KECOPETAN LAPTOP DIGANTI KERTAS 1RIM.
BUS NUSANTARA, RUTE MALANG-PATI-SEMARANG.
Bisa dibaca sebagai pembelajaran biar ga ada lagi yang kayak saya. Dan siapa tau ada yang bantu nemukan laptop saya ini dimanapun.
From this To this
Top Stories
-
Jika Bisnismu Masih Susah Naik, Fokus Hanya Satu Bidang Saja Yang Anda Benar-benar Ahli
-
Jangan Target Cuan Terlalu Tinggi. TP Tipis Tetapi Masuk Berkali-kali.
-
Pemula Tetap Trading Saham Lapis-I Saja Dulu Ya!
-
Tak Perlu Marah Saat Pendeta dan Gereja Dibahas di Media Sosial
-
Pelajarannya Jelas, Jika Minus Sudah Melebihi - 2% Harus Cut Loss.
-
Yang Membahayakan Gereja Bukan Kritik yang Keras, Tetapi Pendeta yang Tidak Lagi Bisa Dikoreksi.
-
Para Fans BUMI, Lihat Order Book Ini!
-
R. Noto Widjojo: Scalping itu Tidak Peduli Index Merah atau Hijau Sama Saja.
-
Melompatlah Dari Gereja Yang Pendetanya Sibuk Mengintai Uangmu.
Search
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 801
(Foto: Istimewa)
SitindaonNews.Com | MS (23) mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) nyaris jadi korban pemerkosaan sopir angkutan kota (angkot). Beruntung mobil angkot yang dikemudikan pelaku Syarif Hidayat (22) itu terperosok ke jurang.
Insiden itu terjadi pada Jumat (21/2) malam pukul 23.58 WIB di Jalan Proyek Cipining, Desa Pajagan, Kecamatan Cisitu, Kabupaten Sumedang. Saat itu, MS menggunakan angkot jurusan Wado-Sumedang untuk pulang kampung ke Cirebon.
"Korban saat itu baru turun dari mobil Elf dan meminta kepada pelaku untuk mengantar ke bundaran Alam Sari Sumedang," ucap Kasubbag Humas Polres Sumedang AKP Dedi Juhana kepada detikcom, Sabtu (22/2/2020).
Pelaku menyanggupi untuk mengantar korban sesuai tujuan. Korban pun akhirnya naik ke mobil angkot berpelat nomor Z 1902 AV itu.
Namun di tengah perjalanan, pelaku justru menggunakan arah yang berbeda seperti biasanya.
"Di perjalanan pelaku membelokkan arah sehingga menuju ke jalan Cipining, Kecamatan Cisitu, lalu pelaku memberhentikan kendaraannya dan berusaha memperkosa korban dengan cara mengancam akan membunuhnya," ujar Dedi.
Beberapa kali upaya pelaku memperkosa korban gagal. Upaya pertama gagal saat ada lampu menyorot ke arah angkot itu. Alhasil, pelaku batal memperkosa korban dan melanjutkan perjalanannya.
"Kendaraan yang dikemudikan berlari dengan cepat,akhirnya angkot yang dikemudikan tersangka terporosok ke dalam jurang," ujarnya.
Pelaku berupaya kabur saat mobil masuk ke jurang. Namun dia justru diamankan warga yang kemudian menyerahkan ke Polsek Cisitu.
Akibat insiden ini, korban mengalami luka dan dilarikan ke puskesmas.
"Usai ditangani di Puskesmas-puskesmas Cisitu, untuk perawatan lebih lanjut korban harus dirujuk ke RSUD Sumedang," tutup Dedi
Sumber: detik.com
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 774
Sebanyak tiga orang pekerja tewas setelah menara telekomunikasi roboh di Dusin IiI, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut), Kamis (20/2/2020). ( Foto: Ist )
SitindaonNews.Com | Sebanyak tiga orang pekerja tewas setelah menara telekomunikasi roboh di Dusun III, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut), Kamis (20/2/2020).
"Sebelum roboh, ketiganya sedang berada di atas menara. Mereka terjatuh dari atas ketinggian sekitar 42 meter," ujar Kepala Dusun III Desa Mekar Jaya, Poniman, Jumat (21/2/2020) pagi.
Poniman menyebutkan, identitas korban tewas adalah M Agus (25), warga Desa Paya Kerupuk, Kecamatan Tanjung Pura. Kemudian Linggom (25) dan Vijai (26), keduanya warga Desa Air Hitam, Kecamatan Tanjung Pura.
"Menara roboh karena pondasi tiang di bagian bawahnya diduga pecah karena tidak kuat menahan beban menara yang begitu tinggi. Korban yang tewas adalah pekerja pembuatan menara tersebut," katanya.
Peristiwa pekerja jatuh dari atas menara mengegerkan masyarakat sekitar. Warga langsung memberikan pertolongan dengan melarikan ketiga korban ke Rumah Sakit Bidadari di Langkat. Namun, ketiga pekerja itu akhirnya meninggal dunia.
Sumber: beritasatu.com
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 725

SitindaonNews.Com | Sekelompok ojek online terlibat keributan dengan debt collectordi Jl Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur. Polisi menyebut keributan tersebut dipicu masalah penarikan motor oleh debt collector terhadap salah seorang driver ojol.
"Dia ngaku ada dapat kuasa diberi kewenangan untuk narik motor," kata Kapolres Jaktim Kombes Arie Ardiyan saat dihubungi detikcom, Selasa (18/2/2020).
Arie menjelaskan, keributan itu terjadi sekitar pukul 17.30 WIB sore tadi di Jl Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur. Dua orang debt collector akan menarik motor milik seorang ojek online.
"Ketika penarikan terjadi, sedikit perselisihan, tapi tidak ada pemukulan di sana," katanya.
Driver ojek online ini merasa tidak terima motornya ditarik debt collector. Kejadian ini kemudian membuat teman-teman driver ojek onlineberkumpul di lokasi kejadian.
"Mereka, karena temennya diambil motornya tidak terima, karena merasa itu di luar prosedur sehingga ikut kumpul di situ," jelasnya.
Arie menyebut massa driver ojek onlinesempat mengerumuni debt collectortersebut.
"Karena ini ojek online, sehingga ojek online yang lain ikut kumpul di sini kerubuti dua orang debt collector," tuturnya.
Polisi kemudian datang ke lokasi untuk menenangkan massa. Saat ini situasi di lokasi sudah aman dan terkendali
Sumber: detik.com
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 902

"KPK sendiri tahu bahwa Nurhadi dan menantunya itu ada di mana di tempat tinggalnya di salah satu apartemen mewah di Jakarta," kata Haris di kantor KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa, 18 Februari 2020.
Haris memastikan KPK sudah tahu lokasi tersebut. Namun anehnya penyidik lembaga antirasuah tak berani menangkap Nurhadi sebab disebut dilindungi sekelompok penjaga.
"Saya cek lapangan ternyata dapat proteksi yang cukup serius, sangat mewah proteksinya di apartemen. Apartemen itu enggak gampang diakses oleh publik. Lalu ada juga tambahannya dilindungi oleh pasukan yang sangat luar biasa itu," kata mantan Ketua Badan Pekerja KontraS tersebut.
Haris sendiri datang ke kantor KPK untuk mengkonfirmasi sebagai penasihat hukum salah satu saksi. Haris menyebut kliennya merupakan saksi mahkota perkara yang menjerat Nurhadi dan kemenakannya di KPK.
“Hari ini saya datang ke KPK dalam kaitan dengan kasus dugaan TPPU atas nama Nurhadi. Jadi saya mendampingi whistleblower-nya, mengungkap kejahatannya," ujarnya.
Selain urusan itu, Haris mengaku mendampingi seorang bernama Wefan Paulus atau Paulus Welly Afandy. Dia disebut Haris merupakan saksi yang sedianya dipanggil penyidik pada Senin kemarin.
“Hari ini sudah datang menemani saksi lainnya lagi yang kontributif untuk pengungkapan kasus ini, atas nama Pak Wevan Paulus," kata Haris.
Dikonfirmasi terpisah, Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri mengapresiasi kedatangan Haris Azhar ke KPK hari ini. Apalagi kata dia untuk memberikan informasi. Namun Ali belum bisa mengkonfirmasi kebenaran isu Nurhadi berada di apartemen mewah di Jakarta dibarengi penjagaan super ketat.
Dalam kesempatan sama, Ali kembali mengultimatum pengacara Maqdir Ismail untuk datang ke KPK untuk menyampaikan informasi keberadaan para tersangka yang disebutkan berada di Jakarta.
”Jika benar saudra Maqdir adalah PH yang ditunjuk para tersangka maka saudara Maqdir diminta agar menyampaikan kepada kliennya supaya menyerahkan diri kepada penyidik KPK dan hadapi proses hukum, silakan PH buat pembelaan secara profesional,” kata Ali.
Menurut Ali, pihaknya tidak akan segan-segan untuk menjerat siapa pun yang berusaha menghalangi-halangi penyidikan. Termasuk menyembunyikan para tersangka.
”KPK tentu akan melakukan upaya penindakan tegas dan terukur sesuai prosedur hukum yang berlaku kepada pihak-pihak yang sengaja merintangi dan menghalangi penyidikan KPK dengan sengaja menyembunyikan dan atau mengetahui keberadaan para tersangka NH dan kawan-kawan tapi sengaja tak menginformasikannya kepada kepolisian terdekat atau penyidik KPK,” imbuhnya.
Sumber: viva.co.id
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1105
Tangkapan layar dari sebuah unggahan mengenai seorang perempuan yang kecopetan laptop kemudian diganti dengan kertas 1 rim.
SitindaonNews.Com | Sebuah unggahan yang menyebutkan seorang penumpang bus kecopetan komputer jinjing atau laptop dalam tasnya dan diganti dengan kertas sebanyak satu rim, viral di media sosial Twitter, Minggu (16/2/2020).
Unggahan tersebut dibagikan oleh pemilik akun Twitter @aqillazi.
Hingga saat ini Senin (17/2/2020) pukul 14.30 WIB, unggahan tersebut telah di-retweet lebih dari 3.000 kali dan disukai lebih dari 3.000 kali pula.
Dalam unggahannya, @aqillazi menuliskan "KECOPETAN LAPTOP DIGANTI KERTAS 1RIM. BUS NUSANTARA, RUTE MALANG-PATI-SEMARANG.
Bisa dibaca sebagai pembelajaran biar ga ada lagi yang kayak saya. Dan siapa tau ada yang bantu nemukan laptop saya ini dimanapun".
KECOPETAN LAPTOP DIGANTI KERTAS 1RIM.
BUS NUSANTARA, RUTE MALANG-PATI-SEMARANG.
Bisa dibaca sebagai pembelajaran biar ga ada lagi yang kayak saya. Dan siapa tau ada yang bantu nemukan laptop saya ini dimanapun.
From this To this pic.twitter.com/4J86Z9o1j9
" data-tweet-id="1228972459669377025" data-scribe="section:subject">KECOPETAN LAPTOP DIGANTI KERTAS 1RIM.
— tukang gambar magang (@aqillazi) February 16, 2020
BUS NUSANTARA, RUTE MALANG-PATI-SEMARANG.
Bisa dibaca sebagai pembelajaran biar ga ada lagi yang kayak saya. Dan siapa tau ada yang bantu nemukan laptop saya ini dimanapun.
From this To this pic.twitter.com/4J86Z9o1j9
Konfirmasi Kompas.com
Guna mencari tahu bagaimana ceritanya, Kompas.com menghubungi pemilik akun Twitter yang bernama Aqilla Firdhauzi tersebut.
Ia mengatakan, kejadian yang ia alami tersebut terjadi ketika dirinya menaiki bus Nusantara jurusan Malang-Semarang pada 11 Februari 2020.
Aqilla menjelaskan, saat itu ia menaiki bus tersebut karena ingin pergi ke Pati, Jawa Tengah.
"Iya itu memang benar yang mengalami saya sendiri, saat itu saya kehilangan laptop pas lagi di dalam bis," katanya saat dihubungi Kompas.com, Senin (17/2/2020).
Kronologi
Ia mengungkapkan, saat itu dirinya naik bus Nusantara dari Malang menuju Pati dengan keberangkatan pada Selasa, 11 Februari 2020 sekitar pukul 19.30 WIB.
"Saya duduk di bangku nomor 29. Sebelahku kosong dan depanku ada 2 orang. Tasku aku taruh di depan kaki. Aku yakin enggak ngambil pas ini malingnya," papar dia.
Kemudian, imbuhnya, pada pukul 24.00 WIB, bus yang dinaikinya tersebut singgah di salah satu rumah makan di Tuban, Jawa Timur.
Setelah itu, ia turun untuk makan dan meninggalkan tasnya di atas kursi.
Namun, sesampainya di pintu masuk rumah makan, ia ditanya oleh petugas rumah makan untuk menunjukkan tiket busnya.
Karena baru pertama kali naik bus jarak jauh, dirinya pun tidak mengetahui soal aturan itu. Aqila pun langsung kembali ke dalam bus untuk mengambil tiket yang sebelumnya ia taruh di dompetnya.
Sewaktu mengambil tiket tersebut, dirinya melihat dua penumpang yang tidak turun untuk makan bersama dengan penumpang lainnya.
Tanpa berpikir panjang, ia langsung turun dari bus dan makan malam sekitar 30 menit.
"Waktu itu aku lihat ada dua cewek yang enggak turun makan. Duduknya di jajaran kursi depan semua. Karena pada tidur aku enggak curiga sama sekali," kata Aqilla.
Selesai makan, ia kembali lagi ke bangku tempat duduknya di dalam bus.
Bungkusan plastik
"Enggak ngerasa aneh juga seh waktu itu, karena ya memang enggak ada yang aneh di tasku. Tetap terasa berat," jelasnya lagi.
Setelah perjalanan, ia pun tiba di Pati, Jawa Tengah pada Rabu, 13 Februari 2020 sekitar pukul 05.00 WIB.
Namun sebelum turun dari bus, ia tidak melakukan pengecekan karena merasa beban tasnya masih sama dan tidak berkurang sedikit pun.
"Tapi, pas mau kerja dan mau ambil laptop, saya kaget saat ada bungkusan plastik item seperti barang yang mau dipaket. Rapi banget bungkusnya. Ternyata itu kertas seberat satu rim," katanya lagi.
Aqilla pun menyayangkan respons yang kurang menyenangkan dari pihak bus terkait hilangnya laptop miliknya tersebut sewaktu dalam perjalanan.
Selain itu, ia juga tidak akan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak yang berwajib.
"Enggak deh kayaknya. Dari tanggal 12 aku tahu laptopku ilang itu pikiranku cuman gimana ini nyelesein pesenan klienku yang udah masuk. Mana sebagian udah aku kerjain juga, tinggal nyetak," terang Aqilla.
Diketahui, Aqilla bekerja sebagai frelancedesigner dan ilustrator.
Terlebih lagi, kata Aqilla, laptop tersebut sudah seperti bagian dari nyawanya sendiri.
Sumber: kompas.com
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 792
Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri di Gedung Merah Putih KPK, Senin (17/2/2020).
SitindaonNews.Com | Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) mengaku telah menerima laporan dugaan korupsi terkait persoalan tanah yang melibatkan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi.
Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, KPK mendapat laporan tersebut pada Kamis (13/2/2020) lalu dari masyarakat Sumatera Utara.
"Benar, KPK melalui persuratan telah menerima satu berkas laporan dari masyarakat Sumatera Utara pada tanggal 13 Februari 2020," kata Ali kepada wartawan, Selasa (18/2/2020).
Ali mengatakan, KPK baru menerima berkas tersebut dan belum melakukan tindaklanjut atas laporan itu.
Namun, Ali tidak mau mengungkap identitas masyarakat Sumatera Utara yang melaporkan Edy tersebut beserta detil pelaporannya.
"Adapun siapa pelapor dan terlapornya serta terkait apa, sesuai ketentuan yang berlaku, saat ini kami tidak bisa menginformasikannya," kata Ali.
Dikutip dari Tribun-Medan.com, Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi berencana melaporkan enam orang yang menuding dirinya melakukan korupsi terkait soal penerbitan surat perintah pembayaran (SPP) lahan eks Hak Guna Usaha PT Perkebunan Nusantara II.
Menurut Edy, perilaku ke enam orang ini sudah merujuk terhadap pencemaran nama baik dirinya.
Diketahui, enam orang warga Sumut melaporkan Edy Rahmayadi ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, pada beberapa hari lalu.
"Kita laporkan baliklah, sudah pasti pencemaran baik itu," ujar Edy menjawab wartawan di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, Senin (17/2/2020) kemarin.
Keenam warga itu disebut melaporkan Gubernur Sumut, Dirut PTPN II hingga Menteri ATR atas dugaan korupsi dan/atau gratifikasi dan perdagangan kekuasaan untuk kepentingan masing- masing atas penerbitan surat perintah pembayaran (SPP) lahan eks Hak Guna Usaha PTPN II.
Sumber: kompas.com
