fbpx

0
0
0
s2sdefault

Screenshot 20200301 170209

SitindaonNews.Com | Satu keluarga di Perladangan Sitalahap Dusun Adian, Desa Peadungdung, Kecamatan Pakkat, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, diduga jadi korban pembunuhan.

Kepala Suubbag Humas Polres Humahas, Aiptu Syahril Purba, mengatakan, satu orang ditemukan meninggal dunia.

"Dua orang dengan kondisi kritis, sementara satu orang korban berusia empat tahun meninggal dunia," katanya Syahril sebagaimana dilansir Antara, Minggu (1/3/2020).

Adapun identitas korban kritis yakni, Louiker Tarihoran (42) dan Sinta Boru Lase (35). Sementara anak laki-laki yang berusia empat tahun berinisial DT meninggal dunia dengan bekas tusukan.

"Untuk korban sudah kami evakuasi. Perkembangan nanti kami beritahu," katanya.

Saat ini petugas Polsek Pakkat, kata dia, masih melakukan olah TKP.

"Petugas juga masih menyelidiki kasus ini," imbuhnya.

Sumber: suara.com

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

5e559aa154be2Kisah yang dibagikan Vebby Angelique Angkuw (39) di akun Facebooknya kemudian viral di media sosial.(Media sosial)

SitindaonNews.Com | Unggahan di Facebook viral belakangan ini, mengisahkan perbuatan baik sopir taksi online bernama Weimpy Sulendra, yang rela mengantar jenazah bayi seorang ibu, Vebby Angelique Angkuw (39) pada Senin (17/2/2020).

Kisah ini segera merebut perhatian warganet.

Vebby dan suaminya awalnya harus menunggu sekitar 1,5 jam setelah order taksi online ditolak beberapa kali oleh sang sopir. Hingga akhirnya Weimpy bersedia mengantar.

"Bayi saya selesai diurus di ruang jenazah sebelum pukul 18.30. Saat itu, saya ditanya oleh petugas jenazah, 'Bawa mobil atau tidak?'" ujar Vebby kepada Kompas.com, Selasa (25/2/2020) malam.

Bayi Muhammad Raka sebelumnya lahir prematur dan didiagnosis mengalami kelainan ritme jantung yang membuatnya mesti rutin diperiksa ke dokter.

Vebby bersama suaminya membawa bayi Raka setelah mengalami sesak napas di rumah. Saat itu, mereka menggunakan taksi online dari rumahnya di kawasan Cakung, Jakarta Timur.

Singkat cerita, selang 1,5 bulan setelah kelahirannya pada Tahun Baru 2020, bayi Raka mengembuskan napas terakhir.

Petugas jenazah kemudian memberi opsi, membawa jenazah bayi Raka menggunakan ambulans Pemprov DKI Jakarta atau ambulans swasta.

"Mereka bilang, ambulans DKI kemungkinan lama. Ambulans swasta mahal. Sementara ambulans mereka sedang tidak stand by," kata Vebby.

"Dalam posisi kalut gitu, saya berpikir, kalau yang namanya lama itu pasti di atas dua jam. Kalau mahal di atas Rp 300.000. Sementara uang pegangan saya tinggal sekitar Rp 100.000," ia menambahkan.

Pilihan paling efisien akhirnya jatuh ke moda taksi online. Namun, masalah muncul. Pesanannya ditolak dua kali oleh pengemudi taksi online.

Vebby mengaku sempat terpikir naik angkot dan bus Transjakarta untuk pulang ke rumah memboyong jenazah Raka.

"Kalau saat itu misalnya ditolak lagi untuk ketiga kalinya, saya nekat naik busway(Transjakarta). Beneran," tutur Vebby.

"Itu (RS Budi Asih) kan enggak jauh dari halte PGC. Mungkin saya jalan ke depan, naik angkot ke PGC, terus saya naik busway.Terserah saya dibilang orang gila, di buswaybawa-bawa mayat," ia menambahkan.

Vebby mengaku tak punya banyak dana saat itu untuk menyewa ambulans swasta atau menumpang taksi konvensional.

Saat pergi ke RS Budi Asih, ia hanya membawa uang Rp 300.000. Itu pun meminjam dari seorang saudara.

"Rp 200.000 untuk ongkos pergi dan pulang. Sisa Rp 100.000 untuk pegangan, kalau-kalau nanti anak saya butuh dirawat," kata Vebby.

"Karena biarpun semua biaya ditanggung BPJS, kan ada obat yang tidak ditanggung," imbuh ibu empat anak itu.

Setelah dua kali ditolak sopir, suami Vebby memilih tetap mencari taksi online lain.

Akhirnya, ketika order ketiga kali, sopir Weimpy Sulendra bersedia mengantar.

Tak hanya rela mengantar jenazah bayi Raka, Weimpy juga menolak uang tip yang disodorkan suami Vebby sebagai ucapan terima kasih.

Sebaliknya, Weimpy malah menyelipkan uang "lembaran merah" sembari bersalaman, menyebutnya sebagai "titipan untuk membeli air mawar".

Vebby kemudian bercerita soal kebaikan sang sopir ke akun Facebook pribadinya, yang kemudian viral.

Dalam kisahnya, ia melampirkan rasa syukur dan pujian bagi Weimpy yang seolah jadi pahlawannya malam itu, mengantar jenazah bayinya pulang ke rumah.

Sosok Weimpy, di mata Vebby, seakan membuktikan bahwa belum punah orang-orang baik nan tulus di Ibu Kota.

"Ini saya tulis biar semua orang tahu, berbagi itu enggak bikin kita miskin. Saya cuma bisa bilang begitu," tutur dia.

"Biar orang tahu, di Jakarta ini masih ada orang baik. Setahu saya di Jakarta yang terlalu keras, sudah punah orang baik," ucap Vebby terdengar menahan tangis.

Selain mengirimkan doa agar Weimpy diganjar rezeki atas uluran tangannya, Vebby juga berharap agar perusahaan tempat Weimpy bernaung sebagai taksi online, yakni Go-jek memberikan apresiasi khusus.

"Saya bikin postingan juga biar dia orderannya ada terus, biar dia dapat reward spesial dari Go-jek, biar Go-jek tahu," tuturnya.

Sumber: .kompas.com

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

Screenshot 20200226 160700

SitindaonNews.Com | Ikatan Guru Indonesia menilai Polri telah menghina profesi guru karena menggunduli rambut guru SMP N 1 Turi yang sudah dijadikan tersangka karena kelalaiannya terkait kasus susur sungai Sempor Kekinan polisi sudah menetapkan tiga tersangka.

Mereka kemudian meminta Kapolri Idham Azis untuk memberikan hukuman yang berat kepada pelaku oknum polisi yang telah menghina guru dengan cara memotong rambutnya hingga botak.

Jika Kapolri tidak memberikan hukuman tersebut, mereka bakal menuntut Kapolri untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Karena penghinaan terhadap profesi guru tak boleh dibiarkan begitu saja meski guru tersebut berstatus terduga melakukan kelalaian sehingga mengakibatkan hilangnya nyawa siswa SMP 1 Turi.

Peristiwa susur sungai yang telah merenggut nyawa siswa SMP 1 Turi tentu saja menjadi persoalan serius meskipun diyakini tidak ada sedikitpun unsur kesengajaan oleh pihak guru pendamping dalam menjalankan tugasnya untuk secara sengaja mencelakai siswanya apalagi hingga membunuh siswanya.

Harus diakui ada kekeliruan dan kelalaian sehingga menimbulkan korban jiwa tetapi juga diyakini bahwa tidak ada unsur kesengajaan oleh guru tersebut untuk menghilangkan nyawa anak didiknya.

“Karena itu proses itu kami serahkan sepenuhnya untuk diproses secara hukum dan kami menghargai dan sangat mengapresiasi kawan-kawan organisasi guru lainnya yang telah lebih awal menurunkan tim bantuan hukum untuk mendampingi kawan-kawan guru kita yang mendapatkan musibah,” kata Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia Muhammad Ramli Rahim kepada Terkini.id - jaringan Suara.com, Rabu (26/2/2020).

Personel SAR Gabungan mencari korban susur Sungai Sempor SMPN 1 Turi, Sabtu (22/2/2020). - (ist)
Personel SAR Gabungan mencari korban susur Sungai Sempor SMPN 1 Turi, Sabtu (22/2/2020). - (ist)

Ramli menuturkan, terlepas dari kesalahan dan kelalaian guru, sesungguhnya tidak layak polisi memperlakukan mereka dengan cara menghinakan mereka dengan memotong rambutnya hingga botak lalu memasarkannya ke publik.

“Seolah polisi jauh lebih menghargai koruptor yang membunuh kemanusiaan dibanding guru yang secara tidak sengaja lalai yang menimbulkan korban jiwa,” ungkap Ramli.

Lebih lanjut, oknum polisi yang sudah menggunduli disebut lupa kalau mereka tidak akan pernah menjadi polisi tanpa peran guru sedikitpun.

Ramli menilai para guru seharusnya diperlakukan dengan baik dengan tetap mengedepankan proses hukum dan asas praduga tak bersalah.

“Guru-guru ini juga memiliki keluarga dan kehormatan keluarga mereka juga harus dijaga karena mereka melakukan semua itu tanpa unsur kesengajaan tetapi murni karena kelalaian dan faktor alam,” kata Ramli.

Sumber: suara.com

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

1582664176585Sutikno mengungkapkan aksi pencurian uang secara misterius yang dialami sejumlah warga Kelurahan Parakannyasag, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Senin (24/2).

Kehilangan uang mungkin memang sudah menjadi hal yang biasa.

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

IMG 20200225 130138

SitindaonNews.Com | Banjir yang melanda Jakarta semakin sering dan semakin parah, wilayah yang selama ini tidak pernah mengalami banjir akhirnya kena banjir juga, seperti RSCM, RS Cikini termasuk Istana Negara.  

Banjir Jakarta yang berulang kali tahun ini membuat Jansen Sitindaon, Ketua DPP Partai Demokrat agak waswas meninggalkan anak istri jika dirinya sedang diluar kota., untuk itu Jansen Sitindaon meminta agar persoalan banjir Jakarta ini ditangani lebih serius lagi. 

Jansen menambahkan agar Pemda DKI dan Pemerintah Pusat bersinergi mengatasi banjir macet Jakarta ini, bila perlu lakukan "legal audit", mana yang jadi kewenangan Penda DKI dan mana yang jadi kewenangan Pemerintah Pusat biar tidak saling menyalahkan.

Berikut cuitan Jansen Sitindaon yang dikutip redaksi Sitindaon News dari akun twiter @jansen_jsp:

"Sbg seorang ayah dan suami yg sdg berada diluar kota, jujur saya agak waswas meninggalkan anak istri di Jakarta. Soal banjir ini memang harus ditangani "lebih" serius lagi, fokus dan prioritas mas @aniesbaswedan. Sejak tahun baru lalu sampai hari ini sudah berulang terus terjadi."

"Semaksimal mungkin kewenangan Pemda DKI di soal banjir ini tolong dikerjakan mas @aniesbaswedan. Demikian jg pak @jokowi yg dulu berkata: "masalah banjir macet Jakarta akan selesai kalau jd Presiden", tolong dibuktikan. Sinergilah kalian! Tambah parah banjir ini rakyat jd korban". https://t.co/UBjKCSegby

"Karna soal banjir ini tumpang tindih, menurut saya lakukan "legal audit", buka semua peraturan yg ada sampaikan ke publik: mana kewenangan Pemda DKI, mana yg jadi kerjaan pemerintah Pusat. Biar tdk terus saling menyalahkan dan bisa dinilai siapa yg tak maksimal kerjakan tugasnya!"

"Didepan mata sdh berkali² Jakarta lumpuh! Bahkan sampai skrg belum surut. Yg kita butuhkan solusi. Bukan caci maki saling menjatuhkan antar pendukung. Hari ini rumah kami kena, mungkin besok kalian. Tanpa solusi banjir ini akan jadi "arisan sial" yg bisa datang kerumah siapapun!"

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

FB IMG 1582604760449Rumah Sakit Cikini kena banjir juga, 25/02/20  (fb katakita)

SitindaonNews.Com | Dulu banjir 5 tahunan kita sudah marah2 kepada Ahlinya..

Sang ahli turun datang pak tukang kayu masih banjir tapi dia berbuat sesuatu, mulai ada pembersihan segala penampungan air. Hasilnya sedikit demi sedikit banjir berkurang.

Lalu si tukang kayu digantikan si mulut jamban (menurut gerombolan wiro sableng). Dia melanjutkan pekerjaan si tukang kayu dan benar2 berhasil mengurangi banjir. Tetapi begitu banyak yg memuji, ada satu daerah yg dulunya langganan banjir terkena banjir 2 hari saja langsung ada 'nabi' dari Bandung bilang mengharapkan ada pemimpin yg amanah yang gak takabur...

Si mulut kasar ini kalah akibat ayat dan mayat oleh penata kata 2017.

2018 anggaran banjir dikurangi tapi syukur curah hujan kecil jadi gak banjir besar.

2019 anggaran banjir dipotong lagi 500M. Pasukan oranye menghilang dari Jakarta (cuma ketemunya kalo kita ke kelurahan.. itu juga cuma bisa bilang: "Terusss.. terusss... yak.. stop"). Curah hujan juga rendah. Amaaaaan. Palingan cuma kasus air antri untuk masuk ke dalam bumi.

2020.... jeng jeng.....

1Jan: di tengah perayaan pergantian tahun yg menurut orang sakti mandrabokir adalah haram.. banjir melanda Jakarta. Warga Jakarta yg lama gak menyapa si banjir, harus berkenalan lagi dan mulai akrab dengan banjir... muncul video "Air masuk ke dalam bumi... bukan dialirkan ke laut karena melanggar sunatullah"

25 Jan.. menjelang tahun baru imlek. Hujan besar lagi dan yakk.. banjir lagi dong. Ngungsi yu choi kata anak2 Jakarte...

Setelah itu wan aibon buat solusi 'cerdas' yaitu TOA. Di saat bersamaan ada 2 demo, satu menuntut class action oleh emak2 Jakarta, satunya si anggota DPD betina yg ajak2 jawara betawi yg bilang mendingan banjir air daripada banjir hutang (mau ngeledek si tukang kayu)

2 Feb, banjir menyapa lagi di hari minggu. Tapi cepat surut. Lagi rame2nya soal pohon2 di Monas yg ditebang dan hilang serta banjir di terowongan kemayoran yg ogah ditangani Pemda. Video banjir di Monas menghiasi medsos kita.

8 Feb, akhir pekan dini hari banjir kangen ama kita. Untung cepet surut sehingga sorenya sudah sebagian besar jalan bisa dilalui (walau masih ada yg tetap cukup dalam untuk dilintasi). Oh iya.. ini malem yg seharusnya kita makan lontong capgome... jadi batal deh makan lontong.

23 Feb banjir kembali hadir. YEAAAAAAYYYY! Mungkin karena di flyer2 kita suka sebut: "HADIRILAH.. DAN BANJIRILAH ACARA KKR INI... ". Sebagian rumah ibadat terpaksa membatalkan ibadah hari itu karena akses ke tempat mereka tertutup air. Saat yg sama lagi rame sama ucapan dungu si anggota kpai yg bilang kolam renang adalah media yg bisa membuat perempuan hamil. Kontan aja rame2 bilang... pak glue.. gadis Jekardah awas pada hamil pak. Udah 5 kali loh. Di Tipi masih aja ada puja puji kepada dewa mabok ini yg bilang: "Bersyukur aja deh warga Jakarta. Banjirnya di hari libur.."

25 Feb.. hari ini... tonight. Film Noah 6 diputar di bioskop2 kesayangan anda. NOH.. BANJIRNYA DI HARI KERJA. MAU NGOMONG APA LAGI PAK GEBLEK?

.... apakah masih ada susulan untuk melengkapi penderitaan rakyat Jakarta yg ketujuh kali?? Pak Jokowi.. apa bapak tega rakyat Jakarta ditempa sedemikian keras oleh penata kata? Kasian pak... jangan sampe banjir 13 kali pak... nanti Hakarta roboh kayak tembok Yerikho. Mungkin bapak bisa bantu menurunkan pemimpin yg kagak bisa kerja dan cuma poto2 dan maen tiktok doang??

Kalo presiden kagak tembus... oh Tuhan... tolonglah kami. "Mungkin ayat dan mayat telah dipakai untuk menaikkan beliau. Tolong jadikan dia mayat supaya kami bisa bacakan ayatnya", begitulah ada meme yg sempat beredar di medsos.

Saya sih setuju meme itu. Bagaimana dengan anda???

Henoch Wirawan

Copas: https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2880970198661885&id=100002467989737

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

1582588971734Antara/Wahyu Putro A  |  Banjir di Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta, Kamis (2/1/2020). Kawasan permukiman di Pasar Baru kembali terendam banjir pada Selasa (25/2) dini hari.

SitindaonNews.Com | Hujan yang mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya sejak Senin (24/2) dini hari hingga Selasa pagi menimbulkan genangan yang merendam permukiman warga di Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat. Pantauan Antara di Gang Kelinci II, Petak Arab, Pasar Baru, air sudah menggenangi permukiman warga setinggi 40 sentimeter (cm), padahal lokasi ini posisinya lebih tinggi dari permukiman warga di Gang Kelinci III.

Air naik dari pukul 03.40 WIB dari 20 cm perlahan bertambah naik menjadi 40 cm pada pukul 05.30 WIB. Pada 1 Januari 2020, kawasan permukiman warga di Gang Kelinci II dan III juga terendam banjir.

Begitu juga pada 24 Januari 2020, air setinggi 30 cm menggenang permukiman warga di Gang Kelinci III. Ketika itu, intensitas hujan tinggi mengguyur Jakarta dan sekitarnya.

Penyebab genangan diperkirakan, selain karena curah hujan yang turun sejak Senin malam hingga Selasa pagi, juga akibat luapan Sungai Ciliwung yang mengalir di sekeliling Pasar Baru. Luapan Sungai Ciliwung juga dikarenakan tinggi muka air yang terpantau di Pintu Air Manggarai mencapai level 945 cm atau siaga dua banjir dengan kondisi cuaca masih hujan.

Sejumlah warga di Gang Kelinci telah mengemasi barang elektronik dan barang rumah tangga lainnya supaya terhindar dari genangan.

"Duh saya sudah tidak bisa tidur dari jam 03.30 WIB, pikiran saya air bakal naik, ternyata benar naik," kata Mega, pemilik rumah di Gang Kelinci II.

Mega menyebutkan, hujan yang turun pada Ahad 23/2) juga sempat menggenangi rumahnya setinggi mata kaki (10 cm), namun tidak berlangsung lama. Air langsung surut dalam satu jam.

Mega telah memasang karung berisi pasir di depan pintu rumah dan pagar masuk rumahnya untuk menghalangi air masuk, namun upayanya sia-sia. Hingga berita ini diturunkan, hujan masih mengguyur Jakarta Pusat dengan intensitas ringan, sesekali hujan angin sempat menerjang kawasan ini.

Sumber: .republika.co.id

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault
Screenshot 20200225 071319
Sore awalnya berjalan biasa bagi Sudarwanto, warga Dusun Kembangarum, Desa Donokerto, Kecamatan Turi. Petani 37 tahun yang dipanggil Kodir oleh tetangganya ini bersiap memancing. Hampir setiap hari, dia memancing di Kali Sempor yang melintasi Dukuh, dusun di timur Kembangarum.
“Sudah menjadi kebiasaan, apalagi sehabis turun hujan deras di sini [Turi] atau di atas sana [Merapi] ikan-ikan akan banyak,” kata dia, Minggu (23/2/2020).
Kodir sudah turun ke kali sore itu. Namun, belum sempat ditaruhnya alat pancing, dia mendengar terdengar suara minta tolong. Puluhan murid SMPN 1 Turi yang mengikuti susur sungai di Kali Sempor terjebak arus yang deras.
“Saya langsung lari ke bawah, ternyata ada sekumpulan anak-anak dengan seragam Pramuka yang minta tolong, ada juga yang menangis, saya langsung terjun ke sungai,” kata Kodir.
Dia menjadi satu-satunya orang yang menyelamatkan puluhan siswa yang terjebaj arus deras tersebut.
“Saya mengambil tangga agar mereka bisa naik ke sisi sungai. Tangga juga saya pakai untuk menyeberangi Kali Sempor. Saat itu siswa yang hanyut kebanyakan wanita.”
Di hari nahas itu, kedalaman Kali Sempor yang biasanya hanya setengah meter menjadi sekitar dua meter.
“Anak-anak banyak yang nangis, saya sih maunya nolong semuanya, tapi apa boleh buat, saya hanya berusaha semaksimal mungkin, saya saja hampir tenggelam,” kata dia.
Kodir tak menghitung berapa jumlah siswa yang ia selamatkan di Kali Sempor. Yang dia ingat adalah suara tangisan dan wajah ketakutan. “Saya sedih kalau mengingat kejadian itu.”
Kodir menjadi viral di medsos setelah akun Facebook Antox King mengunggah penyelamatan siswa SMPN 1 Turi yang hanyut di Kali Sempor di Grup Facebook Mancing Mania Jogjakarta (MMJ)pada Sabtu (22/2/2020) pukul 17.53 WIB. Akun Antox King dimiliki oleh Sudianto, 43, tetangga Kodir di Kembangarum.
“Saya bagikan ke grup Facebook Mancing Mania Jogjakarta agar para pemancing lainnya terinsipirasi, sampai saat ini sudah ada 8.000 komen dan like, kebetulan saya dan Mas Kodir hobi mancing. Semoga kebaikan Mas Kodir menular kepada pemancing lainnya,” kata Sudianto.
0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

IMG 20200224 123717

Pada akhirnya kebenaran akan mencari jalannya sendiri...

Suara hati pilu Ibu Jesika itu terbayarkan lunas. Orang keji itu akhirnya dipermalukan.

Anggota KPAI Siti Hikmawaty menerima karmanya atas fitnah keji yang dulu dilakukannya pada saya...

https://www.google.com/amp/s/m.antaranews.com/amp/berita/665532/kpai-ingatkan-jangan-terprovokasi-dugaan-malpraktik-anak-jessica

*****

Saya adalah ibu Jesika yg dimaksud Birgaldo Sinaga yg dua tahun lalu dengan sebuah pernyataan dr ibu sitti hikmawaty KPAI menghancurkan hati dan harapan saya utk mendapat keadilan...
dimana hatimu ibu...😭😭😭😭😭😭😭😭

1.Ibu menyatakan adam malik telah melakukan tugasnya sesuai prosedur padahal ibu tau mereka mengambil darah dr selangkangan anak saya tanpa minta izin dr saya org tuanya.

2. Ibu menyatakan anak sya dtg dlm kondisi parah berdasar rekam medis padahal ibu tau rekam medis sudah diragukan dan kami telah nyatakan kepada pihak kepolisian dgn bukti yg kami punya.

3. Ibu menyatakan anak saya menderita GBS sedangkan dokter Yazid saja yg menangani anak saya masih ragu menyatakan dia GBS maka saya disuruh ke adam malik utk cek lab.

4. Ibu menyatakan di media kami telah mediasi padahal itu bukan mediasi. Ibu bilang keterangan dokter yg menangani berbeda dgn keterangan kami maka ibu ingin menjumpakan kesaksian kami secara bersamaan.

Namun pada pertemuan itu ibu tidak membawa dokter dokter yg menangani anak saya. Ibu malah membawa pihak adam malik yg keberadaannya tidak ada pas saat kejadian.

Kalian ambil foto pertemuan itu seolah olah pertemuan itu bicara mediasi..lalu kalian umumkan telah ada mediasi.. Dan setelah berita itu terbit kami baru sadar kalau kami sudah terjebak😭😭😭...

5. Ibu menyatakan bahwa ada pihak ketiga yg mengambil keuntungan utk menekan rumah sakitseolah olah rumah sakit adalah korban.

Tahukah kamu ibu, sebenarnya kamulah pihak ketiga itu yg mengambil keuntungan dr saya dan membodohi saya sehingga saya terjebak dlm pertemuan itu.

Buktinya setelah pertemuan itu ibu tak sekalipun memberikan kelanjutan atas kasus ini. Saya korbannya ibu bukan rumah sakit😭😭.

Supaya ibu ketahui Tulang birgaldo adalah pihak ketiga yg mendengarkan jerit tangis kami utk mencari keadilan.

Dia dtg menghapus air mata kami dan berikan kami semangat utk mencari keadilan. Dua minggu tulang birgaldo disini mendampingi kami mencari keadilan dan kami tau pasti byk biaya yg sudah dikeluarkan.

Saat dia kembali ke jakarta niat hati kami ingin menggantikan biaya biayanya selama di medan tp dgn tulus ikhlas tulang birgaldo menolak amplop berisi uang yg kami berikan kepadanya.

Sampai sekrg saya bertanya tanya??

Apakah org sebaik ini yg ibu maksud pihak ketiga??? Apakah org sebaik ini yg ibu maksud mengambil keuntungan???

Lalu bagaimana dengan ibu sendiri????

Benar apa katamu tulang birgaldo, kebenaran akan mencari jalannya sendiri.

Orang orang yg curang dan tidak tulus di jalan yang benar akan dipermalukan dikemudian hari. Dua tahun yg lalu pernyataanya di media membuat hatiku hancur😭😭😭.

Mudah sekali ibu membuat pernyataan tanpa memikirkan apa yg terjadi akibat pernyataan pernyataan yg ibu buat itu 😡😡😡

Ibu Jesika Sianipar

Sumber: https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2479003918979072&id=1820404924838978

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

41697b24 3a2c 4f93 99c9 54ec65c15523 169(Foto: Istimewa)

SitindaonNews.Com | MS (23) mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) nyaris jadi korban pemerkosaan sopir angkutan kota (angkot). Beruntung mobil angkot yang dikemudikan pelaku Syarif Hidayat (22) itu terperosok ke jurang.

Insiden itu terjadi pada Jumat (21/2) malam pukul 23.58 WIB di Jalan Proyek Cipining, Desa Pajagan, Kecamatan Cisitu, Kabupaten Sumedang. Saat itu, MS menggunakan angkot jurusan Wado-Sumedang untuk pulang kampung ke Cirebon.

"Korban saat itu baru turun dari mobil Elf dan meminta kepada pelaku untuk mengantar ke bundaran Alam Sari Sumedang," ucap Kasubbag Humas Polres Sumedang AKP Dedi Juhana kepada detikcom, Sabtu (22/2/2020).

Pelaku menyanggupi untuk mengantar korban sesuai tujuan. Korban pun akhirnya naik ke mobil angkot berpelat nomor Z 1902 AV itu.

Namun di tengah perjalanan, pelaku justru menggunakan arah yang berbeda seperti biasanya.

"Di perjalanan pelaku membelokkan arah sehingga menuju ke jalan Cipining, Kecamatan Cisitu, lalu pelaku memberhentikan kendaraannya dan berusaha memperkosa korban dengan cara mengancam akan membunuhnya," ujar Dedi.

Beberapa kali upaya pelaku memperkosa korban gagal. Upaya pertama gagal saat ada lampu menyorot ke arah angkot itu. Alhasil, pelaku batal memperkosa korban dan melanjutkan perjalanannya.

"Kendaraan yang dikemudikan berlari dengan cepat,akhirnya angkot yang dikemudikan tersangka terporosok ke dalam jurang," ujarnya.

Pelaku berupaya kabur saat mobil masuk ke jurang. Namun dia justru diamankan warga yang kemudian menyerahkan ke Polsek Cisitu.

Akibat insiden ini, korban mengalami luka dan dilarikan ke puskesmas.

"Usai ditangani di Puskesmas-puskesmas Cisitu, untuk perawatan lebih lanjut korban harus dirujuk ke RSUD Sumedang," tutup Dedi

 

Sumber: detik.com

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

1582254615Sebanyak tiga orang pekerja tewas setelah menara telekomunikasi roboh di Dusin IiI, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut), Kamis (20/2/2020). ( Foto: Ist )

SitindaonNews.Com | Sebanyak tiga orang pekerja tewas setelah menara telekomunikasi roboh di Dusun III, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut), Kamis (20/2/2020).

"Sebelum roboh, ketiganya sedang berada di atas menara. Mereka terjatuh dari atas ketinggian sekitar 42 meter," ujar Kepala Dusun III Desa Mekar Jaya, Poniman, Jumat (21/2/2020) pagi.

Poniman menyebutkan, identitas korban tewas adalah M Agus (25), warga Desa Paya Kerupuk, Kecamatan Tanjung Pura. Kemudian Linggom (25) dan Vijai (26), keduanya warga Desa Air Hitam, Kecamatan Tanjung Pura.

"Menara roboh karena pondasi tiang di bagian bawahnya diduga pecah karena tidak kuat menahan beban menara yang begitu tinggi. Korban yang tewas adalah pekerja pembuatan menara tersebut," katanya.

Peristiwa pekerja jatuh dari atas menara mengegerkan masyarakat sekitar. Warga langsung memberikan pertolongan dengan melarikan ketiga korban ke Rumah Sakit Bidadari di Langkat. Namun, ketiga pekerja itu akhirnya meninggal dunia.

Sumber: beritasatu.com

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

d031a4d8 172e 43d5 84d3 601f9f73de69 169

SitindaonNews.Com | Sekelompok ojek online terlibat keributan dengan debt collectordi Jl Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur. Polisi menyebut keributan tersebut dipicu masalah penarikan motor oleh debt collector terhadap salah seorang driver ojol.

"Dia ngaku ada dapat kuasa diberi kewenangan untuk narik motor," kata Kapolres Jaktim Kombes Arie Ardiyan saat dihubungi detikcom, Selasa (18/2/2020).

Arie menjelaskan, keributan itu terjadi sekitar pukul 17.30 WIB sore tadi di Jl Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur. Dua orang debt collector akan menarik motor milik seorang ojek online.

"Ketika penarikan terjadi, sedikit perselisihan, tapi tidak ada pemukulan di sana," katanya.

Driver ojek online ini merasa tidak terima motornya ditarik debt collector. Kejadian ini kemudian membuat teman-teman driver ojek onlineberkumpul di lokasi kejadian.

"Mereka, karena temennya diambil motornya tidak terima, karena merasa itu di luar prosedur sehingga ikut kumpul di situ," jelasnya.

Arie menyebut massa driver ojek onlinesempat mengerumuni debt collectortersebut. 

"Karena ini ojek online, sehingga ojek online yang lain ikut kumpul di sini kerubuti dua orang debt collector," tuturnya.

Polisi kemudian datang ke lokasi untuk menenangkan massa. Saat ini situasi di lokasi sudah aman dan terkendali

Sumber: detik.com

0
0
0
s2sdefault

Login Form