Top Stories
-
Hindari Saham Lapis 3 Dengan Markep Cap Kecil
-
Seputar TPIA Hari Jumat Kemaren
-
Jika Ingin Melihat Keaslian Karakter Seseorang, Berilah Dia Jabatan!
-
Untuk Membangun Kerajaan Allah, Haruskah Dengan Cara Membangun Gereja?
-
Cut Loss adalah Strategy, Cut Loss bukan Petaka!
-
Scalper atau Swinger?
-
Cara Memilih Saham yang Tepat Anti Boncos!
-
Mengenali Sideways Akumulasi atau Disitribusi.
-
Scalping Kalau Ambil Profit (TP) Tipis-tipis Saja Tapi Sering.
Search
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 41
8 Aturan Ketat Jika Ingin Saldomu menyentuh Rp.1 Milyar Pertama!
1) Selamatkan penghasilanmu dulu untuk ditabung dan Investasi, setiap bulan walau jumlah kecil. Sisanya dari tabungan untuk kebutuhan hidup dan foya2, bersenang-senang. Jangan dibalik.
2) Hidup dalam jangkauan pemasukanmu, bukan Besar Pasak dari pada Tiang. Jangan pedulikan apa kata orang lain, apa pikiran orang lain tentang Dirimu. Dikatakan pelit, irit, miskin cuekin saja.
3) Hindari Hutang konsumtip, segera lunasi jika sedang terjebak, dan jangan pernah membuat hutang baru.
4) Mulai membangun beberapa pemasukan lain selain pemasukan yg sekarang. Misalnya, sambil jual-beli online, beternak, berkebun, trading saham, kue, bakery, pisang goreng, dll mana yg paling menguntungkan.
5) Belajar membangun Skill baru yang bisa menghasilkan lebih banyak uang.
6) Belajar, memperdalam ilmu Bisnis dan Keuangan
7) Berpikir Jangka Menengah dan Panjang untuk Hari Tua.
8) Pegang Erat Tujuanmu ingin Menyentuh Rp. 1 Milyar Pertama, jangan sampai lepas.
R Noto Widjojo https://www.facebook.com/100004812394221/posts/pfbid0TY3HRDE15cd9ikDMtfTXQuRrs6KD3GbV6FgnbBJ1kzDSADQkdFfcUgCiFeb1umdil/?mibextid=Nif5oz
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 84
Jangan Terlena Ketika Masih Muda!
Sàat Anda masih muda, sering berpikir masih banyak waktu, hidup masih panjang, sibuk kerja keras, mencukupi kebutuhan keluarga, saking sibuknya sampai lupa memikirkin hal yang sangat penting untuk dirinya sendiri, yaitu "Bagaimana Nanti Kalau Aku sudah Tua?" Bagaimana jika nanti Aku hidup sendiri? Tidak semua orang bisa beruntung menua bersama pasangannya.
Jika pasanganmu pergi lebih duluan, hidup Anda akan berubah drastis, makan sendiri, tidur sendiri, bahkan untuk sekedar teman bicara pun tidak ada.
Jangan pernah mengira bahwa suatu hari Anak-anakmu akan bisa merawatmu. Bukan mereka tidak sayang kepada orang tuanya, tetapi mereka tidak punya waktu, apalagi jika bekerja di luar pulau, sibuk dengan dirinya sendiri, dengan keluarganya, dengan beban hidupnya sendiri biaya aekolah anak-anaknya, cicilan rumah, cicilan mobilnya, hutang kartu kredit yang jatuh tempo, dst. Juga dengan saudara-saudaramu yang juga sudah menua dengan beban hidupnya sendiri, bahkan mungkin juga perlu perawatan. Pasangan barunjuga bukan suatu solusi. Beda karakter, beda motif, beda pikiran, beda budaya yang sulit disatukan, mustahil bisa berjalan sesuai keinginanmu. Kebanyakan problem masalah keuangan.
Jadi bagaimana Romo? Pikirkan Dirimu sejak muda, menabung uang atau investasi yang cukup untuk dirimu sendiri tanpa diketahui oleh siapapun. Uanglah yang akan menjadi temanmu dihari tuamu. Bukan anak, bukan saudara, bukan siapapun. Hanya Dirimu sendiri yang bisa menolong dihari hari tuamu dengan uangamu. Ini sangat serius!
Bergabunglah dengan Keluarga Besar, #KayaBersama, Anda akan selalu terbimbing dan termotivasi menyiapkan keyangan untuk hari tuamu.
Pict: Bersama para Professor tua yang masih produktif.
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 47
Anda Ingin Kaya atau Ingin Miskin?
Jika Anda ingin Kaya Harus Berperilaku Sama Persis Foto copy Orang-orang Kaya, sebelum Mereka Kaya. Sebaliknya Jika ingin Miskin berperilakulah seperti Orang Miskin.
Orang Kaya, sebelum mereka Kaya, waktu masih bekerja menjadi Pegawai kelas bawah atau Pedagang Kecil, mereka belajar cara mengelola uang. Mereka memutuskan menabung separo dari penghasilannya, bahkan ada yang extreme sampai 70% dari penghasilannya walau harus makan Bubur dan Kecap Asin saja demi menuju cita-citanya.
Para calon orang kaya ini terus menerus meningkatkan Nilai Dirinya dengan cara mengembangkan Skill Diri mereka agar bisa mendapat bayaran, income lebih besar sehingga target tabungannya dapat tercapai lebih cepat. Uangnya Tabungannya diinvestasikan untuk saham, untuk memulai membesarkan Bisnisnya yang masih kecil.
Sedangkan Perilaku para Calon Miskin adalah menjikmati hidup Hari Ini mumoung masoh bisa. Lihat Bagaimana Nanti saja, Bukan Berpikir Nanti Bagaimana?. Perilakunya menghabiskan Uang bukan Menabung! Walau saat ini tidak miskin punya penghasilan yang cukup Uangnya tetapi Kecanduan Hutang untuk Gaya Hidup mewah. Uang penghasilannya tidak ditabung tetapi terus saja dihabiskan sampai ludhes. Mereka suka menghajar Kartu Kreditnya untuk Pay Later, Pinjaman On-Line sampai mentok Limitnya. Saldo tabungannya dibiarkan minim, bahkan kosong tidak peduli. Perbedaan gaya hidup yang sangat jelas cara mengelola penghasilan antara mereka yang Ingin Miskin dan mereka yang Ingin Kaya.
Hidup adalah Pilihan. Berakit-rakit ke Hulu mendekat ke Sumber Air, dan Berenang-renang kemudian.
Kesabaran diperlukan, Tertawa Lebar ketika nantib sudah Beneran menjadi Orang Kaya, Bukan pada saat masih Seperti Orang Kaya.
R Noto Widjojo https://www.facebook.com/share/1AhNSN6bq2/
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 54
INGIN HIDUP DAMAI & TENANG?
1. Jangan Pedulikan apa pikiran orang lain dan apa kata orang lain terhadap dirimu. Acuhkan saja.
2. Hindari Perdebatan yang tidak bermanfaat untuk diri Anda. Tinggalkan saja.
3. Hentikan usahamu agar dapat diterima oleh semua orang. Jadilah diri anda sendiri. Anda tidak akan pernah bisa menyenangkan semua orang.
4. Jangan pernah merasa dirimu tahu segalanya. Diatas Langit masih ada Langit.
5. Nikmati hidup saat ini (Enjoy the Moment). Masa lalu tidak bisa diulang, Besok masih mistery tidak ada yang tahu.
6. Tinggalkan hubungan yang hanya sepihak. Anda terus memberi, namun Dia tidak pernah memberikan apa-apa.
7. Sekali Waktu Menyendiri ditempat sepi, bermeditasi, memahami siapakah Dirimu yang Sejati.
R M Noto Widjojo https://www.facebook.com/share/1F36DGpy5g/
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 65
Kehidupan Anda di Level yang Mana?
Tngkat Kehidupan seseorang bukan diukur oleh besar atau kecil penghasilannya tetapi diukur dengan kesejahteraan dan Rasa Aman Anda dalam menghadapi Masa Depan dan Hari Tuamu.
Berikut ini saya tuliskan level dimana Anda sedang berada dan Panduan Anda menuju hidup makmur. Mulai dari kehidupan tingkat terendah, usahakan step by step naik tangga kehidupan untuk mencapainya ke tingkat hidup makmur dengan rasa aman akan masa depan.
1) Level Bawah (Low): Hidup serba kekukarangan, pengeluaran lebih besar dari pada pemasukan. Minus(defisit) ditutup dengan hutang, Kartu Kredit, Pinjol, gali lobang tutup lobang. Tidak peduli berapa besar penghasilan Anda tetapi defisit anggaran rumah tangga setiap bulan itu termasuk miskin. Anda mutlak wajib mencari solusi. Jika Anda masih usia muda, wajar saja, tetapi harus diusahakan menuju tingkat diatasnya dengan sangat gigih dan disiplin.
2) Level Bawah Atas(Low-High), Cash Flow Positip: semua pengeluaran bisa ditutup oleh penghasilan dan mulai sedikit menabung secara rutin setiap bulan.
3) Level Menengah Bawah - (Middle-Low), level bertumbuh, mulai punya Ilmu Bisnis dan Keuangan, dan bisa mengerti cara mengelola uang penghasilannya. Sudah mampu mengendalikan pengeluaran dan sedikit demi sedikit menginvestasikan tabungannya kedalam instrument keuangan yang bisa menghasilkan uang tambahan. Warung kuliner, rumah petak untuk sewa, penyewaan motor, mobil, berternak kambing, kebun sawit, Reksadana, investasi saham, franchise, dll, yang mana dipilih lebih menguntungkan.
4) Level Menengah (Middle Class), Hidup Berkecukupan, sudah punya Multisource Income, Investasinya mulai menghasilkan, uang mengalir walau kecil, hasil dari Investasinya sudah mulai bisa menaikkan Portonya hari demi hari.
5) Level Menengah Atas ( Upper Middle), Pemasukan Passive dari hasil investasi atau bisnisnya sudah bisa mengcover pengeluarannya tanpa bekerja. Mulai berpikir apakah akan berhenti bekerja atau tetap bekerja tidak masalah. Bekerja menjadi opsi saja. Sudah mengarah ke Financial Independence.
6) Level Kaya (Kelas Atas), popuker disebut Kemerdekaan Finansial dimana hasil dari Investasi terus bertumbuh, menggulung hari demi hari. Tidak perlu bekerja lagi, tinggal menikmati waktu yang dimiliki untuk apa saja yang disukai untuk memaknai hidup ini.
7) Tingkat tertinggi, membangun generasi berikutnya, mewariskan Ilmu dan Pengalamannya dapat diteruskan oleh generasi berikutnya.
Hidup di Kelas Atas tidak harus menjadi Konglo. Anda pasti Bisa!
Salam
R Noto Widjojo https://www.facebook.com/share/p/1DH4zb4rZf/
