Top Stories
-
Jika Bisnismu Masih Susah Naik, Fokus Hanya Satu Bidang Saja Yang Anda Benar-benar Ahli
-
Jangan Target Cuan Terlalu Tinggi. TP Tipis Tetapi Masuk Berkali-kali.
-
Pemula Tetap Trading Saham Lapis-I Saja Dulu Ya!
-
Tak Perlu Marah Saat Pendeta dan Gereja Dibahas di Media Sosial
-
Pelajarannya Jelas, Jika Minus Sudah Melebihi - 2% Harus Cut Loss.
-
Yang Membahayakan Gereja Bukan Kritik yang Keras, Tetapi Pendeta yang Tidak Lagi Bisa Dikoreksi.
-
Para Fans BUMI, Lihat Order Book Ini!
-
R. Noto Widjojo: Scalping itu Tidak Peduli Index Merah atau Hijau Sama Saja.
-
Melompatlah Dari Gereja Yang Pendetanya Sibuk Mengintai Uangmu.
Search
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 687
Seorang pria ditembak temannya karena disangka kancil
Seorang pria meninggal setelah tertembak kerabatnya ketika sedang berburu kancil di daerah Tanjung Agung, Sumatera Selatan. Sang korban ditembak karena dikira kancil oleh pelaku.
Kanit Reskrim Polsek Tanjung Agung, Sumsel, Iptu Raja Toga Pahurum mengungkapkan kronologi kejadian. Peristiwa itu pun diketahui terjadi pada Kamis dini hari sekitar jam 01.00 dini hari.
"Pelaku dan korban melihat kancil dan mereka menyebar. Pada saat pelaku lihat mata kancil, dia langsung tembak, korban langsung teriak," ujarnya saat diwawancarai tvOne, Sabtu 30 Agustus 2020.
Korban meninggal dalam perjalanan saat di evakuasi oleh pelaku dan dua orang teman lainnya. Sebab, tembakan itu mengenai bagian dada hingga leher.
"Butuh sekitar 2 jam untuk ke RS dari lokasi, korban meninggal dalam perjalanan," tambahnya.
Dia menjelaskan, sejata yang digunakan adalah senjata rakitan. Polisi pun meyakini tidak ada motif lain dari kasus ini, mengingat pelaku pun adalah keluarga korban.
"Kita kenakan UU darurat atas kepemilikan senjata api dan kelalaian yang menyebabkan kematian," tambahnya.
Sumber: viva.co.id
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 838
Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane. Foto: YouTube JPNN.com
Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menyebut, ada satu nama paling menonjol dari sejumlah jenderal polisi yang disebut-sebut berpeluang menjadi Kapolri, menggantikan Jenderal (Pol) Idham Azis.
"Informasi yang kami dapat, calon kapolri itu dari bintang dua, bukan bintang tiga," ujar Neta pada program 'Ngomongin Politik' yang tayang di Channel You Tube JPNN.com.
Neta mengakui, pemilihan kapolri sepenuhnya hak prerogatif presiden.
Meski demikian, ada kecenderungan muncul tanda-tanda khusus jelang pergantian nantinya.
"Untuk sekarang memang yang disebut-sebut itu ada delapan jenderal dan masing-masing ada mataharinya. Nah, yang terkuat sekarang ini dari kelompok Solo, karena dekat dengan presiden," katanya.
Siapa nama yang dimaksud, Neta kemudian menyebut nama Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana.
"Dari informasi yang kami dapat, nama Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana. Karena informasinya (calon kapolri) dari bintang dua. Cuma memang injury time bisa saja tiba-tiba muncul nama lain," ucapnya.
Menurut Neta, nama petinggi Polri yang berpeluang menjadi kuda hitam, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar.
"Ini mengkristal nanti, ketika Jokowi memberi sinyal, IPW akan mendapat informasi A1. Informasi terakhir yang kami dapat dari lingkungan istana, Presiden Jokowi menginginkan dari bintang dua," katanya.
Jika informasi tersebut benar, Neta memprediksi Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana bakal dilantik menempati jabatan jenderal bintang tiga.
"Dalam waktu dekat ada dua posisi bintang tiga yang akan pensiun. Yaitu, Kepala BNN dan sekretaris utama Lemhanas. Kalau misalnya yang dijagokan kapolda Metro Jaya, pasti dia akan menduduki salah satu posisi ini dalam waktu dekat," pungkas Neta.(gir/jpnn)
Sumber:jpnn.com
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 846
Gedung Kejaksaan Agung yang mengalami kebakaran, Jakarta, 22 Agustus 2020. TEMPO/Hilman Faturahman
SitindaonNews.Com | Gedung Kejaksaan Agung mengalami kebakaran pada Sabtu malam, 22 Agustus 2020. Pengacara Razman Nasution menduga kebakaran itu disengaja untuk menghilangkan dokumen dan barang bukti kasus Djoko Tjandra dan korupsi di PT Asuransi Jiwasraya.
"Saya menduga terbakarnya gedung Kejaksaan Agung RI sengaja dilakukan untuk menghilangkan dokumen dan barang bukti," kata dia lewat keterangan tertulis, Sabtu, 22 Agustus 2020.
Razman meminta Presiden Joko Widodo untuk segera memerintahkan Kepala Kepolisian RI untuk mengusut dugaan kebakaran gedung Kejaksaan Agung.
Ia tak percaya dengan pernyataan Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Hari Setiyono yang menyatakan bahwa tak ada dokumen yang terbakar.
Razman mengingatkan agar Gedung Mabes Polri dan KPK untuk dijaga karena bisa jadi sasaran berikutnya. Kendati demikian, ia tak menjelaskan dari mana asal dugaannya tersebut.
Gedung Kejaksaan Agung mengalami kebakaran pada Sabtu malam, 22 Agustus 2020. Belum diketahui penyebab kebakaran maupun kerugian akibat kebakaran tersebut. Kebakaran gedung yang berlokasi di Jalan Bulungan, Jakarta Selatan, tersebut terjadi pukul sekitar pukul 19.15 WIB.
Sumber: tempo-co.
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1122
Diskusi sesama pedagang atas situasi sepi pengunjung di Pusat Pasar Medan dan kondisi trotoar gedung pasar sebelah Selatan yang beralih fungsi jadi parkir motor.(Foto SitindaonNews)
Pedagang Pusat Pasar Medan Menjerit, Sepi Pengunjung hingga Fasum Beralih Fungsi dan Tarif Parkir Mobil Mencekik Leher Pengunjung.
SitindaonNews.Com | Pusat Pasar Medan sebagai salah satu pasar tradisional terbesar di Sumatera Utara semakin hari semakin sepi dari pengunjung.
Sepinya pengunjung ke pasar ini membuat pedagang mengeluh akibat aktivitas perdagangan atau transaksi jual beli sangat jauh berkurang.
Kondisi ini selain daya beli masyarakat yang lemah juga diakibatkan kondisi dan fasilitas pasar yang semakin buruk sehingga pengunjung menjadi malas atau takut berbelanja di pasar ini.
Penasehat dan Bendahara Persatuan Pedagang Pasar Tradisional Sumatera Utara (P3TSU) Pusat Pasar Medan, Alfarizi dan Mikhael berdiskusi dengan salah seorang pedagang tentang situasi pasar yang sepi pengunjung.
Yang juga dikeluhkan para pedagang termasuk fasilitas umum yang berubah fungsi menjadi lapak jualan pedagang kakilima serta tarif parkir mobil yang mencekik leher pengunjung.
Minimnya fasilitas publik membuat pengunjung enggan datang ke pasar ini. Pengelola pasar yaitu PD Pasar Kota Medan tidak memperhatikan kenyamanan dan keamanan pengunjung, seperti tidak adanya rest area atau tempat duduk istirahat pengunjung di area publik.
Tempat-tempat publik dipenuhi oleh pedagang kaki lima yang menjual dagangannya di tangga utama, membuat pengunjung terhalang oleh barang dagangan yang terpajang di tiap anak tangga naik ke lantai dua pasar ini, kondisi ini membuat jalan naik menjadi terhalang, tidak jarang pada kondisi ini para pengunjung menjadi korban pencopetan di area tersebut.
Fasilitas publik lainnya seperti eskalator dan lift juga tidak berfungsi, perawatan gedung juga tidak diperhatikan oleh pengelola, dinding yang kusam dan kotor, ubin lantai banyak yang sudah pecah.
Trotoar luar disekeliling gedung hancur berantakan menjadi tempat parkir motor membuat gedung terlihat semrawut.
Trotoar yang beralih fungsi menjadi parkiran motor
Tarif parkir mobil di pasar tradisional ini yang dikelola oleh pihak lain dirasa sangat memberatkan, hal ini semakin mengurangi minat pengunjung datang berbelanja ke pasar ini.
"Para pedagang selalu membayar iuran, tapi fasilitas dan perawatan gedung sangat memprihatinkan" kata Alfarizi sebagai sesepuh dan penasehat Persatuan Pedagang Pasar Tradisional Sumatera Utara (P3TSU) Unit Pusat Pasar Medan, didampingi oleh Mikhael sebagai bendahara.
Bahkan ada beberapa pedagang yang tidak dapat bertahan lagi sehingga harus menutup usahanya sebagai akibat sepinya pengunjung.
"Kami hanya akan mendukung calon pemimpin kota Medan yang akan datang yang benar-benar serius memperhatikan para pedagang tradisional kota Medan khususnya pedagang tradisional di Pusat Pasar Medan ini, sehingga roda perekonomian di kota Medan ini dapat bergeliat kembali" kata Alfarizi dan Mikhael serentak....*ZAS*
BUGARINDO - Hidup Sehat dengan Buah Segar Indonesia

- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 837
"Kejadian penganiayaan Ahad (16/8) pukul 09.30 WIB, pelaku kita tangkap sore harinya pukul 17.15 WIB," kata Kapolsek Mampang Prapatan Kompol Sujarwo di Mapolsek Mampang, Senin.
Sujarwo menjelaskan, penangkapan RK atas laporan pihak keluarga korban yakni mertuanya karena menyebabkan Hendra Supena (suami pelaku) meninggal dunia setelah ditusuk dengan pisau.
RK ditangkap kurang dari 24 jam setelah kejadian, polisi terlebih dahulu melakukan penyidikan, mendatangi TKP, memeriksa saksi-saksi, serta menemukan alat bukti berupa pisau di lokasi kejadian di Jalan Bangka VIII C, RT 013/RW 12, Kelurahan Mampang, Kota Jakarta Selatan.
Setelah peristiwa penusukan suaminya, pelaku bersembunyi di rumah ibunya, berjarak sekitar 200 meter dari tempat kejadian perkara (TKP).
"Pelaku kita tangkap, pelaku koperatif dan mengakui bahwa benar dia sudah menusuk suaminya," kata Sujarwo.
Menurut Sujarwo, berdasarkan keterangan pelaku, penusukan tersebut dilakukannya sebagai upaya membela diri karena dipukul terlebih dahulu oleh korban.
Peristiwa tersebut berawal dari cek cok mulut antara pelaku dan korban yang berstatus suami istri dari pernikahan siri.
"Pelaku mengaku awalnya dipukul oleh suaminya, pada saat itu suaminya memang sedang membawa pisau dapur," ujar Sujarwo.
Perkelahian pasangan suami istri makin memanas hingga diketahui pihak tetangga, korban sempat mengancam pelaku menggunakan pisau yang dibawanya.
Terjadi perlawanan dari pelaku saat diancam oleh korban hingga terjadi penusukan tersebut.
"Pada saat (pisau) dipegang oleh istrinya kemudian langsung didorong dan kemudian ditusuk, luka pada dada," kata Sujarwo.
Perbuatan pelaku maupun korban tidak dikategorikan sebagai kekerasan dalam rumah tangga, karena pernikahan keduanya dilakukan secara agama (siri).
Akibat perbuatannya, kini RK dijerat dengan Pasal 351 ayat (3) KUHP dengan ancaman maksimal tujuh tahun penjara.
"Ini memang delik pidananya karena pernikahan siri sehingga tidak masuk dalam kekerasan dalam rumah tangga. Nuansanya rumah tangga, walaupun ini hasil pernikahan siri," ujar Sujarwo.
Sumber: antaranews.com
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 919

17 AGUSTUS 1945
17 AGUSTUS 2020
Keluarga Besar
SITINDAON NEWS
Mengucapkan
SELAMAT HARI ULANG TAHUN KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA
KE-75
Terima kasih kepada para pahlawan dan pejuang yang telah berjasa dengan mengorbankan darah dan nyawanya untuk membebaskan RI dari penjajahan.
Semoga kiranya para pemimpin negeri saat ini dapat meneruskan perjuangan para pahlawan terdahulu membawa bangsa ini menjadi lebih maju untuk kemakmuran bagi seluruh rakyat.
Bersama kita menjaga persatuan dan kesatuan NKRI, merawat perdamaian di seluruh tanah Republik yang kita cintai ini.
#DAMAILAH NKRI
#JAYALAH NKRI
#MAKMURLAH NKRI