Top Stories
-
Jika Bisnismu Masih Susah Naik, Fokus Hanya Satu Bidang Saja Yang Anda Benar-benar Ahli
-
Jangan Target Cuan Terlalu Tinggi. TP Tipis Tetapi Masuk Berkali-kali.
-
Pemula Tetap Trading Saham Lapis-I Saja Dulu Ya!
-
Tak Perlu Marah Saat Pendeta dan Gereja Dibahas di Media Sosial
-
Pelajarannya Jelas, Jika Minus Sudah Melebihi - 2% Harus Cut Loss.
-
Yang Membahayakan Gereja Bukan Kritik yang Keras, Tetapi Pendeta yang Tidak Lagi Bisa Dikoreksi.
-
Para Fans BUMI, Lihat Order Book Ini!
-
R. Noto Widjojo: Scalping itu Tidak Peduli Index Merah atau Hijau Sama Saja.
-
Melompatlah Dari Gereja Yang Pendetanya Sibuk Mengintai Uangmu.
Search
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 694
Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea mengkritik Menaker Ida Fauziyah soal JHT baru bisa cair 56 tahun dengan berkata,
SitindaonNews.Com | Pengacara kondang Hotman Paris mengingatkan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah soal aturan terbaru program Jaminan Hari Tua (JHT) yang baru bisa dicairkan 100 persen di usia 56 tahun. Dalam kacamata hukum, tak ada alasan untuk menahan uang orang lain.
"Dari abstraksi hukum mana pun, tidak ada alasan untuk menahan uang orang lain yang berasal dari keringat buruh," ungkap Hotman, dikutip dari akun Instagram @hotmanparisofficial, Jumat (18/2).
Ia meminta Ida merenungkan kembali mengenai aturan JHT teranyar tersebut. Pasalnya, kebijakan itu bisa merugikan buruh.
Lalu, buruh itu terkena pemutusan hubungan kerja (PHT) di usia 32 tahun. Nahas, buruh tersebut tak bisa langsung mencairkan dana JHT.Hotman mencontohkan apabila ada seseorang yang bekerja selama 10 tahun dan selalu rutin membayar iuran JHT.
"Harus nunggu beberapa tahun untuk mencairkan uangnya sendiri. Di mana keadilannya bu? Di mana keadilannya? Itu kan uang dia," tegas Hotman.
Memang, sambung Hotman, pemerintah menyatakan orang yang terkena PHK akan dapat banyak jaminan. Salah satunya program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP)..
"Tapi berapa bulan sih uang itu cukup membiayai hidup keluarga," imbuh Hotman.
Terlepas dari alasan itu, Hotman menegaskan tak ada alasan untuk menahan orang lain. Terlebih dalam jangka waktu panjang.
"Tolong hati-hati bu, sekali lagi ini uang dari si buruh, si pegawai. Benar-benar tidak ada alasan menahan puluhan tahun," ucap Hotman.
Ia juga mengingatkan kasus penyelewengan pengelolaan dana puluhan tahun yang dilakukan oleh PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dan PT Asabri (Persero). Jangan sampai, kata Hotman, uang pekerja hilang seperti di dua perusahaan tersebut.
"Memang benar diinvestasikan oleh BPJS Ketenagakerjaan, ingat bu kalau puluhan tahun ingat kasus Asabri, Jiwasraya, meski dikawal OJK, apa yang terjadi dan itu uang siapa yang dimainkan dan akhirnya hilang semua itu uang," pungkas Hotman.
Sebagai informasi, aturan teranyar JHT tertuang dalam Permenaker Nomor 2 Tahun 2022 tentang Tata Cara dan Persyaratan Pembayaran Manfaat Jaminan Hari Tua (JHT).
Aturan itu mengundang banyak reaksi negatif dari berbagai pihak, khususnya kaum buruh. Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bahkan sudah mengirim surat resmi ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membatalkan aturan tersebut.
Selain itu, seorang pekerja di industri besi Redyanto Reno Baskoro juga menggugat Pasal 5 Permenaker Nomor 2 Tahun 2022 ke Mahkamah Agung (MA).
Pasal tersebut berbunyi "Manfaat JHT bagi peserta mengundurkan diri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 Ayat (2) huruf a dan peserta terkena pemutusan hubungan kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 Ayat (2) huruf b diberikan pada saat peserta mencapai usia 56 tahun".
Kemudian, petisi untuk membatalkan Permenaker Nomor 2 Tahun 2022 yang diunggah di change.org sudah diteken oleh lebih dari 400 ribu orang per hari ini.
Sumber: cnnindonesia.com
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 629
Bappenas mengungkap bahwa ADB memuji pertumbuhan ekonomi RI yang mencapai 3,69 persen pada 2021 kepada Presiden Jokowi. (Biro Pers Setpres/Biro Pers).
SitindaonNews.Com | Presiden Asian Development Bank (ADB) Masatsugu Asakawa memuji pertumbuhan ekonomi RI yang mencapai 3,69 persen pada 2021. Hal ini diungkapkan oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa.
Suharso menjelaskan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima Masatsugu di Istana Kepresidenan hari ini, Jumat (18/2). Menurut Suharso, Jokowi menjelaskan kinerja pertumbuhan ekonomi RI kepada pimpinan ADB.
"Presiden menceritakan kinerja ekonomi Indonesia yang pada kuartal IV 2021 bagus di atas 5 persen, meski full year 2021 3,69 persen, tapi itu sudah bagus dan dipuji ADB bahwa ekonomi Indonesia termasuk yang amazing kata beliau," ungkap Suharso dalam Youtube yang disiarkan Sekretariat Presiden, Jumat (18/2).
Kemudian, Suharso mengatakan Jokowi juga menjelaskan kepada ADB bahwa Indonesia sedang fokus menggarap industri hilir. Hal ini demi menambah nilai ekspor dan memperbaiki defisit neraca transaksi berjalan atawa current account deficit (CAD).
"Tadi pak presiden menjelaskan yang diperoleh dari US$1,1 miliar menjadi US$20,1 miliar hanya karena satu aturan bagaimana Indonesia tidak mengekspor dalam bentuk bahan mentah tapi bentuk barang jadi," imbuh Suharso.
Selain itu, Jokowi dan ADB turut membahas perkembangan covid-19. Jokowi, kata Suharso, menjelaskan kepada ADB bahwa Indonesia masuk negara ke-4 yang sukses melakukan vaksinasi.
"Indonesia negara ke-4 sukses lakukan vaksinasi dan mencapai di atas 330 juta," jelas Suharso.
Ia menambahkan ADB juga terus mendukung sejumlah proyek di Indonesia, misalnya pembiayaan untuk transisi energi bersih. Saat ini, ada 14 proyek yang dibiayai oleh ADB. "Dan sudah cukup lama, 55 tahun ADB bersama Indonesia," tutup Suharso.
Sumber: cnnindonesia
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 656
Ilustrasi pemerasan. (CNN Indonesia/Adi Maulana)
SitindaonNews.Com | Seorang penyidik dari Polres Bulukumba, Sulawesi Selatan, dibebaskan dari tugasnya untuk sementara waktu setelah diduga melakukan pemerasan terhadap salah satu keluarga seorang pelaku penyalahgunaan narkotika.
Kabid Propam Polda Sulsel, Kombes Pol Agoeng Adi Koerniawan mengatakan, bahwa saat ini pihaknya telah dikerahkan untuk mencari tahu kebenaran informasi tersebut.
"Iya, Brigpol AM diduga memeras istri dari IF, yakni ST. AM meminta sejumlah uang dengan janji akan membantu AF, terduga pelaku penyalahgunaan narkoba," kata Agoeng, Jumat (18/2).
Kasus ini, terang Agoeng, bermula ketika ST (40) mengaku diperas oleh oknum penyidik di Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Bulukumba hingga mencapai Rp 125 juta.
"Pemeriksaan dilakukan oleh Paminal Polda Sulsel, sesuai keterangan ST yang berawal dari penangkapan itu, sehingga Brigpol AM meminta uang sebesar Rp 40 juta, dan Rp 25 juta hingga mencapai Rp 125 juta," bebernya.
Sementara berdasarkan hasil investigasi terhadap Brigpol AM, lanjut Agoeng bahwa dirinya mengakui telah menerima uang dari istri pelaku peredaran narkoba tersebut sebesar Rp 100 juta.
"Dia mengakui telah terima uang Rp 100 juta dari ST dan dia kembalikan beberapa hari kemudian," ungkapnya.
Meski demikian, kata Agoeng, Brigpol AM saat ini telah menjalani pemeriksaan di Propam Polres Bulukumba untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut.
"Brigpol AM telah dibebastugaskan dari satuan narkoba dalam rangka pengawasan dan pendalaman pemeriksaan di Polres Bulukumba," tambahnya.
Kabid Propam Polda Sulsel ini pun menegaskan akan jika AM terbukti melakukan dugaan tindak pidana, maka Brigpol AM akan mendapatkan sanksi yang cukup berat yakni, pemecatan secara tidak terhormat.
"Jika hasil pendalaman ditemukan ada tindakan pidana lantaran telah melakukan perbuatan tercela dan menurunkan citra Polri, khususnya Polda Sulsel kami akan menyarankan agar dilakukan pemecatan," tegasnya
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 566
Ilustrasi pencabulan
SitindaonNews.Com | Seorang Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Amin di Jambi ditangkap Polres Batanghari, Jambi setelah terlibat dugaan pencabulan terhadap santri.
Pelaku diketahui bernama Muhammad Nur Mamin, warga Kampung pulau, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari, Jambi.
Pelaku saat ini masih diperiksa secara intensif usai dilaporkan atas dugaan pencabulan terhadap satu orang santri.
Kapolres Batanghari, AKBP Mochamad Hasan saat dikonfirmasi membenarkan ada seorang pimpinan pondok pesantren ditangkap karena terlibat dugaan pencabulan santri.
"Ya benar, Pimpinan pondok pesantren Al Amin sudah ditetapkan sebagai tersangka," ujarnya, Kamis, 17 Februari 2022.
Mochamad menceritakan, penangkapan pimpinan ponpes tersebut setelah korban melapor ke pihak keluarga dan langsung melapor ke Polres Batanghari.
"Jadi, saat pihak keluarga korban melapor ke Polres, tim satreskrim Polres langsung menangkap pimpinan ponpes,” katanya.
Mochamad mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku mengaku sudah mencabuli santrinya dan mengaku baru satu kali melakukan terhadap korban.
Adapun modus pelaku melakukan pencabulan yakni berawal pada Jumat, 11 Februari sekitar pukul 01.00 WIB melakukan ruqyah sebanyak empat orang santri karena kesurupan. Setelah sadar, tiga orang santri langsung dibawa ke kamar asrama, sedangkan satu orang santri tinggal di kamar pelaku dan langsung melakukan pencabulan.
"Tidak hanya di kamar melakukan pencabulan, pelaku juga datang ke kamar korban yang sebelumnya sudah sadar. Namun karena nafsu tidak tertahankan, pelakupun mencabuli santri dan pihak keluarga mengetahui atas laporan korban langsung melapor ke Pihak kepolisian," terangnya.
Mochamad mengatakan, atas kelakuan pelaku, korban langsung trauma. Pelaku pun terancam 15 tahun penjara karena mencabuli anak di bawah umur.
"Kita terus melakukan pendalaman dan pemeriksaan kepada pelaku, untuk sementara baru satu orang korban dicabuli," katanya (viva.co.id)
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 597
BPJS Ketenagakerjaan melaporkan total dana investasi JHT mencapai Rp372,5 triliun pada 2021, sebagian besar ditempatkan pada surat utang negara. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
SitindaonNews.Com | BPJS Ketenagakerjaan melaporkan total dana program Jaminan Hari Tua (JHT) mencapai Rp375,5 triliun pada 2021 atau naik sekitar 10,2 persen dari tahun sebelumnya. Sebagian besar dana tersebut ditempatkan surat utang negara (SUN) untuk membiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Sebagaimana komitmen kami untuk memastikan pengelolaan dana JHT sesuai tata kelola yang baik dan berpedoman pada ketentuan yang berlaku, kami mengelola dengan sangat hati-hati dan menempatkan dana pada instrumen investasi dengan risiko yang terukur agar pengembangan optimal," ujar Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyo dalam keterangan resmi, Kamis (17/2).
Anggoro merinci, 65 persen dana JHT diinvestasikan pada obligasi dan surat berharga di mana 92 persen di antaranya merupakan surat utang negara.
Kemudian, 15 persen dana ditempatkan pada deposito yang 97 persennya berada pada Himpunan Bank Negara (Himbara) dan Bank Pembangunan Daerah (BPD).
Selanjutnya, 12,5 persen ditaruh pada saham yang didominasi pada saham blue chip, yang termasuk dalam indeks LQ45.
Lalu, 7 persen diinvestasikan pada reksa dana di mana reksa dana tersebut berisi saham-saham bluechip yang juga masuk dalam LQ45.
Terakhir, sebanyak 0,5 persen ditempatkan pada properti dengan skema penyertaan langsung.
"Dengan demikian, dapat dikatakan portofolio investasi jaminan hari tua aman dan likuid," ujar Anggoro.
Sepanjang tahun lalu, hasil investasi dana JHT mencapai Rp24 triliun. Adapun, total iuran JHT mencapai Rp54 triliun dengan pembayaran klaim JHT Rp37 triliun yang sebagian besar ditutup dari hasil investasi pembayaran klaim.
"Dengan demikian, dana JHT dapat berkembang dengan baik dan tidak terganggu dengan pembayaran klaim," jelasnya.
Sebagai informasi, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menetapkan pencairan JHT secara penuh baru bisa dilakukan peserta yang berusia 56 tahun mulai 4 Mei 2022.
Padahal, pada aturan sebelumnya, manfaat JHT dapat diberikan kepada peserta yang mengundurkan diri dan dibayarkan secara tunai setelah melewati masa tunggu 1 bulan.
Kalangan buruh menolak perubahan itu karena dinilai memberatkan. Sebagai bentuk penolakan, mereka menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kementerian Ketenagakerjaan pada Rabu (16/2) kemarin.
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 901
Marselina Walu (46), kedua dari kiri, menerima penghargaan dari penyelenggara kompetisi Cup of Excellence Indonesia 2021 di Bandung, Jawa Barat, 27 Januari 2022.
Marselina Walu (46), perempuan petani dari Ngada, meraih gelar Q-Grader sebelum menang dalam berbagai ajang kompetisi kopi arabika organik.
SitindaonNews.Com | Marselina Walu (46) adalah perempuan petani kopi Bajawa, Flores, Nusa Tenggara Timur. Sebagai orangtua tunggal, ia berjuang dari keterpurukan ekonomi hingga menang lelang kopi internasional pada 27 Januari 2022 lalu senilai Rp 577.000 per kilogram. Kopi arabika organik Ngada pun masuk dalam jajaran kopi berkualitas dunia.
Setiap hari, suhu di Desa Radabata, Kecamatan Bajawa, Ngada, tempat tinggal Marselina, berkisar 15-27 derajat celsius. Desa di ketinggian 1.350 mdpl itu berada di bawah kaki Gunung Inerie (2.776 mdpl), dengan jumlah penduduk 445 jiwa. Sebanyak 98 persen warga bermata pencarian petani, di antaranya petani kopi, termasuk Marselina.
Ia memiliki lahan kopi seluas 1 hektar (ha), hasil pembagian warisan dari ayahnya. Awalnya, lahan itu ditanami jagung, ubi, kacang, pisang, dan pohon berbuah lain. Namun, hasil panen dari sejumlah tanaman itu tidak mencukupi kebutuhan selama setahun.
Seiring waktu, desa kopi itu mendapat perhatian pemerintah daerah dan LSM untuk pengembangan kopi organik arabika. Tahun 2007, Marselina memilih mengganti lahan itu dengan tanaman kopi, yang mulai berbuah tahun 2013. ”Saat itu pula saya membentuk kelompok tani yang sebagian besar beranggotakan perempuan, yang disebut Poma Taka,” kata Marselina saat dihubungi di Bajawa, Ngada, Minggu (13/2/2022).
DOKUMENTASI MARSELINA WALU - Marselina Walu bersama peraih penghargaan kopi berkualitas dalam kompetisi Cup of Excellence Indonesia 2021.
Kelompok tani ini kemudian berubah nama menjadi kelompok usaha bersama simpan pinjam (KUBSP) yang diberi nama Berdikari. Marselina menjadi ketuanya. Mereka lalu mendirikan unit pengelolaan hasil (UPH) Berdikari, yang juga diketuai Marselina.
Tahun 2014, UPH itu berubah menjadi Koperasi Primer Kagho Masa. Dari sini, mereka mulai mengikuti lelang kopi nasional di Jakarta. Saat itu, kopi Bajawa laku dijual dengan harga Rp 60.000 per kilogram (kg). Mereka pun melebarkan usaha ke desa tetangga melalui proyek sekolah lapang. Koperasi ini pun mulai memproduksi kopi sesuai standar specialty coffee.
Secara perlahan tapi pasti, kualitas kopi ini makin dikenal di Jawa, Bali, dan Sumatera. Mereka mulai menjual produknya ke PT Indokom, ke kafe-kafe di kota-kota besar. Kopi dari Koperasi Primer Kagho Masa ini juga mengikuti lelang kopi tingkat dunia dalam ajang Specialty Coffee Association of American Expo tahun 2017 di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat.
Ibu satu anak itu terus belajar dengan mengikuti pelatihan soal kopi dan melakukan kunjungan ke sejumlah tempat produksi kopi ternama. Atas bantuan salah satu LSM, Marselina kemudian belajar tentang kualitas kopi di Australia, sampai mendapat sertifikat sebagai Q-Grader, suatu pengakuan akan kemampuan menguji kualitas kopi. Ia adalah perempuan pertama dan orang NTT pertama yang memiliki kualifikasi itu.
DOKUMENTASI MARSELINA WALU - Marselina Walu bersama Wakil Ketua Specialty Association of Indonesia Michael Utama.
Ia pun mengikuti seleksi kompetisi kopi nasional dan internasional di sejumlah tempat. Tahun 2021, ia terlibat dalam kompetisi kopi di Bandung, Jawa Barat. Lalu, dilanjutkan dengan lelang kopi pada 27 Januari 2022 dengan hasil lelang mencapai Rp 577.000 per kg kopi full wash.
Kopi tersebut dibeli pengusaha Jepang, salah satu dari 121 pengusaha kopi yang ikut lelang secara daring. Jumlah kopi yang terjual sebanyak 217 kg dari total 250 kg kopi yang dibawa Marselina.
Kompetisi ini diselenggarakan Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI), perkumpulan para pelaku industri kopi. Peserta awalnya 158 petani kopi arabika dari seluruh Indonesia. Petani yang lolos di tingkat nasional sebanyak 79 orang, pada penjurian internasional ronde pertama lolos 36 orang, sedangkan pada ronde kedua 34 orang.
Kopi yang dinyatakan berhak mengikuti lelang nasional ada enam, sedangkan lelang internasional diikuti 26 petani dengan 26 kopi. Kopi Wajamala milik Marselina dari Ngada termasuk salah satu dari 26 kopi itu. ”Dalam kompetisi ini, saya disponsori NGO Rikolto Indonesia yang berkantor di Denpasar, Bali,” kata Marselina
DOKUMENTASI MARSELINA WALU - Marselina Walu di antara tanaman kopi yang sedang berbuah merah.
Pemenang lelang peringkat pertama adalah petani kopi dari Aceh dengan hasil lelang Rp 2,5 juta per kg. Marselina menempati urutan ke-25 atau kedua dari bawah, tetapi nama kopi arabika Ngada sudah dibukukan dalam peringkat kopi berkualitas dunia dengan posisi nomor enam dunia.
Sementara pada festival kopi Cup of Excellence(COE) 2021 di Bandung yang diikuti 32 petani kopi dari 26 provinsi dan 30 pelaku usaha, kopi arabika organik Marselina juga turut memenangi lelang, COE merupakan kegiatan tahunan yang melibatkan kopi-kopi berkualitas dunia.
Tujuan COE adalah mencari kopi bermutu tinggi, khususnya industri kopi specialty, membentuk kopi berkualitas dan berkelanjutan, mengoptimalkan permintaan ekspor kopi Indonesia, serta meningkatkan keterampilan dan semangat juang petani kopi. Petani kopi didorong untuk melakukan budiaya kopi dengan kualitas dan cita rasa terbaik dunia yang berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan festival itu sendiri terdiri atas internasional coffee top, lelang kopi, kompetisi kopi, dan beberapa kegiatan lain. Seleksi kopi sejak Juni hingga Desember 2021, sedangkan pengumuman lelang pada 27 Januari 2022.
Proses pengujian sangat ketat, melibatkan enam juri baik dari dalam maupun luar negeri dengan sertifikat internasional. Penilaian tidak hanya menyangkut kopi, tetapi juga proses dari hulu untuk mendapatkan kopi berkualitas. Pengujian itu juga menyangkut zat kimia yang terkandung di dalam biji kopi. Kopi milik Marselina memiliki zat kimia 0,1 persen.
Pemenang COE tingkat nasional adalah petani dari Jawa Barat (1), Aceh (2), Bali (1), Sulawesi Selatan (1), dan Sumatera Selatan (1). Adapun pemenang COE internasional adalah petani dari Jabar (9), Aceh (6), Bali (1), Jawa Timur (3), NTT (1), dan Sulawesi Selatan (4).
Berganti Sayuran
Di tengah pengakuan dunia yang membaik, keberadaan kopi organik arabika Ngada yang sedang populer itu mulai terancam. Petani kopi menebang pohon kopi dan menggantinya dengan tanaman hortikultura, seperti tanaman sayur-sayuran, yang dinilai dapat dipanen berulang kali dalam satu tahun pada tahun 2018-2019. ”Kondisi ini kemudian diperparah kebijakan untuk budidaya jahe merah dan porang tahun 2020 sampai sekarang,” kata Marselina.
Petani sekaligus pengusaha kopi organik arabika Ngada, Feliks Soba, mengatakan, harga kopi saat ini Rp 75.000 per kg, hasil produksi tahun 2021. Di Ngada ada 3 pelaku usaha kopi, 5 koperasi yang membeli dan menjual kopi, serta 30 pengusaha dari luar, yakni dari Ende, Manggarai, Kupang, dan luar NTT. ”Harga Rp 75.000 per kg ini berlaku sejak 2018 sampai sekarang. Saya masih simpan 4,5 ton kopi full wash di gudang,” katanya.
Ketua kelompok tani Nola Wangu dari Desa Wawo Wae, Kecamatan Bajawa, ini mengatakan, produksi kopi tahun 2021 hanya 150–200 kg per ha, tetapi tahun 2022 ini diprediksi kembali normal seperti tahun 2020, yakni 400-600 kg per ha. Tanaman kopi milik petani hampir 100 persen berbuah. ”Buah kopi kali ini memperlihatkan hasil yang memuaskan,” kata Feliks.
Kepala Dinas Perkebunan Ngada Paskalis Wale Bai mengatakan, dalam tiga tahun terakhir terjadi penyusutan lahan kopi seluas 411 ha dari total lahan 5.780 ha. Alih fungsi lahan kopi seluas 411 ha itu, antara lain, karena penurunan produksi kopi dan beredarnya informasi tidak benar dari luar.
”Misalnya, harga tanaman porang sampai Rp 500.000 per kg hingga keuntungan ratusan juta rupiah per tahun dari hasil panen sayur dan jahe yang berulang kali dalam setahun. Ini beda dengan kopi organik arabika yang hanya satu kali panen dalam setahun, menghasilkan uang Rp 10 juta-Rp 50 juta,” kata Wale Bai.
Tahun 2021, dengan dukungan dana APBN, pemerintah memperluas 200 ha lahan kopi di lahan milik petani. Penanaman dilanjutkan tahun ini. Kebijakan ini untuk mempertahankan kopi arabika organik Ngada Flores yang sudah lebih dulu tren di tingkat nasional dan internasional
Sumber: kompas.id