik orang yang tidak divaksinasi maupun yang sudah divaksinasi lengkap dapat tertular varian ini. Meskipun mungkin mereka mengalami gejala yang sangat berbeda. Faktanya, ada gejala Covid-19 yang jauh lebih mungkin dialami pada orang yang sudah divaksinasi daripada pada orang yang tidak divaksinasi, begitu pula sebaliknya.
Dua Pakar Beri Penjelasan
Varian omicron memiliki kemampuan untuk menyebar ke individu yang sudah divaksinasi dan tidak divaksinasi, cara manifestasinya tampaknya berbeda. Seorang Profesor di New York University Meyers College of Nursing, Maya N Clark-Cutaia, mengatakan, orang yang sudah divaksinasi dan terinfeksi omicron cenderung lebih mengeluhkan sakit kepala, nyeri tubuh, dan demam.
"Seperti pilek yang sangat parah," kata dia dilansir dari Best Life Online, Sabtu (29/1/2022).
Di sisi lain, sesak napas, batuk, dan gejala mirip flu lainnya, hanya benar-benar menyerang orang yang tidak divaksinasi dan terinfeksi varian ini. Direktur Kesehatan Global dalam Pengobatan Darurat di New York-Presbyterian dan Columbia University Medical Center, Craig Spencer, mengatakan, orang yang telah melakukan vaksinasi booster juga mungkin mengalami sakit tenggorokan, sementara mereka yang diberi dua dosis mungkin mengalami kelelahan dan batuk.
"Tapi, tidak ada yang sesak napas," tulis dia pada 26 Desember 2021 lalu.
Hilangnya indra penciuman dan perasa adalah gejala yang kurang umum pada omicron. Mereka juga melemah karena gejalanya kian berkurang, misalnya, sudah jarang yang mengeluhkan demam.
"Saya pikir apa yang kami alami adalah sama seperti orang-orang yang sudah divaksinasi atau sudah di-booster. Kami tidak melihat banyak yang alami demam, jika ada, itu adalah orang yang belum divaksinasi," kata Kepala Penyakit Menular di Penn Presbyterian Medical Center, Judith O’Donnell.
Ia juga menegaskan bahwa infeksi terobosan ini lebih mungkin menimbulkan gejala seperti pilek. "Orang yang divaksinasi yang memiliki gejala pilek, hidung tersumbat, sakit tenggorokan, tetapi tidak mengalami demam (jika sudah divaksinasi dan dibooster dan mengalami gejala itu) mungkin orang itu terkena Covid-19," kata O’Donnell.
Namun, banyak dokter mengatakan bahwa perbedaan terbesar yang dialami orang terinfeksi omicron yang sudah divaksinasi dan tidak divaksinasi bukanlah jenis gejalanya, tetapi tingkat keparahan gejalanya. Orang yang tidak divaksinasi kemungkinan akan mengalami gejala selama lima hari atau lebih, sementara mereka yang sudah divaksinasi lengkap mungkin hanya memiliki gejala selama satu atau dua hari.
Bukti awal dari para ilmuwan di Case Western Reserve University telah menemukan bahwa risiko dirawat di rumah sakit selama gelombang Omicron AS adalah sekitar setengah dari risiko selama ketinggian delta. Namun, itu masih mungkin terjadi, pada orang yang tidak divaksinasi.
"Pada orang yang tidak divaksinasi, omicron menyebabkan pneumonia. Mereka datang di unit gawat darurat dengan sesak napas karena pneumonia, seperti yang terjadi pada gelombang sebelumnya dan varian sebelumnya," kata O’Donnell.