Top Stories
-
Yang Pegang TLKM Hari Ini Senin Tetap Tenang Jangan Panik
-
Rahasia Cuan Saat IHSG Merah dan Harga Saham pada Nyungsep
-
Untuk Menjadi Kaya, Ada 5 Tahap yang Harus Anda Lalui
-
Mas Didit ke Solo ada apa?
-
Sikap Mentalmu Hari ini akan Menentukan apakah Kelak Hidup Kaya atau Miskin!
-
Miskin Dulu Boleh, Jangan Miskin Permanen
-
Begini Pola Permainannya Kenapa MSCI, S&P, MOODY'S Sering Beri Rating Jelek Saat Harga Nyungsep?
-
Yang Kelaparan itu Adalah Pemilik Dapur MBG dan Elit-elit Politik Menghadapi Pemilu 2029
-
Baca Order Book, Bagi Pemula yang Baru Join.
Search
- Details
- Category: Budaya
- By ZA Sitindaon
- Hits: 2308
Pakpak Bharat, 22 Nopember 2018
(Sitindaon News-ZAS) - Dalam rangka sosialisasi Membangun Tugu Namangolu serta keberadaan Media Online Sitindaon News dan menelusuri jejak penyebaran Marga Sitindaon,Tim Redaksi Sitindaon News melakukan kunjungan kerja ke daerah Kota P. Siantar, Kab Simalungun, Kab Dairi dan Kab Pakpak Barat sejak tgl 20 - 22 Nop 2018.
Sambutan keluarga besar Sitindaon kepada Sitindaon News sangat baik, ditandai dengan kunjungan pembaca di laman web hingga hari ini sudah mencapai lebih dari 6.000 kali kunjungan mulai dari lounching tgl 9 Sept 2018 yl.
Di Kab Simalungun dan Kota P. Siantar, kami di sambut hangat tokoh masyarakat bpk Maringan Sitindaon, demikian pula di Kab. Simalungun disambut hangat oleh bpk Binton Sitindaon, pengusaha dan pemilik Prima Jaya Hotel dan Water Park di kota Perdagangan dan juga mantan ketua DPRD Kab. Simalungun yg saat ini masih duduk di DPRD Kab. Simalungun.
- Details
- Category: Budaya
- By ZA Sitindaon
- Hits: 2569
- Details
- Category: Budaya
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1918
#BANGGA BATAK#
Memang Batak ini hebat, beda dengan yang lain, orang Batak semua jadi Raja, tapi orang Batak semua juga jadi Pelayan, semua tergantung di mana posisi kita berada.
Jika kita lebih bangga dan lebih menghargai adat, budaya, sosial dan bahasa suku lain, sebaiknya janganlah mengaku Batak dan jangan lagi pakai Marga Batak, itu lebih sportif.
#HORAS BATAK#
#RAJA BATAK#
#BATAK HEBAT#
Foto bersama Jansen Sitindaon, Z.A.Sitindaon (Op. Savana) dan Sudin Maurid Sitindaon.
SitindaonNews.Com - Mari kita dukung Renovasi Tugu Sitindaon. Panitia Renovasi Tugu Sitindaon dan Partangiangan Sitindaon se Indonesia telah terbentuk dan mulai bekerja. Partangiangan Sitindaon se Indonesia tersebut direncanakan akan diadakan 28-29 Juni 2019.
Samosir - Kisah-kisah dari Raja Sidabutar di Tomok, Pulau Samosir, Sumut, selalu asyik untuk didengar wisatawan. Ada sejarah hubungan Islam dan Batak yang kompak.
Awalnya, sebelum mengenal Kristen sampai sekarang ini, orang Batak menganut kepercayaan malim atau parmalim. Dalam kepercayaan itu, penganut dilarang makan daging babi, anjing, dan darah.
sebelumnya MEMBONGKAR MITOS SI RAJA BATAK: Sebuah Strategi Belanda dalam Pembatakan Non-Melayu Part 3
Populasi Toba adalah Etnis Toba
Seperti telah dikemukakan sebelumnya bahwa yang pertama melakukan konstruksi terhadap Toba ialah misionaris Jerman, sehingga Toba yang pada awalnya dijadikan ”Batak”. Tetapi, kemudian hari Belanda melakukan konstruksi lebih luas lagi hingga seluruh masyarakat non-Melayu di daratan Sumatera Utara dibatakkan atau dijadikan “Batak”. Kemudian istilah “Batak” tadi kemudian ditambah, sehingga menjadi “Batak Toba” yang dapat dilihat pada judul buku-buku yang ditulis oleh Johannes Warneck pada awal abad ke-20. Kata “Batak” merupakan hasil konstruksi misionaris Jerman ini dan mereka memberikan arti baru di dalam kata tersebut seperti dikatakan oleh Dr. Johannes Warneck, yaitu: “Penunggang kuda yang lincah.” Penulis merasa arti ini berlebihan, karena Toba tidak memiliki sejarah yang menonjol dengan kuda bila dibandingkan dengan Simalungun yang pernah memiliki pasukan berkuda yang hebat. Tuan Rondahaim, Raja Raya, memiliki pasukan berkuda yang sangat kuat di penghujung abad ke-19, sehingga tidak pernah dapat dikalahkan oleh Belanda sampai akhir hayatnya.