fbpx

0
0
0
s2sdefault

8528aa02 3faf 4de5 917e fd9445ba8a2d 169Ilustrasi penodongan (foto internet) 

SitindaonNews.Com | Pria bernama Siharma Silalahi mengaku diancam sekelompok pria di Pasar Enggang, Perumnas Mandala, Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut). Siharma kemudian melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

Informasi yang dihimpun detikcom, peristiwa tersebut terjadi pada Senin (2/3/2020) sekitar pukul 04.30 WIB. Saat itu, korban sedang bekerja menjaga pasar dan sedang berada di dalam sebuah kedai.

Kemudian, datang sekelompok pria, sekitar empat orang, membuka rolling door kedai sambil berteriak menanyakan seseorang. Para pria itu kemudian keluar dari kedai.

Saat korban menghampiri sekelompok pria tersebut, salah seorang di antaranya malah menodongkan pistol ke arah korban. Melihat kejadian itu, teman korban yang ada di lokasi langsung melerai.

Namun, salah seorang dari antara mereka malah mencekik korban hingga jatuh. Kepala korban pun sempat diinjak.

Korban selanjutnya membuat laporan ke Polsek Percut Sei Tuan pada Kamis (5/3). Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Aris Wibowo membenarkan laporan terkait kasus tersebut.

"Laporannya betul. Sementara masih penyidikan," kata Kompol Aris.

Sumber: detik.com

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

rumah di gang mandor kelurahan beringin medan selayang kembali terendam banjirRumah di Gang Mandor Kelurahan Beringin, Medan Selayang kembali terendam banjir hingga hanya menyisahkan atap rumah, Sabtu (15/2/2020). - TRIBUN MEDAN/VICTORY HUTAURU

SitindaonNews.Com | Puluhan rumah di Gang Mandor Kelurahan Beringin, Medan Selayang kembali terendam banjir hingga hanya menyisahkan atap rumah, Sabtu (15/2/2020).

Amatan, Tribun hujan deras yang terjadi sejak malam Jumat (14/2/2020) telah membuat Sungai Babura meluap dan merendam ratusan rumah.

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

Screenshot 20191128 184834Batu yang disebut pork stone atau batu babi. (Feedy TV)

Seorang pria dengan tampilan sederhana ditertawakan teman-temannya saat ia menemukan batu mirip daging babi. Karena penasaran dan menganggapnya antik, ia bersikeras untuk menggali lebih dalam dan membawa batu antik itu pulang.

Tak ada orang yang tahu nasib seseorang setelah melihat kejadian ini.

Seorang petani di Wuyuan County, Provinsi Jiangxi, China mendapatkan rezeki nomplok dari batu antik yang ia temukan.

Batuan tersebut sangat mahal karena keberadaannya yang langka. Ia ternyata menemukan apa yang disebut dengan ''pork stone'' atau ''batu babi'', dengan berat 45 kilogram.

Pria itu mengatakan bahwa dia bekerja di sebuah pabrik di gunung dan secara tidak sengaja menemukan batu ini.

Awalnya, karena penasaran ia memutuskan untuk menggalinya. Tak diduga, batu antik ini sangat berat dan terpendam di tanah yang cukup dalam.

Petani lokal China menemukan batu babi. (Feedy TV)
Petani lokal China menemukan batu babi. (Feedy TV)

Saat menggali dan membawanya pulang, pria ini ditertawakan teman-temannya karena repot-repot membawa batu yang berat. Teman-temannya menilai batu itu tidak berharga dan hanya batu biasa.

Pria ini berbeda pendapat dan menilai batu itu terlihat seperti potongan daging babi sehingga menurut pria itu batuan tersebut sangat unik.

Menurut ilmuwan, batuan yang sangat khusus ini sangat mirip dengan lapisan pinggang daging babi dan keberadaannya sangat langka.

Bagaimana tidak, batu babi ternyata berasal dari era Jurassic, zaman dinosaurus yang berumur 100 juta tahun lalu.

Lapisan batu babi terlihat halus di permukaannya karena terbuat dari batuan sedimen, silikon, atau metamorf.

Ilustrasi potongan pork stone. (DH Gate)
Ilustrasi potongan pork stone. (DH Gate)

Dikutip dari Feedy TV, batuan antik ini akhirnya laku dijual seharga 150 ribu dolar AS atau Rp 2,1 miliar.

Sepertinya setelah pria ini pulang, teman-temannya tidak akan berani menertawakannya. Spesimen ini diketahui juga dimiliki oleh Istana Taipei di Taiwan.

Para kolektor dan ilmuwan pernah memamerkan batuan unik ini di Beijing International Tourism Expo pada tahun 2015.

Bahkan potongan batu babi dengan ukuran kecil bisa bernilai sekitar 20 ribu poundsterling atau Rp 387 juta di pasar internasional.

Baca Artikel Asli Disini

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

Screenshot 20191121 143753

Cerita Warga Kopilot Wings Air Gantung Diri Karena Dipecat

"Kan bingung, sudahlah dipecat, terus ada tuntutan Rp 7,5 miliar, kata dia. Namun, Corporate Communications Strategic of Wings Air, Danang Mandala justru menyalahkan korban.

Nicolaus Anjar Aji Suryo Putro (29), kopilot pesawat maskapai Wings Air, tewas gantung diri di rumah kontrakan Jalan Rawa Lele, Gang Melati I RT7/RW10, Kelurahan Kalideres, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, Senin (18/11).

Aji diduga gantung diri lantaran depresi setelah dipecat dari perusahaan tempatnya bekerja.

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

Screenshot 20200520 201529

https://youtu.be/mbcKzK9MiZg

Covid dan Copet bekerjasama di keramaian

SitindaonNews.Com | Menjelang Idul Fitri, Pusat Perbelanjaan dan Pasar ramai dikunjungi masyarakat yang akan berbelanja kebutuhan menyambut lebaran.

Salah satu diantaranya Pusat Pasar Medan akhir² ini ramai orang berbelanja, padahal sebelumnya Pasar ini sangat sepi pengunjung.

Ramainya pengunjung membuat pasar ini dikhawatirkan menjadi cluster baru penyebaran Covid-19, karena terlihat banyak pengunjung tidak pakai masker.

Selain rawan penyebaran Covid-19, juga keramaian ini rawan copet.

Baru saja terjadi, hari Rabu 20 Mei 2020, sekitar pukul 12.20 WIB, seorang ibu berjilbab cream dan masker ungu pengunjung Pusat Pasar Medan menangis pilu, karena saat berbelanja baru tersadar tasnya sobek disilet copet, dompet dan uang di dalam tasnya sudah raib bersama pencopetnya.

#JagaKesehatan
#JagaKeselamatan
#JagaBarangBawaan

#,HindariKeramaian

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

1589963137515Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) antre menaiki pesawat Garuda yang disewa khusus di Bandar Udara Internasional Velana, Maldives, Jumat, 24 April 2020. KBRI Colombo merepatriasi 335 Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Sri Lanka dan Maladewa ke Indonesia akibat pandemi Virus Corona (COVID-19). ANTARA/KBRI Colombo

Jakarta - Beberapa hari belakangan, masyarakat dihebohkan dengan foto penumpukan orang di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang. Hal tersebut terjadi seiring dengan jadwal pulang kampung masyarakat menjelang Hari Raya atau Lebaran. Padahal, naik pesawat bukanlah pilihan yang tepat untuk dilakukan di tengah pandemi virus corona alias Covid-19. Sebab, mudik dengan naik pesawat justru meningkatkan risiko terjangkit virus corona. Direktur medis untuk pengawasan dan pengendalian bakteri di University of Chicago Medicine Emily Landon mengatakannya.

Melansir dari situs National Geographic, Landon menjelaskan bagaimana virus corona menyebar di dalam pesawat. “Sebagaimana kita ketahui, virus corona menyebar lewat percikan air liur. Orang yang terinfeksi dan naik pesawat akan menjatuhkan tetesan lewat bersin dan berbicara ke daerah sekitarnya,” katanya.

Hal ini membuat risiko orang yang duduk di kiri dan kanan, serta dua barisan depan dan belakang paling rentan terjangkit virus tersebut. “Jarak aman adalah dua meter. Sedangkan itu baru dialami baris ketiga dari depan dan belakang pasien. Artinya risiko besar sudah digarisbawahi oleh kelompok kecil ini,” katanya.

Adapun profesor epidemiologi dan kesehatan masyarakat global di University of Michigan Arnold Monto mengatakan bahwa itu bukan berarti penumpang lainnya aman. Sebab berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap tingkah laku penumpang pesawat, setidaknya pergerakan dilakukan setelah satu jam perjalanan. “Pergerakan yang dimaksudkan termasuk pergi ke toilet, merenggangkan kaki di kabin pesawat dan membuang barang ke tempat sampah. Ini membuat penyebarannya dari satu orang ke lainnya semakin meluas dan cepat,” katanya seperti dilansir dari situs News.com.au.

Untuk alasan tersebut, seluruh kegiatan perjalanan selama pandemi Covid-19 lewat pesawat sangat tidak dianjurkan. “Demi kesehatan Anda dan masyarakat, jangan dulu melakukan kegiatan perjalanan selama pandemi Covid-19,” katanya.

Sumber: .tempo.co

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

1589855886754Antara |  Pengendara motor melintas diatas jembatan saat tinggi muka air sungai Ciliwung naik di Bendung Katulampa, Kota Bogor, Jawa Barat.

Tinggi permukaan air (TMA) di Bendung Katulampa Kota Bogor yang pada Senin sore pukul 16.05 WIB mencapai 100 cm atau siaga III, malam hari ini pada pukul 22.00 WIB turun menjadi 50 cm atau siaga IV. Diperkirakan air banjir akan mencapai Kampung Melayu Jakarta pada sekitar pukul 03.00 dini hari WIB.

"Penurunan TMA di Bendung Katulampa Kota Bogor karena air mengalir melalui Kali Ciliwung ke arah Jakarta. Aliran air dari Bendung Katulampa ke Jakarta sekitar 10 hingga 12 jam," kata Petugas Jakaga Bendung Katulampa, Aliyudin, ketika dihubungi melalui telepon selulernya, di Kota Bogor, Senin (18/5) malam.

Menurut Aliyudin, aliran air dari Bogor menuju ke Jakarta, pada sekitar pukul 23.00 WIB sudah mencapai Lenteng Agung atau Tanjung Barat. Dan sekitar pukul 03.00 WIB mencapai Kampung Melayu.

Aliyudin mengingatkan, warga yang berdomisili di sekitar bantaran Kali Ciliwung, agar segera mengantisipasi dan berkoordinasi dengan aparat wilayah setempat guna mencegah adanya air banjir. "Dalam mengantisipasi adanya air banjir ini, agar tetap menjaga dan menjalankan aturan protokol kesehatan, karena saat ini masih dalam suasana pandemi COVID-19," katanya.

Sebelumnya, Aliyudin mengatakan, TMA di Bendung Katulampa mulai naik dari kondisi normal menjadi siaga IV yakni 70 cm, pada pukul 15.00 WIB. Menurut dia, TMA di Bendung Katulampa, hanya berselang 40 menit yakni pada pukul 15.40 WIB, sudah naik lagi menjadi 90 cm atau siaga III. "Puncaknya pada pukul 16.05 WIB, TMA menjadi 100 cm atau siaga III," katanya.

Aliyudin menuturkan, sekitar pukul 15.00 sampai 15.40, hujan turun cukup deras dan merata baik di Kota Bogor maupun di kawasan Puncak Bogor. Setelah itu, hujan mulai mereda dan gerimis sampai sekitar pukul 18.30 WIB.

"TMA di Bendung Katulampa, juga secara berangsuur-angsur menurun kembali. Pada pukul 17.00 WIB, TMA mulai turun lagi menjadi 90 cm tapi masih berstatus siaga III. Kemudian pada pukul 19.00 WIB turun lagi menjadi 70 cm atau siaga IV," katanya.

Sumber:rrepublika.co.id

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

1589671026533ILUSTRASI KARTU PRAKERJA. Proyek yang menelan uang negara trilunan rupiah itu dilakukan tanpa jalu tender. (Adnan Reza Maulana/JawaPos.com)

Proyek kartu Prakerja yang menelan uang negara Rp 20 Triliun diduga berpotensi menjadi ladang korupsi. Kelompok masyarakat yang terhimpun dalam Prakerja.org pun mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan aparat penegak hukum untuk mengusutnya.

“Kami mendesak KPK dan aparat penegak hukum segera memeriksa pihak-pihak yang diuntungkan dengan cara tidak wajar dari proyek kartu Prakerja. Khususnya pihak penyedia platform pelatihan online,” ujar Salah satu Inisiator Prakerja.org Brahmantya Sakti dalam jumpa pers secara daring, Jumat (15/5).

Sakti juga mendesak agar pemerintah segera membatalkan program pelatihan online yang dibungkus dalam program kartu Prakerja itu. Termasuk untuk mewajibkan para penyedia platform yang telah dibayar dari anggaran Prakerja mengembalikan dana sepenuhnya kepada negara.

“Sebagaiknya dana yang sangat besar itu dialokasikan bagi hal yang lebih tepat dan mendesak di tengah kondisi Pandemi Covid-19 ini,” ujarnya.

Di samping itu, Sakti juga berharap semua kalangan masyarakat turut serta mengawal kasus tersebut, hingga asas keadilan dapat ditegakkan dengan sebenar-benarnya.

Kelompok masyarakat yang terhimpun dalam Prakerja.org ini juga menyerukan masyarakat untuk bergabung bersama-sama untuk menciptakan atau mendukung sarana pelatihan online gratis guna membantu masyarakat yang terdampak pandemi Covud-19.

“Tujuannya untuk memperbesar kesempatan masyarakat dalam mendapatkan penghasilan dan keluar dari bencana ekonomi,” paparnya.

Sementara itu, Salah satu Inisiator Prakerja.org lainnya, Andri W Kusuma mengatakan, sebenarnya Kartu Prakerja merupakan program yang sangat baik. “Tapi pada saat pelaksanaannya itu terjadi pembelokan,” ujarnya.

Dijelaskan Andri, dalam proyek itu seharusnya ada tender dalam penunjukkan delapan mitra program Kartu Prakerja. Tujuannya agar prinsip adil dan bersaing bisa terpenuhi.

Karena itu, Andri menyayangkan anggaran sebesar Rp 20 Triliun yang disiapkan untuk 5,6 juta pengangguran harus disisihkan sebanyak Rp 5,6 Triliun itu untuk pelatihan online.

“Jadi delapan lembaga penyedia platform pelatihan itu mendapat kucuran dana tanpa harus tender, dengan pagu Rp 1 Juta per orang,” ujarnya.

Largo Andrianto yang juga merupakan salah satu Inisiator Prakerja.org, juga mendesak agar program karti Prakerja ini segera dibatalkan. Sebab, di saat sulitnya pemerintah menyediakan dana yang dibutuhkan agar masyarakat bisa mendapatkan bantuan tunai untuk bertahan hidup, program ini malah memberikan kesempatan segelintir pihak, dalam hal ini penyedia platform pelatihan dan pihak-pihak terkait, memperkaya diri.

Mereka pun membeberkan pelatihan yang diselenggarakan Skill Academy dari Ruangguru berdasarkan laporan pelaksanaan fase pertama, menguasai sekitar 62 persen transaksi pelatihan masyarakat penerima Bansos Prakerja.

“Artinya dengan asumsi kondisi yang sama, Ruangguru diperkirakan mendapatkan penghasilan lebih dari Rp 992 Miliar dalam hitungan minggu, dari dana Rp1,6 Triliun yang telah dicairkan,” papar Argo.

Sehingga, lanjut dia, apabila seluruh dana sebesar Rp 5,6 Triliun tersebut diserap, Ruangguru berpotensi mendapatkan transaksi Rp 3,8 Triliun.

“Memberikan kesempatan bagi satu perusahaan mendapatkan transaksi hampir Rp 4 Triliun dalam hitungan minggu, di atas penderitaan masyarakat yang terdampak bencana dinilai sangatlah tidak patut, serta mengusik rasa kemanusiaan,” tegasnya,

Angka tersebut dinilai bahkan jauh lebih besar daripada kasus mega korupsi e-KTP yang menelan kerugian negara sebesar Rp Rp 2,3 Triliun. Proses penunjukan ke delapan penyedia platform ini pun mendapat banyak sorotan.

Mulai dari adanya conflict of interest Adamas Belva sebagai CEO Ruang Guru yang masih menjabat sebagai Staf Khusus Presiden Jokowi dari kalangan milenial, hingga proses pengadaan yang tidak wajar dan tidak mengikuti peraturan.

“Dilihat dari timeline proses pengadaan dan dikeluarkannya peraturan perundang-undangan yang dibuat dan disahkan dalam beberapa bulan terakhir, sudah sangat jelas begitu banyak kejanggalan dan pelanggaran hukumnya,” ujar Largo.

Sumber: jawapos.com

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

IMG 20200516 112213Foto :VIVAnews/Andrew Tito | Seorang wanita sempat telantar saat tergeletak akibat pingsan di jembatan penyeberangan sebuah halte Transjakarta di Mangga Besar, Jakarta Barat, Jumat, 15 Mei 2020.

Seorang wanita sempat telantar saat tergeletak akibat pingsan di jembatan penyeberangan sebuah halte Transjakarta di Mangga Besar, Jakarta Barat, kemarin. Orang-orang yang melintas tak ada yang menolongnya karena khawatir wanita itu terjangkit virus corona.

Peristiwa itu direkam oleh seorang warga dan videonya segera tersebar di media sosial. Si wanita tampak tersungkur dengan posisi tengkurap. Orang-orang hanya melihat dan melewati tubuh si perempuan. Para petugas keamanan Transjakarta juga awalnya tidak berani mendekat. 

"Sekedar info buat teman-teman yang lagi kurang enak badan, mohon jangan keluar rumah, seperti kejadian di Halte Mangga besar. Lagi situasi kaya gini orang-orang pada parnoan untuk nolong, jadi berat hati Saya yang rekam langsung," tulis unggahan video itu. 

Polisi segera memeriksa informasi itu dan memang benar ada laporan seorang wanita tergeletak di lokasi. Belakangan diketahui, si wanita berinisial SR, berusia 29 tahun, warga Kampung Duku, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Namun, sebagaimana dikonfirmasi Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Barat Kompol Teuku Arsya Khadafi, wanita itu pingsan lalu tergeletak dan kemudian ditolong oleh petugas keamanan di Halte Busway Mangga Besar.

Si petugas memberi minuman hangat setelah wanita itu siuman. Tak lama setelah siuman, si wanita melanjutkan perjalanan dengan taksi online. 

Dalam video yang dibagikan Arsya, SR sudah sadar dan diberikan minuman hangat oleh para petugas Transjakarta. Polisi memastikan SR pingsan bukan karena mengidap Covid-19 namun hanya kelelahan dan sedanhg kurang sehat.

Sumber: vivanews.com

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

FB IMG 1589544307688

Jarinya putus akibat di begal, Polda Sumut ungkap ternyata kasus itu adalah laporan palsu.

Kapolda Sumut Irjen Pol. Drs. Martuani Sormin M.Si di dampingi Dir Krimum dan Kabid Humas Polda Sumut pimpin release pengungkapan kasus Laporan palsu bertempat di lobby Adhi Pradana Polda Sumut. Jumat (15/05/20)

Sempat viral di media sosial seorang wanita di begal di jalan AR Hakim yg mengakibatkan keempat jari tangan kirinya putus dan kehilangan uang 4 juta dan tas di ambil begal pada tanggal 01 Mei 2020.

Kemudian di lakukan pemeriksaan saat penyelidikan di mulai di tkp jalan AR Hakim ternyata keterangan ibu Erdina Sihombing tidak sesuai kenyataan. Tim bekerja keras mengumpulkan seluruh alat bukti di tkp, mulai dari pengecakan cctv hingga saksi mata dan semua nya tidak terbukti.

“Saat di investigasi ternyata peristiwa tersebut tidak pernah terjadi dan hari ini kita tetapkan bahwa tersangkanya adalah pelapor tersebut yaitu ES” jelas Kapolda Sumut.

Kapolda Sumut menyampaikan Motifnya adalah karena tekanan ekonomi dan di lilit hutang agar mendapat klaim asusransi. “Jadi kejadian sebenarnya adalah Ibu Erdina Sihombing memotong jarinya sendiri dengan parang agar meyakinkan penyidik bahwa dia memang di begal” tegas Kapolda Sumut

Semantara ke dua rekan tersangka saat ini statusnya adalah saksi karena membantu mengantar ke rumah sakit dan membuat laporan. Namun erdina sihombing sudah di tetapkan sebagai tersangka laporan palsu. “Yg pasti ini adalah kasus pertama di lingkungan polda sumut dan saya bersyukur para penyidik tidak bisa si tipu” tutup Kapolda Sumut.

Di akhir releasenya orang nomor satu di Polda Sumut mengingatkan kepada masyarakat agar tidak melakukan hal hal nekat seperti ini karena dapat merusak diri sendiri dan membuat kamtibmas di sumut menjadi tidak kondusif.

 

Sumber: https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2693009177648173&id=1704076113208156

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

1588935710180Prarekonstruksi Pembunuhan Elvina. ©2020 Merdeka.com/Yan Muhardiansyah

Medan | Prarekonstruksi kasus pembunuhan Elvina (21) di sebuah rumah Jalan Duku, Kompleks Cemara Asri, Percut Sei Tuan selesai dilaksanakan, Kamis (7/5) petang. Satu fakta baru terungkap, Michael alias Acai (22) dan Jefri (24), dua orang yang diduga kuat terlibat pembunuhan ternyata residivis yang baru dibebaskan dari penjara.

Michael, diketahui sebagai warga Jalan Garuda, Bantan Timur, Medan, sedangkan Jefri merupakan anak pemilik rumah yang menjadi lokasi pembunuhan dan penemuan jasad korban. Keduanya diketahui sama-sama baru keluar dari penjara, bahkan disebutkan lewat program asimilasi karena pandemi Covid-19. Mereka dikabarkan dihukum karena perkara terpisah.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Ronny Nicholas Sidabutar tidak membantah informasi ini. "Informasinya begitu, J ini baru keluar dari lapas atau rutan, masih kita dalami ... M dan J adalah teman satu sel, informasinya, tapi akan kita dalami lagi. Itu yang kita dapat pada saat kita interogasi dan wawancara," katanya seusai prarekonstruksi.

Ronny belum bisa memaparkan siapa saja yang sudah berstatus tersangka. "Yang diduga terlibat kita ambil keterangan ada 4 orang. Mungkin salah satu, mungkin dua, mungkin tiga, mungkin empat orang akan kita tetapkan sebagai tersangka," sebutnya.

Selain itu, Jefri juga diduga pernah menjalin hubungan asmara dengan Elvina, sebelum korban berpacaran dengan Michael. Mereka juga terhubung melalui media sosial Facebook. "Di antara korban dengan yang diduga tersangka pernah pacaran, ada mantan pacar, ada orang lain, teman dan orang tua dari orang yang diduga sebagai tersangka, nanti kita dalami," ucap Ronny.

Karena Michael dan Jefri pernah satu sel, sehingga diduga ada motif lain di balik pembunuhan Elvina. Masalah asmara yang menjadi dugaan awal mulai meragukan. Motif pastinya masih dalam penyelidikan polisi.

Selain Michael dan Jefri, pihak kepolisian juga masih menyelidiki keterlibatan seorang wanita yang merupakan orang tua salah satu di antara mereka. "Saat ini kami masih menggali peran masing-masing orang yang terlibat dalam kejadian itu," terang Ronny.

Sebelumnya, penyidik menghadirkan lima orang dalam kondisi terborgol saat prarekonstruksi pembunuhan itu. Kelimanya yakni Michael, Jefri, kedua orangtua korban, dan seorang wanita diduga ibu Jefri.

Saat awal prarekonstruksi kelimanya diborgol. Namun hanya Michael yang digantungi tulisan 'tersangka'. Seiring berjalannya prarekonstruksi, borgol kedua orang tua korban dilepas. Mereka pun hanya digantungi label 'saksi'. Sementara Michael, Jefri dan seorang wanita yang diduga sebagai ibu Jefri tetap memakai borgol. Rekonstruksi baru berakhir sekitar pukul 17.30 Wib.

Kehadiran 5 orang dalam prarekonstruksi memunculkan pertanyaan dari kasus yang awalnya diduga bermotif asmara ini. Jumlah tersangka, identitas, maupun peran masing-masing belum diketahui.

Seperti diberitakan Elvina diduga dibunuh secara sadis di rumah Jefri, Rabu (6/5) malam. Jasad perempuan muda ini nyaris tak dikenali dan berada di dalam kardus. Tubuhnya terbakar dan ditemukan luka yang diduga sebagai upaya mutilasi. Di dekat jasad Elvina didapati Michael dalam kondisi sekarat. Dia diduga menenggak cairan pembunuh serangga.

Tubuh Elvina dan Michael ditemukan Jefri. Dia kemudian memberitahukan kejadian itu kepada kedua orangtuanya.

Dugaan awal, Michael lah pelaku pembunuhan itu, lalu mencoba bunuh diri karena motif cinta yang tidak direstui keluarga. Dugaan ini didasarkan adanya secarik kertas yang ditemukan di lokasi kejadian.

"Saya sangat mencintai Elvina sehingga saya membunuh karena pihak dari keluarga tidak menyetujui saya. Saya mau bunuh diri saya. Cinta Elvina (lambang love) Acai," tertulis pada kertas itu.

Setelah ditemukan, kedua korban kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Medan. Jasad Elvina diautopsi, sedangkan Michael diobati. Michael sudah sembuh dan langsung dibawa ke Polsek Percut Sei Tuan. Dia diperiksa sebagai di ruang penyidik dan dikabarkan sudah dijadikan tersangka.

Proses pemeriksaan ini dilanjutkan dengan prarekonstruksi. Peran masing-masing orang yang diduga terlibat diperjelas. Kasus ini pun berkemban

Sumber: merdeka.com

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault
6c8169f4 6be2 4861 85d3 ef8f91440194 169
Ilustrasi pembunuhan
 
Medan - Polisi mengungkap dugaan keterlibatan ibu pacar dan ibu temannya dalam kasus perempuan korban percobaan mutilasi di Percut Suan, Sumatera Utara (Sumut). Kedua ibu tersebut diduga hadir di lokasi tak lama setelah pembunuhan sadis itu terjadi.
 

Polisi awalnya menjelaskan dugaan pembunuhan perempuan berinisial E (21) itu diduga dilakukan oleh temannya, J, dan pacarnya, M. Menurut polisi, J merupakan orang yang menusuk E hingga tewas setelah memperkosa E.

"Ketika (korban) sudah dibunuh, kemudian si J ini, dia nyuruh si M beli bensin. Makanya kan ada bekas bakar kan di korban itu. Nah, ini si J juga yang nyiram lalu bakar. Si M ada di situ masih. Ya, yang beli bensin juga M," ujar Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Ronny Nicolas Sidabutar, Kamis (7/5/2020) malam.

Dia mengatakan J juga sempat berupaya memutilasi korban. Namun tubuh korban sudah mengeras sehingga mutilasi tersebut gagal.

"Setelah itu kemudian dibakar tapi nggak habis, kemudian si J ini berusaha mutilasi, tapi keras, nggak jadi," ucapnya.

J diduga panik dan meminta M menelepon ibunya. Setelah datang, kata Ronny, ibu J bukan melapor, tapi diduga ikut membantu agar mayat korban dimasukkan dalam kardus.

"Nah, karena mungkin sudah panik, teleponlah ke orang tua si J. Bilang ke si M, 'M, tolonglah teleponkan mamakku'. Begitulah kira-kira. Ibunya ini datang ke rumahnya. Kaget, 'Ada apa ini?'. Namun, bukan lapor, dia malah bilang dia menyetujui supaya si korban ini dibungkus dimasukkan ke kardus oleh si J. Bahkan dia yang mencari kardusnya," ucapnya.

"Setelah itu si J-lah yang masukkan. Nah, peran ibunya ini juga ada mengangkat, membantu si J angkat korban di kamar mandi, ke ruang tengah," sambung Ronny.          

Ronny mengatakan ibu J diduga berupaya mengamankan anaknya agar tak dicurigai sebagai pelaku pembunuhan. Setelah mayat masuk dalam kardus, ibu J menelepon ibu M.

"Ibunya M ditelepon untuk datang juga. Tetapi ibunya M ini saat datang dikasih tahu sama ibu J bahwa si M ini pembunuhnya. M ini mau mau saja dia. Ibunya M ini percaya. 'Kamu jangan ngomong banyak, memang kamu yang bunuh'. M ini mau-mau aja. Sebelumnya, si M ini dibujuk sama ibunya J," tutur Ronny.

Ibu M diduga turut menuduh anaknya melakukan pembunuhan dan meminta M bertanggung jawab. Bahkan, kata Ronny, ibu M diduga menyuruh anaknya sendiri untuk bunuh diri dengan meminum racun.

"'Udah M, kau tanggung jawab, kalau perlu, kau bunuh diri. Kau bunuh diri aja sekalian'," tutur Ronny menirukan isi percakapan.

"Si M ini mau-mau saja. Jadi akhirnya dibuatlah seolah-olah memang si M ini yang membunuh. Biar seolah supaya M ini yang bunuh, dia minum racun. Akhirnya dia bikin surat itu juga," sambungnya.

Namun rupanya, M tak tewas setelah menenggak racun. Ibu M yang panik akhirnya menghubungi polisi dan mengatakan anaknya yang melakukan pembunuhan itu.

"Bingung lagi mereka. Sudah bingung, ibunya si M ini kan sudah panik. Saat pertama ke TKP, ibunya M sudah panik, sudah ingin, 'Sudahlah kita lapor polisi aja. Gini aja, anak saya ini sudah salah, biarlah kita laporkan polisi aja'," jelasnya.

Penemuan mayat tersebut terjadi pada Rabu (5/5) di salah satu rumah di kompleks Cemara Asri, Percut Sei Tuan, Sumut. Mayat perempuan itu ditemukan dalam kardus dengan kondisi bekas dibakar dan ada luka diduga karena percobaan mutilasi.

Sumber: detik.com

0
0
0
s2sdefault

Login Form