Top Stories
-
Pemula Tetap Trading Saham Lapis-I Saja Dulu Ya!
-
Tak Perlu Marah Saat Pendeta dan Gereja Dibahas di Media Sosial
-
Pelajarannya Jelas, Jika Minus Sudah Melebihi - 2% Harus Cut Loss.
-
Yang Membahayakan Gereja Bukan Kritik yang Keras, Tetapi Pendeta yang Tidak Lagi Bisa Dikoreksi.
-
Para Fans BUMI, Lihat Order Book Ini!
-
R. Noto Widjojo: Scalping itu Tidak Peduli Index Merah atau Hijau Sama Saja.
-
Melompatlah Dari Gereja Yang Pendetanya Sibuk Mengintai Uangmu.
-
Hari Jumat ini Serasa Trading Bareng. Yuk kita Review buat Pelajara
-
Pelajaran Penting Siang Ini Untuk Yang Sudah Senior.
Search
- Details
- Category: Tarombo Marga Sitindaon
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1877

Tarombo atau Silsilah Marga Sitindaon Keturunan Pangambittua Sampai Generasi Ke-13.
Tunggar Nageduk Sitindaon mempunyai anak laki² 3 orang dan 1 orang perempuan, yaitu:
1. Passalaut
2. Pangahuraja
3. Pangambittua
4. Boru, menikah dengan Raja Sonang Gultom
Passalaut
Passalaut sebagai anak pertama mendiami atau tinggal di Sibual-bual, dan sampai sekarang keturunannya masih ada yang tinggal di tempat tersebut.
Keturunan Passalaut menurut informasi sudah sampai pada generasi ke-20.
Pangahuraja.
Sedangkan anak kedua Pangahuraja dikabarkan merantau ke Siborong-borong sampai ke Barus hingga ke Dairi Pakpak Bharat
Tidak banyak diketahui informasi tentang generasi dari keturunan Pangahuraja ini.
Pangambittua.
Anak ketiga atau yang paling bungsu Pangambittua dikabarkan merantau dan tinggal di Lontung, dan menurut cerita karena peperangan dengan marga lain, Pangambittua atau Raja Mangambit lari meninggalkan Lontung hingga ke Tomok dan sampai ke Sipassa, Parbaba dan ada juga yang berenang menyeberangi Danau Toba hingga ke Sibisa, Sirungkungon, Sigapiton dan Porsea.
Keturunan pangambittua sendiri yang sudah tercatat sampai pada generasi ke-14 .
Adapun silsilah keturunan Pangambittua sampai generasi ke-13 digambatkan sbb:

- Details
- Category: Tarombo Marga Sitindaon
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1413
Foto: Manasse (A. Alexander) atau Op. Pariama
Jika pada bagian sebelumnya menceritakan perjalanan hidup dari A. Toga Ompu atau Op. Alexander hingga akhirnya sampai di Maniksilo Sidamanik dan kemudian meninggal dan dimakamkan di Maniksilo, maka pada bagian Ketigabelas ini akan menceritakan tentang keturunannya atau anak² nya di Maniksilo, khususnya Pomparan Manasse (A. Alexander) atau Op. Pariama
Adapun anak dari A. Toga Ompu atau Op. Alexander selengkapnya adalah:
1. Toga Ompu (Hendrik)
2. Manasse.
3. Salome (Perempuan)
4. Epraem.
5. Yohanna (Perempuan)
6. Benyamin.
7. Dame (Perempuan)
Toga Ompu (Hendrik)
Diketahui bahwa Toga Ompu ini semasa hidupnya menikah tapi tidak mempunyai keturunan sampai meninggal.


MANASSE (A. Ni Alexander) atau (Op. Pariama)
Tubu di Ambarita (Samosir), hira² taon 1902. Dung tarmagodang ibana, pinda nasida tu Tambunrea diboan natorasna ima A. Toga Ompu sian i muse pinda tu Maniksilo (Ketj. Sidamanik).
Di Maniksilo, mamungka huta ma nasida dohot parhaumaan.
Nunga doli² ibana sisi, jala mangalap boru ma ibana, sian Siallagan, ima Ambainim (Karolina) Siallagan, boru ni.......... iboto ni si Nahor, Marcius.
Songon on ma aslina isuratton i buku i bahasa Batak Toba:







Pomparan dari Manasse/Ambainim Karolina Br. Allagan atau A. Alexander atau Op. Pariama digambarkan sbb:




Di ari 27 Oktober 1958 pukul 8.00 borngin, marujung ngolu ma Op. Pariama Doli, jala itaruhon ma tu bagasan simin inganan ni A. Toga Ompu di ari 28 Oktober 1958 (Minggu).
Cita²na di tingki mangolu:
1. Marsangkap do ibana mambahen parsadaan marga Sitindaon, ala naung marserak Sitindaon di desa na ualu, jala adong do namangihuthon marga na asing ala so diboto jala ndang diantusi be.
Nunga godang di dalani akka luat, inganan parserahan manjalahi patorangkon tarombo.
Dung diharoro ni Jepang 1941, so ma angan² na i.
2. Naeng mangulahi bona, mangihuthon hata ni na tua² , ia bona ni ari, ima marga Nadapdap.sian Sibisa.

Di tingki haroro ni Nadapdap sian Sibisa di taon 1955 disi didok ibana do: "Ro do hami sahali on mangulahi bona"

Alai sahat tu namarujung ngoluna, dang adong dope na mangaluhi bona.
3. Mamalu gondang.
Dung dipauli simin inganan ni A. Toga Ompu, ditahi rohana do naeng margondang, jala songon na pasadahon marga Sitindaon.
Alai ala ditingki i, dang adong dope anak baoa di sipaidua, ima Epraem, gabe sundat ma i.
Tarsubut do i diulpuhon datu, tikki sahitna. Alai tongon situasi keamanan dang denggan, didokma: " Nanggo malum sahithon jala mangoli si Octo Berhausen (tubu ni si paitolu).
Godang dope angan² (cita²na) na asing, alai dang terlaksana sahat tu na marujung ngoluna.
- Details
- Category: Tarombo Marga Sitindaon
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1170

Kalau sebelumnya diceritakan A.Toga Ompu (Op. Alexander) yang sudah meninggal dikabarkan hidup kembali, maka berikutnya akan menceritakan kehidupannya serta anak²nya.
Sempat tinggal di Sibaganding, kemudian pindah ke Ambarita di Lumbanbatu (Siallagan) dan kemudian pindah lagi ke Tambunrea dan selanjutnya pindah ke Bahalgajah-Maniksilo dan meninggal di Maniksilo sekitar tahun 194.....
Berikut kisah selanjutnya:
Pada masa tidak bisa melihat itu, kehidupannya sangat susah dan miskin, badannyapun kurus kering demikian juga anaknya si Hendrik.

Lama kemudian dia bisa melihat lagi, dan terkejut melihat istri dan anaknya sangat kurus.

Tapi dia tidak bisa berbuat apa karena walau sudah bisa melihat namun belum bisa bicara.
Karena memikirkan keadaan keluarganya, maka dia mencoba berjualan ke pekan Tiga Raja.

Dari usahanya kemudian kehidupannya semakin membaik, tapi karena berjudi, hidupnya kembali susah dan miskin.
Setelah beberapa tahun kemudian lahirlah anaknya:
1. Si Manusu atau Manase tahun 1902.
2. Salome
3. Epraem
4. Yohanna.
Setelah Johanna lahirlah kemudian dia bisa bicara lagi.

Setelah anak²nya agak dewasa, kemudian mereka pindah ke Tambunrea, disana lahir lagi anaknya:
1. Benyamin.
2. Dame.
Di Tambunrea anaknya yang pertama Toga Ompu (Hendrik) menikah dengan Monanglan Br. Allagan iboto dari si Menseng (Ferdinand).
Dari Tambunrea kemudian mereka pindah ke Bahalgajah, Maniksilo, jadi 'Upas' lah si Toga Ompu.
Di Maniksilo lah mereka membuka perkampungan bersama kawan²nya dan juga membuka persawahan.
Dan anaknya nomor dua si Manase pun menikah.
Setelah semua anaknya menikah, dan mempunyai cucu dari anaknya laki² juga dari anaknya perempuan, meninggallah A.Toga Ompu (Op.Alexander) sekitar tahun 194...

Adapun anak²nya selengkapnya:
1. Toga Ompu (Hendrik)
2. Manasse.
3. Salome (Perempuan)
4. Epraem.
5. Yohanna (Perempuan)
6. Benyamin.
7. Dame (Perempuan)

Semasa hidupnya A. Toga Ompu juga adalah sebagai 'Datu' yang sangat terkenal.

Tapi kemudian setelah A.Toga Ompu masuk menjadi pemeluk Kristen, hilanglah semua ilmu kesaktiannya (Datu).
Dan menurut pesan atau nasehat (tona) dari A.Toga Ompu agar semua pomparannya atau keturunannya jangan mengerjakan "judi", kalau berjudi tidak akan pernah menang.

- Details
- Category: Tarombo Marga Sitindaon
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1054
In Memorial:
St. Abner Sitindaon (A. Ni Jootje Des Intan), (Op. Sakti RM Sitindaon).
Lahir di Maniksilo, Sidamanik, Simalungun, Senin,13 Juli 1931.
Meninggal di Tj. Balai, Sabtu,10 Mei 1963.
Dikebumikan di Maniksilo, Sidamanik.
- Details
- Category: Tarombo Marga Sitindaon
- By ZA Sitindaon
- Hits: 2290
Foto Keluarga Op. Jason Samuel Merah Putih Sitindaon, mulai dari kiri: Bona Hasudungan Sitindaon, Saur Sitindaon, Norma Br. Sitindaon, Ros Br. Sitindaon dan Adler Sitindaon. Dok. Sitindaon News.
SitindaonNews.Com | Jika dalam Buku Tarombo Marga Sitindaon sebelumnya menceritakan sejarah Marga Sitindaon bermula dari Kerajaan Sriwijaya selanjutnya sampai Si Raja Batak hingga sampai ke Si Raja Oloan dan keturunannya Naibaho sebagai garis keturunan langsung dari Marga Sitindaon dan dilanjutkan langsung sampai keturunan Pangambittua.
Sebagaimana kita ketahui bahwa Tunggar Nageduk Sitindaon mempunyai anak laki² 3 orang yaitu:
1. Passalaut
2. Pangahuraja
3. Pangambittua.
Passalaut sebagai anak pertama mendiami atau tinggal di Sibual-bual.
Sedangkan anak kedua Pangahuraja dikabarkan merantau ke Siborong-borong sampai ke Barus hingga ke Dairi Pakpak Bharat
Anak ketiga atau yang paling bungsu Pangambittua dikabarkan merantau dan tinggal di Lontung, dan menurut cerita karena peperangan dengan marga lain, Pangambittua atau Raja Mangambit lari meninggalkan Lontung hingga ke Tomok dan sampai ke Sipassa, Parbaba dan ada juga yang berenang menyeberangi Danau Toba hingga ke Sibisa, Sirungkungon, Sigapiton dan Porsea.
Kembali ke Sejarah Marga Sitindaon, khususnya Tarombo Marga Sitindaon dari keturunan anak pertama yaitu Passalaut, menurut catatan dan sumber yang kami peroleh sudah sampai pada generasi ke-20.
Tarombo atau silsilahnya mulai dari Si Raja Batak hingga Sitindaon sampai keturunan Passalaut turun ke Op. Pagarsimbolon selanjutnya berkembang sampai Pomparan Op. Jason Samuel Merah Putih Sitindaon digambarkan berikut:
Sumber: Saur Sitindaon (Op. Jason Samuel Merah Putih Sitindaon)
- Details
- Category: Tarombo Marga Sitindaon
- By ZA Sitindaon
- Hits: 4124
SitindaonNews.Com | Jika dalam Buku Tarombo Marga Sitindaon sebelumnya menceritakan sejarah Marga Sitindaon bermula dari Kerajaan Sriwijaya selanjutnya sampai Si Raja Batak hingga sampai ke Si Raja Oloan dan keturunannya Naibaho sebagai garis keturunan langsung dari Marga Sitindaon dan dilanjutkan langsung sampai keturunan Pangambittua.
Sebagaimana kita ketahui bahwa Tunggar Nageduk Sitindaon mempunyai anak laki² 3 orang yaitu:
1. Passalaut
2. Pangahuraja
3. Pangambittua.
Passalaut sebagai anak pertama mendiami atau tinggal di Sibual-bual.
Sedangkan anak kedua Pangahuraja dikabarkan merantau ke Siborong-borong sampai ke Barus hingga ke Dairi Pakpak Bharat
Anak ketiga atau yang paling bungsu Pangambittua dikabarkan merantau dan tinggal di Lontung, dan menurut cerita karena peperangan dengan marga lain, Pangambittua atau Raja Mangambit lari meninggalkan Lontung hingga ke Tomok dan sampai ke Sipassa, Parbaba dan ada juga yang berenang menyeberangi Danau Toba hingga ke Sigapiton dan Porsea.
Kembali ke Sejarah Marga Sitindaon, khususnya Tarombo Marga Sitindaon dari keturunan anak pertama yaitu Passalaut, menurut catatan dan sumber yang kami peroleh sudah sampai pada generasi ke-20.
Tarombo atau silsilahnya mulai dari Si Raja Batak hingga Sitindaon sampai keturunan Passalaut Pagarsimbolon berkembang sampai Pomparan Op. Jason Samuel Merah Putih Sitindaon dapat kita lihat dalam gambar berikut ini:
Sumber: Saur Sitindaon (Op. Jason Samuel Merah Putih Sitindaon)