Top Stories
-
Broker Summary itu Wajib Sebagai Referensi Kapan Waktu yang Tepat untuk Entry
-
Jangan Sampai Miskin di hari Tuamu.
-
Kemana Setelah Lulus Kuliah?
-
Yang Belum Punya Barang Amati IHSG Fulu Sebelum Entry.
-
Jangan Sia-siakan Sukses Karir Anda
-
Hidup Hanya Sekali! Jangan Menghabiskan Waktumu Untuk Menunggu Kesempatan yang Paling Sempurna.
-
Jangan Pernah Menyerah!
-
Bagimana Cara Anda akan Memulai Berbisnis untuk Menjadi Milyarder?
-
Tetap Berhati-hati Walau IHSG Dua Hari Hijau
Search
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 713
Sosok AKBP Achiruddin Hasibuan yang dipecat dari Polri. (Istimewa/ Instagram @achiruddinhasibuan)
Kapolda Sumut Irjen Panca Putra Simanjuntak mengumumkan hasil sidang kode etik AKBP Achiruddin. Panca menyebut mantan Kabag Bin Ops Ditnarkoba itu dijatuhi sanksi PTDH (pemberhentian tidak dengan hormat) dari Polri.{jcomments off}
"Berdasarkan pertimbangan, komisi sidang sudah memutuskan perilaku melanggar kode etik profesi Polri. Sehingga majelis komisi etik memutuskan untuk dilakukan PTDH," ujar Panca, dilansir detikSumut, Selasa (2/5/2023).
Sidang kode etik ini digelar sejak pukul 10.00 WIB tadi. AKBP Achiruddin terlihat memasuki ruang sidang di Bidang Propam Polda Sulut dengan seragam lengkap, ditambah topi serta masker.
Saat digiring dari Direktorat Tahti menuju Bid Propam Polda Sumut untuk menjalani sidang kode etik lanjutan sekitar pukul 14.30 WIB, AKBP Achiruddin sempat menyampaikan harapan agar dirinya mendapat keadilan.
"Semoga keadilan berjalan, makasih ya," ujarnya sambil berjalan menuju Bid Propam.
Setelah itu, dia juga menyampaikan agar kasus tersebut cukup hanya dirasakan sendiri. "Cukup kurasakan sendiri," ungkap dia.
Sumber: detik.com
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 787

Peristiwa pemerkosaan massal yang terjadi pada Mei 1998 bukan mitos. Sampai saat ini para korban tidak pernah mendapatkan keadilan.
Kerusuhan Mei yang terjadi 13 Mei hingga 15 Mei 1998 di Jakarta menciptakan suasana kacau. Salah satu yang terjadi selain pengrusakan, penjarahan adalah pemerkosaan massal yang menimpa perempuan etnis Tionghoa.
Selama tiga hari kerusuhan, pengaduan kasus pemerkosaan yang masuk Tim Relawan untuk Kemanusiaan (TRK) mencapai ratusan orang. Atasnya banyak aduan yang masuk, tim ini kemudian membentuk Tim Relawan untuk Kemanusiaan Perempuan (TRKP). Sebanyak 152 laporan Kasus dari 12 Mei-2 Juni 2022 berhasil dihimpun.
TRK adalah kelompok relawan yang dibentuk pasca peristiwa penyerbuan kantor PDI di Jalan Diponegoro pada 27 Juli 1996 yang dikenal dengan peristiwa "Kudatuli", akronim dari kerusuhan dua puluh tujuh Juli.
TRK dibentuk oleh aktivis Sandyawan Sumardi atau Romo Sandy yang berisi pada aktivis dari Institut Sosial Jakarta, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), dan wartawan.
Dalam buku karangan berjudul Konflik dan Perdamaian Etnis di Indonesia (2018) terbitan PT Pustaka Alvabet yang ditulis Samsu Rizal Panggabean, TRK saat itu terjun ke lapangan untuk mengusut peristiwa tersebut lebih lanjut.
Salah satu tim relawan TRK adalah yang sangat sibuk ketika itu adalah Ita Fatia Nadia. Dari buku tersebut, tergambarkan bagaimana ia kalang kabut menerima laporan terjadinya perkosaan. Ia diminta oleh Romo Sandy menuju Jakarta utara karena ada peristiwa serupa di sana. Tidak berselang lama, Romo Sandy kembali menelepon Fatia untuk wilayah Glodok Jakarta barat.

Fatia kemudian mendapatkan panggilan bahwa di depan Trisakti terjadi penyerangan terhadap perempuan oleh sejumlah orang dengan menggunakan mobil. Selanjutnya ia pergi ke Grogol dan temannya pergi ke Jakarta utara.
Setibanya di di Grogol, Fatia mendapat telepon bahwa terjadi lagi kasus perkosaan di Jembatan Lima, Jembatan Dua, Jembatan Tiga, dan Pluit. Di Bandara Soekarno-Hatta, ia melihat banyak korban perkosaan dalam keadaan panik dan stres. Mereka akan berangkat ke luar negeri karena takut dan untuk berobat. Beberapa diantaranya menggunakan kursi roda.
Jumlah laporan perkosaan yang dihimpun mencapai 152 kasus, sebanyak 20 diantaranya meninggal. Rinciannya pemerkosaan 103 orang, pemerkosaan dan penganiayaan 26 orang, perkosaan dan pembakaran 9 orang, dan pelecehan seksual 14 orang.
Pemerintah kemudian membuat Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) yang dibentuk pemerintah Indonesia telah mengkonfirmasi laporan dengan hasil berbeda. Hasilnya tim menemukan 85 orang korban kekerasan seksual, 52 orang di antaranya korban pemerkosaan.
Verifikasi kasus perkosaan yang dilakukan TGPF bersumber dari fakta dari korban dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sebanyak 15 orang dan fakta dari keluarga, saksi, psikolog, serta pendamping sebanyak 37 orang.
Fatia sendiri tidak mempersoalkan perbedaan catatan jumlah korban tersebut karena situasi saat itu sedang kacau.
Komnas Perempuan juga memperkirakan jumlah korban pemerkosaan Mei 1998 lebih dari laporan TGPF. Alasannya trauma perempuan korban dan keluarga membuat mereka bungkam sehingga tidak semua pemerkosaan didokumentasikan tim ini.
Menurut Fatia, aksi perkosaan ini menjadi modus untuk meneror masyarakat di dalam perubahan politik dengan menggunakan tubuh perempuan. Korban pertama dalam perkosaan massal 1998 adalah seorang perempuan keturunan Tionghoa.
"Negara punya kewajiban untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat Indonesia, khususnya kepada korban. Penjelasan ini yang menjadi tanggung jawab negara untuk menciptakan rasa adil dan mencegah peristiwa terulang kembali," kata Fatia dalam konferensi pers virtual Senin (17/5) lalu.
Tuntutan Penuntasan
Nyatanya tak semua tindak perkosaan saat itu bisa didokumentasikan TGPF, sehingga angka sesungguhnya kemungkinan lebih banyak dari yang dilaporkan. Tim Relawan untuk Kekerasan Terhadap Perempuan, Ita Fatia Nadia, bahkan telah mengundurkan diri dari sejak permulaan.
"Saya didesak sekali untuk bisa membawa saksi korban, kalau tidak ada saksi korban itu tidak ada perkosaan. Sementara menurut saya, para korban perkosaan ini mereka adalah perempuan Tionghoa," kata dia.
Dalam tradisi Tionghoa, kata Fatia jika seseorang sudah diperkosa, hal tersebut menjadi aib yang besar untuk keluarga dan komunitas. Oleh sebab itu, dua korban perkosaan keturunan Tionghoa di Jembatan Tiga dan Jembatan Dua, memutuskan untuk mengakhiri hidupnya sendiri.
Menghadirkan saksi korban pemerkosaan yang merupakan perempuan Tionghoa ini menurut Ita adalah salah. Korban pemerkosaan tidak seharusnya dipamerkan ke publik. "Tetapi bagaimana kita melindungi korban, bagaimana kita menjaga korban dan di situ banyak kita harus percaya pada pendamping korban bahwa memang terjadi perkosaan," ujar dia.
Salah satu korban juga yang banyak diketahui adalah Ita Martadinata. Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) sudah mengetahui, karena Ita Martadinata satu-satunya korban yang bersedia untuk bersaksi.
Anehnya beberapa hari sebelum Ita Martadinata hendak menyampaikan kesaksiannya, ia meninggal. Sampai sekarang penyebab kematian Ita Martadinata sendiri masih misterius.
Atas kematian Ita, semakin menguatkan dugaan perkosaan dilakukan secara sistematis. Fatia mengatakan, tidak mungkin perkosaan hanya dilakukan dalam waktu 3 menit atau 5 menit, terlalu lama. Diduga modus yang dilakukan oleh para pelaku adalah mereka datang, merusak, menjarah, dan memperkosa.
Komnas Perempuan dalam siaran pers 13 Mei 2022, juga memperkirakan jumlah korban pemerkosaan Mei 1998 lebih dari laporan TGPF. Alasannya trauma korban perempuan dan keluarga membuat mereka bungkam sehingga tidak semua pemerkosaan didokumentasikan TGPF. Komnas Perempuan juga menyoroti pemenuhan hak perempuan korban yang belum terpenuhi setelah 24 tahun.
Komnas Perempuan menyatakan, para korban pelanggaran HAM kini mulai menua dan sebagian lagi telah meninggal. Mereka adalah orang-orang yang tidak pernah mendapatkan keadilan menurut Komnas Perempuan.
"Negara masih bergeming terhadap tuntutan penuntasan pelanggaran HAM berat masa lalu sementara para korban menua dalam penantian keadilan," tulis Komnas Perempuan melalui rilis 13 Mei 2022.
Komnas Perempuan mendorong pemerintah untuk memberi perhatian khusus terhadap mereka. Terutama dalam memberikan layanan kesehatan fisik, psikis, dan bantuan ekonomi yang amat dibutuhkan dalam menjalani masa tua.
Bagi Fatia tragedi pemerkosaan pada Mei 1998 yang selalu disangkal jangan sampai terlupakan. "Merawat ingatan adalah membawa kita memanggil kembali memori-memori dari para korban peristiwa Mei 98 untuk diingat terus-menerus," ujar dia.
"Bangsa ini masih berutang kepada sejumlah perempuan yang diperkosa pada Mei 98 hanya karena untuk saya katakan tumbal dari pergantian kekuasaan di negeri ini," imbuh dia.
Fatia pun menegaskan, negara dan juga masyarakat luas masih memiliki tanggung jawab untuk tetap merawat ingatan tragedi Mei 98. Melawan tindakan pemerkosaan harus jadi gerakan sosial agar hal tersebut tidak terulang di masa depan.
Sumber: FB KataKita
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 561

Taukah anda???
*ISTRI ADALAH SEGALANYA...?*
Orang selalu berkata:
ADA...
" ... Bekas Istri "
" ... Mantan Istri
" ... Bekas Suami "
TIDAK ADA
" Bekas Anak "
" Bekas Orang Tua"...
Tapi waktu kemarin aku ikut RAKOR di Surabaya, seorang Vice President (VP) melakukan Riset kecil kpd para pegawai yang sudah berkeluarga pada saat Rapat di Aula kantor...
Dia lalu meminta 1 pegawai untuk maju ke depan white board
VP :
" Tolong tulis 10 nama orang yg paling dekat denganmu "
Lalu pegawai itu menulis 10 nama ; ada nama tetangga, orangtua, teman kerja, istri, anak, saudara, dst...
VP :
" Sekarang silakan pilih 7 orang di antara 10 nama tsb yg kamu benar² ingin hidup terus bersamanya "
Pegawai itu lalu mencoret 3 nama.
VP:
" Silakan coret 2 nama lagi "
Tinggalah 5 nama tersisa.
VP :"
" Coret lagi 2 nama "
Tersisalah 3 nama yaitu nama :
" ibu "
" Istri " dan
" anak "
Suasana aula jadi hening....
Mereka mengira semuanya sudah selesai dan tak ada lagi yang harus dipilih...
Tiba².....sang VP berkata :
" Silakan coret 1 nama lagi..! "
Pegawai itu tertegun untuk sementara waktu,...lalu dengan perlahan ia mengambil pilihan yg amat sulit...dan mencoret nama
" *IBU* " nya..!!!
...suasana semakin hening...
VP berkata lagi : "Silakan coret 1 nama lagi !"
Hati sang pegawai makin bingung...
Suasana aula makin tegang...
Mereka semua juga berpikir keras mencari pilihan yg terbaik...
Pegawai itu kemudian mengangkat spidolnya dan dengan sangat lambat ia mencoret nama:
" *ANAK* " nya..!!!
Bersamaan dengan itulah sang pegawai tidak kuat lagi membendung air matanya, dan..., Ia pun " Menangis "
Awan kesedihan meliputi seluruh sudut ruang aula...
Setelah suasana lebih tenang,...akhirnya sang VP bertanya...
" Kenapa kamu tidak memilih orang tua " yg membesarkanmu..?!?
tidak juga memilih
" anak " yang adalah darah dagingmu..?!?
kenapa kamu memilih
" *ISTRI* "...?!?...
Toh istri bisa dicari lagi khan..?!?..
Semua orang didalam aula terpana menunggu jawaban dari mulut pegawai itu...
Lalu pegawai itu berkata lirih :
" *ISTRI saya ikut Rapat disini Pak* ."
HA...HA...HA... Serius amat membacanya..
Sumber: Akun FB Peter F. Gontha https://m.facebook.com/story
⯑⯑⯑⯑⯑...
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 696

Banyak pemuka agama Kristen abad-abad awal memilih tetap hidup di Timur Tengah. Tradisi monastik dan asketisme (pengingkaran kesenangan fisik untuk mendekat kepada Tuhan) dalam Kristen, justeru berkembang pertama kali di Timur Tengah. Setidaknya mereka memiliki kesamaan pandangan dengan kelompok Sufisme dalam Islam, yang mulai berkembang pesat pada awal abad ke-9.
Umat Kristen keturunan Arab di Timur Tengah saat ini terbagi dalam dominasi Koptik, Maronit, Ortodoks Rusia, Ortodoks Yunani, Katolik Roma, Ortodoks Armenia, Katolik Armenia, Assyria, dan Protestan. Mereka memiliki bahasa liturgis, ritual, adat istiadat dan pemimpin yang berbeda sesuai dengan arah keimanan mereka.
Gereja Koptik, bentuk kekristenan yang dominan di Mesir, muncul dari perpecahan doktrinal Gereja pada Konsili Khalsedon pada tahun 451. Pemerintah Mesir mendukung hak-hak orang Koptik untuk menyembah dan memelihara budaya mereka.
Sedangkan Gereja Maronit dimulai pada abad ke-5 oleh pengikut seorang imam Kristiani di Suriah bernama Maroun. Patriarkal Maronit yang berbasis di Libanon, membimbing para pengikutnya dalam ajaran Maroun dan para pendeta suci lainnya. Maronit masih merupakan salah satu komunitas Kristen dengan pengaruh politik paling kuat di salah satu negara Arab saat ini, yakni Lebanon.
Pada awal abad ke-20 jumlah umat Kristen sebanyak 20% dari total populasi di Timur Tengah dan Afrika Utara. Tapi belakangan proporsinya turun menjadi kurang dari 5%. Penurunan ini terjadi karena adanya diskriminasi rutin dalam pendidikan, politik, profesi, kehidupan sosial, hingga genosidal secara tidak langsung yang menyebabkan eksodus signifikan dari wilayah ini.
Dalam beberapa tahun terakhir telah terjadi beberapa aksi kekerasan terhadap umat Kristen yang dilakukan oleh kalangan fundamentalis radikal di Mesir dan Suriah. Konflik Arab-Israel juga menyebabkan mayoritas orang Kristen Palestina meninggalkan tanah air mereka. Populasi umat Kristen di Palestina saat ini telah menurun dari 15% menjadi 2%.
Pada abad ke-7, Nabi Muhammad sebagai pemimpin di Madinah sangat menghargai perbedaan keyakinan. Nabi menyebut "Ahli Kitab" bagi umat Kristen dan Yahudi. Mereka diperlakukan sebagai minoritas di bawah perlindungan Islam (Dhimmi). Sebagai agama yang telah lebih dulu ada, intimasi sosial antara umat Yahudi, Kristen dan Islam telah terjalin secara kultural selama berabad-abad. Bahkan disebut, Nabi Muhammad menikahi seorang Kristen, Maria al-Qibthiyah, dan seorang Yahudi, Shofia binti Huyay.
Sumber: twitter.com/islah_bahrawi/status
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 652
Screenshot wanita didalam lift bandara sebelum ditemukan tewas membusuk
Jasad seorang perempuan ditemukan di bawah lift Bandara Kualanamu, Sumatera Utara, Kamis (27/4/2024), dan diduga sudah membusuk selama empat hari. Polisi sudah mengantongi identitas korban dan saat ini masih menyelidiki terkait penyebab kematiannya.
Mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh petugas Bandara Kualanamu yang mencium bau busuk di sekitar lift. Saat dicek sekitar pukul 16.00 WIB, ditemukan jasad perempuan yang sudah membusuk terkapar di bawah lantai dasar lift.
Kapolresta Deliserdang Kombes Pol Irsan Sinuhaji membenarkan penemuan mayat tersebut. Ia mengatakan berdasarkan rekaman CCTV, korban yang berinisial ASDH awalnya terlihat panik di dalam lift dan memaksa membuka pintu di depannya hingga salah melangkah dan terjatuh.
"Liftnya ada dua pintu, pada saat dia sampai ke lantai yang dia tuju, dia berdiri di pintu, ternyata yang buka di belakang. Dia panik, kemudian dia paksa buka, dia lalu melangkah terjatuh ke bawah," ucap Irsan, Kamis (27/4/2023).
"Namun, apakah kematiannya karena terjatuh atau apa, ataukah karena ada benda-benda lain seperti tiang dan lain sebagainya di bawah, itu nanti tunggu hasil pemeriksaan forensik," lanjutnya.
Korban yang tinggal di Sunggal, Medan, itu awalnya datang ke Bandara Kualanamu pada hari Senin (24/4/2023) untuk mengantarkan keluarganya yang hendak pergi ke luar negeri
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 507
Ilustrasi borgol (Foto: agung pambudhy)
Cianjur - Polisi menangkap dua pembunuh Ria Puspita (18) di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Keduanya ditangkap beberapa jam usai penemuan jenazah korban di Sungai Ciparay, Desa Sukakarya, Kecamatan Sukanagara, Kabupaten Cianjur.
Kapolres Cianjur AKBP Aszhari Kurniawan mengatakan usai mendapatkan informasi adanya penemuan jenazah yang diduga korban pembunuhan, anggota Polres langsung melakukan penyelidikan.
Dari hasil penyelidikan dan keterangan saksi-saksi, didapati identitas dan keberadaan pelaku. "Anggota Polsek dan Polres langsung bergerak mengamankan pelaku yang berjumlah dua orang," kata dia, Senin (24/4/2023).
Kedua pelaku yang berinisial Ag dan D diamankan di rumahnya masing-masing. "Pelakunya diamankan sekitar 4 jam setelah penemuan jenazah," kata dia.
Kapolsek Sukanagara AKP Tio menuturkan kedua pelaku saat ini sudah diamankan di rumah tahanan Polsek Sukanagara. Diketahui otak pembunuhan kepada siswi SMK teresebut yaitu Ag yang merupakan mantan kekasih korban.
"Pelaku utama yakni Ag punya hubungan asmara dengan korban. Sedangkan D diduga terlibat dan ada di lokasi saat kejadian pembunuhan korban," ungkapnya.
Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, mulai dari tali tambang, senapan angin, hingga kendaraan yang digunakan pelaku saat membunuh korban.
Diberitakan sebelumnya, seorang gadis muda bernama Ria Puspita (18) ditemukan tewas Sungai Ciparay Desa Sukakarya, Kecamatan Sukanagara, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Minggu (24/4/2023). Gadis yang masih duduk di bangku SMK diduga dibunuh lantaran ditemukan luka lebam di bagian leher.