Top Stories
-
Pemula Tetap Trading Saham Lapis-I Saja Dulu Ya!
-
Tak Perlu Marah Saat Pendeta dan Gereja Dibahas di Media Sosial
-
Pelajarannya Jelas, Jika Minus Sudah Melebihi - 2% Harus Cut Loss.
-
Yang Membahayakan Gereja Bukan Kritik yang Keras, Tetapi Pendeta yang Tidak Lagi Bisa Dikoreksi.
-
Para Fans BUMI, Lihat Order Book Ini!
-
R. Noto Widjojo: Scalping itu Tidak Peduli Index Merah atau Hijau Sama Saja.
-
Melompatlah Dari Gereja Yang Pendetanya Sibuk Mengintai Uangmu.
-
Hari Jumat ini Serasa Trading Bareng. Yuk kita Review buat Pelajara
-
Pelajaran Penting Siang Ini Untuk Yang Sudah Senior.
Search
- Details
- Category: Tarombo Marga Sitindaon
- By ZA Sitindaon
- Hits: 11440
Foto Tugu Raja Tunggar Nageduk Sitindaon di Sibual-bual, Onanrunggu, Pulau Samosir.
Oleh: Zul Abrum Sitindaon
Sitindaon News.com - Medan - Marga² suku Batak Toba pada umumnya memakai awalan "Si" seperti Simanjuntak, Simanihuruk, Sitanggang, Sinaga, Siburian, Simatupang dll. termasuk Sitindaon.
Sitindaon sendiri awalnya berasal dari kata "Tandaon" yang artinya kenal atau dikenal atau diketahui orang lain.
Seiring dengan perkembangan jaman Tandaon menjadi Tindaon dan akhirnya menjadi Sitindaon.
Sekarang ini pemakaian marga keturunan Raja Tunggar Nageduk ada yang memakai "Sitindaon" dan ada juga yang memakai "Tindaon".
Bagi orang Batak sendiri pasti sudah mengetahui kalau Tindaon itu adalah Sitindaon, tetapi bagi suku lain ada anggapan bahwa Tindaon itu tidak sama dengan Sitindaon, bahkan ada yang menganggap bahwa Tindaon itu adalah Tandean yang berasal dari Manado, Sulawesi.
Untuk menghindari kesalah pengertian secara Nasional maupun International, ada baiknya kita seluruh keturunan Raja Tunggar Nageduk sepakat terutama untuk generasi berikutnya yang yang belum mempunyai identitas diri seperti anak yang baru lahir untuk menyebut dan menulis identitas marga kita di akte lahir, Kartu Keluarga, KTP, Ijazah, dll dengan SITINDAON.
Bagi yang sudah terlanjur menulis Tindaon di KTP, Ijazahnya dll tidak perlu diganti atau dirubah, yang penting adalah untuk generasi atau anak berikutnya yang belum memiliki identitas seperti akte lahir, KTP dll. supaya ditulis marganya "Sitindaon".
Demikian juga ada kemungkinan keturunan Raja Tunggar Nageduk masih ada yang memakai marga lain seperti Sihombing atau Naibaho, jika memang adalah keturunan Raja Tunggar Nageduk sebaiknya anak-anaknya nanti yang baru lahir yang belum ada identitas, sebaiknya diberi atau ditulis marganya Sitindaon di akte lahir.
Dengan demikian diharapkan ada keseragaman dalam pemakaian atau penulisan Marga Sitindaon pada generasi berikutnya dikemudian hari, dan hal ini tidak lepas dari peran serta kita sebagai orangtua untuk mengingatkan anak-anak kita tentang hal ini.
Supaya penyebutan atau pemanggilan SITINDAON ini lebih familiar ditengah-tengah masyarakat, sangat diharapkan terutama generasi muda agar penyebutan atau penulisan SITINDAON jangan dipelesetkan dalam bentuk apapun seperti dalam bahasa lain ( Sit In Down, City n Down dan lain sebagainya), yang bisa mengakibatkan suatu saat kelak kata SITINDAON bisa hilang dalam catatan ensiklopedia maupun wikipedia nomenklatur Indonesia dimasa ,mendatang.
Marga itu sangat sakral, tidak boleh sembarangan dipelesetkan atau supaya keren kata orang, biarlah kapan saja, dimana saja. SITINDAON tetap SITINDAON., karena memang itulah adanya.
#SITINDAONHEBAT
#SITINDAONJAYA
#SITINDAONKOMPAK
- Details
- Category: Tarombo Marga Sitindaon
- By ZA Sitindaon
- Hits: 4668
Bedah BUKU TAROMBO marga SITINDAON pada Bagian Kelima yang menceritakan asal mula Marga Sitindaon yang disebut sebagai Situnggar Nageduk yang mempunyai anak 3 orang yaitu: Passsalaut, Pangahuraja dan Pangambittua.
Dalam naskah BUKU TAROMBO Marga SITINDAON yang ditulis oleh Abner Sitindaon, tidak menjelaskan tentang Passalaut dan keturunannya, demikian juga tentang Pangahuraja dan keturunannya.
Yang diketahui hanya Passalaut tinggal di Sibual-bual dan Pangahuraja pergi ke daerah Dairi, Pakpak dan Barus. Sementara Pangambittua pergi ke Lontung.
Karena penulis naskah adalah keturunan dari Pangambittua maka dalam buku ini hanya menceritakan jejak Pangambittua dan belum meneliti dan menelusuri jejak Passalaut dan Pangahuraja.
Karena itu, untuk melengkapi tulisan ini diharapkan Pomparan Passalaut dan Pangahuraja yang mengetahui kisahnya kiranya dapat melengkapi tulisan ini.
Bedah BUKU TAROMBO Marga SITINDAON Bagian Ketujuh, menceritakan tentang Pomparan Sitindaon Raja Mangambit berasal dari Lontung, yang pada akhirnya berserak ke daerah lainnya, berikut kisahnya:
Read more: Bedah BUKU TAROMBO Marga SITINDAON. (Bagian Ketujuh) Tentang Raja Mangambit
- Details
- Category: Tarombo Marga Sitindaon
- By ZA Sitindaon
- Hits: 4955
Medan, 11 Januari 2019
sitindaonNEWS.com - Dialah Sang "Serba Pertama" di Marga Kami, kata Jansen Sitindaon menyebut Brigjen TNI Anumerta Ontang R. P. Sitindaon, SH.
Jansen Sitindaon, Ketua DPP Partai Demokrat mengatakan hal tersebut dan juga sebagai apresiasi atas perhatian rekan-rekan almarhum dalam kegiatan tabur bunga HUT Pusat Intelijen TNI AD di makam almarhum, salah satunya adalah Brigjen Sonny, Komandan PIAD, satu angkatan dengan almarhum di Akmil 90.
- Details
- Category: Tarombo Marga Sitindaon
- By ZA Sitindaon
- Hits: 14849
Hubungan Marga Sitindaon dengan Marga Sihombing Lumbantoruan Hutagurgur Datu Galapang.
Sitindaon News (zul abrum sitindaon) - Jika pada bagian Kelima kita sudah diceritakan tentang Marga Sitindaon sebagai keturunan dari Marga Naibaho, maka pada Bagian Keenam ini akan diceritakan hubungan Marga Sitindaon dengan Marga Sihombing Lumbantoruan Hutagurgur Datu Galapang.
Setelah Inarnaiborngin (ayah dari Sitindaon) mengetahui Si Boru Naitang di hukum oleh ayahnya (Naibaho) dan akhirnya mati tenggelam di danau membuat Inarnaiborngin menjadi takut dan bersembunyi di rumah bapaudanya Hutaparik.
- Details
- Category: Tarombo Marga Sitindaon
- By ZA Sitindaon
- Hits: 8565
SITINDAON
SitindaonNews.com (zul abrum sitindaon) - Jika pada edisi sebelumnya sudah diceritakan tentang Marga Naibaho, maka pada edisi ini akan diceritakan tentang Marga Sitindaon.
Sebuah sejarah adalah masa lalu yang tidak boleh dilupakan apalagi sampai di hilangkan atau di hapus sebahagian atau seluruhnya. Sepahit apapun masa lalu harus diketahui generasi penerusnya, bahkan dalam sejarah kelahiran Marga keturunan bangsa Batak ada juga yang berasal dari perkawinan antara anak dan ibu kandung. Yang pahit atau buruk tidak berarti harus ditiru generasi berikutnya, itu akan menjadi pengetahuan dan wawasan bagi generasi penerusnya.
Read more: Bedah BUKU TAROMBO Marga SITINDAON. (Bagian Kelima), Awal Mula Marga Sitindaon
- Details
- Category: Tarombo Marga Sitindaon
- By ZA Sitindaon
- Hits: 12824
III.2. BAHO RAJA.
Menurut cerita Si Raja Oloan merantau ke Pangururan, dari sini kemudian pergi ke Limbong dan menikah di Limbong dengan Boru Limbong Mulana yang bernama Nai Djabaon.
Dari istrinya Nai Djabaon ini lahir lah anaknya, setelah anaknya ini mulai belajar jalan, pergilah Si Raja Oloan ke daerah Bakkara meninggalkan istri dan anaknya di Limbong.
Read more: Bedah BUKU TAROMBO Marga SITINDAON (Bagian Keempat), Si Raja Baho (Raja Naibaho)