Top Stories
-
Jika Bisnismu Masih Susah Naik, Fokus Hanya Satu Bidang Saja Yang Anda Benar-benar Ahli
-
Jangan Target Cuan Terlalu Tinggi. TP Tipis Tetapi Masuk Berkali-kali.
-
Pemula Tetap Trading Saham Lapis-I Saja Dulu Ya!
-
Tak Perlu Marah Saat Pendeta dan Gereja Dibahas di Media Sosial
-
Pelajarannya Jelas, Jika Minus Sudah Melebihi - 2% Harus Cut Loss.
-
Yang Membahayakan Gereja Bukan Kritik yang Keras, Tetapi Pendeta yang Tidak Lagi Bisa Dikoreksi.
-
Para Fans BUMI, Lihat Order Book Ini!
-
R. Noto Widjojo: Scalping itu Tidak Peduli Index Merah atau Hijau Sama Saja.
-
Melompatlah Dari Gereja Yang Pendetanya Sibuk Mengintai Uangmu.
Search
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 647

TRIBUN SUMSEL/EKO HEPRONISJ enazah Hermanto (45), seorang tahanan Polsek Lubuklinggau Utara dengan kondisi lebam di tubuh saat dibawa ke RS Sobirin, Lubuklinggau, Selasa (15/2/2022).
SitindaonNews.Com | Hermanto (45), seorang tahanan Polsek Lubuklinggau Utara dikabarkan tewas dengan kondisi lebam di tubuh, Senin (14/2/2022), malam.
Warga RT 04, Kelurahan Sumber Agung, Kecamatan Lubuklinggau Utara II ini tewas setelah diamankan anggota Polsek Lubuklinggau Utara.
Herman Jaya (40), adik Hermanto mengatakan sehari sebelumnya, kakaknya ditangkap aparat kepolisian atas tuduhan melakukan aksi pencurian dengan pemberatan (Curat).
Kemudian, selepas Magrib pihak keluarga mendapat kabar bila Hermanto sudah meninggal dunia di rumah sakit
Saat mereka menemuinya di kamar mayat melihat kematian kakaknya penuh kejanggalan.
"Menurut kematian kak Herman tidak wajar, saat ditangkap, kakak kami dalam kondisi sehat," ujar Herman Jaya pada wartawan, Selasa (15/2/2022).
Kemudian setelah sehari diamankan, sudah meninggal dengan kondisi banyak bekas luka dan penuh kejanggalan.
Mereka pun ingin keadilan setelah berembuk akhirnya jasadnya ke Rumah Sakit Dr Sobirin Lubuklinggau untuk divisum.
"Hasilnya badannya penuh luka lebam kami ingin keadilan," ungkapnya.
Hingga sejauh ini, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait kematian Hermanto tersebut.
Namun setelah melihat kondisinya, mereka sangat terkejut karena keluarga melihat kondisi tubuh Hermanto penuh dengan luka lebam.
"Lalu dibawa ke rumah duka, ketika dilihat banyak bekas luka lebam dan patah. Padahal saat ditangkap hermanto sehat," ungkapnya.
Setelah hasil pemeriksaan, Hermanto mengalami luka patah dileher, kakinya patah, luka ditangan, hidung patah, bibirnya pecah, badan memar di bagian belakang.
"Karena penasaran ada kejanggalan, karena banyak luka lebam dan banyak luka, keluarga kemudian berunding kembali dan membawa Hermanto untuk dilakukan visum," paparnya.
Sementara Kapolres Lubuklinggau AKBP Nuryono, melalui Kapolsek Lubuklinggau Utara AKP Sudarno saat dikonfirmasi, menjelaskan tidak bisa memberikan komentar lebih, karena berdasarkan petunjuk dari Waka Polres Kompol Bagus Andi Suranto satu pintu.
Namun Sudarno mengungkapkan, saat didalam tahanan Hermanto tidak terlibat perkelahian dengan pelaku lainnya. Karena didalam tahanan ada empat orang rekan pelaku yang melakukan pencurian
"Pelaku ditangkap dalam kasus pencurian dengan pemberatan, diamankan di Polsek Lubuklinggau Utara. Bisa jadi korban seperti serangan jantung menyebabkan lebam," ungkapnya.
Kapolsek menjelaskan kronologis penangkapan, Pelaku Hermanto ditangkap sekitar pukul 11.00 WIB, dia mencuri dan bongkar rumah. Dalam peristiwa itu pelaku berhasil menggasak dua tabung gas dan uang sebesar Rp.400 ribu.
Pelaku Hermanto ini terlibat kasus pencurian tabung gas di Perumahan yang ada di Kelurahan Sumber Agung. Itu rumah tetangganya sendiri.
Aksi pencuriannya terjadi pada tanggal 8 Febuari, sedangkan korban melapor pada tanggal 10 Februari.
Sewaktu pemeriksaan pelaku pingsan dan diduga mengalami serangan jantung, sementara kalau luka lebam dan patah itu pihaknya tidak tahu, biarkan nanti visum membuktikan.
"Itu dibesar-besarkan sambung dia, nanti kan ada hasil visum. Pelaku meninggal waktu di rumah sakit," tambahnya
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 484
Tersangka penodongan pekerja bangunan di Pondok Indah, RPB, setelah ditangkap oleh Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan, 15 Februari 2022.
SitindaonNews.Com | Aksi koboi seorang pria menodongkan pistol ke seorang buruh bangunan di Pondok Indah, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan akhirnya berujung bui untuk sang penodong.
Polisi kemarin mengumumkan jika pria yang viral karena menodongkan pistol ke buruh bangunan itu sudah ditangkap pada Senin, 14 Februari 2022. Dia pun sempat dipamerkan dalam konferensi pers yang digelar Selasa, 15 Februari 2022.
Berikut fakta fakta kasus penangkapan penodong pistol ke buruh bangunan tersebut:
1. Senjata Airsoft Gun
Pria berinisial RPB yang menodongkan senjata ke buruh bangunan di Pondok Indah kini harus berada di balik jeruji lantaran perbuatannya itu. Pria 54 tahun itu ditangkap di kediamannya di Pondok Indah, Jakarta Selatan setelah videonya viral.
"Pelaku menggunakan senjata airsoft gun jenis Glock 17 untuk melakukan pengancaman,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Endra Zulpan, Selasa, 15 Februari 2022.
Selain sebuah airsoftgun hitam, polisi juga menyita 20 butir peluru airsoft gun, satu buah baju kuning, dan celana hitam yang dipakai pelaku saat peristiwa.
2. Gara-gara Bising
Aksi penodongan yang dilakukan RPB dilatarbelakangi emosi karena kesal dengan suara berisik dari proyek renovasi rumah yang ada di samping kediamannya.
Menurut Kepala Polres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Budi Herdhi Susianto, motif pelaku karena kesal dengan suara bising pembangunan rumah itu.
Motif pelaku merasa kesal, terganggu dan tak nyaman karena suara bising pengerjaan rumah di dekatnya,” kata Budhi Herdi.
Peristiwa itu terjadi pada Sabtu, 12 Februari 2022, di Jalan Kartika Utama, Pondok Indah, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, saat korban sedang bekerja membangun salah satu rumah. Pelaku yang tinggal di dekatnya merasa terganggu saat rapat Zoom karena suara bising pengerjaan rumah. Pelaku ditemani sopirnya mendatangi korban yang sedang bekerja.
“Pelaku juga sempat menyiram teh ke arah korban,” terang Zulpan. “Pelaku juga sempat mengancam dengan berkata ‘daripada dengkul kamu saya tembak’.”
Dalam video yang viral, terlihat pelaku yang berbaju kuning dan celana hitam menodong korban yang berada di tangga. Korban tampak ketakutan mengangkat tangan karena mengira pistol tersebut asli. Setelah kejadian itu, korban langsung melapor ke Polres Jakarta Selatan yang kemudian ditindaklanjuti
3. Datangi Buruh Bangunan Bersama Sopir
RPB diketahui mendatangi rumah tetangganya yang tengah direnovasi dengan sang sopir. Dia merasa kesal dan terganggu dengan suara bising itu saat tengah melakukan pertemuan daring pada Sabtu, 12 Februari 2022 pada pukul 18.15 WIB.
Menurut pengakuan tersangka, ia sudah dua kali mengingatkan korban untuk berhenti tetapi tidak dihiraukan.
“Sehingga tersangka yang kesal menyiram segelas teh yang ada di lokasi kejadian ke wajah korban,” tutur Zulpan.
Kemudian tersangka mengeluarkan senjata airsoft gun jenis Glock 17 warna hitam dan menodongkannya ke korban.
“Tersangka menodong korban sambil berkata: ‘daripada ini kening lu yang kena, atau dengkul lu yang kena’,” kata Zulpan.
Korban, yang mengira pistol pelaku asli, langsung menghentikan pekerjaannya dan kemudian melapor ke Polres Metro Jakarta Selatan.
4. Beli Airsoft Gun di Masa Pandemi
RPB membeli airsoft gun jenis Glock 17 seharga Rp 4,5 juta di salah satu pusat perbelanjaan di Senayan, Jakarta Pusat.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Endra Zulpan mengatakan, pria itu membeli airsoft gun untuk melepas jenuh selama masa pandemi.
"Tersangka membeli airsoft gun ini di toko perlengkapan militer di Senayan Trade Center (STC) seharga Rp4,5 juta, meskipun ia bukan anggota militer atau aparat,” kata Kombes Pol Endra Zulpan.
Zulpan mengatakan, RPB membeli senjata itu pada Oktober 2021.
Dari tangan tersangka polisi menyita satu airsoftgun jenis pistol Glock 17 warna hitam, 20 butir peluru airsoft gun, serta baju kuning dan celana hitam yang dikenakan tersangka pada saat kejadian
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 731
KPK mendalami dugaan patokan standar pemberian suap promosi jabatan yang melibatkan Wali Kota Bekasi nonaktif, Rahmat Effendi alias Pepen. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A).
SitindaonNews.Com | Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami dugaan patokan standar pemberian sejumlah uang suap yang melibatkan Wali Kota Bekasi nonaktif, Rahmat Effendi alias Pepen, terkait dengan promosi jabatan.
Pendalaman materi itu dilakukan melalui pemeriksaan terhadap tiga orang saksi, yakni, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Inayatullah; Lurah Sepanjang Jaya, Kota Bekasi, Junaedi; dan Staf Bidang Pendidikan SD pada Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Rudi.
"Para saksi hadir dan dikonfirmasi antara lain terkait dengan dugaan adanya patokan standar pemberian sejumlah uang untuk mendapatkan rekomendasi dari tersangka RE [Rahmat Effendi] yang salah satunya adalah promosi menduduki jabatan tertentu di Pemkot Bekasi," ujar Plt. Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri, Jumat (11/2) malam.
Pepen diproses hukum oleh KPK karena diduga terlibat dalam kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa, jual beli jabatan, serta pengurusan proyek dan tenaga kerja kontrak di Pemerintah Kota Bekasi.
Politikus Partai Golkar itu diduga menerima uang lebih dari Rp7,1 miliar. Pepen disebut menerima masing-masing Rp4 miliar, Rp3 miliar, dan Rp100 juta dari pihak swasta terkait belanja modal ganti rugi tanah dengan nilai total anggaran mencapai Rp286,5 miliar.
Kemudian ia disinyalir menerima Rp30 juta dari pihak swasta terkait dengan pengurusan proyek dan tenaga kerja kontrak di Pemerintah Kota Bekasi.
Pepen juga disebut menerima uang dari beberapa pegawai pada Pemerintah Kota Bekasi sebagai pemotongan terkait posisi jabatan.
Selain dia, lembaga antirasuah turut menetapkan 8 orang lainnya sebagai tersangka. Mereka ialah Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, M. Bunyamin; Lurah Jati Sari, Mulyadi alias Bayong; Camat Jatisampurna, Wahyudin; dan Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Bekasi, Jumhana Lutfi selaku penerima suap.
Kemudian Direktur PT MAM Energindo, Ali Amril; Lai Bui Min alias Anen, swasta; Direktur PT Kota Bintang Rayatri dan PT Hanaveri Sentosa, Suryadi; dan Camat Rawalumbu, Makhfud Saifudin selaku pemberi suap
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 535
Ilustrasi tawuran
SitindaonNews.Com | Seorang pemuda berinisial D (22) tewas dalam aksi tawuran antara dua kelompok di silang rel kereta api Pasar Baru, Kota Bekasi, Selasa (15/2) pukul 03.00 WIB.
"Benar semalam kita temukan satu orang yang sudah dalam meninggal dunia, diduga menjadi korban aksi tawuran di wilayah tersebut," kata Kasubag Humas Polres Metro Bekasi Kota Kompol Erna Ruswing Andari saat dihubungi, Selasa (15/2).
Diungkapkan Erna, korban meninggal karena mengalami luka bacok akibat senjata tajam dalam aksi tawuran tersebut.
"Korban mengalami luka bacok di bagian punggung kanan hingga tembus paru-paru," ujarnya.
Erna menjelaskan berdasarkan keterangan saksi aksi tawuran antar dua kelompok itu kerap terjadi di lokasi tersebut. Masing-masing kelompok disebut terdiri dari 10-15 orang.
Saat itu, tawuran berlangsung kurang lebih sekitar 10 menit. Setelahnya, kedua kelompok berpencar di sekitar lokasi.
"Dan dari TKP awal lebih kurang 100 meter diketemukan mengetahui ada korban yang tergeletak bersimbah darah," ucap Erna.
Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke Polsek Bekasi Timur. Dari laporan itu, polisi langsung menuju ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan penyelidikan.
"Sementara kita sedang melakukan penyidikan, terhadap para pelaku yang diduga melakukan aksi tawuran. Sementara kita memeriksa beberapa saksi-saksi di lokasi kejadian untuk mencari informasi," tutur Erna.
Lebih lanjut, Erna menyampaikan pihaknya akan meningkatkan patroli di wilayah tersebut. Sebab, aksi tawuran kerap terjadi di sana.
"Kita akan melakukan patroli di wilayah tersebut, mengingat sering terjadi aksi tawuran. Setiap malam juga tim perintis Presisi Polres Metro Bekasi Kota juga melakukan razia dan patroli," ujarnya.
Sumber: cnnindonesia
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 734
Jaksa Agung ungkap kasus korupsi satelit. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)
SitindaonNews.Com | Jaksa Agung ST Burhanuddin mengatakan bahwa penanganan kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan satelit Slot Orbit 123 derajat Bujur Timur Kementerian Pertahanan (Kemhan) dilakukan secara koneksitas.
Hal itu lantaran pelaku dalam perkara ini diduga berasal dari unsur TNI dan sipil. Keputusan itu diambil usai gelar perkara yang dilakukan pada Senin (14/2).
"Diduga ada keterlibatan dari unsur TNI dan unsur sipil. Sehingga, dalam gelar perkara sepakat untuk mengusulkan penanganan perkara ini ditangani secara koneksitas," kata Burhanuddin kepada wartawan, Senin (14/2).
Merujuk pada Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), penanganan perkara secara koneksitas akan diadili di lingkungan peradilan umum. Penyidikan, akan dikoordinasikan melalui Jaksa Agung Muda bidang Pidana Militer (Jampidmil).
Dalam penanganan perkara ini, Burhanuddin mengatakan bahwa pihaknya telah bekerja sama dengan Polisi Militer (POM) TNI, Badan Pembinaan Hukum (Babinkum) TNI), hingga pihak Oditur TNI.
Menurutnya, penyidik menduga ada duga pelanggaran tindak pidana korupsi selama kasus tersebut. Hal itu pun, kata dia, telah diungkap dalam proses gelar perkara yang dihadiri seluruh unsur.
"Saya memerintahkan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Militer untuk segera melakukan koordinasi dengan Polisi Militer (POM) TNI, Babinkum TNI untuk membentuk tim penyidik koneksitas. Diharapkan tim penyidik dapat segera menetapkan tersangka," tambahnya.
Sementara, Jampidmil Laksda TNI Anwar Saadi mengatakan bahwa pihaknya telah membentuk tim untuk mulai mengusut perkara tersebut.
Ia memastikan kerja tim penyidik gabungan akan sesuai dengan ketentuan yang termaktub dalam Undang-undang.
"Nantinya tim sesuai ketentuan Undang-undang akan terdiri dari penyidik POM TNI, kemudian Oditur Militer dan nanti kami akan koordinasi dengan Oditurat Jenderal," ucap Anwar.
Kerugian Ditaksir Capai Rp515 Miliar
Sementara itu, dugaan kerugian keuangan negara dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi tersebut disebut mencapai Rp515 miliar.
"Ada indikasi kerugian negara dalam sewa tersebut, sudah kita keluarkan sejumlah uang yang nilainya Rp515 miliar. Untuk sementara, ini yang kita temukan," kata Jaksa Agung Muda bidang Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah kepada wartawan, Senin (14/2).
Menurutnya, penyidik saat ini tengah melakukan pendalaman terhadap perkara tersebut. Setidaknya, ada dua dugaan tindak pidana korupsi yang dapat terjadi selama proses pengelolaan itu.
Febrie mengatakan bahwa pihak Kejagung bersikap terbuka dengan institusi TNI terkait dengan proses penyidikan yang dilakukan.
Sehingga, kata dia, selama proses pendalaman perkara kedua institusi itu memiliki pemahaman yang sama terkait anatomi perkara, modus yang dilakukan pelaku, hingga pihak-pihak yang terlibat.
Sebagai informasi, kasus ini pertama kali diungkap oleh Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD.
Mahfud mengatakan bahwa perkara itu pertama kali terendus saat Indonesia digugat oleh London Court of International Arbitration karena Kementerian tak membayar sewa satelit sesuai dengan nilai kontrak yang ditandatangani.
Ada dua perusahaan yang menggugat. Pertama ialah Avianti Communication Limited dan Nayayo. Walhasil, Indonesia harus membayar tagihan atas gugatan tersebut hingga diduga menimbulkan kerugian keuangan negara.
Kala itu, Mahfud mengatakan bahwa negara masih berpotensi ditagih oleh pihak-pihak lain seperti Airbus, Detente, Hogan Lovelis dan Telesat.
Oleh sebab itu, Presiden Joko Widodo meminta agar kasus dugaan penyelewengan kewenangan dalam pengadaan proyek satelit di Kemenhan itu diusut tuntas.
Sumber: cnnindonesia
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 795
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
SitindaonNews.Com, || Warga Desa Wadas, Purworejo, Jawa Tengah menyanyikan yel-yel mendesak pencabutan Izin Penetapan Lokasi (IPL) pertambangan di desa tersebut, saat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berkunjung pada Minggu (13/2).
Twitter resmi Gerakan Masyarakat Peduli Alam Desa Wadas (Gempa Dewa) menampilkan rekaman video warga beramai-ramai menyanyikan yel-yel 'Cabut IPL' di hadapan Ganjar Pranowo.
"Sekali lagi solusinya ya satu, hentikan dan batalkan rencana dan agenda penambangan andesit di Desa Wadas. Cabut IPL sekarang juga @ganjarpranowo," tulis keterangan video akun Twitter Gempa Dewa @Wadas_Melawan, seperti dikutip Senin (14/2).
Dalam video tersebut, Ganjar menemui sejumlah warga Wadas di Masjid Nurul Huda di dusun Krajan. Kedatangan Ganjar itu disambut warga dengan memberikan berbagai macam hasil bumi mereka.
"Warga menyambut Ganjar Pranowo dengan memberikan berbagai macam hasil bumi Wadas supaya paham bahwa dari hasil bumi Wadas yang melimpah, warga Wadas sudah sejahtera tanpa tambang," tulis Gempa Dewa dalam akun Twitternya.
Pertemuan itu dilakukan Ganjar untuk menyampaikan permohonan maafnya kepada warga Wadas yang trauma akibat tindak kekerasan aparat kepolisian beberapa hari lalu.
Dalam pertemuan itu, warga meminta Ganjar mengusut tuntas pengerahan aparat yang berlebihan, mengintimidasi, dan melakukan kekerasan terhadap mereka.
"Solusi yang warga Wadas minta dari Ganjar Pranowo yaitu hentikan tambang dan cabut Izin Penetapan Lokasi (IPL) Wadas. Warga Wadas tetap konsisten menolak tambang di Wadas dan memperjuangkan alam Desa Wadas," tulis Gempa Dewa dalam akun Instagramnya, seperti dikutip Senin (14/2).
Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kembali mendatangi Desa Wadas pada Minggu (13/2). Ia mengaku disambut baik dan menggelar dialog bersama warga ketika berkunjung.
Ganjar mengatakan kedatangannya ke Wadas untuk mendengar langsung suara warga Wadas. Ia berharap dialog yang dilakukannya bersama para warga bisa menemukan solusi terbaik bagi polemik yang menimpa wilayah itu.
"Insyaallah dialog siang hingga sore ini menjadi bekal saya berikhtiar mencari solusi terbaik bagi para sedulur di Desa Wadas," ungkap Ganjar dalam akun Twitter resminya @ganjarpranowo dikutip Senin (14/2).
Kendati demikian, Ganjar menyebut, diskusi dengan para warga masih belum menemukan titik terang. Ia pun berencana kembali ke Wadas sekaligus menginap di desa tersebut.
"Saya yakin rembugan hari ini belum memuaskan bapak ibu warga Desa Wadas. Begitupun saya, masih ingin mendengar lebih banyak lagi. Maka tadi saya minta izin jika dalam waktu dekat akan kembali lagi ke Wadas untuk menginap. Alhamdulillah diizinkan," tulis Ganjar.
Sumber: cnnindonesia