Top Stories
-
Beberapa Nama Broker atau Bandar Besar dalam Perdagangan Saham
-
Check List Anti Nyangkut di Harga Pucuk
-
Hindari Saham Lapis 3 Dengan Markep Cap Kecil
-
Seputar TPIA Hari Jumat Kemaren
-
Jika Ingin Melihat Keaslian Karakter Seseorang, Berilah Dia Jabatan!
-
Untuk Membangun Kerajaan Allah, Haruskah Dengan Cara Membangun Gereja?
-
Cut Loss adalah Strategy, Cut Loss bukan Petaka!
-
Scalper atau Swinger?
-
Cara Memilih Saham yang Tepat Anti Boncos!
Search
- Details
- Category: International
- By ZA Sitindaon
- Hits: 4991
- Details
- Category: International
- By ZA Sitindaon
- Hits: 4750
World leaders have condemned a series of blasts in Sri Lanka that killed nearly 200 people on Sunday, including dozens of foreigners.
Police said the latest explosion was reported from Dematagoda in the north of the capital.
The government has imposed a nationwide curfew from 6 p.m. Sunday to 6 a.m. local time on Monday.
Read more: World leaders condemn Easter Sunday bombings in Sri Lanka
- Details
- Category: Mimbar Kristen
- By ZA Sitindaon
- Hits: 52
JIKA INGIN MENGETAHUI KEASLIAN KARAKTER SESEORANG, BERILAH DIA JABATAN
Banyak orang tampak rendah hati ketika belum memiliki jabatan. Mereka mudah diajak bekerja sama, mau mendengar, dan terlihat melayani dengan tulus. Namun, setelah diberi kedudukan, tidak sedikit yang berubah.
Jabatan tidak selalu mengubah karakter seseorang. Sering kali jabatan hanya menyingkapkan karakter yang selama ini tersembunyi.
Ada yang setelah dipercaya menjadi semakin rendah hati. Ia sadar bahwa jabatan adalah amanah, bukan kehormatan. Ia lebih banyak melayani daripada dilayani. Ia menggunakan wewenangnya untuk membangun orang lain, bukan meninggikan dirinya.
Namun, ada juga yang berubah menjadi sulit ditegur, merasa paling benar, haus penghormatan, dan menganggap orang lain lebih rendah. Jabatan yang seharusnya dipakai untuk melayani justru dijadikan alat untuk berkuasa.
Itulah sebabnya Alkitab menetapkan syarat karakter sebelum seseorang dipercayakan memegang kepemimpinan. Tuhan lebih dahulu melihat siapa dirinya sebelum melihat apa yang mampu dikerjakannya. Sebab kemampuan dapat membawa seseorang naik ke sebuah jabatan, tetapi hanya karakter yang akan membuatnya tetap bertahan dengan benar di dalam jabatan itu.
Karena itu, jika hari ini Tuhan mempercayakan sebuah posisi pelayanan kepadamu, jangan bertanya, "Apa hak saya?" Bertanyalah, "Bagaimana saya dapat melayani dengan lebih setia?" Sebab jabatan bukanlah mahkota untuk dibanggakan, melainkan salib tanggung jawab yang harus dipikul.
Jabatan adalah ujian karakter. Orang yang layak memimpin bukanlah yang paling haus kedudukan, melainkan yang tetap rendah hati ketika memiliki wewenang. Sebab di dalam Kerajaan Allah, semakin besar kepercayaan yang diberikan, semakin besar pula tuntutan untuk menjadi hamba bagi sesama.
"Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu." (Matius 20:26)
AtengJabar https://www.facebook.com/share/p/19ERqQUf9Z/
- Details
- Category: Mimbar Kristen
- By ZA Sitindaon
- Hits: 47
UNTUK MEMBANGUN KERAJAAN ALLAH, HARUSKAH DENGAN CARA MEMBANGUN GEREJA?
Pertanyaan ini sering menimbulkan perdebatan. Ada yang berkata, "Yang penting Kerajaan Allah, bukan gereja." Ada juga yang berkata, "Membangun gereja berarti membangun Kerajaan Allah."
Lalu, bagaimana menurut Alkitab?
Kerajaan Allah dan gereja bukanlah hal yang sama, tetapi keduanya sangat berkaitan.
Kerajaan Allah adalah pemerintahan Allah atas hidup manusia. Gereja adalah komunitas orang-orang yang telah menerima pemerintahan Kristus dan dipanggil menjadi saksi-Nya di dunia.
Karena itu, membangun gedung, memperbesar organisasi, atau menambah jumlah jemaat belum tentu berarti membangun Kerajaan Allah. Sebaliknya, seseorang dapat membangun Kerajaan Allah dengan memberitakan Injil, memuridkan orang percaya, menegakkan keadilan, mengasihi sesama, dan hidup sesuai kehendak Tuhan.
Namun, kita juga tidak boleh meremehkan gereja. Tuhan Yesus mendirikan gereja sebagai alat-Nya untuk memberitakan Injil dan memuridkan bangsa-bangsa. Gereja yang sehat akan menjadi sarana yang efektif untuk menghadirkan nilai-nilai Kerajaan Allah di tengah dunia.
Jadi, membangun gereja seharusnya menjadi bagian dari membangun Kerajaan Allah, bukan tujuan akhirnya. Jika gereja hanya sibuk membesarkan nama denominasi, organisasi, atau pemimpinnya, tetapi tidak membawa orang semakin tunduk kepada Kristus, maka gereja sedang kehilangan fokusnya.
Tujuan kita bukan sekadar membangun gereja yang besar, tetapi membangun gereja yang menghadirkan Kerajaan Allah. Sebab gereja adalah sarana, sedangkan Kristus dan Kerajaan-Nya tetap menjadi pusatnya.
"Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya." (Matius 16:18)
AtengJabar https://www.facebook.com/share/1EnRhsXwZe/
- Details
- Category: Mimbar Kristen
- By ZA Sitindaon
- Hits: 57
APA ITU RENTENIR? BAGAIMANA JIKA ORANG KRISTEN MENJADI RENTENIR?
Rentenir adalah orang yang meminjamkan uang dengan bunga yang sangat tinggi, sehingga sering kali memberatkan bahkan menjerat orang yang sedang mengalami kesulitan ekonomi.
Dalam Alkitab, mengambil keuntungan dari penderitaan orang lain tidak pernah dipandang sebagai sesuatu yang patut.
Tuhan justru berulang kali memerintahkan umat-Nya untuk memperhatikan orang miskin, menolong yang membutuhkan, dan tidak memanfaatkan kelemahan sesama demi keuntungan pribadi.
Lalu, apakah setiap pemberian pinjaman dengan bunga berarti seseorang adalah rentenir?
Tidak selalu.
Dalam kehidupan modern, ada sistem keuangan yang memang mengenal bunga pinjaman sebagai bagian dari kegiatan ekonomi. Namun, yang perlu dipertanyakan adalah apakah bunga tersebut wajar, adil, dan tidak menindas, atau justru membuat orang semakin terpuruk.
Karena itu, jika seorang Kristen memperoleh keuntungan dengan cara menjerat orang yang sedang terdesak, memanfaatkan kemiskinan mereka, atau menetapkan bunga yang mencekik, maka ia perlu menguji kembali apakah cara tersebut mencerminkan kasih dan keadilan yang diajarkan Kristus.
Sebagai pengikut Yesus, kita dipanggil bukan hanya mencari keuntungan, tetapi juga mengasihi sesama. Jangan sampai keberhasilan finansial dibangun di atas penderitaan orang lain.
Tuhan tidak melarang kita bekerja, berusaha, atau mencari keuntungan secara benar. Namun, Tuhan juga tidak menghendaki kita memperkaya diri dengan memanfaatkan kesulitan orang lain. Sebab kasih kepada sesama harus selalu berjalan bersama dengan keadilan dan integritas.
"Jikalau engkau meminjamkan uang kepada salah seorang dari umat-Ku, orang yang miskin di antaramu, maka janganlah engkau berlaku sebagai seorang penagih hutang terhadap dia: janganlah kamu bebankan bunga uang kepadanya." (Keluaran 22:25)
AtengJabar https://www.facebook.com/share/p/19Db2sqFdy/
- Details
- Category: Mimbar Kristen
- By ZA Sitindaon
- Hits: 70