Top Stories
-
Yang Pegang TLKM Hari Ini Senin Tetap Tenang Jangan Panik
-
Rahasia Cuan Saat IHSG Merah dan Harga Saham pada Nyungsep
-
Untuk Menjadi Kaya, Ada 5 Tahap yang Harus Anda Lalui
-
Mas Didit ke Solo ada apa?
-
Sikap Mentalmu Hari ini akan Menentukan apakah Kelak Hidup Kaya atau Miskin!
-
Miskin Dulu Boleh, Jangan Miskin Permanen
-
Begini Pola Permainannya Kenapa MSCI, S&P, MOODY'S Sering Beri Rating Jelek Saat Harga Nyungsep?
-
Yang Kelaparan itu Adalah Pemilik Dapur MBG dan Elit-elit Politik Menghadapi Pemilu 2029
-
Baca Order Book, Bagi Pemula yang Baru Join.
Search
- Details
- Category: Politik & Opini
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1220
TRIBUNWOW.COM - Ketua Progres 98 Faizal Assegaf menanggapi debat antara Wakil Ketua DPR Fadli Zon dengan Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya.
Hal tersebut ia sampaikan melalui akun Twitter miliknya, @faizalassegaf, yang diunggah pada Minggu (9/12/2018).
- Details
- Category: Politik & Opini
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1633
Ketika Suara Tuhan di Perjual-belikan.
sitindaonnews (zas) - Suara Rakyat SuaraTuhan, kalimat ini sudah tidak asing lagi di telinga kita saat menjelang pesta demokrasi. Ya memang suara rakyat sangat menentukan seseorang untuk bisa menjadi wakil rakyat di legislatif maupun menjadi kepala daerah atau menjadi presiden di negeri ini.
Untuk mencapai tujuan atau ambisi tersebut, mereka berusaha mendekati rakyat, memberikan janji-janji jika terpilih kelak, bahkan karena ambisinya mereka rela mengeluarkan uang untuk membeli suara rakyat.
- Details
- Category: Politik & Opini
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1306
Johanes B Kotjo (Foto: Ari Saputra-detikcom)
Faiq Hidayat - detikNews
Jakarta - Pengusaha Johanes B Kotjo mengaku menyesal telah memberikan uang kepada eks Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih. Dia mengatakan duit tersebut hanya sebatas bantuan dan tak menyangka bakal menimbulkan masalah hukum.
"Kalau saya tahu dari awal bantuan (uang kepada Eni) itu akan berpotensi masalah hukum seperti ini, mungkin saya akan berpikir ulang sebelum membantu (Eni)," ujar Kotjo saat membacakan nota pembelaan atau pleidoi dalam di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta, Senin (3/12/2018).
Read more: Baca Pledoi, Kotjo Ngaku Menyesal Dan Bakal Terima Vonis Hakim
- Details
- Category: Politik & Opini
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1472
Bohong Apa Bohong
Ada Maling Teriak Maling
Koruptor Teriak Koruptor
- Details
- Category: Politik & Opini
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1078
Partai Nyinyir atau Partai Komentar
Ada yang ngomong "Politikus Sontoloyo", rame-rame komentar.
Ada yang ngomong "Tampang Boyolali", rame-rame gempar.
Ada yang ngomong "Politikus Genderuwo", sang politikus bikin puisi dengan komentar.
Ada yang ngomong " Budeg dan Buta", terus panik berkomentar.
Tampang Boyolali vs Sontoloyo sudah dipanasi media nasional bersama para tokoh politik, pakar dan ahli bahasa, akankah "Genderuwo vs Budeg dan Buta akan dipanasi lagi oleh media nasional itu bersama para "tokoh nyinyir berkomentar dari partai nyinyir tukang komentar ?
Hai para ahli komentar, mana ide, mana gagasanmu untuk mensejahtetakan rakyat seperti yang selalu kau persoalkan itu ?
Rakyat tidak peduli mau ada yang ngomong sontoloyo, tampang boyolali, genderuwo, budeg dan buta. Rakyat menunggu anda semua para ahli komentar dari partai komentar untuk komitmen membuat UU Hukum Mati semua Koruptor tanpa banyak komentar.
Jangan banyak komentar, Hukum Mati semua Koruptor, atau anda semua memang bagian dari koruptor.
- Details
- Category: Politik & Opini
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1319
Mereka Yang Mempersoalkan "Boyolali vs Sontoloyo"
Situasi politik makin panas adalah ketika "Boyolali vs Sontoloyo" diperdebatkan di depan publik melalui media nasional, apalagi semua narasumber merasa paling benar sendiri.
Sederhana sekali, tidak perlu pengamat, tokoh, ahli atau pakar politik atau pakar bahasa untuk memperdebatkannya karena mungkin saja ada conflik interest disana.
Akar masalah kata Boyolali dan Sontoloyo bukanlah pada siapa yang mengatakannya atau siapa yang membuat statemen itu, tetapi masalahnya adalah pada siapa yang mempersoalkan atau siapa yang protes atau siapa yang keberatan dengan kata-kata itu sendiri.
Ya, sekali lagi sangat sederhana sekali, bahwa mereka yang mempersoalkan, keberatan, protes dengan kata Boyolali atau Sontoloyo adalah menunjukkan pada diri mereka sendiri.
Kalau tidak mengerti juga, kalau saya mempersoalkan "Tampang Boyolali mungkin akan di usir jika masuk mall atau hotel mewah di Jakarta" itu adalah karena saya adalah orang Boyolali, kalaupub ada sedikit bukan orang Boyolali yang ikut protes itu adalah hanya bentuk solidaritas.
Demikian pula jika saya mempersoalkan, protes atau keberatan dengan kata "Politikus Sontoloyo", berarti saya adalah adalah orang yang dimaksud. Kalaupun ada orang lain bukan saya ikutan protes. Itu karena ada sedikit orang lain yang mau membela dan mendukung saya atau ada conflik interest nya.
Untuk itu, mari kita ciptakan rasa damai dan aman, jika memang benar-benar ingin meningkatkan kesejahteraan rakyat atau ingin mendapatkan simpati rakyat, tunjukkanlah gagasan atau ide yang membangun untuk bangsa dan negara ini. Jangan habiskan energi dengan sedikit-sedikit tuntut, sedikit-sedikit lapor polisi atau memperdebatkan hal-hal yang tidak bermanfaat bagi rakyat.
Salam damai
Zul Abrum Sitindaon.

