Top Stories
-
Jika Bisnismu Masih Susah Naik, Fokus Hanya Satu Bidang Saja Yang Anda Benar-benar Ahli
-
Jangan Target Cuan Terlalu Tinggi. TP Tipis Tetapi Masuk Berkali-kali.
-
Pemula Tetap Trading Saham Lapis-I Saja Dulu Ya!
-
Tak Perlu Marah Saat Pendeta dan Gereja Dibahas di Media Sosial
-
Pelajarannya Jelas, Jika Minus Sudah Melebihi - 2% Harus Cut Loss.
-
Yang Membahayakan Gereja Bukan Kritik yang Keras, Tetapi Pendeta yang Tidak Lagi Bisa Dikoreksi.
-
Para Fans BUMI, Lihat Order Book Ini!
-
R. Noto Widjojo: Scalping itu Tidak Peduli Index Merah atau Hijau Sama Saja.
-
Melompatlah Dari Gereja Yang Pendetanya Sibuk Mengintai Uangmu.
Search
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1326
Salah tulis pernah terbaca, Salah posting pernah tersebar, Salah kata pernah terucap, Salah sikap pernah terungkap, kembali fitrah selalu di harap.
Kepada seluruh netizen dan follower kami yang merayakannya, atas nama seluruh Manajemen SITINDAON NEWS mengucapkan:
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1441 H, MINAL AIDIN WAL FAIZIN. MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 845
Covid dan Copet bekerjasama di keramaian
SitindaonNews.Com | Menjelang Idul Fitri, Pusat Perbelanjaan dan Pasar ramai dikunjungi masyarakat yang akan berbelanja kebutuhan menyambut lebaran.
Salah satu diantaranya Pusat Pasar Medan akhir² ini ramai orang berbelanja, padahal sebelumnya Pasar ini sangat sepi pengunjung.
Ramainya pengunjung membuat pasar ini dikhawatirkan menjadi cluster baru penyebaran Covid-19, karena terlihat banyak pengunjung tidak pakai masker.
Selain rawan penyebaran Covid-19, juga keramaian ini rawan copet.
Baru saja terjadi, hari Rabu 20 Mei 2020, sekitar pukul 12.20 WIB, seorang ibu berjilbab cream dan masker ungu pengunjung Pusat Pasar Medan menangis pilu, karena saat berbelanja baru tersadar tasnya sobek disilet copet, dompet dan uang di dalam tasnya sudah raib bersama pencopetnya.
#JagaKesehatan
#JagaKeselamatan
#JagaBarangBawaan
#,HindariKeramaian
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1212
Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) antre menaiki pesawat Garuda yang disewa khusus di Bandar Udara Internasional Velana, Maldives, Jumat, 24 April 2020. KBRI Colombo merepatriasi 335 Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Sri Lanka dan Maladewa ke Indonesia akibat pandemi Virus Corona (COVID-19). ANTARA/KBRI Colombo
Jakarta - Beberapa hari belakangan, masyarakat dihebohkan dengan foto penumpukan orang di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang. Hal tersebut terjadi seiring dengan jadwal pulang kampung masyarakat menjelang Hari Raya atau Lebaran. Padahal, naik pesawat bukanlah pilihan yang tepat untuk dilakukan di tengah pandemi virus corona alias Covid-19. Sebab, mudik dengan naik pesawat justru meningkatkan risiko terjangkit virus corona. Direktur medis untuk pengawasan dan pengendalian bakteri di University of Chicago Medicine Emily Landon mengatakannya.
Melansir dari situs National Geographic, Landon menjelaskan bagaimana virus corona menyebar di dalam pesawat. “Sebagaimana kita ketahui, virus corona menyebar lewat percikan air liur. Orang yang terinfeksi dan naik pesawat akan menjatuhkan tetesan lewat bersin dan berbicara ke daerah sekitarnya,” katanya.
Hal ini membuat risiko orang yang duduk di kiri dan kanan, serta dua barisan depan dan belakang paling rentan terjangkit virus tersebut. “Jarak aman adalah dua meter. Sedangkan itu baru dialami baris ketiga dari depan dan belakang pasien. Artinya risiko besar sudah digarisbawahi oleh kelompok kecil ini,” katanya.
Adapun profesor epidemiologi dan kesehatan masyarakat global di University of Michigan Arnold Monto mengatakan bahwa itu bukan berarti penumpang lainnya aman. Sebab berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap tingkah laku penumpang pesawat, setidaknya pergerakan dilakukan setelah satu jam perjalanan. “Pergerakan yang dimaksudkan termasuk pergi ke toilet, merenggangkan kaki di kabin pesawat dan membuang barang ke tempat sampah. Ini membuat penyebarannya dari satu orang ke lainnya semakin meluas dan cepat,” katanya seperti dilansir dari situs News.com.au.
Untuk alasan tersebut, seluruh kegiatan perjalanan selama pandemi Covid-19 lewat pesawat sangat tidak dianjurkan. “Demi kesehatan Anda dan masyarakat, jangan dulu melakukan kegiatan perjalanan selama pandemi Covid-19,” katanya.
Sumber: .tempo.co
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1042
Antara | Pengendara motor melintas diatas jembatan saat tinggi muka air sungai Ciliwung naik di Bendung Katulampa, Kota Bogor, Jawa Barat.
Tinggi permukaan air (TMA) di Bendung Katulampa Kota Bogor yang pada Senin sore pukul 16.05 WIB mencapai 100 cm atau siaga III, malam hari ini pada pukul 22.00 WIB turun menjadi 50 cm atau siaga IV. Diperkirakan air banjir akan mencapai Kampung Melayu Jakarta pada sekitar pukul 03.00 dini hari WIB.
"Penurunan TMA di Bendung Katulampa Kota Bogor karena air mengalir melalui Kali Ciliwung ke arah Jakarta. Aliran air dari Bendung Katulampa ke Jakarta sekitar 10 hingga 12 jam," kata Petugas Jakaga Bendung Katulampa, Aliyudin, ketika dihubungi melalui telepon selulernya, di Kota Bogor, Senin (18/5) malam.
Menurut Aliyudin, aliran air dari Bogor menuju ke Jakarta, pada sekitar pukul 23.00 WIB sudah mencapai Lenteng Agung atau Tanjung Barat. Dan sekitar pukul 03.00 WIB mencapai Kampung Melayu.
Aliyudin mengingatkan, warga yang berdomisili di sekitar bantaran Kali Ciliwung, agar segera mengantisipasi dan berkoordinasi dengan aparat wilayah setempat guna mencegah adanya air banjir. "Dalam mengantisipasi adanya air banjir ini, agar tetap menjaga dan menjalankan aturan protokol kesehatan, karena saat ini masih dalam suasana pandemi COVID-19," katanya.
Sebelumnya, Aliyudin mengatakan, TMA di Bendung Katulampa mulai naik dari kondisi normal menjadi siaga IV yakni 70 cm, pada pukul 15.00 WIB. Menurut dia, TMA di Bendung Katulampa, hanya berselang 40 menit yakni pada pukul 15.40 WIB, sudah naik lagi menjadi 90 cm atau siaga III. "Puncaknya pada pukul 16.05 WIB, TMA menjadi 100 cm atau siaga III," katanya.
Aliyudin menuturkan, sekitar pukul 15.00 sampai 15.40, hujan turun cukup deras dan merata baik di Kota Bogor maupun di kawasan Puncak Bogor. Setelah itu, hujan mulai mereda dan gerimis sampai sekitar pukul 18.30 WIB.
"TMA di Bendung Katulampa, juga secara berangsuur-angsur menurun kembali. Pada pukul 17.00 WIB, TMA mulai turun lagi menjadi 90 cm tapi masih berstatus siaga III. Kemudian pada pukul 19.00 WIB turun lagi menjadi 70 cm atau siaga IV," katanya.
Sumber:rrepublika.co.id
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1144
Presiden Joko Widodo blusukan ke Johar Baru, Jakarta Pusat, Senin (18/5/2020).(Kompas TV)
Presiden Joko Widodo, Senin (18/5/2020), melakukan blusukan ke Johar Baru, Jakarta Pusat.
Presiden Jokowi ingin mengecek langsung penyaluran sembako pada masyarakat setempat.
Seperti disiarkan Kompas TV, Presiden Jokowi dan rombongan sudah tiba di lokasi sekitar pukul 08.55 WIB.
Terlihat kendaraan dinas RI 1 diparkir di depan sebuah gang.
Polisi Militer dan Paspampres juga terlihat berjaga. Namun, tak terlihat ada kerumunan warga.
Berdasarkan agenda resmi, di dalam gang itu Kepala Negara mengunjungi kantor sekretariat Rukun Warga (RW) 07/I Kelurahan Johar Baru, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat.
Setelah selesai, Presiden Jokowi yang mengenakan kemeja putih memberi keterangan pers kepada awak media yang menunggu di depan gang.
"Pagi ini saya ingin memastikan penyaluran sembako, khususnya di Jabodetabek, dan tadi saya melihat masyarakat sudah menerima bantuan kesatu sudah menerima, kedua sudah menerima kemarin, serta hari ini bantuan ketiga sudah diterima," kata Jokowi.
"Sudah yang ketiga dan kita harapkan menjadi cepat dan lebih lancar lagi," sambung dia.
Dalam blusukan ini, Presiden Jokowi didampingi Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy serta Menteri Sosial Juliari Batubara.
Sumber: kompas.com
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1107
ILUSTRASI KARTU PRAKERJA. Proyek yang menelan uang negara trilunan rupiah itu dilakukan tanpa jalu tender. (Adnan Reza Maulana/JawaPos.com)
Proyek kartu Prakerja yang menelan uang negara Rp 20 Triliun diduga berpotensi menjadi ladang korupsi. Kelompok masyarakat yang terhimpun dalam Prakerja.org pun mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan aparat penegak hukum untuk mengusutnya.
“Kami mendesak KPK dan aparat penegak hukum segera memeriksa pihak-pihak yang diuntungkan dengan cara tidak wajar dari proyek kartu Prakerja. Khususnya pihak penyedia platform pelatihan online,” ujar Salah satu Inisiator Prakerja.org Brahmantya Sakti dalam jumpa pers secara daring, Jumat (15/5).
Sakti juga mendesak agar pemerintah segera membatalkan program pelatihan online yang dibungkus dalam program kartu Prakerja itu. Termasuk untuk mewajibkan para penyedia platform yang telah dibayar dari anggaran Prakerja mengembalikan dana sepenuhnya kepada negara.
“Sebagaiknya dana yang sangat besar itu dialokasikan bagi hal yang lebih tepat dan mendesak di tengah kondisi Pandemi Covid-19 ini,” ujarnya.
Di samping itu, Sakti juga berharap semua kalangan masyarakat turut serta mengawal kasus tersebut, hingga asas keadilan dapat ditegakkan dengan sebenar-benarnya.
Kelompok masyarakat yang terhimpun dalam Prakerja.org ini juga menyerukan masyarakat untuk bergabung bersama-sama untuk menciptakan atau mendukung sarana pelatihan online gratis guna membantu masyarakat yang terdampak pandemi Covud-19.
“Tujuannya untuk memperbesar kesempatan masyarakat dalam mendapatkan penghasilan dan keluar dari bencana ekonomi,” paparnya.
Sementara itu, Salah satu Inisiator Prakerja.org lainnya, Andri W Kusuma mengatakan, sebenarnya Kartu Prakerja merupakan program yang sangat baik. “Tapi pada saat pelaksanaannya itu terjadi pembelokan,” ujarnya.
Dijelaskan Andri, dalam proyek itu seharusnya ada tender dalam penunjukkan delapan mitra program Kartu Prakerja. Tujuannya agar prinsip adil dan bersaing bisa terpenuhi.
Karena itu, Andri menyayangkan anggaran sebesar Rp 20 Triliun yang disiapkan untuk 5,6 juta pengangguran harus disisihkan sebanyak Rp 5,6 Triliun itu untuk pelatihan online.
“Jadi delapan lembaga penyedia platform pelatihan itu mendapat kucuran dana tanpa harus tender, dengan pagu Rp 1 Juta per orang,” ujarnya.
Largo Andrianto yang juga merupakan salah satu Inisiator Prakerja.org, juga mendesak agar program karti Prakerja ini segera dibatalkan. Sebab, di saat sulitnya pemerintah menyediakan dana yang dibutuhkan agar masyarakat bisa mendapatkan bantuan tunai untuk bertahan hidup, program ini malah memberikan kesempatan segelintir pihak, dalam hal ini penyedia platform pelatihan dan pihak-pihak terkait, memperkaya diri.
Mereka pun membeberkan pelatihan yang diselenggarakan Skill Academy dari Ruangguru berdasarkan laporan pelaksanaan fase pertama, menguasai sekitar 62 persen transaksi pelatihan masyarakat penerima Bansos Prakerja.
“Artinya dengan asumsi kondisi yang sama, Ruangguru diperkirakan mendapatkan penghasilan lebih dari Rp 992 Miliar dalam hitungan minggu, dari dana Rp1,6 Triliun yang telah dicairkan,” papar Argo.
Sehingga, lanjut dia, apabila seluruh dana sebesar Rp 5,6 Triliun tersebut diserap, Ruangguru berpotensi mendapatkan transaksi Rp 3,8 Triliun.
“Memberikan kesempatan bagi satu perusahaan mendapatkan transaksi hampir Rp 4 Triliun dalam hitungan minggu, di atas penderitaan masyarakat yang terdampak bencana dinilai sangatlah tidak patut, serta mengusik rasa kemanusiaan,” tegasnya,
Angka tersebut dinilai bahkan jauh lebih besar daripada kasus mega korupsi e-KTP yang menelan kerugian negara sebesar Rp Rp 2,3 Triliun. Proses penunjukan ke delapan penyedia platform ini pun mendapat banyak sorotan.
Mulai dari adanya conflict of interest Adamas Belva sebagai CEO Ruang Guru yang masih menjabat sebagai Staf Khusus Presiden Jokowi dari kalangan milenial, hingga proses pengadaan yang tidak wajar dan tidak mengikuti peraturan.
“Dilihat dari timeline proses pengadaan dan dikeluarkannya peraturan perundang-undangan yang dibuat dan disahkan dalam beberapa bulan terakhir, sudah sangat jelas begitu banyak kejanggalan dan pelanggaran hukumnya,” ujar Largo.
Sumber: jawapos.com